
Happy Reading🥰
Elmira dan Edgar tengah bersiap untuk menuju ke acara peresmian 'Mall E2' yang di bangun oleh Winata dan Addison. Dulu sempat akan di gusur karena konflik yang Edgar perbuat. Namun sekarang sudah kembali seperti dulu lagi.
"Sayang, kamu make up nya jangan terlalu cantik, aku gak mau kalau kamu jadi tatapan para laki-laki di sana," rengek Edgar sambil menatap sang istri yang tengah merias diri di depan cermin.
"Ya, ampun di malah sangat tipis dan terlihat natural loh, Mas," sanggah Elmira merasa jengah.
"Tapi, kamu tetap terlihat sangat cantik."
"Gombal," sungut Elmira sambil mencebikkan bibirnya.
"Aku serius, Sayang. Coba lihat! Kamu begitu sempurna di mataku, bahkan semua alat make up kamu saja merasa insecure melihat kecantikanmu."
Wajah Elmira bersemu merah mendapatkan pujian dari Edgar yang sepertinya sangat tulus. Elmira berusaha setenang mungkin walaupun keadaan jantungnya sedang tidak baik-baik saja.
"Ekhem." Elmira berdeham untuk menetralkan suasana hatinya. "Aku sudah selesai, kita berangkat sekarang," ajak Elmira kepada Edgar yang masih fokus menatap dirinya dari arah sisi ranjang.
"Baiklah kita berangkat. Nanti jangan lirik sana lirik sini ya, kamu hanya boleh menatapku saja tidak boleh melirik yang lain," Edgar memperingati sang istri supaya tidak jelalatan.
Elmira memutar bola matanya jengah, suaminya sangat posesif sekarang berbeda dengan sikapnya yang dulu. Tapi Elmira merasa senang itu artinya Edgar sangat mencintai dirinya, bahkan Edgar terbilang suami yang bucin.
__ADS_1
Banyak pasang kamera yang menyorot ke arah Edgar dan Elmira yang baru sampai di 'Mall E2'. Elmira sampai merasa pusing karena silaunya cahaya kamera yang mengenai wajahnya. Namun dia harus profesional dan tidak boleh membuat para wartawan yang hadir di sana menjadi kecewa.
Mereka berjalan melewati karpet merah yang menuju ke ruang acara. Mereka sudah layaknya selebritis yang dikejar-kejar oleh wartawan dan awak media. Di dalam sana sudah ada kedua orang tua Edgar dan Elmira yang menunggu kehadiran mereka berdua.
"Sayang, kamu cantik sekali," puji Alana kepada sang menantu.
"Makasih, Ma. Mama juga sangat cantik," ucap Elmira disertai senyuman manis.
"Ooh, jadi cuma mama mertua kamu yang cantik nih. Mama kamu sendiri gak cantik ya?" cibir amanda pura-pura cemburu terhadap putrinya.
"Bukan begitu, Ma. Mama itu sudah cantik sejak dulu. Di ungkapkan dengan kata-kata saja tidak akan cukup untuk menjabarkan seberapa cantik Mamaku ini," ungkap Elmira sambil mengedipkan sebelah matanya kearah Amanda.
"Wah, selain cantik kamu ini juga pandai menggombal ya. Siapa yang ngajarin, hum?" sela Edgar saat pertama kali mendengar sang istri mengeluarkan jurus mautnya dengan sebuah kata-kata yang indah.
Ucapan Elmira tidak hanya di dengar oleh Edgar, Amanda, dan juga Alana. Namun pada tamu undangan yang hadir di sana juga mendengarnya. Sebab sejak tadi pandangan mereka terpusat kan kepada Elmira dan keluarganya. Mereka sangat penasaran dengan sosok Elmira yang terkenal baik dan ramah. Ternyata semua kabar itu memang benar adanya, mereka melihat sendiri bagaimana lembutnya nada bicara seorang Elmira terhadap orang tuanya dan juga suaminya.
Bahkan semua kata-kata Elmira sangat bijak, membuat para tamu undangan yang hadir merasa kagum dengan sosok Elmira. Edgar memberikan kecupan singkat di bibir Elmira sebagai bentuk rasa kagumnya. Ia sangat beruntung mempunyai istri seperti Elmira yang selalu bisa membuat orang-orang di sekitarnya terpesona dengan tindakannya. Edgar merasa semakin takut kehilangan Elmira.
Tindakan Edgar menjadi sorotan awak media. Banyak yang mengabadikan momen romantis itu. Para tamu yang hadir pun menyoraki pemandangan yang terjadi di depan matanya, bahkan banyak para pasangan di antaranya yang merasa iri terhadap sikap romantis yang Edgar lakukan.
Elmira menundukkan kepala merasa malu saat dirinya menjadi pusat perhatian semua orang yang ada di sana. Kini ruang acara yang di gelar besar-besaran di dalam mall itu penuh dengan suara sorak-sorai.
__ADS_1
Elvaro yang baru sampai di acara itu menjadi bingung, sebab di dalam mall terdengar sangat riuh. Ia menghampiri Elmira yang tengah berkumpul bersama suami, mertua, dan juga mamanya. Ia tidak melihat papanya dan juga Addison di sana. Mungkin mereka tengah sibuk dengan acara yang mereka gelar saat ini.
Tidak berselang lama, Addison dan Winata membuka acara peresmian 'Mall E2'. Yang diangkat dari inisial Elmira dan Edgar, hingga jadilah 'Mall E2'. Mall itu memang di persembahan untuk Elmira dan anaknya kelak.
Addison dan Winata telah berdiri di atas podium. Mereka mengumumkan bahwa mall itu akan menjadi milik Elmira dan juga Edgar. Mulai besok pagi mall E2 sudah di buka, dan akan mengadakan diskon besar-besaran khusus hari besok. Membuat semua orang kegirangan dengan diskon itu.
Semua tamu yang hadir memberikan tepuk tangan yang meriah setelah kedua pengusaha itu turun dari atas panggung, dan telah meresmikan pembukaan mall E2. Para tamu di persilahkan untuk menikmati jamuan yang disediakan di sana. Namun sebelum menikmatinya, para tamu lebih dulu mengucapkan selamat kepada keluarga Winata dan Addison.
Elmira terlihat sangat senang dengan hadiah yang diberikan oleh papa dan papa mertuanya. Ia harap yang terjadi saat ini bukanlah sebuah mimpi, sebab itu terjadi maka Elmira tidak akan pernah mau terbangun dari alam bawah sadarnya.
Saat semua orang tengah menikmati pesta di acara itu, tiba-tiba lampu di dalam sana mati. Semua orang terlihat panik, begitu juga dengan Elmira. Ia sangat takut dengan kegelapan, tangannya me-re-mas lengan Edgar untuk menghilangkan rasa takutnya. Edgar yang melihat sang istri ketakutan, ia memeluknya dengan erat.
Saat Elvaro ingin mengecek ke bagian lampu, tiba-tiba layar besar yang terletak di dekat podium menyala. Menampilkan sebuah foto tentang Edgar dan Alexa yang tengah bermesraan. Kedua bola mata Edgar membulat sempurna, ia sangat terkejut dengan foto-foto dirinya bersama Alexa.
Tidak hanya sebuah foto yang di tampilkan di layar itu. Namun sebuah video juga diputar di sana. Video syur yang menampilkan wajah Edgar dan seorang wanita yang wajahnya tidak jelas. Yang pastinya wanita itu bukanlah Elmira. Sebuah video yang terlihat panas dengan durasi 15 menit.
Elmira melepaskan pelukannya dari tubuh Edgar, air matanya luruh seketika bersamaan dengan tubuhnya yang terasa lunglai bagaikan tak bertulang. Hancur! Itulah yang dirasakan oleh Elmira saat ini.
"S-sayang, ini tidak benar!"
...----------------...
__ADS_1
Jangan lupa tekan like, dan tinggalkan jejak di kolom komentar 😘