
Happy Reading 🥰
"Mas! Kenapa kamu diam saja! Jadi benar kamu itu sudah sering melakukannya dengan Alexa, huh!" sentak Elmira dengan mata yang menganak sungai, dan sepertinya pertahanannya akan segera roboh jika Edgar tidak memberikan klarifikasi mengenai hal itu.
Edgar terhenyak ia langsung tersadar dari lamunannya saat mendengar suara Elmira yang meninggi. Edgar membalikkan tubuh Elmira agar menghadap ke arahnya. "Sayang! Aku akan jujur, tapi jangan marah, dan selama aku berbicara tolong kamu cukup dengarkan saja jangan menyela," ujar Edgar dengan tatapan memohon.
Elmira menyetujui ucapan Edgar. Ia berpindah posisi lalu duduk di samping Edgar. Ia begitu antusias menunggu cerita dari Edgar.
Edgar menghela nafas terlebih dahulu sebelum menceritakan kebenarannya. Meskipun ia yakin kalau Elmira akan sedikit marah terhadapnya. "Sayang, aku sama Alexa tidak pernah berhubungan badan, hanya saja ...." Edgar menggantung ucapannya merasa ragu untuk mengungkapkan kebenaran itu.
"Hanya saja apa, Mas?" Elmira terlihat tidak sabar menunggu Edgar menceritakan semuanya.
"Aku dan dia ... Melakukan itu menggunakan mu*** dan ja**," lirih Edgar hingga suaranya hampir tidak terdengar.
"Maksudnya gimana, Mas?"
Edgar menceritakan semuanya dari awal pertama kali bertemu dengan Alexa hingga berakhir di sebuah kamar, dan juga rencana Edgar yang ingin menikahi Alexa. Namun di tentang keras oleh papa dan mamanya. Terpaksa Edgar menjalin kasih secara sembunyi-sembunyi. Edgar juga mengatakan tentang apa saja yang ia berikan kepada Alexa. Dari Apartemen, black card yang banyak, serta pemberian-pemberian lainnya.
Tidak ada yang Edgar tutup-tutupi semuanya ia ceritakan kepada Elmira, agar suatu saat Elmira tidak salah faham jika Alexa berani berbicara yang tidak-tidak. Awalnya Elmira sangat terkejut dan merasakan cemburu yang luar biasa. Bohong jika dirinya mengaku baik-baik saja setelah mendengar semua kebenaran itu. Hatinya terasa nyeri ketika Edgar mengatakan semuanya.
Akan tetapi, Elmira berusaha menguatkan hatinya demi terlihat baik-baik saja di depan Edgar. Elmira sedikit lega karena Edgar benar-benar ingin berubah dengan berkata jujur kepadanya. Elmira menatap manik mata Edgar yang berwarna coklat. Ia tidak melihat kebohongan di sana, meskipun Elmira merasa kecewa dengan apa yang dia dengar. Namun ia juga merasa senang, sebab Edgar berani jujur walaupun menyakitkan untuk hatinya.
"Maafkan aku, Sayang. Aku tahu apa yang aku lakukan itu salah. Tapi, percayalah cintaku terhadap Alexa bukanlah cinta yang sesungguhnya, sebab yang aku rasakan ketika bersamanya dan ketika bersamamu itu beda. Perasaan ku terhadap Alexa lebih dominan kepada rasa bersalah dan tanggung jawab. Namun ketika bersama kamu, jantungku berdegup sangat kencang," ungkap Edgar dengan tatapan mengunci.
Edgar menggenggam tangan Elmira lalu meletakkannya di atas dada dengan detak jantung yang berirama. Sehingga Elmira merasakan detakan itu di tangannya.
Dug! Dug! Dug!
__ADS_1
"Kamu dengar itu? Aku tidak berbohong, Sayang. Mungkin memang terlalu cepat untuk mengungkapkan sebuah rasa. Namun inilah faktanya, aku benar-benar mencintai kamu, Elmira." Edgar menatap Elmira dengan penuh cinta. Membuat jantung Elmira terasa ingin melompat dari tempatnya.
"Sejujurnya aku sangat kecewa dan sakit hati tentang apa yang kamu katakan, Mas. Namun aku akan mencoba memaafkan kamu demi hubungan kita. Aku akan memberikan kesempatan terakhir buat kamu, Mas. Tapi jika suatu saat semua ucapan kamu itu bohong maka aku tidak akan memberikan kesempatan lagi buat kamu."
"Terimakasih, Sayang. Aku janji tidak akan mengecewakan kamu lagi, dan kamu harus percaya dengan semua yang aku katakan."
Elmira memberikan senyuman manis kepada Edgar. Membuat Edgar terpanah dan mendekap tubuhnya dengan erat.
Cup!
"Aku mencintaimu, El." Edgar memberikan kecupan hangat di kening Elmira.
"Aku lebih mencintaimu, Mas. Bahkan sejak empat tahun yang lalu saat pertama kali kita bertemu."
"Empat tahun yang lalu?" tanya Edgar mengerutkan keningnya.
Edgar tampak berpikir untuk mengingat kejadian yang dimaksud oleh Elmira. Cukup lama dia berpikir hingga akhirnya dia teringat dengan satu kejadian yang tak pernah dia lupakan.
"Apakah kamu adalah gadis cantik yang memakai seragam putih abu-abu?" tanya Edgar begitu antusias.
"He'em." Elmira menganggukkan kepala dengan cepat. Bibirnya membentuk sebuah senyuman indah dengan mata yang berbinar.
"Serius?" tanya Edgar lagi seperti tidak percaya dengan apa yang Elmira katakan.
"Ya sudah kalau tidak percaya, Om ganteng." Elmira melepaskan diri dari dekapan Edgar.
Dengan cepat Edgar menarik kembali tubuh sang istri hingga terjatuh di atas pangkuannya. "Sayang, akhirnya aku menemukan kamu." Edgar menenggelamkan wajahnya di punggung sang istri. "Kamu tahu? Setelah kejadian itu, aku terus memikirkan kamu. Aku rasa, aku jatuh cinta pada pandangan pertama. Namun karena aku terlalu sibuk dengan pekerjaanku di kantor, jadi tidak bisa mencari keberadaan kamu."
__ADS_1
"Benarkah begitu, Mas?" Elmira mengelus tangan Edgar yang melingkar di perutnya.
"Entahlah kamu percaya atau tidak, tapi aku sungguh-sungguh jatuh cinta pada pandangan pertama."
"Tapi, kenapa waktu kita dijodohkan kamu tidak mengenali aku, Mas? Bahkan kamu sangat membenciku, aku sampai bingung dan selalu bertanya-tanya apa salahku terhadapmu sehingga kamu bersikap buruk terhadapku."
"Maafkan kesalahanku waktu itu, Sayang. Aku benar-benar tidak mengenali kamu saat itu. Mungkin karena terlalu lama tidak bertemu hingga aku tidak bisa mengingat kamu."
"Huf! Asal kamu tahu, Mas. Aku sangat senang bisa menikah dengan orang yang sudah menjadi pahlawan untuk ku di masa lalu. Namun mirisnya kamu tidak pernah menganggap aku ada."
"Sayang! Jangan di ungkit lagi dong. Aku 'kan hanya ingin membuka lembaran baru bersama kamu."
"Baiklah, kita mulai semuanya dari awal."
"Jadi, apa kamu mau ikut pulang bersamaku dan tinggal di rumah kita, hum?"
"Kalau itu aku pikirkan dulu, Mas. Jika boleh jujur aku tidak ingin tinggal di rumah itu yang hanya akan mengingatkanku dengan perlakuan burukmu."
"Kalau begitu aku akan membeli rumah yang baru untuk kita tinggali. Aku akan meminta Roy agar mengurus semuanya. Supaya nanti malam kita bisa tinggal satu rumah."
"Nanti malam? Kenapa cepat sekali, Mas?" protes Elmira tak setuju. Sebab ia masih perlu meminta izin kepada Elvaro dan kedua orang tuanya.
"Iya, nanti malam. Aku tidak sabar ingin memiliki kamu seutuhnya, Sayang. Kamu bersedia 'kan menjadi milikku seutuhnya?" tanya Edgar dengan tatapan sendu.
Elmira tersenyum malu-malu, munafik jika dia tidak ingin menjadi milik Edgar seutuhnya, bahkan itu adalah hal yang paling dia tunggu-tunggu. Sekarang dia sudah tahu bahwa Edgar mencintai dirinya dan tidak pernah melakukan hubungan intim dengan Alexa, lalu apalagi yang dia takutkan. "Aku bersedia, Mas," jawab Elmira dengan menundukkan kepalanya.
...----------------...
__ADS_1
Jangan lupa tekan like dan tinggalkan jejak di kolom komentar 😘😘