Cinta Untuk Elmira

Cinta Untuk Elmira
Bab 65. Hamil.


__ADS_3

Happy Reading 🥰


Waktu terus bergulir tak terasa sudah dua bulan lamanya sejak kejadian panas di butik EMI. Sekarang Elmira tengah keluar-masuk kamar mandi untuk memuntahkan semua isi di dalam perutnya.


Hoek ... Hoek ... Hoek ...


Edgar dengan penuh perhatian memijit tengkuk Elmira guna meredakan rasa mual nya. Namun, usahanya tidak membuahkan hasil, sebab Elmira masih tetap muntah-muntah hingga tubuhnya lemas tak berdaya.


"Sayang, kita ke rumah sakit, ya?" ajak Edgar dengan panik. Ia sangat takut hal buruk terjadi kepada istrinya.


Elmira tidak bisa menjawab, ia hanya menganggukkan kepala sebagai bentuk jawaban. Mungkin dia memang harus memeriksakan dirinya ke dokter. Sebab sudah beberapa hari ini Elmira mengalami hal seperti itu.


Edgar dengan cepat menggendong tubuh sang istri, lalu mendudukkannya di kursi bagian depan, mobil. Elmira menutup kedua matanya karena merasakan tubuhnya lemah bagaikan tak bertulang. Membuat Edgar semakin panik.


Edgar mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi supaya cepat sampai di rumah sakit. Setibanya di rumah sakit, Edgar langsung membawa Elmira ke ruang UGD untuk diperiksa oleh dokter yang bertugas di sana.


Edgar terlihat sangat gelisah, ia sangat takut dengan kondisi Elmira yang begitu lemah. Hingga dokter itu selesai keadaan sang istri. "Bagaimana keadaan istri saya, Dok?" tanya Edgar begitu antusias.


Dokter itu tersenyum lalu mengeluarkan tangannya kepada Edgar dan mengucapkan selamat kepadanya. "Selamat ya, Pak. Istri anda hamil."


Edgar tercengang mendengar pernyataan dari dokter. Ia tidak percaya bahwa dirinya akan menjadi seorang ayah. Edgar tersenyum senang ia menerima uluran tangan dari dokter tersebut.


"Terimakasih, Dok." Edgar mengatakannya dengan tulus.


"Tolong istri anda di jaga dengan baik ya, Pak. Biasanya untuk awal kehamilan memang akan mengalami morning sickness."


"Bagaimana cara mengatasinya, Dok?"


"Turuti saja apa yang istri anda inginkan, dan untuk morning sickness tidak bisa di sembuhkan. Ibu hamil akan merasakan itu hingga usia kehamilan sudah semakin membesar. Nanti akan sembuh dengan sendirinya. Anda tidak usah khawatir, Pak."


"Baik, Dok. Pasti saya akan melakukan apapun untuk istri saya."


"Kalau ingin mengetahui lebih detail mengenai usia kehamilan istri. Anda bisa membawanya periksa ke dokter obgyn."


"Baik, Dok. Nanti saya bicarakan sama istri saya." Edgar berkata dengan semangat. Ia tidak sabar ingin melihat buah hatinya melakukan hasil USG.

__ADS_1


"Sayang!" Edgar menggenggam tangan sanga istri yang masih terbaring lemah di atas brankar.


"Mas, aku sakit apa?" tanya Elmira yang masih belum tahu bahwa dirinya tengah berbadan dua. Ia sama sekali tidak mendengar apa di bicarakan dokter dan suaminya tadi.


"Kau tidak sakit. Tapi kamu membawa kabar bahagia untuk aku dan keluarga kita."


Elmira merasa tak mengerti dengan ucapan Edgar yang ambigu. "Maksud kamu apa, Mas?"


"Sayang, di dalam sini ada anak kita." Edgar mengusap perut rata sang istri yang ternyata ada calon anaknya yang bersemayam di sana.


Elmira membeku, ia juga belum percaya dengan apa yang Edgar katakan. "Kamu tidak bercanda 'kan Mas?" tanya Elmira lagi. Ia takut kabar itu hanya mimpi belaka.


"Serius, Sayang. Kalau kamu tidak percaya mari kita lakukan USG."


Seketika Elmira menangis haru mendengar kabar bahagia itu. Ia begitu bahagia karena sebentar lagi dirinya akan menjadi seorang ibu.


"Jangan menangis, Sayang." Edgar menghapus air mata sang istri yang mengalir dari kedua sudut matanya.


"Aku menangis bahagia, Mas. Akhirnya doa kita terkabulkan. Kita akan segera memiliki seorang anak. Pasti mama dan papa kita akan sangat bahagia mendengarnya."


"Iya, Sayang. Nanti kita undang mereka untuk makan malam di rumah. Lalu kita umumkan berita kehamilan kamu."


"Iya itu pasti, Sayang. Masa iya kakak ipar sendiri tidak di undang."


"Kalau begitu ayo kita lakukan USG, Mas. Aku ingin melihat perkembangan bayi kita."


"Tunggu sampai kondisi kamu membaik. Kamu masih sangat lemah, Sayang."


"Aku sudah tidak apa-apa, Mas. Pantas saja aku sering mual dan muntah ternyata aku sedang hamil. Aku juga lupa kalau aku sudah telat datang bulan selama dua bulan terakhir," tutur Elmira yang baru menyadari kecerobohannya itu, dan dia juga tidak curiga kalau ternyata dirinya sedang hamil.


"Kalau kamu mau sesuatu tinggal bilang sama aku. Aku akan mengabulkannya untukmu."


"Beneran?" tanya Elmira dengan mata yang berbinar.


"Iya, Sayang. Apapun untuk mu. Cup!" Edgar mengecup kening Elmira begitu lembut. Bahkan memberikan ciuman bertubi-tubi di seluruh wajah Elmira untuk mengungkapkan rasa bahagianya atas hadirnya malaikat kecil di rahim Elmira.

__ADS_1


Elmira tertawa geli merasakan ciuman bertubi-tubi dari Edgar. "Sudah, Mas. Geli." Elmira memalingkan wajahnya agar terlepas dari serangan sang suami.


"Aku sangat mencintaimu, Elmira," ucap Edgar sangat dalam.


"Aku lebih mencintaimu, Edgar." Elmira mencium sekilas bibir Edgar yang masih berada tepat di atas wajahnya.


Elmira terpaksa harus di rawat inap terlebih dahulu karena kondisinya sangat lemah. Bagaimana tidak lemah, apapun yang dimakan olehnya pasti akan selalu di muntahkan. Hal itu membuat Edgar tidak tenang, meskipun dokter mengatakan bahwa hal itu wajar dialami oleh ibu hamil tetap saja Edgar tidak tega melihat sang istri tersiksa.


Rencana untuk mengadakan makan malam bersama dengan keluarga besar akhirnya gagal. Yang ada semua anggota keluarga Winata dan Addison menyusulnya ke rumah sakit untuk melihat kondisi Elmira. Dibalik rasa bahagianya ada rasa iba melihat Elmira yang begitu lemah.


Apalagi Amanda dan Alana sebagai wanita mereka juga pernah merasakan apa yang dialami oleh Elmira. Jadi, mereka sangat kasihan melihat Elmira seperti itu.


Amanda, Alana, Winata, Addison, dan Elvaro mengatakan selamat kepada Elmira dan Edgar atas hadirnya malaikat kecil di rahim Elmira.


"Selamat ya, Sayang. Sebentar lagi kamu akan menjadi seorang ibu," ucap Alana dan amanda serempak.


"Makasih, Ma. Kalian tidak perlu repot-repot datang kesini. Kenapa tidak tunggu aku sampai pulang saja."


"Mana tega kami membiarkan kamu seorang diri di sini," seloroh Elvaro menyela percakapan diantara ketiga wanita itu.


"Enak saja bilang sendiri, ada aku di sini, Kak," protes Edgar tak terima dengan ucapan kakak iparnya.


"Cih!" Elvaro hanya berdecih mendengar ucapan Edgar. Ya mereka memang begitu, suka sekali bertengkar ketika sudah bertemu. Sudah seperti tikus dan kucing. Membuat semua orang yang ada di sana tertawa melihat tingkah keduanya.


"Mas!" Panggil Elmira dengan suara lemahnya.


"Iya, ada apa, Sayang? Kamu butuh sesuatu?" tanya Edgar penuh perhatian.


"Aku mau nasi soto," ucap Elmira dengan tatapan memohon.


"Ya udah aku beli dulu ya." Edgar bersiap untuk membelinya di luar. Namun langsung di cegah oleh sang istri. "Kenapa? Mau apa lagi?" tanya Edgar lagi dengan suara lembutnya.


"Aku maunya nasi soto buatan kamu dan Kak Elan," ucapan telak Elmira yang berhasil membuat semua orang di sana melongo.


"Apa!" teriak Edgar dan Elvaro bersamaan.

__ADS_1


...----------------...


Jangan lupa tekan like, dan tinggalkan jejak di kolom komentar 😘


__ADS_2