Cinta Untuk Elmira

Cinta Untuk Elmira
Bab 38. Sungai Di Hutan Belantara.


__ADS_3

Happy Reading 🥰


Cup!


Edgar yang merasa gemas mendengar ocehan Elmira. Dia langsung membungkam bibir Elmira menggunakan bibirnya. Membuat Elmira membulatkan mata, dan reflek menjatuhkan tisu yang dia pegang. Tubuh Elmira menegang, bibirnya seperti mendapatkan sengatan listrik dari Edgar. Ini adalah ciuman pertamanya, namun Edgar mengambilnya secara mendadak.


"Edgar! Ka--Emph--Emph"


Edgar kembali membungkam bibir Elmira agar istrinya itu berhenti berbicara. Tapi, sekarang bukan hanya sekedar menempel, Edgar mulai me-lu-mat bibir ranum milik sang istri secara perlahan. Sedangkan Elmira hanya diam saja, sebab ia tidak tahu cara membalas ciuman itu.


Edgar melepaskan pagutannya, ia menatap wajah Elmira yang menegang. "Kenapa kamu diam saja, hum?" tanya Edgar dengan lembut. Tangannya mengusap-usap bibir Elmira yang berwarna pink.


"A-aku ...." Elmira menundukkan kepalanya, ia sangat malu untuk mengatakan bahwa itu adalah ciuman pertamanya.


"Apa kamu tidak pernah berciuman?"


Elmira hanya diam tak menjawab pertanyaan dari Edgar. Hingga membuat Edgar tersenyum saat melihat Elmira yang diam saja. Itu berarti dirinya lah yang mengambil ciuman pertama Elmira.


"Biar aku ajari." Edgar menarik pergelangan tangan Elmira hingga dia terduduk di pangkuannya. Edgar menekan tengkuk Elmira lalu mencium bibirnya. Me-lu-mat-nya dengan pelan, membuat Elmira tidak bisa bernafas. Ia memukul pelan dada bidang Edgar mengisyaratkan agar berhenti.


Huha ... Huhaa ...


Nafas Elmira tersengal-sengal ia mengambil oksigen sebanyak-banyaknya untuk menetralkan dadanya yang terasa sesak. Hingga Edgar kembali memagut bibirnya, kali ini Elmira mulai mengikuti permainan Edgar secara perlahan. Li-dah Edgar menerobos masuk, mengabsen setiap inci di rongga mu-lut Elmira.

__ADS_1


Aahh!


Suara de-sa-han lolos dari bibir Elmira. Ciuman Edgar semakin turun ke leher meninggalkan beberapa jejak kepemilikan di sana. Tubuh Elmira semakin panas akibat sentuhan dari Edgar. Elmira melenguh ia merasakan sesuatu yang aneh menjalar di dalam dirinya. Sesuatu yang tak pernah ia rasakan sebelumnya.


Edgar semakin gencar menjalankan aksinya. Tangannya dengan lihai membuka kancing bagian depan dada milik Elmira. Hingga memperlihatkan dua gundukan kenyal, sintal, dan padat. Edgar meneguk saliva nya kasar. Elmira menutup dadanya menggunakan kedua tangan. Ia merasa malu terhadap Edgar, sebab belum pernah ada laki-laki yang melihat bagian penting dalam tubuhnya.


"Jangan di tutup, Sayang. Ini sangat indah." Edgar melepas tautan tangan Elmira yang menutupi dua buah kenyal yang terlihat begitu menggoda.


Elmira hanya pasrah saja dengan apa yang Edgar lakukan. Pikirannya seakan blank, terasa terhipnotis oleh sentuhan Edgar. Elmira yang belum pernah merasakan sentuhan seperti itu ia merasa penasaran. Tubuhnya merespon cepat dengan sentuhan itu. Padahal Edgar hanya menyentuhnya dengan sentuhan biasa, belum ke tingkat yang paling tinggi.


Edgar menenggelamkan wajahnya di tengah-tengah dua gundukan itu, Li-dah-nya menari-nari di sana. Memberikan gi-gi-tan kecil, men-ji-la-ti-nya bagaikan ice cream. Edgar melahap salah satu buah kenyal itu yang berwarna pink menggoda. Tangannya tidak tinggal diam, ia gunakan untuk me-re-mas buah kenyal yang satunya.


Aahh! Edgar!


Edgar semakin dibuat terpanah dengan pemandangan yang terpampang di depan matanya. Hutan belantara yang ditumbuhi bulu-bulu halus di atasnya membuat Edgar terpesona. Ia sangat mengagumi makhluk Tuhan yang satu itu. "Sayang, Ini sangat indah. Lebih indah dari apa kata indah itu sendiri." Tiada hentinya Edgar memuji keindahan tubuh sang istri.


Tubuh yang seksi, kulit seputih susu, memiliki dua buah kenyal yang super sintal dan padat, lengkap dengan hutan belantara yang begitu menggoda iman. Dengan belahan sungai yang berwarna pink, di pinggirnya terdapat bulu-bulu halus yang begitu menggelikan dan juga membuat candu bagi yang merasakannya. Begitu juga dengan Edgar, tanpa sadar ia meneteskan air liurnya saking terpesonanya dengan keindahan itu.


Edgar membuka pa-ha Elmira dengan lebar, menenggelamkan wajahnya di sana. Menghirup aroma wangi dari hutan belantara itu. Li-dah-nya mulai menari-nari dan mengobrak-abrik sungai yang terdapat di hutan belantara itu.


Aahh! Edgar!


Elmira men-je-rit merasakan nik-mat yang luar biasa. Ia terus meneriaki nama Edgar dengan suara seksinya. Edgar semakin menggila mendengar suara itu. Li-dah-nya keluar-masuk di lembah surgawi milik Elmira.

__ADS_1


Elmira menggeliat seperti cacing kepanasan. Tubuhnya sudah tidak terkontrol lagi, entah mengapa ia merasakan ingin lebih dari apa yang dia rasakan sekarang. Namun tidak tahu itu apa, yang jelas Elmira hanya mengikuti nalurinya saja.


Ratna yang ingin mengetuk pintu mengurungkan niatnya saat mendengar suara aneh dari dalam.


"Eungh! Aahh! Edgar! A-aku ... Mau pi-pis ...."


"Yeah, Honey. Keluarkan! Aku menunggu itu!"


Wajah Ratna memerah saat mendengar suara lucknut dari dalam ruangan itu. Ia bukannya tidak tahu dengan apa yang Elmira dan Edgar lakukan di dalam, sebab ia sudah dewasa. Meskipun ia belum pernah melakukannya, namun ia sudah mengetahui hal itu dari video untuk orang-orang dewasa yang dia tonton. Meskipun hanya menonton adegan ciuman saja. Tapi Ratna tetap tahu apa mereka lakukan. Apalagi mereka adalah pasangan suami-istri, jadi sudah pasti mereka melakukan olahraga pagi.


"Astaga! Apa Bu Elmira lupa kalau ruangannya tidak kedap suara? Hingga suara lucknut-nya terdengar sampai keluar ruangan? Atau saking bersemangatnya dia sampai lupa menyalakan alat peredam suara di ruangan itu? Ah, otakku jadi terkontaminasi dengan suara mereka," batin Ratna dengan segala ocehannya.


Ratna memilih pergi dari sana, dan Melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda. "Kenapa wajah kamu merah gitu, Ra?" tanya salah satu karyawan yang berada di sampingnya. Ratna terlihat salah tingkah ia malu sendiri dengan apa yang barusan dia dengar. "Masa sih?" Ratna pura-pura tidak tahu. Rencananya yang ingin menanyakan soal barang-barang import di butik EMI jadi gagal karena mendengar suara itu.


Edgar semakin mempercepat permainan Li-dah-nya di lembah surgawi itu. Hingga tubuh Elmira menegang, dan mengeluarkan laharnya di sana. Membuat mu*** Edgar penuh dengan air sungai yang mencandukan.


Aahh! Aahh!


Elmira merasa lega saat sesuatu yang mendesak ingin keluar akhirnya tumpah. Dadanya naik-turun, nafasnya juga tersengal-sengal seperti dikejar kuda liar. Edgar tersenyum melihat Elmira mendapatkan pe-le-pa-san. Ia membersihkan cai-ran yang keluar di sungai yang terdapat di hutan belantara menggunakan Li-dah-nya. Edgar tidak merasa jijik, bahkan me-ng-hi-sap-nya sampai bersih.


"Aahh! Sangat wangi dan lezat!"


...----------------...

__ADS_1


Jangan lupa tekan like, dan tinggalkan jejak di kolom komentar 😘😘😘😘


__ADS_2