
Happy Reading🥰
1 minggu berlalu ...
Hubungan Elmira dan Edgar masih belum ada kepastian. Elmira tetap dengan keinginannya untuk bercerai. Sedangkan Edgar tetap bersikukuh ingin mempertahankan rumah tangganya bersama Elmira. Setiap hari tiada usaha dan perjuangan yang Edgar lakukan demi mendapatkan kepercayaan dari Elmira dan semua keluarga Winata.
Edgar pernah sampai kehujanan menunggu Elmira di depan rumahnya. Hingga Edgar terjatuh sakit dikarenakan terlalu lama terguyur air hujan. Edgar tetap tidak menyerah, dalam keadaan sakit pun ia masih menemui Elmira, dan mengikuti kemanapun Elmira pergi untuk menjaganya dari mara bahaya. Edgar tidak ingin sesuatu yang buruk menimpa sang istri.
Edgar juga berusaha mengambil hati mertua dan juga kakak iparnya. Walaupun usahanya selalu mendapatkan ucapan pedas dari keluarga Winata. Cuma Elmira yang menerima pemberian apapun dari Edgar untuk menghargainya.
Elmira sudah mengatakan bahwa dia tidak pantas bersanding dengan laki-laki manapun, sebab dirinya sudah kotor. Tapi, Edgar menolak mentah-mentah alasan Elmira yang tidak masuk di akal. Edgar dengan detail menjelaskan bahwa Elmira masih suci dan utuh. Ia juga menawarkan satu cara kepada Elmira untuk membuktikan bahwa Elmira masih suci. Namun Elmira menolak cara itu.
Jika Elmira setuju, itu berarti dirinya akan terus terikat dengan Edgar. Apalagi Edgar bisa membuktikan ucapannya kalau ternyata Elmira masih suci. Elmira tidak bisa membayangkan hal itu terjadi. Sebab ia tidak ingin memberikan kesuciannya kepada Edgar jika Edgar belum mencintai dirinya. Belum lagi kalau Edgar ternyata sudah pernah melakukan itu dengan Alexa. Elmira benar-benar tidak sanggup membayangkannya.
Elmira berdiri di atas balkon kamarnya menatap ke depan dengan pandangan kosong. Dadanya kembali terasa sesak ketika mengingat kejadian di pantai. Hingga sebuah tangan merengkuh pundaknya membuat Elmira terlonjak kaget.
Elmira menepis tangan itu, ia membalikkan badan hingga tubuhnya mengenai pembatas balkon. Wajah Elmira sangat pucat, tubuhnya mengeluarkan keringat dingin. Ia terus memundurkan langkahnya.
"Emi! Ini kakak!" Elvaro menyesal sudah membuat Elmira terkejut dan ketakutan. Ia mendekati Elmira yang masih melangkah mundur dengan badan yang condong ke belakang seperti akan terjatuh dari atas balkon.
Elmira yang menyadari kalau itu adalah kakaknya, ia merasa sedikit lega. Mungkin karena dirinya terlalu fokus melamun, dan tidak menyadari kehadiran sang kakak. "Huf! Kak Elan mengagetkan ku saja." Elmira mengusap dadanya yang terasa akan copot. Namun saat akan melangkah ke depan, kaki Elmira terpeleset. Tubuh Elmira terjengkang ke belakang, pegangan tangannya pada pembatas balkon terlepas seketika.
__ADS_1
Tubuh Elmira terasa melayang saat melewati pembatas balkon. Elvaro membulatkan kedua matanya, ia berusaha meraih tangan Elmira agar sang adik tidak terjun ke bawah. Namun naas Elvaro tidak bisa meraih tangah Elmira. Ia hanya bisa berteriak dari atas balkon yang berada di lantai dua.
"Tidak! Emi!" teriak Elvaro dengan jantung yang berdegup kencang.
"Kak Elaaaaaaaan!" Suara Elmira terdengar samar-samar di telinga Elvaro, sebab di telan oleh kencangnya angin di kala itu. Hingga akhirnya tubuh Elmira benar-benar terhempas ke lantai bawah.
Aaaaargh!
Bruk!
Elvaro dengan cepat berlari ke luar dari kamar Elmira. Ia menuruni anak tangga dengan cepat tanpa melihat keadaan sekitar.
"Apakah aku sudah mati? Kenapa aku tidak merasakan sakit di tubuhku?" ucap Elmira dengan mata yang masih terpejam. Ia meraba-raba tubuhnya, lalu mencubit pipinya. "Aw! Ini sakit, berarti aku belum mati!" Elmira membuka kedua matanya dengan perlahan. Ia memindai setiap inci tubuhnya untuk melihat apakah ada luka di sana.
Elmira langsung berdiri dari posisi duduknya. Ia begitu terkejut melihat Edgar terbaring di tanah. "E-edgar! J-jadi ... Kamu yang sudah menyelematkan aku?"
"Kamu baik-baik saja 'kan? Tidak ada yang luka pada tubuhmu?" Edgar tidak menggubris pertanyaan Elmira. Ia lebih mementingkan keselamatan Elmira daripada dirinya sendiri.
Edgar berusaha berdiri, ia sedikit meringis saat merasakan sakit di pergelangan tangannya. Elmira dengan cepat memapah tubuh Edgar supaya bisa berdiri tegak.
"Emi! Kamu tidak apa-apa 'kan?" Elvaro langsung mendekap tubuh sang adik setelah sampai di halaman rumah, tempat Elmira terjatuh dari atas balkon. Elvaro benar-benar takut kehilangan Elmira.
__ADS_1
"Emi tidak apa-apa Kak. Tapi, Edgar yang terluka." Elmira menatap pergelangan tangan Edgar dan telapak tangannya yang berdarah. Mungkin karena menangkap tubuhnya agar tidak jatuh ke tanah, hingga membuat tangan Edgar terluka.
Elvaro menatap Edgar dengan tatapan yang sulit diartikan. Untuk kali ini Elvaro tidak akan mengusir Edgar dari rumahnya, sebab Edgar sudah menyelamatkan Elmira dari bahaya.
"Masuk ke dalam dan obati lukanya. Setelah itu biarkan dia pergi dari sini, Emi," titah Elvaro dengan wajah dinginnya.
"Kak!" Elmira menatap tajam ke arah kakaknya. Ia benar-benar dibuat jengah dengan sikap Elvaro yang selalu bersikap dingin dan ketus terhadap Edgar. Ya meskipun semua itu demi dirinya.
Sedangkan Edgar, ia merasa senang karena diperbolehkan masuk ke dalam rumah olah kakak iparnya. Meskipun hanya sebatas mengobati luka di tangannya. Yang penting Edgar mendapatkan rasa empati dari Elvaro. Perlahan-lahan Edgar akan membuat Elvaro menerimanya kembali sebagai suami Elmira dan menjadi adik iparnya.
Sebenarnya tadi, Edgar sangat terkejut melihat tubuh Elmira yang mentok ke pembatas balkon. Ia yang baru sampai di depan gerbang rumah Elmira langsung berlari ke halaman rumah dengan posisi yang tepat berada di bawah kamar Elmira. beruntung penjara gerbang langsung membuka gerbang dan membiarkan Edgar masuk ke dalam. Karena itu adalah rutinitas Edgar setiap hari yang berkunjung ke sana walaupun tidak mendapatkan sambutan hangat dari keluarga Winata.
Tepat saat Edgar sampai di halaman rumah, benar saja Elmira terjatuh dari atas. Edgar menyiapkan badan untuk menangkap tubuh sang istri. Ia tak perduli jika dirinya terluka, yang penting Elmira baik-baik saja. Edgar menangkap tubuh Elmira menggunakan kedua tangannya. Namun karena Edgar kehilangan keseimbangan, tubuhnya ikut ambruk ke atas tanah, dengan posisi Elmira berada di atas tubuhnya.
Ternyata tangan Edgar mengenai batu kerikil yang terdapat di tanah. Hingga membuat telapak tangannya terluka. Bahkan ada sebagian kerikil itu yang menancap di telapak tangannya. Sedangkan luka di pergelangan tangannya di sebabkan oleh tekanan dari tubuh Elmira saat Elmira terbangun dari atas tubuhnya.
Elmira mengambil kotak p3k di ruang tengah, setelah itu membawanya ke ruang tamu, dimana ada Edgar dan Elvaro di sana. Elmira mulai mengobati luka di tangan Edgar menggunakan kapas yang sudah di berikan obat merah. Elmira meniup-niup luka itu penuh perhatian. Ada rasa bersalah di dalam hatinya kepada Edgar yang sudah menolongnya. Jika tidak ada Edgar mungkin saja Elmira sudah tiada.
"Sssst! Aw! Aw!"
...----------------...
__ADS_1
Jangan lupa tekan like, dan tinggalkan jejak di kolom komentar 😘