Cinta Untuk Elmira

Cinta Untuk Elmira
Bab 69. Kebaikan Hati Elvaro.


__ADS_3

Happy Reading 🥰


Sreet! Sreet! Sreet!


Aaaaargh! Aaaaargh!


"Ampun, Tuan. Jangan siksa kami," ucap Jack memohon setelah mendapatkan sayatan di tubuhnya dari Elvaro.


"Cih! Jangan mimpi! Bedebah seperti kalian tidak pantas mendapatkan ampunan." Elvaro kembali melayangkan benda tajam ke arah Jack dan Alexa secara bergantian.


Jleb! Jleb! Jleb!


Aaaaargh! Aaaaargh!


Suara teriakan memenuhi ruangan bernuansa hitam itu. Elvaro begitu lincah menggerakkan tangannya yang menggenggam belatih. Elvaro tidak perduli meskipun orang itu adalah wanita, jika dia bersalah maka Elvaro tidak akan segan untuk menghukumnya. Seperti saat ini, ia menghajar Alexa habis-habisan. Hingga wanita itu tak berdaya.


Tak terasa Jack menitikkan air mata saat melihat sang kekasih terkapar di atas lantai dengan tubuh yang berdarah. Jack tidak menyangka bahwa dia berurusan dengan orang yang salah. Jika tahu akan seperti ini Jack tidak akan menyakiti Elmira, dan mengusik keluarga Winata.


"T-tuan, j-jangan b-bunuh s-saya. A-ada nyawa di d-dlam rahim s-saya yang harus saya j-jaga," ucap Alexa terbata. Sekuat tenaga ia memohon kepada Elvaro agar tidak membunuhnya. Alexa ingin menyelematkan janin yang ada di dalam rahimnya.


Jack membulatkan kedua mata sempurna. Ia sangat terkejut dengan penuturan Alexa yang menyatakan bahwa dirinya tengah berbadan dua. Jack menatap Alexa penuh tanda tanya, yang dibalas sebuah senyuman hangat dari kekasihnya itu. Air mata Jack luruh seketika saat menyadari arti dari senyuman Alexa.


"Tidak! Kenapa aku begitu bodoh! Membiarkan Alexa dan calon anakku dalam bahaya!" Sesal Jack dalam hati.

__ADS_1


Elvaro menghentikan aksinya saat mendengar penuturan Alexa. Ia masih mempunyai hati nurani, apalagi jika bersangkutan dengan yang namanya bayi. Elvaro jadi teringat dengan sang adik yang tengah hamil. Elvaro akan berbaik hati dengan melepaskan Alexa. Namun, hukuman negara tetap harus berjalan dengan adil.


"Riko bawa dia ke atas, dan obati lukanya," titah Elvaro kepada asisten pribadinya itu.


"Baik, Tuan." Riko mengangkat tubuh Alexa menggunakan kedua tangannya, lalu menggendongnya ala bridal style.


Akhirnya Jack bisa bernafas lega setelah melihat sang kekasih bebas dari hukuman maut dari Elvaro. Sekarang ia harus lebih kuat lagi untuk menerima hukuman dari Elvaro, sebab Jack masih ingin melihat tumbuh kembang calon anaknya.


Elvaro sudah tidak bersemangat lagi untuk menyiksa Jack, pikirannya tertuju kepada Elmira. Ia akan menyerahkan Jack kepada polisi biarkan pihak yang berwajib mengurus semuanya. Elvaro menaiki anak tangga yang menuju ke lantai atas yang terhubung dari ruang bawah tanah.


Saking fokusnya Elvaro sampai melupakan adik iparnya yang masih berada di ruang bawah tanah dengan keadaan tubuh gemetar dan wajah yang pucat. Edgar sangat shock atas apa yang dia lihat. Ia seperti tidak mengenali Elvaro yang memiliki sisi lain di dalam dirinya.


Kepala Edgar pusing saat melihat darah yang yang berceceran di atas lantai, dan juga tercium bau amis yang begitu menyengat di indera penciumannya. Baru kali ini Edgar melihat siksaan yang begitu brutal di depan matanya. Ia memang akan memberikan hukuman pribadi kepada Alexa dan Jack, tapi tidak sesadis itu caranya. Tubuh Edgar bagaikan tak bertulang hingga ambruk seketika.


Bruk!


Benar saja Elvaro menemukan Edgar masih berada di ruang bawah tanah. Namun dengan keadaan terkapar di atas lantai. "Ck! Lemah sekali! Gitu saja sudah pingsan," gerutu Elvaro kesal. Ia mengangkat tubuh Edgar layaknya karung beras dan menaruhnya di atas pundak ala koala.


Bagi Elvaro tubuh Edgar tidaklah berat, sangat cocok dengan kekuatan mentalnya yang begitu ringan. Padahal hukuman yang Elvaro berikan kepada Jack dan Alexa tidak seberapa di bandingkan dengan hukuman terhadap musuh-musuhnya.


Bruk!


Elvaro melempar tubuh Edgar ke dalam mobil di bagian kursi belakang, hingga Edgar langsung sadar seketika. "Ssst!" Edgar meringis saat kepalanya terbentur ke pintu mobil bagian samping. Ia tidak jadi mengumpat saat melihat kakak iparnya yang menatap tajam ke arahnya.

__ADS_1


Edgar takut mengalami hal serupa seperti Alexa dan Jack rasakan tadi. "Kak!" Seru Edgar sambil tersenyum kikuk kepada Elvaro yang tidak di gubris sama sekali. Edgar keluar dari dalam mobil lalu pindah ke kursi bagian depan saat Elvaro menyalakan mesin mobil.


"Jangan sampai Elmira dan keluarga yang lain tahu tentang kejadian tadi," tandas Elvaro tegas.


"Siap, Kak." Edgar dengan sigap mengiyakan perintah Elvaro supaya nasibnya tidak buruk.


Di tempat lain.


Evan berusaha keras meyakinkan Ratna kalau mamanya tidak akan marah terhadapnya, dan pasti akan merestui hubungan mereka terlepas dari masa lalu yang mereka alami.


"Sayang, percayalah! Mama tidak mungkin membenci kamu. Dia sangat menyayangi kamu seperti mama menyayangi aku," tutur Evan dengan suara lembut. Evan tidka tahu harus dengan cara apa lagi meyakinkan Ratna. Ia begitu putus asa ketika Ratna ingin membatalkan pernikahan itu.


Padahal pernikahan mereka sudah di depan mata, tapi cobaan sudah datang lebih dulu. Evan tidak perduli dengan masa lalu. Lagipula Ratna tidak bersalah dalam hal ini. Semuanya atas kesalahan masa lalu. Kemarin waktu berada di rumah sakit Ratna sudah bisa menerima kenyataan itu. Namun entah mengapa sekarang Ratna malah ingin membatalkan pernikahan itu lagi.


"Aku masih takut, Mas. Jik suatu saat mama akan menyamakan aku sama mama aku sendiri yang sudah merusak rumah tangganya."


"Kamu berpikir terlalu jauh, Sayang. Mama bukan orang yang seperti itu. Asal kamu tahu mama itu wanita yang sangat lembut dan baik hati. Jadi, mama tidak akan menyamakan kamu dengan mama kamu, dan juga mama tidak menyalahkan orang ang tidak bersalah sama sekali dalam hal ini. Aku harus membuktikan dengan cara apa agar kamu bisa percaya, Sayang."


"Tidak perlu, Mas. Lebih baik kita temui mama saja, dan bicarakan tentang pertemuan kita dengan mama aku dan juga papa kamu. Aku hanya ingin memulai hubungan ini dengan sebuah kejujuran bukan kebohongan."


"Baiklah, jika itu mau mu. Sekarang juga kita ke rumah, dan ceritakan semuanya kepada mama." Evan menggenggam tangan Ratna dengan lembut. Ia salah sudah meminta Ratna untuk tidak menceritakan apapun kepada mamanya mengenai pertemuannya dengan Rudy dan Widi.


Namun, ternyata karena itulah Ratna menjadi tidak tenang. Seolah terbebani dengan sebuah kebohongan. Sebab Ratna bukan tipikal orang yang pandai berbohong. Ia lebih suka dengan kejujuran meskipun terkadang itu menyakitkan. Ratna akan merasa lega setelah mendengar tanggapan calon mertuanya mengenai pertemuan itu. Ratna akan menerima apapun keputusan calon mertuanya nanti.

__ADS_1


...----------------...


Jangan lupa tekan like, dan tinggalkan jejak di kolom komentar😘


__ADS_2