Cinta Yang Dinanti

Cinta Yang Dinanti
1.Pemulaan


__ADS_3

Namaku Mitha kelahiran 23 juni 2003. Aku seorang yang pendiam dan susah berkomunikasi dengan orang lain, tapi bukan berarti aku dijauhi oleh orang lain. Malah sebaliknya mereka mencoba untuk dekat denganku karna katanya aku murah senyum.


Aku mempunyai kekasih yang bernama Mevid, dialah yang merubah hidupku dan selalu berusaha untuk membuatku bahagia. Tapi setelah ada kejadian yang menimpa hubungan kami beberapa bulan yang lalu, sikapnya berubah menjadi dingin dan dia sering ngurung diri dari orang disekitarnya.


***


“ Sayang kamu kenapa? ” tanya Mitha menegur Mevid yang sedang mencoret-coret buku tulisnya.


“ Aku gak pp kok ” jawab Mevid.

__ADS_1


“ Kamu jawab dong jangan dipendam sendiri!! kalo ada masalah cerita aja, siapa tau aku bisa bantu ” jawab Mitha.


“ Aku pengen sendiri ” jawab Mevid.


PRAKKKK suara meja yang ditepak oleh Mevid dan dia pergi begitu saja meninggalkanku tanpa menjawab pertanyaanku. Seketika hatiku menjadi kacau rasanya seolah-olah Aku yang membuat dia marah. Apa yang salah? Apa aku mengganggu dia atau aku memgacaukan suasanan hatinya? Sebenarnya kamu kenapa sih vid? Apa yang membuat kamu jadi semarah ini? dan menghiraukan aku gitu aja. Aku terdiam disitu tidak terasa air mataku pun terjatuh dan mengalir dipipiku seakan melukiskan apa yang dirasakan oleh hati untuk saat ini. Saat itu Nisa yang sedang berada dikelas datang menghampiriku dan bertanya ada apa yang terjadi. Aku tidak mampu untuk menjawab perkataan Nisa, aku hanyar terdiam dan menangis dipelukannya.


Setelah mendengar ceritaku Nisa juga ikut menangis. Ya mungkin karna Nisa orangnya mudah baper sehingga dia juga ikut mengeluarkan air mata. Sandy menghampiri kami yang sedang duduk dibelakang kursi.


“ Kamu kenapa? ” tanya Sandy yang melihat aku menangis.

__ADS_1


Lalu Nisa menceritakan kejadiannya kepada Nisa.


“ Owh jadi gitu, kenapa gak bilang ke Mevid kan lebih mudah jadi biar dia minta maaf sama kamu ” jawab Sandy membari saran.


“ Jangan! gak perlu udah aku gak pp kok ” jawab mitha.


Sandy pun meng'iakan kan pergi keluar agar tidak terlalu mengganggu kami berdua. Beberapa saat kemudian Mevid masuk kelas dengan Sandy dan tiba-tiba menghampiriku dengan memainkan rambutku. Aku tidak berani untuk menatap dia, aku hanya menghadap ke arah dimana Nisa berada didepanku karna aku gak mau dia melihatku karna habis nangis sehingga mataku bengkak. Aku tidak ingin dia memandangku sebagai orang yang lemah.


Karna tidak ingin Mevid melihat wajahku, aku memberikan kode ke Nisa lalu dia mengangguk. Aku berdiri dan langsung pergi tanpa mengatakan sepatah kata pun dan Nisa mengikuti dibelakangku sehingga membuat Mevid bingung. Beberapa saat kemudian aku udah mulai tenang dan kami memutuskan untuk kembali ke kelas. Aku melihat Mevid yang sedang mengobrol dengan Sandy entah apa yang mereka bicarakan. Aku harap Sandy tidak menceritakan tentangku tadi. Aku dan Nisa duduk ditempat duduk kami. Tidak lama kemudian Mevid meletakan surat dimeja tempatku duduk lalu aku baca ternyata adalah kata maaf maaf darinya.

__ADS_1


__ADS_2