
Happy Readingπ₯°
Elmira dan Edgar kembali lagi ke rumah Addison. Hati Elmira luluh dengan bujuk rayu Edgar yang membuat hatinya tersentuh. Bahkan Edgar berjanji akan menjadi suami yang baik untuk Elmira.
Edgar memeluk tubuh Elmira dari belakang. Mendekapnya sangat erat membuat jantung Elmira berdebar tak beraturan. "Edgar!" panggil Elmira dengan ragu. Ya setelah kejadian tadi Elmira tidak lagi memanggil Edgar dengan sebutan 'Mas'.
"Iya ada apa?" Edgar membalik tubuh Elmira agar menghadapnya. Sungguh perlakuan Edgar yang sekarang sangat manis. Entah itu tulus atau tidak Elmira tidak tahu. Bahkan Edgar sudah mau tidur satu ranjang dengannya.
"Apa kamu dan Alexa sering tidur bersama?" Lirih Elmira. Ia menundukkan kepala tak berani menatap manik mata coklat milik Edgar.
Edgar mengangkat dagu Elmira supaya dia bisa menatapnya. "Jika aku berkata iya apa yang akan kamu lakukan, hum?" Edgar bertanya dengan intonasi yang sangat lembut.
"Aku hanya ingin jujur dengan perasaanku, Edgar. Tidak ada seorang istri yang rela suaminya tidur bersama wanita lain. Aku mungkin akan memakluminya jika kamu melakukan hubungan itu sebelum kamu menjadi suami aku. Tapi, aku tidak akan menerima jika setelah kita menikah kamu masih tetap melakukannya!"
"Maaf! Setelah ini aku tidak akan melakukannya lagi!"
Nyes!
Hati Elmira seakan tercubit. Mendengar ucapan Edgar yang seolah mengatakan bahwa selama ini dia memang sering melakukannya, membuat dirinya tak terima. Namun melihat ketulusan di mata Edgar lagi-lagi Elmira luluh, ia akan memaafkan kesalahan Edgar asalkan setelah ini dia tidak berhubungan lagi dengan Alexa.
"Jujur saja hatiku sakit, Mas. Tapi aku akan memberikan kesempatan buat kamu asalkan kamu benar-benar berubah, dan tidak lagi berhubungan dengan wanita yang bernama Alexa!"
Rahang Edgar mengeras, namun bibirnya terpaksa menampilkan sebuah senyuman. Tangannya terulur mengusap puncak kepala sang istri. "Kamu tenang saja setelah ini aku tidak akan berhubungan lagi dengan Alexa."
Mata Elmira berbinar, ia memeluk tubuh Edgar dengan erat. "Makasih Edgar. Aku harap kamu juga belajar mencintai aku. Aku ingin menjadi istri kamu seutuh."
"Aku akan berusaha keras untuk mencintai kamu, Elmira. Kamu harus bersabar menunggu cinta dariku." Edgar memutar bola matanya malas. Untung posisi mereka masih berpelukan, jadi Elmira tidak melihat ekspresi wajah suaminya.
"Aku akan menunggu, Mas. Aku akan membuat kamu jatuh cinta sama aku."
"Terimakasih sudah bersedia menunggu cinta dariku, Elmira." Edgar mengecup puncak kepala Elmira secara bertubi-tubi.
__ADS_1
Elmira sangat senang mendapatkan perlakuan manis dari Edgar. Itulah yang di harapkan oleh Elmira sejak mereka menikah.
"Tidurlah, besok kita harus pulang pagi." Edgar menyelimuti tubuh Elmira supaya dia lekas tidur.
Elmira memejamkan mata, tangannya melingkar di pinggang Edgar. Menenggelamkan wajahnya di dada bidang sang suami.
Rasanya Edgar ingin marah karena Elmira sangat lancang menyentuh tubuhnya. Namun entah mengapa ia merasakan nyaman mendapatkan pelukan dari sang istri. Rasanya sangat berbeda ketika dirinya mendapatkan pelukan dari Alexa.
Hati Edgar menghangat melihat wajah tenang sang istri di saat dia tertidur lelap. Edgar menatap Elmira dengan tatapan yang sulit di artikan. Ada rasa bersalah di hati Edgar terhadap istrinya itu. Namun dengan cepat Edgar menepisnya. Ia mengingat sang pujaan hati yang pasti sedang kesepian di apartemennya.
Dengan pelan Edgar melepaskan pelukan tangan samg istri. Ia menggeser tubuhnya ke sisi ranjang. Edgar meraih ponselnya yang terletak di atas nakas. Ia melihat ada pesan dari Alexa yang menanyakan kabar tentangnya. Edgar mengutak-atik benda pipih itu dan mengirimkan balasan pesan kepada Alexa.
...----------------...
Di seberang sana Alexa tengah bergerak liar di atas tubuh seorang pria. Ia tidak menghiraukan pesan dari Edgar.
"Ah ... Alexa kau sangat n***at! Lebih cepat Sayang." laki-laki tersebut memegang pinggang Alexa menggunakan kedua tangannya.
Alexa ambruk di atas tubuh laki-laki itu. Nafas keduanya tersengal-sengal karena lelah sehabis berperang. "Jack, kau selalu bisa memuaskan ku." ucap Alexa kepada laki-laki tersebut. Ia turun dari atas tubuh Jack, lalu menuju ke kamar mandi.
Jack melipat kedua tangannya dan meletakkan di bawah kepala. Tanpa merasa malu dengan keadaan tubuhnya yang tanpa sehelai benang pun. Jack menunggu Alexa keluar dari dalam kamar mandi. Bahkan benda pusakanya masih terlihat mengacung.
Alexa keluar dari dalam kamar mandi hanya menggunakan bathrobe. Karena baju yang dia gunakan tadi sudah robek akibat ulah Jack.
"Sayang, kenapa kau menutup tubuhmu? Aku masih ingin mengulangnya." Jack berkata dengan sarkas.
"Cukup Jack. Lebih baik pakai bajumu setelah itu pergi dari sini. Aku tidak mau sampai ketahuan oleh Edgar."
"Tenang saja, Sayang. Lagipula kekasih kamu yang bodoh itu sedang berada di rumah orang tuanya. Jadi dia tidak akan kesini dan mengganggu kegiatan kita."
"Kamu benar juga, Jack. Tapi aku tidak ingin Edgar sampai curiga. Selama ini dia sangat mempercayaiku."
__ADS_1
"Itu karena dia sangat bodoh! Bisa-bisanya dia percaya dengan jebakan kamu."
"Tapi itu semua 'kan ide dari kamu, Jack. Jika bukan kamu yang memaksa aku supaya melakukan hal itu, pasti aku tidak akan melakukannya. Dia itu sangat payah dan sangat membosankan."
Haha ... Haha ...
"Sabar, Sayang. Setelah kamu mendapatkan apa yang menjadi tujuan kita. Kamu akan bebas dari laki-laki bodoh itu, dan kita bisa hidup bahagia tanpa harus menutupi status kita lagi."
"Aku sudah lelah, Jack. Berpura-pura baik di depannya. Rasanya ingin sekali aku membunuh Edgar saat ini juga."
"Jangan gegabah, Sayang. Ini belum waktunya."
"Sudah satu tahun, Jack. Tapi aku masih setia berada di sisinya tanpa melakukan apa pun."
"Sebentar lagi, Sayang. Aku pastikan kita akan mendapat apa yang menjadi tujuan kita."
"Sudahlah aku malas membahasnya. Lebih baik kamu pergi dari sini. Besok aku akan menemui di tempat mu."
"Tapi, Sayang. Aku masih menginginkanmu." Jack mendekap tubuh Alexa dari belakang. Menggigit kecil telinga Alexa. Membuat Alexa men-de-sah kecil. Namun hanya sebentar karena setelah itu Alexa kembali tersadar. Ia menahan h**ratnya yang juga memuncak seperti Jack.
Akan tetapi, Alexa tidak ingin melanjutkan permainan itu lagi. Jack tidak akan hanya bermain sebentar, ia yakin Jack akan melakukannya sampai pagi menjelang.
"Cepat pakai baju, Jack. Kita lanjutkan besok di tempatmu. Aku tidak ingin kita melakukannya terlalu sering di kamar ini. Aku takut Edgar akan curiga dengan apa sudah kita lakukan.
"Baiklah, Sayang. Aku tunggu besok di apartemen ku." Jack mengecup singkat bibir Alexa, lalu dengan cepat pergi dari apartemen Alexa.
"Huf! Semoga Edgar tidak curiga!" gumam Alexa dalam hati.
...----------------...
Jangan lupa tekan like, dan tinggalkan jejak di kolom komentar. πππππ
__ADS_1