Cinta Untuk Elmira

Cinta Untuk Elmira
Bab 28. Seperti Tahanan.


__ADS_3

Happy ReadingπŸ₯°


Setelah pulang dari rumah sakit, Edgar mengerahkan semua anak buahnya untuk mencari keberadaan Elmira. Edgar akan melakukan apapun agar Elmira bisa memaafkannya, dan memberikan satu kesempatan untuk dirinya, menjadi suami yang baik. Edgar sangat menyesal atas apa yang sudah dia perbuat.


Edgar harus menyelesaikan urusannya dengan Alexa lebih dulu. Dia tidak ingin terus-menerus di permainkan oleh Alexa. Edgar akan memberikan pelajaran kepada Alexa yang sudah berani menipu dirinya. Edgar akan membuat hidup Alexa menderita. Satu tahun bukanlah waktu yang sebentar, bisa-bisanya Edgar kecolongan.


Edgar melajukan mobilnya ke apartemen Alexa. Setelah sampai di tempat tujuan, Edgar dengan cepat langsung memasuki apartemen itu. Edgar mencari sosok wanita yang sangat dia benci. Edgar merasa jijik karena sudah menyentuh Alexa meskipun hanya menggunakan ja**nya. Bahkan Edgar sangat menikmati sentuhan dari Alexa.


Edgar menggeledah setiap sudut dalam ruangan yang terdapat di apartemen itu. Namun ia tidak menemukan keberadaan Alexa. Edgar sengaja tidak mengubungi Alexa terlebih dahulu, sebab ia ingin memberikan kejutan kepada Alexa, siapa tahu Edgar melihat adegan live lagi di sana.


Ah, sepertinya Edgar tidak akan langsung melabrak Alexa. Ia sedang merencanakan sesuatu yang akan membuat Alexa jerah dengan perbuatannya. Tentu saja rencananya ini pasti berhasil, dan akan menjadi kejutan yang sangat luar biasa untuk Alexa.


Edgar tersenyum miring, saat memikirkan rencananya itu. Edgar mengutak-atik ponselnya, entah apa yang dia lakukan. Sepertinya dia sangat serius menjalankan rencananya. Saat mendengar pintu apartemen terbuka, Edgar bergegas ke ruang dapur, dan pura-pura mengambil air minum.


Alexa terlihat sangat ceria, ia memasuki apartemen dengan senyuman yang terus mengembang di kedua sudut bibirnya. Saat akan memasuki kamar, Alexa di kejutkan dengan kehadiran Edgar.


Brak!


Barang-barang yang Alexa bawa tiba-tiba terlepas dari genggaman tangannya, dan berserakan di atas lantai. "Edgar! K-kapan k-kamu sampai kesini?" tanya Alexa terbata. Wajah cerianya sudah berganti menjadi pucat pasih. Alexa tidak menyangka bahwa Edgar akan datang ke apartemennya secepat ini.


"Baru juga sampai. Kamu dari mana? Habis belanja?" Edgar melihat barang belanjaan Alexa yang berserakan di atas lantai.


"Ah, i-iya, aku pergi ke mall, belanja ini." Alexa memunguti pakaiannya, dan memasukkannya kembali ke dalam tas belanjaan.


Edgar berusaha tersenyum dan bersikap seperti biasa kepada Alexa. Ia tidak ingin membuat Alexa curiga kalau ternyata dia sudah tahu kebusukannya. Enak saja Alexa menikmati kekayaannya secara gratisan. Alexa harus membayar mahal atas perbuatannya.


Alexa buru-buru masuk ke dalam kamar, lalu masuk ke dalam bathroom,setelah itu ia mengganti pakaiannya. Bisa gawat kalau Edgar mencium aroma parfum laki-laki di baju dan tubuhnya. Alexa harus lebih hati-hati supaya Edgar tidak mencurigainya.


Alexa menutupi hasil maha karya Jack di bagian tubuhnya menggunakan foundation. Mungkin untuk saat ini Alexa tidak boleh melakukan hubungan badan dengan Edgar. Bisa ketahuan kebusukannya kalau Edgar melihat tanda-tanda ****** itu.

__ADS_1


"Sayang! Maaf ya, aku tidak menjenguk kamu ke rumah sakit. Soalnya aku takut bertemu sama papa kamu. Kamu tahu sendiri 'kan kalau papa kamu sangat tidak menyukai aku." Alexa memperlihatkan wajah sedihnya di depan Edgar.


"Cih! Alasanmu sangat basi, Alexa. Bahkan papa aku sangat pantas untuk membenci wanita j*lang seperti mu."


"Tidak apa-apa, aku paham dengan posisi kamu. Lagipula aku sudah tidak apa-apa." Edgar harus kembali berpura-pura baik di depan Alexa.


"Makasih, Sayang. Kamu memang pengertian." Alexa memeluk tubuh Edgar dengan sangat erat. Alexa mengarahkan bibirnya ke bibir Edgar, namun dengan cepat Edgar menghindar.


"Kenapa, Sayang?"


"Bibir aku masih sakit, Alexa. Jadi, aku tidak bisa berciuman sama kamu."


"Ooh, iya. Gak apa-apa kok, aku mengerti."


"Aku tidak akan lama, sebentar lagi aku harus pulang. Kamu gak apa-apa 'kan aku tinggal sendirian?"


"Maaf ya, Alexa. Aku benar-benar sibuk akhir-akhir ini. Apalagi aku harus mengurus masalah rumah tangga aku."


"Iya, aku paham. Nanti pulangnya hati-hati. Aku takut kakaknya istri kamu malah mukulin kamu lagi. Lawan dong, Sayang. Jangan diam saja kalau kamu di hajar sama dia."


"Aku akan lebih berhati-hati ke depannya. Ya udah udah pulang dulu." Edgar mengecup kepala Alexa dengan perasaan jijik. Namun ia harus menahannya demi kelancaran rencananya.


...----------------...


Elmira merasa bosan tinggal di dalam villa setiap hari. Hari ini Elmira berencana untuk pergi jalan-jalan di sekitar villa-nya. Elmira menggunakan masker dan topi agar wajahnya tidak terlihat oleh orang-orang yang mencarinya.


Tidak lupa Elmira juga makai jaket dan kacamata untuk menyempurnakan penyamarannya. Elmira sudah seperti tahanan yang akan melarikan diri dari sel penjara. Elmira berjalan dengan mengendap-endap, takut ada yang mengikutinya.


Tujuannya saat ini adalah tempat yang sejuk namun sepi. Elmira mengendarai mobilnya yang baru kemarin ia membelinya. Mobil bermerek Lamborghini Veneno, yang di antar langsung oleh Pras ke villa-nya. Mobil itu mengarah ke sebuah pantai yang memang sepi akan pengunjung.

__ADS_1


Sebenarnya Elmira tidak begitu menyukai pantai, ia lebih suka berada di taman dengan udara yang sejuk. Namun karena tidak ada taman yang sepi di daerah itu, jadi terpaksa Elmira pergi ke pantai. Elmira membuka masker yang dia pakai, menghirup udara segar di pagi hari. Elmira memejamkan mata guna meresapi terpaan angin yang mengenai wajahnya.


Elmira terlihat begitu cantik, semua laki-laki yang melihatnya akan langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Tapi tidak dengan Edgar, bahkan ia menolak Elmira saat malam pertama pernikahannya.


Aaaaargh! Aaaaargh!


Elmira berteriak sekencang-kencangnya, supaya beban di dalam dirinya sedikit berkurang. Elmira tersenyum bahagia setelah berteriak sepuas-puasnya. Ia duduk di tepi pantai dengan pandangan lurus ke air laut.


Tiba-tiba ada segerombolan pemuda yang tengah lewat di hadapannya. Elmira sedikit terganggu dengan kehadiran empat pemuda itu yang tengah membisikkan sesuatu. Elmira melihat gelagat aneh dari mereka, ia memilih pergi dari area pantai. Sungguh perasaan Elmira benar-benar tidak nyaman. Dengan langkah cepat Elmira bergegas menuju ke tempat mobilnya diparkir.


Akan tetapi, baru beberapa langkah Elmira berjalan, tiba-tiba empat pemuda itu mengepung Elmira. Tentu saja Elmira merasa ketakutan.


"Hai, Cantik! Sendirian aja, boleh kenalan gak?" tanya si A.


"Gabung bareng kita aja, Nona," ujar si B


"Gadis secantik kamu, sayang sekali kalau di anggurin," tutur si C.


"Kita bawa saja dia ke bawah pohon di sana," usul si D.


Mendengar perkataan dari empat pemuda itu, membuat badan Elmira gemetar ketakutan. Baru kali ini Elmira mendapatkan tindakan tidak senonoh dari seseorang. Apalagi dia hanya seorang diri di sana. Tidak akan menang melawan empat pria yang tengah menatap lapar ke arahnya. Elmira tidak menanggapi ucapan ke empat pemuda itu, ia memilih pergi dari sana. Tapi ....


Sreet!


Aw! Lepas!


...----------------...


Jangan lupa tekan like, dan tinggalkan jejak di kolom komentar 😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2