
Happy Reading 🥰
Elmira sudah pulang dari rumah sakit. Sekarang ia pulang ke apartemennya. Elvaro mendesak Elmira untuk menceritakan semuanya, bahkan menunjukkan rekaman yang ia dapatkan di rumah sakit. Akhirnya Elmira jujur kepada Elvaro, namun ia meminta agar Kakaknya itu tidak memberitahukan masalah rumah tangganya kepada siapapun termasuk kedua orang tuanya.
Hari ini surat gugatan cerainya sudah dikirim ke Edgar. Elmira berharap semoga saja Edgar tidak mempersulit proses perceraiannya. Ia tidak bisa menunda perceraian itu, bagaimanapun Elmira akan tetap bercerai dengan Edgar.
Tok! Tok! Tok!
Elmira terkejut saat mendengar ketukan pintu, padahal kakaknya baru saja pulang. Masak iya dia akan kembali lagi, lagipula Elvaro sudah tahu pin di apartemennya, jadi tidak mungkin kakaknya itu akan mengetuk pintu.
Elmira berjalan ke arah pintu, lalu membukanya. Ia semakin terkejut melihat siapa yang datang. "Tante Maya, Evan! Silahkan masuk!"
"Terimakasih, Elmira." Maya menarik tangan Evan untuk masuk ke dalam apartemen, Elmira.
Mereka bertiga duduk di sofa ruang tamu. Elmira membuatkan minuman terlebih dahulu untuk Maya dan Evan. "Silahkan di minum Tante, Evan."
"Iya, Sayang. Kepala kamu kenapa?" tanya Maya ketika atensinya tertuju kepada perban di kepala Elmira yang bagian kiri.
"Ah, ini ... Kemarin tidak sengaja terjatuh, Tante," jawab Elmira sedikit gugup.
"Ya ampun, kenapa kamu tidak menghubungi Tante dan Evan kalau kamu terluka? Kemarin Evan 'kan mengantarkan kamu. Apa dia tidak mengantarkan kamu sampai ke sini? Apa Evan meninggalkan kamu di pinggir jalan?"
"Mama! Itu tidak mungkin! Mana tega aku meninggalkan Elmira di pinggir jalan." Evan menjawab pertanyaan yang mamanya layangkan kepada Elmira.
"Lalu, kenapa kamu membiarkan Elmira terluka?"
"Aku gak tahu Ma. Beneran aku kemarin mengantarkan Elmira sampai di depan apartemennya. Lagipula kemarin juga ada suaminya di sini." Evan terus menyangkal tuduhan mamanya. Memang benar apa di katakan Evan, dia tidak salah sama sekali.
Akan tetapi, saat mengingat suami Elmira yang juga datang ke apartemen. Membuat Evan jadi curiga. Apa jangan-jangan yang melukai Elmira adalah suaminya? Evan tidak terima jika semua dugaannya benar.
"Apa benar apa yang di katakan oleh Evan, Elmira?" Maya bertanya kepada Elmira, sebab sedari tadi Elmira hanya diam saja. Bagaimana dia mau bicara, kalau sejak tadi Evan selalu mendahuluinya. Lebih baik Elmira diam saja.
"Iya, Tante. Evan tidak bohong. Tante jangan menyalahkan Evan. Ini salah saya sendiri karena tidak bisa berhati-hati, dan akhirnya saya malah terjatuh."
__ADS_1
"Lain kali, hati-hati, Sayang. Untung ada suami kamu kalau tidak, pasti hal buruk akan terjadi sama kamu."
"Bahkan luka ini disebabkan oleh suami aku sendiri, Tante. Ada dia bukan membuat ku aman, tapi ... Malah membuat ku celaka." gumam Elmira dalam hati.
Seandainya Edgar bisa bersikap baik kepadanya, mungkin Elmira akan memikirkan ulang untuk menggugat cerai, Edgar. Namun dengan sikap Edgar yang temperamen membuat Elmira semakin yakin untuk bercerai dengannya.
"Sekarang, dimana suami kamu, Elmira?" tanya Evan penasaran.
"Dia ke kantor," jawab Elmira singkat. Ia tidak ingin membahas Edgar di saat bersama dengan Maya dan Evan.
"Oohh, kenapa kamu masih ada disini? Kenapa tidak pulang ke rumah suami kamu?"
"Maaf, Evan. Itu masalah pribadi aku. Jadi aku mohon, untuk saat ini jangan bahas tentang rumah tangga aku."
"Maaf! Kalau aku sudah lancang!" Evan benar-benar menyesal sudah menanyakan hal itu kepadanya Elmira.
...----------------...
Edgar tidak fokus dalam bekerja, sebab selalu kepikiran dengan dua wanita cantik yang sekarang memenuhi pikirannya. Namun pikiran Edgar lebih berfokus kepada Alexa. Ia akan memerintahkan orang kepercayaannya untuk mengikuti kemanapun Alexa pergi. Edgar tidak ingin di khianati oleh wanita manapun, termasuk juga Alexa.
Jika bukan karena rasa tanggung jawab, Edgar tidak akan mau menjalin kasih dengan Alexa yang suka menghamburkan uang. Semua fasilitas yang Edgar berikan kepada Alexa hanya sebatas tanggung jawab saja.
Akan tetapi, jika Alexa berbohong. Maka tidak ada kata ampun untuk Alexa. Edgar akan mengambil semua apa yang dia berikan terhadapnya. Lagipula sudah cukup untuk dirinya membayar harga untuk kesucian Alexa kalau Edgar benar-benar telah mengambil kesucian Alexa.
Edgar bergegas pergi dari perusahaannya dan menuju ke apartemen Elmira. Tak butuh waktu lama, akhirnya Edgar sudah sampai di depan apartemen Elmira. Dengan cepat Edgar mengetuk pintu apartemen itu. Ia sudah tidak sabar ingin berbicara serius kepada sang istri.
Tok! Tok! Tok!
"Elmira, ada tamu." Evan memanggil Elmira yang tengah memasak di dapur bersama dengan mamanya.
"Boleh tolong bukakan pintunya, Van? Tangan aku lagi belepotan, bentar lagi aku keluar kok," teriak Elmira dari dalam dapur.
"Ya udah aku bukain pintunya." Evan langsung membuka pintu apartemen itu.
__ADS_1
Mata Edgar membulat sempurna ketika melihat orang yang membukakan pintu untuknya. "Kenapa kamu yang membuka pintu? Kemana istri saya, huh?" Edgar menarik kerah baju Evan, dan siap melayangkan pukulan untuknya.
"Dia ada di--" belum sempat Evan menjawab. Sebuah pukulan mengenai wajahnya.
Buuk!
"Sialan! Jadi kamu memang ada hubungan special dengan Elmira! Kurang ajar! Pantas dia bersikeras ingin menggugat cerai aku, ternyata ada kamu yang menjadi selingkuhannya!"
"Kamu salah faham! Aku sama Elmira tidak ad--" Lagi-lagi ucapan Evan dipotong oleh Edgar dengan sebuah pukulan.
Buuk! Buuk!
Awalnya Evan memang tidak melawan saat dihajar oleh Edgar. Namun sekarang dia menyerang balik si Edgar dengan membabi-buta.
Akhirnya mereka saling adu jotos. Tidak ada yang mengalah diantara keduanya. Sehingga menyebabkan keributan di ruang tamu itu. Membuat barang-barang yang ada di sana menjadi berantakan, akibat terkena serangan dari keduanya.
"Berani sekali kamu tinggal di apartemen istriku! Aku saja yang jelas-jelas suaminya tidak pernah menyentuhnya sama sekali!" Ucap Edgar berapi-api, dia tidak sadar bahwa ucapannya sudah membongkar hubungannya bersama dengan Elmira yang sama sekali tidak pernah menyentuh wanita itu selama mereka menikah.
Dalam hati, Evan tersenyum senang saat mendengar ucapan Edgar. Itu artinya Elmira masih segel, dan itu adalah keberuntungan besar jika suatu saat Elmira benar-benar bercerai dengan Edgar. Evan bisa dengan cepat menikahi Elmira.
Buuk! Buuk!
Mereka kembali bertarung, hingga memecahkan salah satu gelas yang berada di atas meja di ruang tamu. Membuat Elmira yang berada di dapur mendengar keributan itu.
Dengan cepat Elmira menuju ke ruang tamu betapa terkejutnya dia saat melihat pemandangan di depan matanya.
"Stop! Apa yang kalian lakukan!" Elmira berteriak untuk menghentikan perkelahian antara Evan dan Edgar.
...----------------...
Jangan lupa tekan like, dan tinggalkan jejak di kolom komentar 😘😘
Terimakasih untuk kalian para readers setiaku😘🥰🥰
__ADS_1