
Zahra terus menatap hangat kekasih yang berada di depannya,hak yang selalu menggelitik buat Zahra dia masih tak menyangka orang yang berada di depannya sebentar lagi akan menjadi pasangan seumur hidupnya.
"Pai udah malam yok kita pulang"seru leon.
"yok mam,nntik ayah nyariin ntar kalau kelamaan"balas zahra.
Leon pun mengangguk perkataan zahra dan mengantarkan zahra pulang kerumahnya.
sambil fokus mengendarai kendaraannya leon selalu berusaha untuk memperhatikan zahra "Pai besok kamu bisa ngurus untuk acara pernikahan kita sendiri atau aku yang temani kamu Pai".
"ha gak usah camam sebelum hari-H kita kamu selesaikan aja tugas kamu dulu, insyaallah aku bisa sendiri dan jangan kawatir camam akukan sama Dina Kitakan bakal barengan, hehehe"ucap Zahra.
"iya juga ya aku baru saja melewatkan yang satu itu,Dina sama elangkan ngikut,hahaha"ucap leon sambil terkekeh.
"hehehe iya Camam, mereka ikut bareng seru pastinya lucu juga gitu, maunya dikasih tema tu pernikahannya the wedding best friend"ujar zahra sambil menggaruk kepalamya yang tidak gatal.
"lebih unik lagi, kedengarannya yang tadi kurang unik pai sedikit lagi"balas leon.
"gak usahlah pakai nama-nama tadi udah nama kita,dina,sama elang aja udah cukup, menurut aku nama wedding gak jadi patokan keunikan sebuah pernikahan, yang jadi patokan itu bagaimana kita menjalani kehidupan setelah menikah,bertahan dan tidak mengeluh apapun kondisinya"ujar zahra.
"sepertinya saya sangat setuju dengan perkataan anda nona zahra"jawab leon sambil memegangi dagunya.
"kita sudah sampai tuan putri"ucap leon kembali kepada zahra.
"iya camam, alhamdulillah terimakasih lelaki baik, lelaki sholeh ku"ucap zahra sangat manis.
"iya sama-sama tuan putri imutku"jawab leon.
"oh ya satu lagi camam,bulan udah dikasih taukan nanti kamu lupa menghubungi keluarga kamu sendiri camam"ucap zahra sedikit merengek.
"aman soal itu sudah aku bilang ke bulan pai, insyaallah di usahakan bulan datang tapi kalau tidak dia hanya mengirimkan kado pernikahan untuk kita"ucap leon.
"semoga saja bulan bisa datang aku sangat mengharapkan kehadirannya"kata zahra dengan muka yang sedikit di tekuk.
"iya semoga"balas Leon sambil memegang kepala zahra dan mengacak-acak hijab zahra.
"iya camam, yaudah aku pamit masuk kedala rumah dulu ya camam, assalamualaikum"ucap zahra turun dari kendaraan yang dia kendarai dan pamit kepada leon.
"walaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh"jawab leon.
Leon pun tidak langsung pergi dia melihat kekasihnya sampai benar-benar masuk untuk memastikan kekasihnya aman sampai masuk kerumahnya,saat zahra sudah masuk kerumahnya barulah Leon pergi dari rumah zahra.
ππππ
π"kring,,,,,, kring,,,,,, kring,,,,,,,".
dering ponsel terdengar dari ruangan tamu.
__ADS_1
"siapa din?,di tengah malam gini ada yang menelvon,tumben?"tanya zahra kepo.
dina pun langsung mengambil pelajaran ponselnya yang terletak tak jauh dari kamar Zahra.
"oh ini elang zah"ucap dina sambil memegang ponselnya.
"yaudah kamu coba hubungi dulu siapa tau penting"ucap zahra.
"iya zah,yaudah aku telvon elang dulu ya,kamu kalau mau tidur deluan sama tatiana gak papa zah deluan aja nanti aku bisa nyusul"ucap dina.
"oh iya Din, good night"balas zahra sambil melambaikan tangannya.
"good night to"balas Dina sambil terkekeh.
Dina pun langsung memencet nama kekasihnya itu "my love", terdengar lebay memang tapi ya menurut Dina masih di waras wajar.
saat dering pertama elang langsung mengangkat telepon dina.
π"assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Din"
π"wa'alaikumsallam warahmatullahi wabarakatuh Lang,ada apa kamu menelvon malam-malam?
π"gak ada aku pengen mastiin sekali lagi kamu mau diantar plus dijemput,aku temani juga atau mau gimana?"
π"Diantar plus dijemput boleh juga Lang,tapi kamu gak ada kesibukan?nanti terganggu lagi, kalau gak bisa aku bisa kok ngelakuinnya berdua sama zahra,aku gak sendirian lagian elangku"
π"iya aku tau kamu bisa ngurus itu semua berdua sama zahra dan aku percaya akan hal itu,lagian pekerjaan ku bakalan gak terganggu kalau aku bisa menyambungnya besok atau langsung aku selesaikan".
π"masyaallah terimakasih sholehku, assalamualaikum"
π"wa'alaikumsallam warahmatullahi wabarakatuh".
Dina pun langsung mematikan ponselnya dan kembali mengisi ulang daya ponselnya.merenahkan badannya di ruang tamu dan menatap langit-langit yang ada di ruang tersebut.
"tak sabar menunggu hari esok,hari dimana aku dan zahra mulai sibuk-sibuknya mengurus hari pernikahan kami, selamat tidur untuk diriku semoga mimpi indah"gumam Dina sambil menguap dah memejamkan matanya.
β¨β¨β¨
"Din bangun bangun"ucap zahra sambil menepuk pelan pundak sahabatnya.
"ha iya zah"ucap dina langsung duduk dengan mata yang masih sedikit mengantuk,mata itu meliputi kearah jam.
"ya allah waktu subuh mau habis"ucap dina beranjak
"tang,,,tung,,,"barang-barang yang jatuh akibat jalan Dina yang sempoyongan.
"Upsss sorry aku gak nampak dan terburu-buru ngejar waktu subuh"teriak dina.
__ADS_1
Zahra pun hanya diam terpaku yang melihat kecerobohan kawannya sendiri kalau sudah suasana terdesak saat ini,sambil menunggu Dina sholat dan beres-beres, zahra menghidupkan tv agar tak begitu bosan menunggu dina.
dengan secepat kilat dina membereskan barang yang ia jatuhi,mandi,dan menggunakan pakaian rapi tak terlupa niqab yang selalu ia gunakan.
"udah yuk"ucap dina dengan napas yang tersengal-sengal.
"gak serapan dulu ucap zahra santai"sambil menawari makanan yang ada di tangannya.
"gak dulu deh zah"tolaknya.
"si elang udah datang ya Din?"tanya zahra.
"udah yuk"ucap dina dengan cekatan menarik tangan zahra.
"aku belum bilang ayah lagi,ucap zahra bentar Din"ucap zahra memberhentikan langkahnya.
"ada apa zah?"tanya Dina.
"bentar kamu tunggu disini,aku mau pamit dulu sama kedua orang tuaku dan tatiana"jawab leon.
"eh iya juga bilangin aku juga zah"kata dina.
"iya kamu tunggu disini atau masuk langsung kemobil elang"ujar zahra.
"tunggu disini aja kita baren,aku gak mau cuma aku sama elang yang ada di mobil gak baik".timpa dina.
"yaudah sebentar, tunggu"ucap Zahra berlarian untuk pamit kepada orang tuannya,Dina pun mengangguk dan menunggu zahra.
tak memakan waktu lama untuk pamit kepada kedua orang tua karena jaraknya juga tidak begitu jauh.
"let's go".
"go".
mereka pun masuk kedalam mobil elang.
"are you ready"ucap elang
"ready"teriak mereka berdua begitu nyaring.
"mau kemana dulu?"tanya elang.
"ke,,,,,, tempat percetakan undangan saja Lang"ucap dina dan pastinya sudah di persetujui zahra.
"oke,,,,siap mengantarkan sampai tujuan"balas elang melajukan kecepatan mobilnya dengan kecepatan sedang.
... *......*...
__ADS_1
"seseorang pernah berkata orang yang akan selalu bersama mu tak pernah meninggalkan mu adalah seorang sahabat yang tak boleh kau sia-siakan, terimakasih banyak sahabat ku untuk segala hal".
~D.s