
Happy Reading🥰
Sudah 3 jam lamanya, tapi Edgar dan Elmira masih tetap bermain renang-renangan. Mereka terlalu menikmati permainan itu hingga lupa waktu. Tidak terhitung mereka merasakan pe-le-pa-san berapa kali. Sebab mereka terus bergerak liar dengan posisi yang berubah-ubah.
Jika lelah mereka hanya beristirahat sebentar, setelah itu melanjutkan lagi penjelajahan mereka yang tertunda. Sekarang mereka mencoba gaya cicak di dinding dengan tubuh Elmira menempel ke dinding lalu Edgar menggempurnya dari arah belakang. Membuat mereka men-jerit dan tak ingin menyudahi kegiatannya.
Aahh ... Aahh ...
El, Sayang!
E-edgar! Aahh ...
Mereka merasakan tubuhnya menegang lalu terjadilah lahar untuk yang kesekian kalinya. Edgar menangkap tubuh sang istri yang hampir jatuh ke atas lantai karena kelelahan dan tak bertenaga.
Cup! Cup! Cup!
Edgar menciumi punggung Elmira secara bertubi-tubi. Ia sangat mencintai Elmira lebih dari apapun. Edgar mengangkat tubuh Elmira menggunakan kedua tangannya. Ia membaringkan tubuh Elmira di atas sofa.
Edgar ikut merebahkan diri di samping Elmira dengan posisi memeluk sang istri dari belakang. Edgar mengelus-ngelus perut rata sang istri. "Aku berharap benih cinta kita segera tumbuh di sini," ucap Edgar sambil menenggelamkan wajahnya di ceruk leher sang istri.
Elmira memegang tangan Edgar yang masih terus mengelus perutnya. Ia tersenyum lalu berkata, "Aku juga menginginkan hal itu terjadi, Mas. Aku sangat mengharapkan kehadiran seorang anak di tengah-tengah rumah tangga kita."
"Kamu harus berjanji tidak akan pergi lagi dari hidupku, El."
"Asalkan kamu tidak mengkhianati ku maka aku akan selalu setia berada di samping mu, Mas."
"Pasti, Sayang. Aku tidak akan mengkhianati mu. Kamu akan menjadi wanita satu-satunya dalam hidupku."
__ADS_1
Elmira membalikkan badan seraya tersenyum manis kepada Edgar. Dengan pelan Elmira menye-sap bibir Edgar. Hingga has-rat Edgar kembali terpancing, dan akhirnya terjadilah peperangan seasons ke seribu.
Di tempat lain.
Alexa terlihat panik, ia terngiang-ngiang dengan ancaman Edgar. Haruskah dirinya melakukan apa yang Edgar perintahkan? Atau lebih baik dia kabur saja dengan Jack? Tapi jika Alexa kabur pasti akan ketahuan juga sama Edgar, sebab Edgar sangat berpengaruh di negara itu.
Aaaaargh! Alexa benar-benar pusing memikirkannya. Sedangkan Jack terlalu lemah untuk sekedar melawan Edgar. Benar-benar pria tak berguna! Kenapa bisa Alexa mencintai laki-laki seperti Jack yang tidak bisa di andalkan? Seandainya Alexa tidak membohongi Edgar, pasti sampai saat ini dia akan tetap menjadi kekasih Edgar yang super segalanya.
Jack menjentikkan jari di depan wajah Alexa yang ketahuan sedang melamun. Membuat Alexa langsung tersadar. "Kamu kenapa, Xa?" tanya Jack menatap heran.
"Aku tidak apa-apa. Hanya ... Aku bingung harus bagaimana, Jack."
"Apa yang membuat kamu bingung?"
"Tentang video yang beredar! Edgar mengancam ku agar menghilang video itu selama 24 jam. Jika tidak maka Edgar akan menghancurkan kita. Kamu tahu sendiri 'kan Edgar itu orang seperti apa."
"Pergi kemana, Jack? Ke ujung dunia pun Edgar tetap akan menemukan kita," protes Alexa dengan nada cemas.
Jack terdiam untuk sejenak, ia memikirkan solusi dalam masalah ini. Niat hati ingin menghancurkan rumah tangga Edgar dengan merusak reputasinya, dan juga membuat Elmira hancur. Namun dia sendiri yang celaka, Jack tidak terima Edgar memukul wajahnya dan tubuhnya dengan curang.
Jika saja Edgar tidak menyerang Jack di saat dia lengah, pasti Jack yang menang. Jack akan membuat perhitungan kepada Edgar setelah ini. Jika dia tidak bisa membuat Edgar celaka dan hancur, maka Jack akan menjadikan orang yang paling berarti dalam hidup Edgar sebagai sasaran berikutnya.
Jack tersenyum menyeringai, ia akan merencanakan sesuatu tapi tidak akan memberitahukan kepada Alexa. Baiklah untuk masalah yang satu ini, Jack akan mengalah. Ia akan mengklarifikasi tentang kebenaran itu.
Namun tidak dengan setelahnya, Jack akan membuat Edgar merasakan arti sebuah kehilangan. Seperti dirinya yang kehilangan segalanya gara-gara keluarga Addison.
Akan tetapi, Jack tidak tahu kalau ternyata Edgar sudah bertindak lebih dulu. Ia mengadakan jumpa pers secara dadakan yang disiarkan secara live.
__ADS_1
Edgar tidak bisa menunggu lebih lama lagi, ia tidak ingin membuat Elmira gelisah. Edgar menghubungi Roy untuk mengurus acara jumpa pers dadakan yang akan dilaksanakan saat ini juga. Edgar akan membawa serta Elmira kesana, tak lupa ia juga menyiapkan data-data dan bukti penting tentang kebusukan Alexa.
Semua orang, para wartawan, serta awak media di buat gempar dengan kabar jumpa pers itu. Mereka berbondong-bondong mendatangi tempat acara yang akan dilaksanakan di perusahaan Addison. Edgar sudah menyiapkan segalanya, ia akan menutup mulut para netizen yang sering berkomentar pedas.
"Mas, kamu yakin akan melakukan jumpa pers?" tanya Elmira yang kesekian kalinya.
"Sangat yakin! Aku akan membuktikan kepada dunia kalau aku tidak bersalah."
"Huf! Baiklah Mas. Aku akan mendukung apapun rencana kamu. Yang penting kamu baik-baik saja."
"Terimakasih, Sayang. Sudah mau menemani ku, kamu tenang saja, kamu hanya perlu diam, dan menjawab ketika aku bertanya. Jawablah dengan jujur, mungkin pertanyaannya akan sedikit vulgar."
Elmira mengerutkan kening saat mendengar kata vulgar. Apa maksud Edgar? Jangan sampai Edgar melakukan hal yang aneh-aneh di depan umum. "Maksud kamu apa, Mas?"
"Nanti kamu akan tahu sendiri, yang pastinya kamu akan lancar menjawab pertanyaan ku," ujar Edgar sambil mengacak pelan puncak rambut Elmira.
Elmira mendengus kesal karena tidak mendapat jawaban dari Edgar, padahal dirinya sangat penasaran. Hingga mobil yang mereka tumpangi sudah sampai di depan perusahaan Addison. Di sana sudah ramai akan para wartawan dan awak media. Membuat Elmira sedikit gugup.
Edgar menggenggam tangan Elmira dengan lembut, untuk mentransfer kekuatan kepadanya. Saat mereka turun dari dalam mobil, semua kamera menyorot kedatangan mereka. Edgar memasang wajah dinginnya supaya tidak selalu di sepelekan oleh orang-orang sekitar karena sebuah video yang belum jelas kebenarannya.
Edgar naik ke atas podium bersama sang istri di sampingnya. Tidak ingin berbasa-basi Edgar langsung memulai acara itu ke intinya. Edgar memutar ulang video syur tetang dirinya hasil sebuah editan. Ya, karena Edgar tidak pernah menggagahi Alexa selama ini, dan juga postur tubuh laki-laki di dalam video itu sepertinya bukanlah Edgar. Sebab Edgar tidak mempunyai tanda lahir di area punggung, sedangkan di sana laki-laki tersebut mempunyai tanda lahir yang cukup besar di area punggung.
Dalam hati Edgar tertawa mengejek hasil editan yang tidak terlalu sempurna. Hanya orang ahli yang bisa membuktikan kalau video itu palsu.
"Alexa, tunggulah kehancuran mu." batin Edgar tersenyum sinis.
...----------------...
__ADS_1
Jangan lupa tekan like, dan tinggalkan jejak di kolom komentar 😘