Cinta Untuk Elmira

Cinta Untuk Elmira
Bab 13. Calon Mantu.


__ADS_3

Happy Reading 🥰


Edgar mengantarkan Elmira lebih dulu ke rumah mereka. Setelah itu Edgar pamit ke kantor. Elmira tidak curiga sama sekali, ia sudah memberikan kepercayaannya kepada Edgar.


"Aku berangkat dulu ya, Sayang." pamit Edgar dengan suara lembutnya. Tak lupa ia juga menyematkan kata Sayang untuk meluluhkan hati sang istri.


"Iya, hati-hati di jalan." Elmira melambaikan tangannya kepada Edgar yang berada di dalam mobil. Ia sangat senang akhirnya Edgar bisa menerima kehadiran dirinya dan berusaha untuk mencintainya dengan segenap jiwa.


Elmira memasuki rumah dengan senyuman yang tak lepas dari bibirnya. Sejak semalam Edgar memperlakukan Elmira dengan sangat baik. Elmira harus bisa menjadi istri yang baik untuk Edgar.


Hari ini Elmira akan pergi ke salon. Ia akan mempercantik diri supaya Edgar tidak berpaling darinya. Elmira berharap nanti malam ia bisa memiliki Edgar seutuhnya.


Edgar juga memintanya untuk pindah ke kamar utama yang di tempati oleh Edgar. Elmira terlebih dahulu memindahkan pakaiannya ke kamar Edgar. Ia berharap ini adalah awal yang indah buat hubungan mereka.


Saat Elmira memasukkan pakaiannya ke dalam lemari, tangannya tidak sengaja menjatuhkan sebuah foto dari dalam sana. Elmira mengambil foto tersebut lalu membaliknya agar bisa melihat foto siapa itu.


Hati Elmira kembali sakit ketika melihat foto itu. Foto Edgar bersama dengan Alexa, wajah Edgar terlihat sangat bahagia di sana. Elmira sadar kalau cinta Edgar untuk Alexa sangat lah besar. Elmira memindai setiap sudut di ruangan itu. Ternyata bukan hanya di dalam lemari Edgar menyimpan foto kemesraannya bersama Alexa.


Bahkan kamar Edgar di penuhi dengan foto-foto Alexa. Saking fokusnya Elmira menata baju-bajunya di dalam lemari ia sampai tidak meneliti kamar itu terlebih dahulu. Elmira terduduk di atas lantai. Air matanya kembali luruh membasahi pipi mulusnya.


"Ternyata Alexa sangat berharga bagimu, Edgar. Bahkan di kamar ini penuh dengan foto-foto dia. Kenapa aku terlalu bodoh dengan gampangnya mempercayai omongan kamu. Cinta kamu saja sangat besar untuk dia, lalu bagaimana mungkin kamu bisa dengan mudah melupakannya." ucap Elmira dengan isak tangisnya.


Elmira mengambil kembali baju-bajunya yang tadi sempat ia tata di dalam lemari yang bersebelahan dengan lemari Edgar. Ia membawanya ke kamar sebelah dan menatanya lagi di dalam lemari miliknya. Sebelum foto-foto Alexa musnah dari kamar suaminya, Elmira tidak akan sudi tidur di kamar itu. Akan sangat sakit jika sampai itu terjadi.


Elmira bersiap-siap untuk pergi ke salon. Meskipun hatinya sedang sakit, ia akan tetap berusaha mengambil hati sang suami agar bisa menggantikan Alexa di dalam hatinya.


Sebenarnya meskipun Elmira tidak pergi ke salon pun ia tetap terlihat sangat cantik. Karena kecantikan Elmira sangat alami, jika di tambah dengan polesan make up maka kecantikannya akan bertambah dua kaki lipat.

__ADS_1


Elmira berangkat menggunakan mobilnya sendiri. Ia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang. Ia sangat bingung, haruskah Elmira percaya dengan ucapan Edgar semalam? Atau dia harus menyerah setelah waktu yang dia tentukan sudah habis? Perubahan Edgar memang terbilang signifikan. Entahlah Elmira tidak ingin pusing memikirkan itu, lebih baik dia mengikuti alurnya saja.


Beberapa saat kemudian mobil yang dikendarai oleh Elmira telah sampai di depan salon terbaik di kota itu. Salon yang menjadi tempat langganannya. Elmira turun dari dalam mobil lalu dengan cepat memasuki salon itu.


Elmira melakukan serangkaian perawatan yang tersedia di salon itu. Mulai dari masker wajar, creambath, lulur, spa, totok wajah, facial, massage, scrub, laser, serta manicure dan pedicure. Seharian ini Elmira menghabiskan waktunya di salon.


Wajah dan penampilan Elmira semakin bersinar. Apalagi di usianya yang masih sangat muda semua orang pasti mengira kalau dia masih belum menikah. Sama halnya dengan laki-laki yang sejak tadi memperhatikan Elmira yang tengah duduk di ruang tunggu.


Elmira tidak langsung pergi dari salon itu, ia memilih duduk bersantai di sofa ruang tunggu yang tersedia di salon itu. Elmira tidak menyadari kalau dirinya tengah di tatap oleh seseorang yang duduk di sebelahnya, sebab ia terlalu fokus dengan ponselnya. Hingga orang tersebut memberanikan diri untuk menyapa Elmira.


"Hai, kita bertemu lagi." sapa orang tersebut. Ia berpindah posisi dan duduk di dekat Elmira.


Elmira mendongakkan kepalanya menatap laki-laki yang baru saja menyapa dirinya. Wajah itu terlihat tidak asing di mata Elmira. Namun ia tidak tahu laki-laki itu siapa.


"Maaf, apa kita saling kenal?" tanya Elmira dengan bingung.


Elmira mengingat-ingat waktu berada di tanam, dan ya Elmira mengingatnya. "Oh, Hai. Maaf, aku lupa tadi. Kamu sedang apa di sini? Nyalon juga?"


"Nggak, aku lagi nganterin mama aku ke sini."


"Wah, anak yang baik. Jarang loh di zaman sekarang seorang anak rela menunggu mamanya di salon. Apalagi anak laki-laki, biasanya mereka pada gengsi dan sibuk dengan urusan mereka masing-masing."


"Aku sudah biasa nganterin mama ke salon, dan salon ini termasuk salon langganan mama aku."


"Oiya, ini juga salon langganan aku. Tapi kita tidak pernah bertemu."


"Mungkin karena dulu kita belum berjodoh, hehee." Evan terkekeh kecil dengan ucapannya.

__ADS_1


"Maksud kamu?" Elmira tidak mengerti dengan ucapan Evan yang terdengar ambigu.


Belum sempat Evan mengatakan maksud dari ucapannya, tiba-tiba ia di panggil oleh seseorang.


"Evan! Ayo kita pulang." panggil seorang wanita paruh baya, namun masih terlihat cantik.


"Mama! Udah selesai?" tanya Evan sambil tersenyum ke arah mamanya. Sepertinya Evan sangat menyayangi mamanya itu.


"Siapa dia, Van?" Mama Evan menatap Elmira dengan tatapan penuh tanda tanya.


"Dia Elmira, Ma. Teman aku."


"Hallo, Tante. Saya Elmira." Elmira mengulurkan tangannya dengan sopan ke hadapan mamanya Evan sebagai bentuk perkenalan.


"Hai, Elmira. Nama Tante, Maya." ucap Maya seraya menyambut uluran tangan dari Elmira.


"Senang bertemu dengan Tante. Saya kira Tante ini kakaknya Evan. Soalnya wajah Tante terlihat masih muda."


"Ah, kamu bisa aja, Elmira. Tante 'kan jadi malu." Maya terkekeh mendengar pujian dari Elmira. Baru kali ini Evan memperkenalkan seorang wanita cantik sebagai temannya, dan Maya langsung menyukai sikapnya yang sangat sopan. Padahal sejak dulu Evan tidak pernah terlihat dekat dengan wanita manapun.


"Bilang ajah seneng di puji kayak gitu." cicit Evan menimpali.


Maya tidak menggubris ucapan Evan, ia memilih tetap berbincang dengan Elmira. Menurutnya Elmira orangnya sangat asik, dan gampang berbaur. Sangat cocok buat dijadikan menantu pikir Maya.


"Belum juga jadi menantu, mama udah lupain aku. Daya pikat Elmira benar-benar sangat Kuat." gumam Evan dalam hati. Ia terlihat senang melihat kedekatan mamanya dengan Elmira.


...----------------...

__ADS_1


Jangan lupa tekan like, dan tinggalkan jejak di kolom komentar😘😘


__ADS_2