
selesai sholat shubuh zahra terus memandangi wajah adiknya yang sangat polos dan sangat menggemaskan,rasanya zahra ingin sekali mengganggu adik kecil nya itu,tapi Zahra tidak tega mengganggu tidur tatiana adik kesayanggannya itu.
semenjak pandemi melanda Indonesia ,zahra dan tatiana hanya tinggal berdua di Jogjakarta sementara ibu dan ayahnya masih berada di provinsi riau,sangat berat sebenarnya bagi zahra untuk melewati hari-harinya tanpa kedua orang tuanya,tapi zahra kemudian membuyarkan pokirannya agar dia selalu semangat dan tetap fokus pada karirnya dan selalu bisa membanggakan ayah dan ibu nya yang berada jauh disana.
"kak zahra kenapa kak" ucap tatiana terbangun dan melihat zahra yang sedang melamun.
"kak!!" ucap tatiana sekali lagi dan tentunya itu sangat mengagetkan bagi zahra.
"ha iya tatiana,ada apa?" lirih zahra kepada tatiana.
"kakak tu yang kenapa?,baru bangun aja aku udah ngelihat kakak yang lagi ngelamun,ngelamunin apa sih kak?? " tanya tatiana.
"Hmmm....kakak rindu ayah sama ibu dek walaupun kakak selalu menghubungi ayah dan ibu,tapi sejak pandemi semakin banyak tersebar di Indonesia semakin sulit rasanya buat kita ketemu ayah dan ibu dek" ucap zahra sangat sedih.
"kak dengar baik-baik kata tatiana ya kak,syukuri saja yang sekarang ada di depan kita kak,walaupun pandemi masih melanda di negara yang sangat kita cintai ini tapi lihat sisis baik nya deh kak, alhamdulillah sampai sekarang kak zahra masih bekerja,dan alhamdulillahnya lagi kakak masih bisa ngirimin ayah dan ibu uang ,mungkin itu nggak cukup mengobati kerinduan ayah ibu teasuk kita kak,hanya doa yang bisa kita panjatkan untuk sekarang kak agar pandemi ini cepat berlalu dan ayah ibu juga bisa menyusul kita disini" tutur tatiana dengan sangat bijak sana dan tentunya zahra sangat bangga dengan adokknya itu dan langsung memeluk tatiana.
"makasih ya dek walaupun kamu masih kecil tapi dengan kata-kata bijaksana kamu,kakak selalu tenang dan terus bersemangat" ucap zahra tersenyum dan masih memeluk adik kecil nya itu.
"iya sama-sama kak" ucap tatiana membalas pelukan kakaknya.
"dek kakak ke dapur duly ya mau buat nasi goreng pedas buat kita serapan" ucap zahra yang langsung melepaskan pelukannya.
"hmmm...nyummi zahra suka nasi goreng pedas,tatiana boleh bantu ya kak"ucap tatiana antusias.
" boleh...sangat boleh"kata zahra menyinggingkan senyuman dibibirnya.
"oke yaudah kak,kuy" ucapa tatiana bersemangat.
mereka berdua beranjak dari ranjang dan pergi ke dapur,sesampainya di dapur kakak dan adik itu sibuk mempersiapkan bahan-bahan buat nasi goreng pedas makanan favorit kakak adik itu.
"dek bawangnya udah atau belum??" tanya zahra.
"udah kak ,ni!" ucap tatiana sambil menyodorkan bawang yang telah di iris-irisnya.
"makasih dek" balas zahra.
"iya sama-sama kak,jangan lupa..." belum selesai bicara perkataan tatiana langsung di potong zahra.
"jangan lupa kasih rawit yang banyak nggak pakai kecap,sosis dan telur mata sapi kesukaan kamu" kata zahra yang membuat tatiana tersenyum melihat penuturan kakaknya itu yang sudah sangat hafal dengan makanan yang sangat dia suka dan tidak dia sukai.
sambil menunggu tatiana duduk di meja makan sambil memakan cemilan dan meneguk susu hangat.tidak selang beberapa lama nasi favorite kakak adik itu akhirnya siap untuk di hidangkan.
"Tradaaaa....nasi goreng favorite kita udah jadi" ucap zahra meletakkan nasi goreng buatannya di hadapan tatiana.
"Wow...sepertinya sangat lezat dan sangat menggoda" ujar tatiana dan langsung mencicipinya.
"tentu dong...bikinan kakak kamu ini pasti lezat semua nggak ada yang tidak lezat" ucap zahra sangat pede nya,tatiana tidak bisa mengukiri itu semua memang masakan yang dibuat kakaknya itu memang sangat lezat dan tidak pernah kata tidak enak bagi tatiana kalau kakaknya yang memasak,ternyata ilmu yang di di dapat kakaknya saat di cafe sangat berguna.
zahra dan tatiana sangat menikmati sarapannya,dan berbincang-bincang mengenai perlombaan tatiana yang beberapa hari lagi akan di ada kan.
selesai makan seperti biasa zahra langsung membereskan meja makan dan mencuci piring.
"dek siap-siap jangan nonton TV dong dek,sebentar lagi kita mau pergi ke pernikahan kak moana lo" teriak zahra yang masih berada di dapur.
"iya kak " jawab tatiana menuruti kata kakanya.
setelah selesai mencuci piring dan membersihkan rumah,zahra kemudian memeilih baju yang akan ia kenakan dan tidak lupa pula dia juga memilihlan baju untuk adiknya.
"kak baju tatiana udah?" tanya tatiana yang baru saja selesai mandi.
"udah ni" ucap zahra memberikan gain yang sangat indah itu kepada adiknya.
__ADS_1
"makasih kak" ucap tatiana mengumpulkan senyumannya.
"iya sama-sama, yaudah kakak mandi dulu" ucap zahra beranjak meninggalkan tatiana.
beberapa menit kemudian zahra selesai mandi dan tentunya kakak dari tatiana itu sudah langsung memekai dress yang sangat indah tentunya sangat cocok dengan warna kulitnya itu.
"kakak cantik sekali kak" ucap tatiana sangat terpana melihat kecantikan makannya itu walaupun belum ada riasan di wajah kakaknya itu.
"selalu" singkat zahra yang membuat Tatiana menyergit ngeri.
"sini biar kakak jalanin rambut kamu hiar kelihatan lebih rapi" ucap zahra kepada adiknya, tatiana mengangguk dan mendekati kakaknya,zahra kemudian mulai menjalin rambut panjang adiknya.
"nah ini baru kelihatan sangat rapi dan sangat catik" ucap zahra selesai menjalin rambut tatiana.
"dan sekarang giliran kak zahra yang merias diri kakak sendiri agar kelihatan lebih cantik lagi" ucap tatiana yang menarik zahra dan duduk di depan cermin.
"iya-iya" tutur zahra dengan menyimpulkan senyuman manisnya dan mulai berdandan ,zahra menyukai dandanan yang natural namun masih kelihatan sangat cantik.
"nah ini baru tambah cantik" ucap tatiana memegang bahu zahra.
ketika kakak dan adik terus memandangi wajah mereka di depan cermin terdengar suara ketukan pintu.
"tok.........tok.......tok.........."
"assalamu'alaikum" terdengar suara seorang pria yang sangat zahra ia tentu saja suara itu adalah suara leon.
"walaikumsallam" jawab zahra dan langsung membukakan pintu.
"gimana udah siap?udah bisa berangkat?"tanya leon.
" udah camam"kata zahra sambil mengunci pintu rumahnya.
zahra,leon dan tatiana langsung masuk ke dalam mobil,dan tak lupa mereka selalu memperhatilan protokol kesehatan yang telah di tetapkan pemerintah.
ππππ
sesampainya di gedung pernikahan moana.
zahra dan tatiana turun dari mobil ,sementara leon mencari tempat parkir yang pas buat mobilnya.
"kadonya udah dibawa dek?" tanya zahra sangat lembut kepada adiknya.
"udah kak" jawab tatiana.
"baiklah" ucap zahra.
zahra dan tatiana masuk ke dalam gedung pernikahan dan disusul dengan leon.zahra sangat terpukau dengan desain pernikahan modern-tradisioanal ini.
"bagus" gumam zahra.
"iya sangat bagus" ujar leon yang sangat setuju dengan perkataan zahra.
"kak zahra bang leon" sahut tatiana.
"iya ada apa dek" jawab leon dan zahra serentak.
"kakak sama abang duduk aja dilu di meja sana,tatiana mau milih makanan dulu" ucap tatiana sambil menunjuk salah satu meja.
"oke baiklah" ucap zahra.
zahra dan leon kemudian duduk di meja yang di tunjuk adiknya tadi.
__ADS_1
moana yang baru saja selesai berganti pakaian bersama adrian menyadari kehadiran sahabatnya itu Dan langsung mendekatinya.
"Zahra..." sahut moana sangat bahagia.
"eh moana,,,,,seharusnya aku yang nyampari kamu,heh ini malah pengantinnya yang nyampari" ucap zahra salah tingkah.
"nggak papa lagi zah" ucap moana dengan sangat santainya.
"oh ya ini hadiah pernikahan buat kamu,aku harap kamu menyukainya" jawab zahra dan langsung memberikan kadanyo kepada moana.
"makasih zah,apapun yang loe berikan zah pasti gue suka" balas moana tersenyum.
"iya sama-sama sekali lagi semawa ya buat pak adrian dan juga kami moana" ucap zahra menyalami pak adrian dan moana.
"amin...dan semoga kalian cepat nyusul ya" ucap moana.
"doakan saja" ucap leon tersenyum.
"yaudah aku sama moana mau duduk lagi,kalian nikmati aja makanan disini" ucap adrian dan beranjak pergi tanpa mendengar jawaban zahra dan leon.
"kak zah bang leon,yok kita nikmati makanan ini" ucap tatiana yang memboyong makanan yang ada di pesta ini,zahra mengangguk begitu pun leon.
mereka bertiga pun kembali larut dalam suana pesta yang di iringi alunan musik yang sangat indah dan menikmati makanan yang sangat lezat.
"pai habis ini kita pulang ya,soalnya aku belum membereskan pakaianku" ucap leon sambil memakan cake keju.
"iya ya aku sampai lupa camam bahwa kamu besok kembali tugas dan beberapa hari kita tidak akan bisa ketemu" raut wajah zahra sedih.
"jangan sedih gitu dong pai nantik aku nggak semangat tufasnya ni" ucap leon menggennggam tangan zahra berusaha menguatkan zahra agar zahra tidak begitu sedih.
"siapa yang sedih camam" ucap zahra berusaha menyimpulkan senyuman termanisnya walaupun hatinya sangat gelisah dan sedih.
"nah gitu dong"kata leon.
" iya camam,habis ni kita langsung pulang ya biar kamu bisa beres-beres"ucap zahra kembali tersenyum.
selesai makan zahra dan leon pamit sama moana juga adrian.
"yah zah baru juga sebentar" ucap moana kecewa.
"ya mau gimana lagi na,leon harus kembali tiga besok Dan dia belum mempersiapkan barang yang ingin di vawanya besok" ujar zahra sangat lembut dan memilih kata yang tidak akan membuat moana tersinggung.
"yaudah" singkat moana dan langsung memeluk zahra,zahra membalas pelukan hangat dari sahabatnya itu Dan kemudian melepaskannya.
"aku balek pulang ya na dan pak adrian" ucap zahra yang diangguki moana juga adrian.
ππππ
sesampainya di kontrakan zahra.
"camam kamu hati-hati ya kerjanya,Jaga diri kamu baik-baik do sana ya" ucap zahra sangat kawatir.
"iya pai,doakan aku selalu dalam do'amu" ucap leon tersenyum dan menatap zahra.
"itu pasti camam dan akan selalu" balas zahra tersenyum.
"kamu juga Jaga diri ya pai,semangat kerjanya dan jangan lupa temanin tatiana lomba " ucap leon yang selalu menyemangati zahra dan mengingatkan zahra,zahra mengangguki perkataan leon dan kemudian zahra beserta tatiana turun dari mobil leon.
leon kemudian melanjutkan mobilnya sementara zahra hanya menatapi mobil leon yang semakin jauh.
...*..........*...
__ADS_1
"perpisahan sangat menyakitkan bagi kedua insan yang saling mencintai ,kerinduan akan selalu terasa ketka jarak telah memosahkan orang yang saling mencintai".
...~d.s...