Cinta Untuk Elmira

Cinta Untuk Elmira
Bab 30. Penjelasan Edgar.


__ADS_3

Happy Reading 🥰


Semua anggota keluarga Winata dan Addison sudah ada di rumah sakit tempat Elmira di rawat. Winata menatap sinis kearah Edgar dan kedua orang tuanya. Dia yakin kecelakaan yang menimpa Elmira disebabkan oleh Edgar. Semua orang disana masih belum tahu kejadian apa yang telah menimpa Elmira. Sebab sedari tadi Edgar hanya diam saja.


Elvaro yang baru sampai di sana langsung menarik kerah baju Edgar, lalu melayangkan pukulan telak di wajahnya. Namun saat akan melayangkan pukulan lagi, tangan Elvaro di tahan oleh mamanya. "Elvaro, sudah! Ini di rumah sakit! Jangan bikin keributan!" Ucap Amanda dengan tegas.


Elvaro terpaksa menuruti perkataan mamanya. Jika saja sekarang bukan di rumah sakit, pasti Elvaro akan menghajar Edgar habis-habisan.


Sedangkan Addison dan Alana hanya menyaksikan itu dengan perasaan bersalah, tanpa mau membela sang putra yang jelas-jelas salah di mata mereka. Biarkan saja Edgar menerima konsekuensi atas perbuatannya.


Elmira masih terbaring lemah di atas brankar rumah sakit dengan keadaan tak sadarkan diri. Ia sedang di tangani oleh dokter di dalam ruang UGD. Namun saat dokter akan keluar dari ruangan itu setelah memeriksa Elmira, tiba-tiba Elmira berteriak histeris sambil memukul-mukul tangannya.


Aaaaargh! Aaaaargh!


"Jangan lakukan itu, aku mohon! Jangan! Jangan! Aaaaargh!" Elmira terus berteriak dengan keadaan mata terpejam.


Dokter dan perawat memegangi tangan Elmira yang terus menyakiti dirinya sendiri. Teriakan Elmira membuat orang-orang yang menunggu di luar ruangan merasa sangat terkejut dan Khawatir. Semua orang memasuki ruang UGD dengan langkah tergesa-gesa. Mereka melihat Elmira yang histeris, dan dipegang oleh dokter dan perawat.


Elvaro mendekati Elmira lalu mendekap tubuh sang adik supaya tenang. Baru kali ini Elvaro melihat Elmira begitu ketakutan. Entah apa yang terjadi kepadanya sehingga membuat keadaan Elmira begitu memprihatinkan.


Elmira yang merasakan dekapan di tubuhnya langsung membuka kedua matanya dengan sempurna. "Lepas! Jangan sentuh aku! Lepas! Lepas!" Elmira terus memberontak, bahkan Elmira mengigit tangan Elvaro sampai mengeluarkan darah.


Elvaro meringis menahan sakit dari gigitan sang adik. Lama-lama gigitan itu mengendur, dan tubuh Elmira ambruk di dalam dekapannya. Semua orang merasa sangat khawatir dengan keadaan Elmira. Amanda menangis melihat putri kesayangannya seperti itu.

__ADS_1


"Emi! Bangun!" Elvaro mengguncang tubuh Elmira guna membangunkannya. "Dok, ada apa dengan adik saya, kenapa dia seperti ini?" tanya Elvaro dengan nada cemas.


"Maaf, Pak. Sepertinya pasien mengalami kejadian yang sulit sehingga membuatnya trauma."


"Lalu, apakah adik saya akan terus seperti ini jika sadar nanti?"


"Semoga saja tidak, Pak. Kita berdoa saja, dan saya akan melakukan yang terbaik untuk pasien."


Setelah mengatakan itu, dokter yang menangani Elmira langsung keluar dari dalam ruang UGD.


"Edgar! Apa yang kamu lakukan kepada Elmira!" Elvaro menatap Edgar dengan mata menyala.


Edgar menghembuskan nafas kasar, ia bingung harus memulainya dari mana. "Nanti aku ceritakan setelah Elmira di pindahkan ke ruang rawat." Edgar berkata dengan nada lesu. Entahlah semua orang nanti akan percaya atau tidak, yang penting Edgar akan berkata jujur.


Elmira sudah di pindahkan ke ruang VVIP. Malang sekali nasib Elmira, dalam satu bulan ini ia masuk rumah sakit sudah dua kali. Semoga saja setelah ini tidak ada musibah yang menimpa Elmira lagi.


"Elmira hampir saja di lecehkan!" Ucap Edgar to the point. Tentu saja ucapannya membuat semua orang di sana terkejut.


"A-apa maksud kamu, Edgar?" tanya Amanda tak percaya. Bagaimana bisa Elmira dilecehkan oleh seseorang.


Edgar menceritakan semuanya dari awal, dimana dirinya yang mencari Elmira dengan mengerahkan semua anak buahnya. Lalu mendapatkan lokasi tentang keberadaan Elmira, hingga sampai pada kejadian Elmira hampir dilecehkan. Edgar menjelaskannya secara terperinci, tidak ada yang dia tambahi dan tidak ada yang dikurangi.


Semua orang di sana sangat shock mendengar cerita dari Edgar. Amanda menutup mulutnya menggunakan kedua tangan. Air matanya luruh seketika, ia berlari ke tempat Elmira terbaring. Amanda menggenggam tangan Elmira dengan lembut. Berharap sang putri baik-baik saja.

__ADS_1


"Sayang, maafin mama, yang tidak becus menjaga kamu. Mama orang tua egois, dan hanya memikirkan kepentingan sendiri tanpa mau memikirkan kebahagiaan kamu. Ternyata, kehancuran kamu adalah ulah mama sendiri. Hiks! Hiks!" Amanda mencurahkan isi hatinya yang selalu menganggap dirinya orang tua tidak berguna.


Alana juga menangis di tempat ia duduk. Ingin mendekati Amanda dan Elmira, takut membuat besannya itu semakin marah. Addison memeluk sang istri guna menenangkannya.


Sedangkan Elvaro dan Winata terlihat sangat marah terhadap keempat laki-laki yang sudah melecehkan Elmira. Mereka mengerahkan semua anak buahnya supaya menangkap keempat pria itu, dan akan memberikan pelajaran yang setimpal. Mereka tidak akan menyerahkan para bajingan itu ke kantor polisi, namun akan menyiksanya dengan tangan mereka sendiri.


Tangan Elmira bergerak, kelopak matanya juga bergerak yang menandakan bahwa dia akan segera sadar. Elmira membuka matanya secara perlahan, orang pertama yang dia lihat adalah mamanya. Amanda terlihat senang melihat sang putri telah sadar.


"Sayang, kamu sudah sadar!" Amanda langsung berdiri dan memeluk tubuh Elmira. Sontak saja semua orang di sana langsung menghampiri Elmira.


"Mama!" Elmira menangis sejadi-jadinya di pelukan sang mama. Keadaan Elmira jauh lebih baik daripada sebelumnya. Sebab dokter sudah memberikan obat penenang di selang infus, saat Elmira sedang tertidur.


"Ma, E-emi ... Emi ... S-sudah--" ucap Elmira terbata-bata karena sesenggukan. Ia tidak meneruskan ucapannya, namun tangisnya semakin pecah. Elmira merasa tidak sanggup mengatakan apa yang dia alami. Rasanya Elmira begitu jijik dengan tubuhnya sendiri.


"Kamu baik-baik saja, Sayang. Ada mama disini. Kita semua ada disini untuk menjaga kamu."


Mendengar nama 'kita', Elmira melerai pelukannya, lalu mengedarkan pandangan ke semua orang yang ada di sana. Hingga atensinya menangkap sosok laki-laki yang sangat ia hindari.


Elmira merasa bahwa Edgar ada di tempat kejadian disaat dirinya di lecehkan. Namun, Elmira rasa itu hanya mimpi. Mungkin karena dia mengingat waktu kejadian dulu, saat Edgar menolongnya. Jadi, Elmira mengira bahwa Edgar kembali menolongnya.


Akan tetapi, siapa yang membawa Elmira ke rumah sakit? Siapa juga yang menolongnya? Kenapa juga semua orang berkumpul di ruangan itu? Semua pertanyaan itu terus berputar di kepalanya. Elmira menatap Edgar dengan tatapan kosong, ia kembali teringat dengan kejadian beberapa jam yang lalu.


"A-aku sudah kotor! Aku tidak pantas bersanding dengan siapapun! Aku harus segera bercerai dengan Edgar bagaimanapun caranya!" batin Elmira penuh tekad.

__ADS_1


...----------------...


Jangan lupa tekan like, dan tinggalkan jejak di kolom komentar 😘😘😘


__ADS_2