Cinta Untuk Elmira

Cinta Untuk Elmira
bab 37. Satu Kesempatan.


__ADS_3

Happy Reading🥰


Semenjak kejadian dimana Elmira terjatuh dari atas balkon yang diselamatkan oleh Edgar. Keluarga Winata sepakat memberikan satu kesempatan kepada Edgar untuk membuktikan cintanya kepada Elmira. Yang pastinya di sertai dengan usaha. Keluarga Winata terutama Elmira akan melihat seberapa besar perjuangan Edgar dalam mempertahankan rumah tangganya.


Winata dan Elvaro belum mengizinkan Elmira untuk tinggal bersama dengan Edgar lagi. Sebab sebelum Edgar benar-benar berubah, maka Elmira akan tetap tinggal di kediaman Winata. Edgar sangat senang mendapatkan kesempatan untuk berjuang. Ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu. Edgar akan membuat Elmira beserta keluarganya mempercayai Edgar lagi.


Hari ini Edgar menemani Elmira pergi ke butik nya. Edgar dengan perhatian membukakan pintu mobil untuk sang istri. Yang mendapatkan senyuman ramah dari Elmira. "Terimakasih, Mas," ucap Elmira malu-malu.


Edgar tertegun, jantungnya kembali berdebar saat mendengar Elmira memanggil dirinya dengan sebutan 'Mas'. Rasanya ia ingin berteriak saking senangnya. Bahkan wajah Edgar bersemu merah saat itu. Dulu waktu Elmira pertama kali memanggil dirinya seperti itu, Edgar tidak merasakan getaran apapun di jantung nya. Berbeda dengan sekarang. Inilah yang Edgar tunggu-tunggu sejak lama, Elmira kembali memanggilnya dengan sebutan 'Mas'.


Edgar sampai tidak bisa menjawab ucapan terimakasih dari Elmira saking gugupnya. Ia langsung melajukan mobil ke arah butik EMI setelah Elmira memberitahukan arah jalannya. Sebab Edgar tidak tahu kalau Elmira mempunyai usaha sendiri dengan membuka butik yang ternyata sangat terkenal di kota itu.


Edgar kira, Elmira adalah sosok wanita manja yang akan terus bergantung kepada orang tuanya. Namun dugaannya salah, Elmira adalah wanita mandiri. Edgar memindai tatapannya ke setiap sudut ruangan di dalam butik EMI. Ia berdecak kagum melihat semua barang-barang yang ada di butik itu dengan kualitas tinggi.


Kedatangannya di sambut hangat oleh para karyawan di butik itu. "Selamat pagi, Bu, Pak," sapa para karyawan serentak.


"Pagi, semuanya. Terimakasih sudah semangat bekerja di butik EMI selama tidak ada saya di sini." Elmira tersenyum lembut kepada para karyawannya. Hal itu membuat Edgar semakin kagum dengan sifat lembut yang Elmira tunjukkan. Tentu sifat Elmira sang berbeda dengan sifat Alexa, dan juga dirinya.


Edgar tidak pernah bersikap ramah terhadap para karyawan kantor dan juga kepada semua orang. Kecuali sama orang-orang terpenting saja. Bukan disegani tapi malah ditakuti oleh para karyawan. Sebab segan dan takut adalah suatu hal yang berbeda. Jika kita ramah dan baik kepada semua orang, maka kita akan di segani karena sikap ramah kita. Beda halnya dengan di takuti, mungkin saja karena sikap yang kita tunjukkan sangatlah dingin dan mengerikan sehingga membuat semua orang terlihat takut dan menghindar.


Mungkin kita akan mengira bahwa kita di segani, nyatanya kita ditakuti karena sikap buruk yang kita tunjukkan. Jadi jangan merasa bangga jika orang-orang disekitar mu terlihat segan, padahal dia tengah merasakan ketakutan yang luar biasa.


Elmira yang melihat Edgar tengah melamun langsung menegurnya. "Mas, kamu kenapa?" tanya Elmira dengan tangan yang menyentuh lengan sang suami.

__ADS_1


"Ah, i-iya, kenapa?" tanya Edgar balik, ia terlihat gelapan.


"Kamu ngelamunin apa?" Elmira menatap Edgar dengan tatapan curiga.


"Enggak, Sayang. Maaf aku tidak fokus dengan pertanyaan kamu." Edgar mengusap puncak kepala sang istri dengan perasaan bersalah. Membuat para karyawan di sana merasa iri. Mereka semua langsung pergi, melanjutkan pekerjaan mereka karena tidak ingin mengganggu pasangan pengantin baru itu.


Melihat para pengunjung sudah mulai berdatangan ke dalam butik. Elmira mengajak Edgar untuk memasuki ruangan kerjanya. Edgar merangkul pundak Elmira dengan erat, seperti takut kehilangan sang istri. Membuat jantung Elmira berdetak tak beraturan.


Sedangkan diluar sana, ada sepasang mata tengah mengawasi gerak-gerik keduanya. Ia terlihat marah melihat pemandangan itu, dan tidak rela Edgar bersikap manis terhadap Elmira.


"Dasar! Wanita sialan! Edgar itu hanya milikku! Berani sekali kamu merebutnya dariku! Aku akan membuat perhitungan denganmu," hardik Alexa dengan mengepalkan kedua tangannya. Sejak tadi, ia mengikuti mobil Edgar dari arah belakang untuk memastikan pergi kemana mantan kekasihnya itu bersama dengan istrinya.


Alexa sangat tidak rela Edgar bersikap manis kepada wanita lain. Meskipun ia tidak mencintai Edgar, namun ia sudah menganggap Edgar adalah miliknya. Sebab selama satu tahun ini Edgar menghabiskan waktu dengannya. Jadi, Alexa hanya ingin Edgar patuh terhadap dirinya.


Di ruang kerja Elmira.


Edgar menyapukan pandangannya di ruang kerja sang istri. Ia kembali dibuat kagum dengan desain interior yang terdapat di ruangan itu. "Apa kamu sering menghabiskan waktu di ruangan ini?" tanya Edgar sambil lalu mendaratkan bokongnya di kursi sofa yang terletak di tengah-tengah ruang itu. Ia menatap Elmira yang tengah fokus ke layar laptop di meja kerjanya.


"Tidak juga," jawab Elmira singkat. Tatapan matanya tetap fokus ke layar laptop yang ada di hadapannya untuk memeriksa laporan keuangan minggu ini. Bibirnya membentuk sebuah lengkungan yang memperlihatkan gigi-gigi putihnya. Ia sangat puas melihat kemajuan di butik nya. Tidak sia-sia Elmira mempercayakan semuanya kepada Ratna, dia memang bisa diandalkan.


Edgar tidak bertanya lagi, ia tidak ingin mengganggu kegiatan sang istri. Lebih baik Edgar menunggu sampai Elmira selesai dengan pekerjaannya. Hingga terdengar suara ketukan pintu dari luar ruangan.


Tok! Tok! Tok!

__ADS_1


"Masuk!" perintah Elmira sedikit mengeraskan suaranya.


Ceklek!


"Permisi, Bu. Maaf mengganggu waktunya sebentar. Saya hanya ingin mengantarkan ini," ucap Ratna dengan sopan. Ia menunjukkan apa yang dia bawa kepada Elmira. Sebuah nampan yang di atasnya terdapat dua gelas kopi.


"Letakkan di atas meja sana, Ra," tunjuk Elmira dk arah meja di dekat sofa.


"Baik, Bu," setelah meletakkan kopi di atas meja di dekat Edgar, Ratna langsung pergi dari ruangan itu. Ratna memang asisten kesayangan Elmira, sebab dia yang selalu mengerti dengan keadaan sekitar. Seperti saat ini, tanpa di suruh Ratna langsung membuatkan kopi untuk dirinya dan Edgar. Elmira sangat menyukai sikapnya.


Elmira menutup laptopnya, lalu beranjak mendekati Edgar. "Minumlah mumpung masih hangat, Mas." Elmira mengambil satu gelas kopi dan menyodorkannya kepada Edgar. Namun saat tangan Edgar akan menggapai kopi itu, tiba-tiba gelas itu terjatuh dari pegangannya, dan tumpah mengenai kemeja Edgar.


Byuur!


"Mas!" pekik Elmira membulatkan kedua matanya. Dengan cepat Elmira mengambil tisu yang terdapat di atas meja lalu mengelapkannya pada kemeja Edgar yang terkena siraman kopi.


"Mas, maaf. Aku tidak sengaja," Elmira berkata dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Ia takut Edgar akan memarahinya.


"Aku sangat ceroboh hingga membuat kopi itu tum--"


Cup!


...---------------...

__ADS_1


Jangan lupa tekan like, dan tinggalkan jejak di kolom komentar 😘


__ADS_2