
Happy Reading 🥰
Jleb!
Aaakh! S-sakit!
Ratna berteriak kesakitan saat merasakan miliknya robek, dan penuh akan terong jumbo milik sang suami. Ia tak sengaja mencakar punggung Evan hingga mengeluarkan darah. Namun, Evan sama sekali tidak merasakan sakit, sebab rasa itu tergantikan oleh rasa nikmat kala terong jumbonya seperti di rem-as-rem-as oleh goa surgawi tersebut.
Evan menghapus jejak air mata yang mengalir dikedua sudut mata sang istri lalu mengecupnya. "Cup! Maaf jika membuat mu sakit. Percayalah setelah ini tidak akan sakit," ucap Evan menenangkan.
Ratna mengangguk patuh terhadap ucapan sang suami. Perlahan Evan mulai menggerakkan pinggulnya, melakukan gerak maju-mundur cantik ala lagu syahrini. Ia mendongakkan kepala ke atas saat merasakan nikm*t yang tiada tara. Sungguh Evan jadi menggila. Itu adalah kali pertama baginya memasuki lembah surgawi milik wanita.
Benar apa yang dikatakan oleh Evan, semakin lama rasa sakitnya semakin hilang, dan tergantikan oleh rasa nikm*t. Kini Ratna mulai membalas gerakan Evan dengan cara menggerakkan pinggulnya. Evan semakin menggila saat Ratna melingkarkan kedua kakinya di punggungnya. Evan merasa miliknya semakin terjepit. Meskipun itu adalah kali pertama buat keduanya, tapi tidak membuat semangatnya runtuh.
Aahh! Evan!
Yeah, Baby!
Mereka saling menyerukan nama begitu mesra. Bahkan Mereka mencoba dengan gaya baru, tentunya Evan yang membimbing. Entah sudah berapa kali mereka merasakan pele-pasan, sebab Evan terus menggempur Ratna. Hingga dini hari keduanya baru menghentikan aktivitas itu. Ratna langsung terlelap dalam tidurnya tanpa membersihkan diri terlebih dahulu.
Sedangkan Evan, ia menatap sang istri dengan penuh cinta. Ia mengecup kening Ratna sangat dalam. Evan beruntung bisa memiliki istri seperti Ratna. Wanita tangguh, wanita hebat, wanita mandiri, wanita ter segalanya untuk Evan. Dulu ia sempat berpikir akan menjadi pebinor dalam rumah tangga Elmira dan Edgar. Namun, Tuhan memberikan ia jodoh yang lain yang lebih segalanya dalam hidupnya.
__ADS_1
"I love you my wife." Bisik Evan tepat di telinga sang istri. Sayangnya Ratna tidak mendengar ucapan Evan karena ia sudah terlelap dalam tidurnya. Mungkin Ratna terlalu capek sehabis meronda bersama sang suami.
Matahari terbit dari ufuk timur dengan sombongnya ia menampakkan cahayanya yang begitu menyilaukan mata. Cahayanya menyinari bumi beserta seluruh isinya. Kini dia insan yang masih bergelung di bawah selimut mulai mengerjapkan mata kala terganggu akan silaunya matahari melalui celah gorden jendela kamar.
Eungh!
Ratna melenguh saat merasakan bias cahaya mulai memasuki indera penglihatannya. Ia merasakan ada lengan kekar yang melingkar di perutnya. Hampir saja Ratna berteriak. Namun ia langsung sadar kalau ternyata dia sudah menikah, dan yang memeluknya dari arah belakang pasti suaminya. Perlahan Ratna mulai melepaskan tangan yang melingkar itu. Akan tetapi, tangan kekar tersebut semakin erat memeluknya.
"Mau kemana, hum?" bisik Evan dengan suara serak khas baru bangun tidur.
"M-mau ke kamar mandi," jawab Ratna dengan gugup. Ia masih malu bertatap muka dengan Evan setelah apa yang terjadi semalam.
"Aakkh! Mas!" Ratna menjerit karena terkejut dengan tindakan Evan. Ia reflek melingkarkan tangannya di leher Evan karena takut terjatuh. Ratna menelusup kan wajahnya ke dada bidang sang suami. Ia merasa malu karena masih dalam keadaan bertelan-jang.
Evan hanya tersenyum melihat tingkah Ratna yang malu-malu kucing. Evan membawa Ratna ke dalam bathroom, ia mendudukkan sang istri di atas closed. Sedangkan dirinya mengisi air hangat di dalam bathtub. Setelah selesai Evan kembali menggendong Ratna lalu mendudukkannya di dalam bathtub yang sudah terisi dengan air.
Ratna menurut saja dengan apa yang dilakukan oleh Evan. Namun tak disangka ternyata Evan juga ikut masuk ke dalam bathtub. Ia duduk dibelakang Ratna sambil menggosok punggung Ratna dengan sabun. Ratna merasa geli saat tangan Evan mulai nakal. Menyentuh dua gundukan kenyal lalu memainkannya seperti jelly.
Aahh!
Tanpa sadar Ratna mende-sah saat merasakan sentuhan tersebut. Membuat has-rat Evan semakin terpancing. Ia membalik tubuh Ratna hingga menghadap kearahnya. Tanpa aba-aba Evan langsung mela-hap salah satu dua gundukan kenyal tersebut yang sudah menjadi benda favoritnya. Ratna mencengkram rambut Evan dengan kuat. Menekannya guna memperdalam hisa-pannya.
__ADS_1
Evan mengangkat tubuh Ratna hingga duduk di atas pangkuannya, dan ....
Jleb!
Aaahh!
Keduanya sama-sama mende-sah saat milik mereka menyatu dalam air. Mereka kembali merasakan sensasi baru dengan gaya baru. Hingga 1 jam lamanya mereka baru keluar dari dalam bathroom. Wajah Evan tampak berseri setelah di cas full oleh daya cinta Ratna.
Cup!
Satu kecupan mendarat sempurna di bibir sang istri. Membuat Ratna kembali bersemu merah. "I love you more my wife," ucap Evan penuh cinta.
"Love you so much, my hubby." Ratna berkata sambil memeluk tubuh kekar sang suami.
Evan sangat bahagia dengan pernikahannya bersama wanita pilihannya sendiri. Ia berharap bisa menua bersama, dikaruniai banyak anak, serta bahagia selalu bersama istri, anak, serta mama Maya tercinta.
...----------------...
Elmira dan Edgar kini tengah melaksanakan makan pagi bersama dengan kedua keluarga Winata dan Addison. Wajah mereka memancarkan aura kebahagiaan. Apalagi mereka semua tengah menantikan anak Elmira lahir ke dunia. Semua keluarga itu sangat memanjakan Elmira. Apalagi sang kakak, Elvaro, ia yang paling posesif dan sering adu argumen dengan Edgar mengenai calon bayi Elmira yang masih berada di dalam perut. Namun, hal itu membuat Elmira merasakan bahagia yang tiada tara.
"Tuhan! Terimakasih sudah memberikan kebahagiaan setelah kesengsaraan yang aku alami. Aku bersyukur memiliki dua keluarga yang begitu menyayangi ku. Semoga kebahagiaan ini kekal abadi. Tidak ada yang paling bahagia selain mendapatkan kasih sayang dari orang-orang yang kita cintai. Seperti diriku yang dicintai oleh banyak orang. Ah, aku sampai lupa bahwa hal terindah adalah karunia darimu, Tuhan. Aku sangat berterimakasih atas hadirnya malaikat kecil dalam rahimku. Semoga dia tumbuh menjadi anak yang cerdas serta membawa sebuah kebahagiaan." Batin Elmira penuh rasa syukur dan bahagia.
__ADS_1