
Happy Readingπ₯°
Sreet!
Aw! Lepas!
Elmira berusaha melepaskan diri dari cengkraman si D. Namun tenaganya kalah jauh dengan kekuatan pria itu. "Tolong, lepaskan saya!" Ucap Elmira memohon dengan linangan air mata. Sungguh Elmira menyesal telah keluar dari villa. Inilah yang tidak Elmira sukai dari pantai. Kejadian di masa lalu terulang kembali, bahkan sekarang lebih parah.
Dulu saat usia Elmira masih 18 tahun, ia pergi ke pantai bersama teman-teman sekolahnya. Namun tiba-tiba Elmira ditinggalkan seorang diri, yang mengakibatkan dirinya hampir dilecehkan oleh seorang pria dewasa. Sepertinya kejadian itu sudah direncanakan oleh teman-temannya.
Beruntung saat itu ada seorang laki-laki yang menolongnya di pantai itu. Laki-laki yang selalu terbayang di benaknya, Elmira tidak bisa melupakan laki-laki yang menolongnya. Bisa di katakan Elmira mencintai laki-laki tersebut pada pandangan pertama.
Hingga saat dia dewasa, Elmira kembali dipertemukan dengan laki-laki yang pernah menolongnya dulu. Elmira sangat senang bisa bertemu lagi dengan dia, hingga suatu hal yang tak terduga akhirnya terjadi. Orang tuanya dan orang tua laki-laki tersebut menjodohkan Elmira dengannya. Tentu saja Elmira merasa sangat senang, tanpa banyak berpikir Elmira langsung menerima pertunangan itu.
Akan tetapi, harapan Elmira tidak sesuai dengan ekspektasi. Rumah tangga yang ia harapkan akan bahagia bersama suaminya. Kini telah berada di ujung tanduk. Edgar sama sekali tidak mengingatnya kalau dia pernah menolong Elmira dulu. Padahal saat itu Edgar terlihat sangat baik kepadanya, Elmira sangat menyukai sikap Edgar yang dulu, bukan yang sekarang.
Hati Elmira kembali sakit saat mengingat itu. Mungkin dunia memang terlalu kejam kepadanya, hingga sekarang pun dia dalam bahaya, dan tidak ada seseorang yang menolongnya. Mungkin setelah ini kehidupan Elmira akan berubah, dunianya akan hancur.
Elmira diseret ke arah pohon besar yang tidak jauh dari sana dengan langkah terseok-seok. Tiada hentinya Elmira berusaha meloloskan diri dari cengkraman keempat pria itu. Elmira sangat takut, dia tidak bisa membayangkan jika keempat pria itu melecehkannya.
"Tolong! Tolong! Tolong!" Elmira terus berteriak meminta tolong, berharap ada seseorang yang mendengarnya.
Si A dan si B memegang kedua tangan Elmira, si C memegang kedua kaki Elmira. Sedangkan si D, dia yang akan melakukannya lebih dulu terhadap Elmira. Si D mulai melepaskan ikat pinggang yang dia kenakan sambil tersenyum menyeringai ke arah Elmira yang tengah menangis.
__ADS_1
"Tol--Emph--Emph--" Saat akan meminta tolong, mulut Elmira di bekap oleh si A. Hingga Elmira hanya bisa menangis dan terus memberontak.
"Tenang, Cantik. Kita akan bermain lembut, kamu tidak usah takut," ucap si A sambil membelai pipi mulus Elmira.
Sedangkan tangan si B dan C sudah berkeliaran kemana-mana. Membuat Elmira merasa jijik dengan tubuhnya yang sudah dijamah oleh para laki-laki brengsek itu. Bahkan Elmira merasa benci dengan dirinya sendiri yang terlalu lemah dan tak bisa melawan keempat pria itu.
Si D sudah mengarahkan benda pusakanya ke goa Elmira. Namun sepertinya dia agak kesusahan, sebab Elmira masih virgin.
"Emmph--Emmph--" Elmira menggeleng-gelengkan kepala agar si D tidak melakukan itu. Namun permohonannya tidak di gubris sama sekali oleh mereka semua. Malahan mereka tertawa sangat kencang seolah meremehkan Elmira.
"Ternyata kamu masih virgin." Si D menatap Elmira dengan tatapan tak percaya. Ada rasa bersalah yang menyelimuti hatinya. Dia seakan tidak tega melakukan hal itu kepada Elmira, apalagi Elmira terlihat seperti wanita baik-baik. Namun si D harus tetap melakukannya, sebab dia sudah menerima imbalan atas semua itu.
Si D sudah siap akan mendorong benda pusakanya ke goa itu, namun tiba-tiba ada yang menarik kerah bajunya dari arah belakang.
Buk! Buk! Buk!
Si D mendapat serangan mendadak dari seseorang itu yang terlihat sangat marah. Bahkan kedua bola matanya sudah memerah.
"Berani sekali kalian melecehkan istriku!" teriak Edgar kepada mereka semua. Edgar sangat menyesal sudah terlambat menyelamatkan Elmira dari keempat pria itu.
Saat akan pergi ke kantor, Edgar mendapatkan pesan dari salah satu anak buahnya yang mengirimkan lokasi keberadaan Elmira. Dengan cepat Edgar langsung menuju ke tempat itu. Sedangkan anak buah Edgar langsung pergi dari tempat itu. Sebab ia melihat bahwa Elmira sedang aman duduk sendirian di tepi pantai. Dia tidak tahu bahwa setelah itu Elmira di kepung oleh keempat pemuda.
Edgar sempat bingung mencari keberadaan Elmira, karena di tepi pantai tidak ada satu orang pun di sana. Namun saat Edgar sudah putus asa dan ingin pergi dari area pantai. Samar-samar ia mendengar suara seseorang meminta tolong. Suara yang tidak asing di telinganya, akhirnya Edgar mencari asal suara itu.
__ADS_1
Tubuh Edgar memanas saat melihat pemandangan tak senonoh di depan matanya. Wanita yang dia cari-cari tengah di lecehkan oleh keempat laki-laki. Bahkan salah satu di antara mereka sudah menyentuh milik Elmira meskipun tidak sampai menerobosnya.
Ketiga pria yang memegang tubuh Elmira, langsung berdiri dan membantu si D melawan Edgar. Mereka semua menyerang Edgar dengan keroyokan. Namun pukulan mereka tidak ada yang mengenai Edgar. Sebab Edgar yang sudah tersulut emosi langsung menghajar mereka semua dengan brutal.
Edgar sudah seperti orang kesetanan yang menghajar keempat pria itu dengan penuh amarah. Sehingga mereka semua tumbang di atas pasir dengan keadaan tak berdaya.
Edgar berlari ke arah Elmira yang sudah tak sadarkan diri. Hati Edgar begitu sakit melihat keadaan Elmira yang begitu mengenaskan. Selama mereka menikah Edgar sama sekali tidak pernah melihat tubuh polos sang istri. Namun sekarang dia melihat jelas area ******** Elmira karena ulah para pria brengsek itu.
Edgar memakaikan kain segi tiga milik Elmira yang melorot sebatas lutut dengan tangan gemetar. Edgar merapikan pakaian Elmira kembali. Sungguh Edgar merasa tidak becus dan tidak berguna sebagai suami yang telah membiarkan Elmira dalam bahaya.
Edgar mengangkat tubuh Elmira menggunakan kedua tangannya, lalu membawanya ke dalam mobil. Edgar hanya diam tak bersuara, tenggorokannya seakan kering, untuk menelan ludah pun rasanya sangat susah.
Edgar tiada hentinya menyalahkan dirinya sendiri atas kejadian yang menimpa Elmira. Pasti Elmira sangat ketakutan, dan mengira dirinya sudah ternoda. Sehingga sampai sekarang Elmira masih belum sadarkan diri. Edgar membawa Elmira ke rumah sakit terdekat, ia tidak ingin terjadi sesuatu terhadap Elmira.
Setelah sampai di rumah sakit, dan Elmira di tangani oleh dokter. Edgar langsung menghubungi keluarga Elmira dan juga kedua orang tuanya sendiri. Edgar tidak ingin mereka semua cemas dengan keadaan Elmira. Biarlah mereka semua menyalahkan Edgar atas semua itu. Edgar akan diam saja dan tidak akan melawan.
"Maafkan aku, Elmira!" batin Edgar penuh sesal.
...----------------...
Jangan lupa tekan like dan tinggalkan jejak di kolom komentar πππ
Terimakasih untuk kalian semua πππ
__ADS_1