Cinta Untuk Elmira

Cinta Untuk Elmira
Bab 74. Pernikahan Ratna Dan Evan.


__ADS_3

Happy Reading🄰


Hari telah berganti hari. Kini adalah hari pernikahan Ratna dan Evan. Mereka terlihat sangat bahagia. Sebentar lagi mereka akan resmi menjadi pasangan suami-istri. Semua tamu undangan telah hadir untuk mengisi ruang acara itu. Bahkan kedua orang tua mempelai sudah hadir. Dari orang tua kandung serta orang tua tiri mereka semuanya hadir untuk menyaksikan anak-anak mereka menempuh hidup baru.


Acara pernikahan Ratna dan Evan digelar di rumah baru yang akan ditempati oleh mereka setelah menikah sesuai dengan keinginan Evan. Mereka sengaja tidak menyewa hotel karena rumah itu sudah cukup luas untuk dijadikan tempat acara.


Elmira dan Edgar juga hadir di sana. Mereka membawa kedua orang tua masing-masing. Tentunya ada Elvaro juga di sana, membuat kaum wanita menatap kagum kepadanya. Siapa yang tidak akan terpesona dengan aura ketampanan sang pewaris Winata.


Meskipun hubungan Widi dan Bram masih belum membaik, dan tidak ada tanda-tanda akan adanya perdamaian. Namun, mereka tetap hadir di acara pernikahan sang putri tercinta walaupun dengan status yang berbeda, dan juga dengan pasangan berbeda pula. Mereka tetap ingin yang terbaik untuk Ratna. Mereka tidak ingin mencampur adukkan masalah pribadi dengan acara pernikahan tersebut.


Sama halnya dengan Dewi dan Rudy yang masih belum bisa berdamai. Mereka juga ingin yang terbaik untuk putra mereka, Evan. Mereka menampilkan wajah bahagia demi sang putra. Di saat acara ijab kabul berlangsung semua para tamu undangan duduk dengan antusias menunggu sang mempelai pria mengucapkan ijab kabul.


Evan sangat gugup ketika menjabat tangan sang penghulu. Sekuat tenaga Evan berusaha santai dan rileks. Hingga satu kali tarikan nafas Evan berhasil mengucapkan ijab kabul dengan lancar. Suara SAH dari wali, saksi, serta anggota yang ada di sana menggemma di ruangan mewah tersebut. Pak penghulu merapalkan doa untuk keberkahan kedua mempelai tersebut. Aura kebahagiaan terpancar di wajah Evan dan Ratna.


Sekarang adalah sesi resepsi untuk sang mempelai. Mereka berdiri di atas pelaminan untuk menyambut ucapan selamat dari para tamu yang hadir. Orang pertama yang mengucapkan selamat adalah kedua orang tua masing-masing dari sang mempelai.


"Selamat, Sayang. Mama senang akhirnya kamu menemukan laki-laki yang sangat tulus mencintai kamu," ucap Widi kepada Ratna. Ia memeluk Ratna penuh rasa bahagia.


"Makasih, Ma." Ratna sangat bahagia, sebab kedua orang tuanya hadir di acara pernikahannya meskipun dengan pasangan yang berbeda.


"Selamat, Evan. Papa turun bahagia dengan pernikahan kamu dan Ratna. Jadilah suami yang baik untuknya. Jangan seperti papa yang tak bisa setia terhadap mamamu. Maafkan kesalahan papa di masa lalu," ucap Rudy bersungguh-sungguh. Ia sangat menyesali perbuatannya dulu.

__ADS_1


"Makasih, Pa. Sudahlah anggap saja itu sebagai pelajaran bagi kita. Lupakan masa lalu, dan sambutlah masa depan. Jangan sampai papa mengulangi kesalahan untuk yang kedua kalinya terhadap mama mertuaku." Evan sudah berbesar hati untuk memaafkan kesalahan papanya di masa lalu. Sama halnya dengan Ratna yang juga memaafkan kesalahan sang mama.


Evan memeluk tubuh sang papa lebih dulu. Ia begitu merindukan sosok papa selama bertahun-tahun. Evan mungkin sangat membenci Rudy yang telah tega menelantarkan dirinya serta sang mama. Namun, Evan sadar bahwa ikat darah tidak akan pernah berubah, dan akan tetap sama. Jadi, Evan memilih berdamai dengan masa lalu. Lagipula tidak ada gunanya terus-terusan larut dalam dendam yang tidak akan pernah ada ujungnya.


Rudy dan Widi sama-sama bersyukur karena mendapatkan maaf dari putra dan putri mereka. Mereka hanya bisa mendoakan kebaikan serta kebahagiaan untuk anak-anak mereka.


"Sayang, selamat untuk kalian. Mama tidak bisa mengungkapkan rasa bahagia mama dengan sebuah kata-kata. Mama hanya bisa mendoakan agar kalian hidup bahagia hingga akhir hayat." Dewi menangis harus di depan sang putra dan menantunya. Ia sangat menyayangi mereka berdua.


"Makasih, Ma. Aku sangat menyayangi mama." Ratna memeluk sang mertua dengan erat. Evan juga ikut memeluk kedua bidadarinya.


"Aku sangat menyayangi kalian, tiada batas!" Ungkap Evan dengan sepenuh hati.


"Makasih, Pa. Aku sudah memaafkan papa." Ratna berkata dengan tulus. Ia tidak mau ada rasa benci lagi terhadap kedua orang tuanya. Ia juga ingin hidup damai.


Setelah suasana haru yang terjadi antara pengantin baru dengan anggota keluarga. Kini giliran para tamu undangan yang mengucapkan selamat. Elmira dan Edgar menjadi orang pertama yang mengucapkan selamat kepada sang mempelai, mendahului para tamu yang lain.


"Selamat ya Ra. Semoga lekas dapat momongan." Elmira terkekeh kecil saat mengatakan itu. Membuat kedua pipi Ratna merah merona karena malu.


"Terimakasih, Bu. Terimakasih juga untuk semua bantuan yang ibu berikan kepada saya," ucap Ratna dengan tulus. Ia tidak tahu harus membalasnya dengan apa, sebab Elmira terlalu baik kepadanya.


"Shuuut! Jangan bahas itu. Anggap saja kita ini keluarga." Elmira memang sudah menganggap Ratna sebagai saudara.

__ADS_1


"Selamat Van. Akhirnya kamu nikah juga. Ingat nanti malam pelan-pelan, jangan sampai membuat istrimu ketakutan," bisik Edgar tepat ditelinga Evan.


"Diajarin senior nih. Jangan lupa kasih tutorialnya." Evan membalas ucapan Edgar dengan sebuah candaan.


"Enak saja. Cari di google sana." Edgar menjawab tak terima. Namun, tak berselang lama keduanya sama-sama tertawa, membuat Elmira dan Ratna penasaran dengan apa yang dibicarakan oleh kedua laki-laki tersebut.


Setelah mengucapkan selamat kepada pengantin baru. Elmira dan Edgar langsung pamit pulang. Sebab Elmira tidak boleh kelelahan diusia kehamilannya yang masih sangat rentan itu. Tentu saja Ratna dan Evan mengizinkan mereka pulang. Hingga sampai jam 9 malam Ratna sudah kecapean terus berdiri di atas pelaminan menyambut ucapan selamat dari para tamu.


Merasa kasihan terhadap wanita yang sudah sah menjadi istri, Evan pamit kepada kedua orang tua serta mertuanya untuk membawa Ratna istirahat. Para orang tua menahan tawa karena berpikir bahwa Evan sudah tidak sabar ingin melakukan ritual malam pertama.


"Evan, kamu membuatku malu. Kenapa kita harus istirahat di saat para tamu undangan masih banyak di luar," cerocos Ratna ketika sudah berada di dalam kamar yang telah di hias begitu indah khusus pengantin baru.


"Kenapa harus malu, tidak akan ada yang marah jika kita istirahat lebih awal dari mereka. Lagipula kita ini pengantin baru yang pastinya akan melakukan ritual malam pertama." Evan sengaja menggoda sang istri, ia ingin melihat bahagia reaksi Ratna selanjutnya.


Mendengar kata malam pertama membuat jantung Ratna berpacu sangat cepat. Ia mendadak gugup. "Ah, a-aku ke kamar mandi dulu." Ratna langsung memasuki kamar mandi dengan susah payah karena kesulitan akan gaun yang ia pakai.


Evan tersenyum melihat tingkah Ratna yang sangat kentara jika dia sedang gugup. Evan jadi tidak sabar ingin segera melah*p bibir seksi milik sang istri.


...----------------...


Jangan lupa tekan like dan tinggalkan jejak di kolom komentar😘

__ADS_1


__ADS_2