Cinta Yang Dinanti

Cinta Yang Dinanti
63.terluka


__ADS_3

saat ingin masuk ke kantor ada seseorang yang menarik zahra dari belakang dan menutup mulut zahra,zahra dengan nafas yang tersenggal-senggal melihat orang yang membekap mulutnya,melirik ke arah orang tersebut.


"Hmmmmm.... I*uk se**r" dengan nafas yang masih tersenggal,zahra menatap wanita tua itu.


"Hai zahra,sayang ku cantik ku,bagaimana keadaanmu sekarang"seorang wanita yang seolah haus akan balas dendamnya pada zahra.


" lepaskan aku!"teriak zahra sekencan-kencangnya.


"Diam!diam kamu zahra!" ucap wanita tua itu menyeret zahra dan masuk di salah satu mobil.


zahra berusaha untuk melepaskan diri,namun usaha zahra selalu gagal tangannya begitu di ikat kuat dan di awasi oleh wanita tua yang begitu seram bernama sekar.


"kenapa kau menculik ku!bahkan aku tak pernah berjumpa dengan mu,pertama kali aku berjumpa dengan mu itupun di kantin rumah sakit!" zahra berteriak memberanikan diri kan dirinya.


"Diam kamu zahra!kamu tidak salah tapi orang tua mulah yang salah!,karena itulah aku membalas kan dendamku semua pada mu!" ucap sekar dengan licik.


"aku mohon nona lepaskan,aku apa gunanya kau membalas kan dendam kau kepadaku,dan maafkanlah ke salahan orang tua ku yang mungkin diperbuatnya dengan tidak sengaja" air mata pun mulai berjatuhan dan membasahi pipi zahra,tangan yang sudah mulai gemetar selalu ditahannya.


"cuih...enak saja kamu zahra,aku sudah berusaha menculik mu sekarang aku akan menculik mu dan mengurung mu di salah satu tempat,aku akan menyiksamu sampai aku benar-benar puas!!HAHAHAH" ucap sekar tertawa kecil dan memegang pipi zahra dengan sangat keras.


"hati mu yang terluka bukan aku,tolong lepaskan wanita Malang ini" ucap zahra memohon.


tapi itu semua siap-sia sekar yang benar-benar haus akan balas dendam tak memperdulikan kata-kata zahra.


"kring...kring...kring..." suara during telvon pun terdengar dari saku celana zahra.


"aku yakin itu pasti leon atau pak adrian"gumam zahra berderai air matanya.


dengan sangat kasar ibu sekar mengambil ponsel zahra dari saku celananya dan membuang ponsel zahra ke luar.


" sekarang tidak ada yang bisa menghubungi mu atau menolong mu"ucap wanita tua itu penuh kebencian.


"ya tuhan tolong hambamu ini,hanya lau satu-satunya harapan hamba,kau yang bisa membantu hamba" gumam zahra.


"ibu ayah zahra takut" gumam zahra sambil terisak.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


mobil tersebut pun berhenti di salah satu rumah kosong dan bahkan bisa di bilang tak layak dihuni.


dengan sangat kejam wanita paruh baya itu menyeret zahra mendorong zahra masuk ke rumah tersebut ,mengikat dan menutup mulutnya,badan zahra benar-benar terasa sakit badannya sudah lebam-lebam.


"sekarang kau diam disini zahra!,lagian kau juga tak bisa kemana mana,ini tempat terpencil tak ada yang mengetahui tempat ini selain aku dan kau" ucap sekar kemudian beranjak meninggalkan zahra.


zahra tak ingin putus asa begitu saja,zahra terus berusaha mencoba melepaskan ikatan yang ada di tangannya,namun ikatan itu benar-benar kuat dan tubuh zahra benar-benar tak berdaya melepaskan ikatan tersebut.

__ADS_1


"ayah ,ibu,leon!,tolong aku!ucqp zahra berderai air mata.


.


.


.


.


.


.


leon mendapati telvon dari adrian bahwasannya zahra tidak ada dikantor,padahal zahra izin ke leon dia pergi ke kantor ada urusan mendadak.wajah leon kini terlihat begitu gelisah.


" ada apa leon?,kenapa wajah kamu menjadi begitu gelisah?"tanya elang menghampiri leon yang begitu gelisah.


"zahra lang zahra" ucap leon.


"ada apa dengan zahra?" ucap elang balik bertanya.


"zahra dia tidak ada di kantor,adrian sudah menelvonnya tapi zahra tak menganggkatnya,aku benar-benar kawatir lang aku juga sudah mencoba menelvonnya tapi hasilnya nihil,apa yang harus aku bilang ketika calon mertua ku datang lang" ucap leon dengan mata yang sedu.


"apa yang ingin kai katakan nak?" ucap sepasang kekasih paruh baya dan leon langsung menoleh ke asal suara yang baru saja datang.


"kenapa?apa yang harus kami dengarkan katakan leon" ucap ibu zahra memegang bahu leon.


"zahra tante,hari ini zahra pamit sama leon ,tapi bosnya zahra yang bernama adrian menelvon leon dan bilang kalau zahra belum sampai kator sampai saat ini tante, dan nomor zahra benar-benar tidak aktif,tidak biasanya zahra seperti itu tante" jelas leon dengan keberanian yang tak seberapa.


"ya tuhan ujian apa lagi ini!di mana anakku" ucap ibu zahra berderai air mata dan begitu syok,ayah zahra berusaha menenangkan istrinya walaupun hatinya sendiri tak tenang,ntah dimana putrinya sekarang.


tatiana yang datang dengan dina langsung memeluk ayah dan ibunya.


"kenapa ayah dan ibu bersedih" ucap tatiana menatap kedia orang tiuanya.


"kakak mu nak,ia tiba-tiba saja menghilang" ucap ayah.


tatiana dan dina pun begitu terkejut mendengar ucapan ayah zahra,tatiana yang tadinya begitu bahagia melihat ayah ibunya datang sekarang air mata pun memulai membasahi wajah mungilnya.


"nak leon tolong cari zahra kalau perlu laporin ini semua kepada polisi nak leon" ucap ibu yang memohon pada zahra.


"leon akan berusaha bu,tapi keadaan leon sekarang benar-benar terbatas" ucap leon yang menangisi dirinya karena masih duduk di kursi roda.


"saya akan membantu leon tante om,on dan tante tenang saja saya dan leon akan berusaha mencari keberadaan zahra,tapi untuk melaporkan zahra ke polisi,polisi tidak akan mau menerima laporan ki tante,karena ini belum 24 jam dari zahra pergi,polisi tidak akan mau memprosesnya,tapi elang ada kenalan bu mana tau dia bisa melacak keberadaan zahra." ucap elang meyakinkan ibu zahra.

__ADS_1


"tolong nak!tolong temukan anak ibuk" ucap ibu zahra dengan sangat ketakutan dan kekawatiran.


bukan kabar bahagia yang ia dapat,tapi kabar buruk mengenai putrinya yang ia dapat setelah sampai di Jogjakarta.


"sekarang kita hanya berdo'a hanya do'a yang bisa membantu zahra saat ini dan di mana pun zahra semoga dia di lindungi allah" ucap dina mencoba menghapis kesedihan di tengah ruangan yang penuh dengan air mata.


semua orang sangat menyetujui perkataan zahra,dan langsung melaksanakan sholat berjama'ah dan berdo'a kepada allah dimana pun zahra tolong selamatkan dia.


.


.


.


.


"hay cantik kau pasti laparkan" ucap sekar mengelus pipi zahra,zahra berusaha menghindar dari tangan Kotor itu.


"bisa-bisanya kau melawanku!!" ucap sekar menampar zahra dan menokok zahra dengan balik lagi,sampai zahra benar-benar tak sadarkan diri.


melihat zahra yang tak sadarkan diri,sekar langsung memeriksa nafas dan denyut nadinya.


"syukurlah kau masih hidup zahra" ucap wanita paryh baya yang bernama sekar tersebut


ia menatap zahra dari atas sampai bahwa.


"anak pak darnis yang pernah menjadi pemilik perisahan,saat di berkuasa di mencampakkan ku dan dia bilang kalau aku menyadi slalah satu koruptor di perusahaannya,tapi memang benar aku benar korupsi di perusahaan itu,tapi bukan hanya aku yang melakukan nya aku melakukan itu dengan kekasihku,kenapa aku saja yang terkenal impasnya"


"lihat darnis ketika kau melihat anak mu tak sadarkan diri aku akan begitu puas melihat tangisan dari keluarga mu,aku tak ingin melihat keluargamu bahagia,takkan pernah uncamkan itu darnis"ucapnya dengan senyum licik di wajahnya.


meninggalkan zahra yang tak sadarkan diri duramah yang tak layak huni itu.


.


.


.


.


"semua orang merondukanmu nak,ada dimana kami sekarang nak,lihatlah ayah dan ibu mu sudah datang,kami berdua ingin melihat pernikahan mu dengan Leon,melihat putri ibu tersenyum" ucap ibu menitikkan air mata saat melipat mukenanya.


... *......*...


"ingatlah bahwasannya balas dendam itu tak ada gunanya,hati pun menjadi gelisah tak menentu jadi jangan balaskan dendammu kepada orang yang tak bersalah,lepaskan dia ,maafkanlah kesalahan ia,ikhlaskan kesalahan yang pernah ia perbuat untuk mu,dan aku yakin kau pasti mendapatkan kehidupan yang layak pasti itu pasti"

__ADS_1


... ~Zahra...


__ADS_2