Cinta Untuk Elmira

Cinta Untuk Elmira
Bab 27. Kecewa, Dan permainan Jungkat-jungkit.


__ADS_3

Happy Reading 🥰


2 hari telah berlalu ...


Sejak kejadian menyakitkan yang di alami waktu itu, membuat Elmira mengurung diri di dalam Villa yang baru ia beli kemarin. Sebab Elmira tidak ingin tinggal di apartemennya lagi. Karena ia hanya ingin menyendiri tanpa ada yang mengganggu.


Perceraiannya dengan Edgar tidak berjalan dengan mulus. Sebab Edgar masih terus menahan surat gugatan cerainya, dan tidak mau menandatangani surat itu. Hingga membuat Elmira merasa semakin tertekan. Keluarga Addison dan keluarga Winata sudah mengetahui tentang masalah rumah tangga Elmira dan Edgar.


Winata dan Amanda, selaku orang tua dari Elmira merasa sangat marah dan kecewa terhadap perilaku buruk Edgar terhadap Elmira. Mereka tidak terima putri yang mereka sayangi di perlakukan buruk oleh suaminya.


Bahkan, Winata langsung memutus kerjasamanya dengan Addison. Sebab ia tidak ingin lagi berhubungan dengan keluarga Addison yang menurutnya tidak becus mendidik anak mereka. Meskipun harus menanggung kerugian besar atas putusnya kerjasama mereka, namun tidak membuat Winata merasa rugi. Karena yang paling rugi dalam kerjasama ini adalah Addison.


Hanya satu proyek yang gagal, tidak akan membuat keluarga Winata jatuh miskin. Winata hanya merasa bersalah terhadap Elmira. Karena dirinya kehidupan Elmira menjadi sengsara.


Begitu juga dengan Amanda, tiada hentinya ia terus menangis. Tak terbayang bagaimana sakitnya Elmira menjalani rumah tangga yang toxic. Apalagi Edgar sudah memukul Elmira berkali-kali, pasti Elmira merasakan sakit fisik dan batinnya.


"Hiks! Hiks! Hiks! Kita sudah salah memilih calon suami untuk Elmira, Pa! Mama adalah orang tua yang tidak berguna, bahkan merasa pintar, mengatur kebahagiaan putri kita, dengan menjodohkannya pada laki-laki pilihan kita." Amanda menangisi perbuatannya yang sudah salah memilihkan calon suami untuk Elmira.


"Bukan hanya Mama yang salah, tapi Papa yang lebih bersalah dalam hal ini. Sebab semua rencana pertunangan ini berawal dari papa. Nasi sudah menjadi bubur, sekarang kita harus mendukung apapun keputusan Elmira." Winata merengkuh tubuh sang istri, dan membawanya masuk ke dalam pelukan.


Mereka sama-sama merasa sakit. Apalagi saat menerima penolakan dari Elmira ketika mereka ingin bertemu dengannya. Mereka berpikir kalau Elmira membencinya, padahal bukan begitu maksud Elmira, dia memiliki alasan tersendiri kenapa tidak ingin bertemu dengan mama dan papanya.


Sedangkan Elvaro, dia lebih marah terhadap Edgar. Bahkan dia mendatangi rumah Edgar lalu memukulnya habis-habisan. Membuat Edgar terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit.

__ADS_1


Edgar menerima setiap pukulan yang Elvaro layangkan kepadanya, tanpa membalas pukulan itu. Karena Edgar sadar akan kesalahannya yang sangat fatal. Edgar seperti di asingkan oleh keluarganya. Di saat dirinya ada di rumah sakit, tidak ada satu orang pun yang menjenguknya. Membuat Edgar tersenyum miris.


"Aku memang bodoh! Aku suami dan anak yang tidak berguna! Aku memang pantas di benci oleh semua orang! Aku tidak pantas mendapatkan maaf dari mereka, terutama dari Elmira! Maafkan aku, Elmira! Aku sudah membuat fisik dan batinmu terluka. Tapi, bolehkah jika aku egois? Aku tidak ingin bercerai darimu, Elmira!" Ucap Edgar penuh sesal.


Edgar yang tidak pernah menangis, sekarang ia meneteskan air matanya karena sebuah penyesalan. Menyesal tidak pernah menganggap Elmira ada! Menyesal sudah menyakiti fisik dan batin Elmira! Menyesal sudah membuat semua keluarga Winata dan Addison kecewa, dan menyesal sudah terlalu percaya kepada wanita j*lang seperti Alexa!


...----------------...


Elmira menatap dirinya di pantulan cermin yang terdapat di meja rias. Ia tersenyum sinis ketika melihat lebam-lebam di wajahnya, akibat pukulan keras dari Edgar. Seumur hidup, tidak ada yang menampar Elmira. Kedua orang tua dan juga kakaknya sangat menyayangi Elmira lebih dari apapun. Namun setelah menikah, dengan gampangnya Edgar menampar nya. Membuat hati Elmira begitu sakit.


Tidak ada yang tahu dimana Elmira tinggal sekarang. Sebab Elmira begitu pandai menyembunyikan dirinya. Bahkan seorang Winata dan Elvaro tidak bisa melacak keberadaan Elmira. Karena Elmira memerintahkan orang kepercayaannya untuk membantunya agar tidak ada yang menemukan tempat tinggal dia yang sekarang.


Sebelum Edgar menandatangani surat gugatan cerai darinya, Elmira tidak akan keluar dari villa itu. Sebab hanya di dalam villa Elmira bisa merasakan ketenangan. Elmira juga mengganti ponsel dan juga nomornya, agar tidak ada seorang pun yang menghubunginya. Kecuali Ratna dan orang kepercayaan yang bernama Pras.


Maya juga membantu Evan untuk mencari keberadaan Elmira. Terakhir mereka bertemu adalah 2 hari yang lalu. Di saat kejadian Edgar yang menampar Elmira berulang kali.


Masih teringat jelas di ingatan Evan, saat Elmira merintih menahan sakit ketika dirinya mengobati luka di sudut bibir Elmira, bekas tamparan dari Edgar. Bahkan Elmira sampai menitikkan kembali air matanya yang sempat mengering.


Sedangkan di sebuah kamar hotel bintang lima. Seorang wanita tengah asik berada di atas tubuh pasangannya. Dengan gerakan lincah, wanita itu terus memacu gerakannya, layaknya bermain jungkat-jungkit.


"Ough! Alexa! Lebih cepat, Honey!"


"Aahh! Jack benda pusaka mu semakin hari semakin perkasa!"

__ADS_1


"Aahh! Aku semakin tergila-gila dengan permainan mu, Alexa!"


Jack membalik tubuhnya agar berada di atas tubuh Alexa. Dia yang mengambil alih permainan itu dari kuasa Alexa. Jack menghentakkan pinggulnya dengan sangat kasar. Membuat Alexa men***** merasakan miliknya penuh dengan benda pusaka itu.


"Ough! Jack! Kau menusukku sangat dalam!"


"Bukankah itu yang kau inginkan, Honey!"


Alexa tidak menjawab, sebab Jack terus menggempurnya habis-habisan. Itulah yang membuat Alexa tergila-gila kepada Jack. Dia selalu di pu**kan dengan permainan gilanya. Tidak seperti Edgar yang hanya memu**kan dirinya menggunakan j***.


Jack mengangkat tubuh Alexa hingga berada di atas pangkuannya. Posisi mereka duduk saling berpelukan dengan terong dan sawah yang masih menyatu. Alexa menggerakkan pinggulnya ke atas dan kebawah, membuat Jack menga*** dengan kepala menengadah ke atas.


Jack merasa miliknya seperti di re-ma-s-re-ma-s oleh lembah surgawi, Alexa. Jack menggi*** buah kenyal yang menggantung di hadapannya secara bergantian. Membuat Alexa terus me-de-sah dan mempercepat laju permainannya. Alexa dan Jack sama-sama suka menggunakan gaya jungkat-jungkit saat bermain tanam-tanaman.


Mereka seolah lupa dengan hubungan mereka yang terlarang. Bahkan Alexa merasa tidak bersalah sudah mengkhianati Edgar. Ia juga tidak perduli dengan keadaan Edgar di rumah sakit. Alexa memilih pura-pura tidak tahu akan hal itu. Karena ia ingin bebas berduaan dengan Jack.


Satu jam kemudian, suara e-ra-ng-an memenuhi kamar hotel yang bernuansa putih. Tubuh keduanya dibanjiri oleh keringat. Namun mereka sama-sama merasa puas.


Aahh ... Aahh ...


...----------------...


Jangan lupa tekan like, dan tinggalkan jejak di kolom komentar 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2