Cinta Untuk Elmira

Cinta Untuk Elmira
Bab 55. Olahraga Di Dalam Mobil.


__ADS_3

Happy Reading🄰


Keluarga Winata dan Addison merasa lega. Ternyata Edgar memang tidak seburuk yang mereka bayangkan. Bahkan perjuangannya kali ini membuat mereka merasa kagum dan bangga. Bahkan Elvaro tersenyum bangga terhadap adik iparnya itu. Dia melihat cinta yang begitu besar di mata Edgar saat menatap Elmira.


Saat ini Elvaro sudah mempercayakan Edgar untuk menjaga Elmira sepenuhnya. Setelah ini Elvaro tidak akan lagi ikut campur dalam masalah rumah tangga mereka. Elvaro akan fokus mengelola perusahaan papanya. Kecuali jika Elmira datang kepadanya untuk meminta bantuan, baru Elvaro akan bertindak.


Elvaro berserta kedua orang tuanya akan menemui Elmira dan Edgar di rumahnya. Bersamaan dengan Addison dan Alana yang juga akan menemui anak serta menantunya. Mereka akan meminta maaf yang telah salah dalam menilai Edgar.


Sedangkan Edgar dan Elmira masih dalam perjalanan pulang. Elmira terlihat cemberut sejak keluar dari tempat jumpa pers di adakan. Membuat Edgar menjadi gemas karenanya. "Sayang, jangan cemburu gitu dong. Aku jadi pengen melahap mu saat ini juga," ucap Edgar sambil terkekeh kecil. Ia memang tidak tahu apa yang membuat sang istri seperti itu. Dia berpikir mungkin Elmira masih ada sisa kemarahan terhadap dirinya.


Elmira hanya diam saja tidak menggubris ucapan Edgar. Padahal dalam hati dia tersenyum girang mendengar kata melahap dari Edgar. Elmira memalingkan wajah menahan malu supaya Edgar tidak melihat wajahnya yang bersemu merah. Bukan tanpa alasan Elmira mendiamkan Edgar seperti itu. Hanya saja dia masih merasa kesal dengan tindakan Edgar yang berani bertelanjang dada di depan umum. Bagaimana jika para wanita mengincarnya setelah melihat tubuh kekar dan perut sixpack-nya. Ah, rasanya Elmira tidak rela.


Edgar menghentikan mobilnya di pinggir jalan yang lumayan sepi. Membuat Elmira kebingungan dengan tindakannya itu. Edgar membuka sabuk pengaman yang melingkar di tubuhnya. Kedua tangannya memegang pundak sang istri dengan lembut agar menghadap ke arahnya.


"Sayang, kamu sebenarnya kenapa, hum? Aku ada salah apa?" tanya Edgar memelankan suaranya. Ia menatap manik coklat milik sang istri.


Elmira terlihat gugup saat mendapatkan tatapan penuh cinta dan damba dari Edgar. Ia tidak bisa lagi menyembunyikan perasaan cemburunya. Jika tidak Edgar akan semakin membuatnya tak karuan. Sebab sekarang pun jantung Elmira seperti akan melompat dari tempatnya.


"Aku tidak apa-apa, Mas. Kamu juga tidak berbuat salah. Hanya saja ...." Elmira menundukkan kepalanya, ia ragu untuk melanjutkan ucapannya.


"Hanya saja apa, Sayang. Ayo katakan, jangan membuatku resah." Edgar mengangkat dagu Elmira agar kembali menatapnya.


"Aku tidak rela saat kamu bertelanjang dada di depan umum. Apalagi banyak yang mengabadikan momen itu, pasti kamu sudah menjadi tonton semua orang di seluruh dunia. Bagaimana jika para wanita ingin merebutmu dariku? Bahkan aku baru saja memiliki tubuh itu," cecoros Elmira panjang-lebar. Entah keberaniannya datang dari mana. Rasa malunya juga hilang. Dia begitu lancarkan mengungkapkan kecemburuannya di depan Edgar.

__ADS_1


"Kamu cemburu?" tanya Edgar dengan mata yang berbinar. Hatinya jadi berbunga-bunga ketika mendengar kecemburuan sang istri. Walaupun Elmira tidak mengatakan bahwa dia sedang cemburu, tapi dari kata-kata yang di lontarkan olehnya sudah menunjukkan bahwa Elmira sedang cemburu.


Elmira langsung menutup mulutnya saat menyadari ucapannya barusan. "Enggak, siapa yang cemburu," kilah Elmira mengalihkan tatapannya ke arah lain.


"Aku tahu kamu sedang cemburu, Sayang. Kamu tidak perlu khawatir, meskipun banyak wanita yang akan menggodaku nanti. Cintaku hanya akan tetap untukmu, dan aku tidak akan tergoda dengan rayuan wanita manapun. Kecuali jika kamu yang merayuku di atas ranjang," tutur Edgar mengedipkan sebelah matanya.


"Mas!" Elmira memberikan tatapan tajam ke arah sang suami karena sudah berani menggodanya.


"Aku serius, Sayang. Asal kamu tahu, aku jauh lebih takut kehilangan kamu, El. Bahkan aku merasa sangat beruntung mendapatkan istri sesempurna kamu, ya meskipun di dunia ini tidak ada makhluk yang sempurna, tapi di mataku kamu sangatlah sempurna, Sayang."


Cup!


Edgar mencium tangan Elmira begitu dalam. Namun, tiba-tiba Edgar me-lu-mat jari telunjuk Elmira dan me-ji-la-ti-nya. Membuat Elmira memejamkan mata yang akhirnya mengeluarkan sebuah lenguhan.


Melihat Elmira yang mulai terang-sang Edgar berpindah posisi. Ia mengukung tubuh Elmira hingga mentok ke sandaran kursi mobil. Tangan Edgar sibuk mencari tombol jok untuk menurunkan kursi mobil supaya Elmira bisa berbaring di sana.


Saat Edgar membenamkan wajahnya di ceruk leher sang istri. Tiba-tiba Elmira menahannya dengan kedua tangan yang menopang dada Edgar. "Mas! Jangan di sini!" Elmira menggelengkan kepala. Ia takut ketahuan oleh orang-orang sekitar jika bermain di dalam mobil.


"Tidak apa-apa, Sayang. Jalanan di sini sepi, lagipula kita adalah pasangan suami-istri, jadi tidak masalah bukan jika kita bermain di sini."


"Tapi, aku takut ada yang lihat. Malu Mas jika ketahuan bermain di dalam mobil."


"Kamu tenang saja, tidak akan ada yang melihat kita. Ini waktunya kita mencoba gaya yang baru dengan sensasi yang baru juga, Sayang."

__ADS_1


"Tap--Emph."


Edgar langsung melu-mat bibir sang istri yang terus berbicara. Bisa-bisa hasratnya menurun jika kelamaan berbicara. Edgar tidak ingin tongkatnya mengalami nasib yang malang jika tidak bisa menembus sungai yang begitu menyejukkan jiwa.


Edgar mengarahkan tangan Elmira untuk membuka sabuk di celananya. Sedangkan tangannya sendiri menyingkap rok yang di pakai oleh Elmira, tak lupa ia juga meloloskan kain segitiga yang menjadi penghalang bagi dirinya untuk menembus hutan belantara.


Edgar memasukkan jari tengahnya ke goa itu, membuat Elmira mende-sah karenanya. Elmira menjadi tergesa-gesa membuka resleting di celana Edgar, lalu dengan cepat mengeluarkan tongkat saktinya yang bersembunyi di balik kain hitam yang berbentuk segitiga.


Tongkat yang sangat jumbo, yang bisa membuat lawannya menjadi kecanduan. Elmira menggenggam tongkat itu, lalu memainkannya. Mereka sama-sama bermain dengan benda favoritnya yang terdapat di tubuh lawan mainnya. Hingga mereka merasakan sebuah pele-pasan yang pertama.


Kali ini Elmira lebih agresif, ia menarik tubuh Edgar sampai tongkat itu menerobos masuk ke dalam sungai yang telah banjir, dan membuat tongkat sakti dengan mudahnya memasukinya.


Aahh! Aahh!


Edgar menekan pinggulnya untuk memperdalam tusukan satenya. Hingga sate itu benar-benar matang baru Edgar menariknya, dan melakukan gerakan maju-mundur cantik. Gerakan yang menjadi andalannya ketika bermain.


Selagi di bawah bermain tusuk-tusukan, yang di atas tidak mau kalah. Edgar meng-hisap dua gunung kembar secara bergantian. Mereka terus menikmati permainan yang begitu dahsyat hingga membuat mobil mereka bergoyang. Mereka sampai melupakan orang-orang yang tengah menunggunya di rumah mereka.


"Kemana mereka? Kenapa lama sekali? Padahal acara jumpa pers sudah selesai sejak 2 jam yang lalu," sungut Elvaro yang merasa bosan terlalu lama menunggu kedatangan dua sejoli yang tengah di mabuk cinta.


"Mungkin masih di jalan lebih baik kamu istirahat di kamar tamu jika merasa bosan," cetus Amanda kepada putranya itu. Ya mereka sudah berada di dalam rumah Elmira dan Edgar. Mereka bisa masuk ke dalam dengan menggunakan kunci cadangan yang terletak di pot bunga depan rumah. Elmira yang memberitahukan tempat itu.


...----------------...

__ADS_1


Jangan lupa tekan like, dan tinggalkan jejak di kolom komentar😘


__ADS_2