Cinta Yang Dinanti

Cinta Yang Dinanti
66.sudah kan.


__ADS_3

"kamu tenang aja,aku akan mengeluarkan kamu pai,aku nggak akan membiarkanmu lagi seperti ini" ucap leon memegang kedua pipi zahra dengan sayang.


zahra hanya menganggukkan kepalanya.


leon langsung menghubungi axel bahwa zahra sudah di temukan.


๐Ÿ“ž"baik kami akan segera kesana le"


๐Ÿ“ž"aku tunggu!".


selelasai menelvon axel,Leon berusaha menenangkan zahra,karena dia tau zahra mungkin sekarang benar-benar trauma setelah kejadian yang menimpanya.


beberapa menit sesudah Leon menelvon axel,axel pun datang dengan orang suruhan nya masuk ke ruangan kamar utama.


"Leon zahra,syukurlah kalian baik-baik aja" ucap axel sangat bersyukur.


"iya alhamdulillah sekarang lo bantu gue nolongin zahra" kata leon menatap seorang gadis di samping nya.


"segera laksanakan"


axel pun segera melepaskan ikatan zahra,dan memompang zahra keluar dari ruangan kamar utama,sedangkan leon di bantu oleh suruhan nya untuk mendorong kursi roda nya.


ketika hendak mekangkahkan kaki keluar dari kamar utama ,datang seorang perempuan yang sudah berdiri di hadapan pintu ia siapa lagi kalau bukan sekar,wanita paruh baya yang hidupnya hanya termotivasi dengan amarah juga balas dendam.


"menyingkirlah kau dari sana wanita tua!,atau kau akan aku!" sebut axel dengan mata yang begitu merah.


"atau kau akan apa!" ucap wanita paruh baya itu balik mengancam.


"Sudah cukup hentikan pertengkaran ini" ucap ayah zahra yang baru saja datang.


"Ayah....." teriak zahra yang ingin menggapai ayahnya.


"putriku maaf nak ayah terlambat menjemput mu" balasnya mendekati putrinya.


"Ayah jangan ngomong begitu yah" kata zahra sambil menggelengkan kepalanya dengan lemah.


"nak akibat perbuatan ayah kini kondisi mu..begitu mengkawatirkan nak maafkan ayah nak sekali lagi maafkan ayah nak" ucap ayah zahra sambil memegang wajah putrinya.


"Tidak yah ayah tidak boleh seperti ini,apa yang terjadi biarkan berlalu dan ayah hanya perlu memperbaikinya" jawab zahra.


"izinkan ayahmu untuk menyudahi masalah ini" ucapnya dengan lantang dan zahra pun mengangguki perkataan ayahnya.


ayah zahra pun sailing berhadapan dengan sekarang dengan sekarang yang penuh amarah begitupun ayah zahra ingin rasanya ia menampar perempuan parih baya yang ada di hadapannya tapi niatnya ia ulurkan demi putrinya ia harus menyudahi bals dendam ini.


"apa mau mu sekar,sudah cukup kau menyakiti putri ku,kini aku ingin semua permasalahan kita sudah kan sampai disini"


"Ck sampai kapan pun aku tak ingin menyelesaikan masalah ini" ucap sekar berdecak licik.

__ADS_1


"tolong aku mohon nyonya ,selesaikan masalah anda balas dendam tak akan membawa akhir dari sebuah cerita mu,jadi tolonglah sudahi balas dendam mu karena balas dendam yang kau bilang berguna itu tidak ada gunanya sama sekali" sela elang.


ntah kenapa kini sekar berusaha mencerna kata-kata elang dan omongan zahra waktu itu, dia berusaha mencernanya dan dia berpikir untuk menyetujui semuanya.


"kalau begitu baik,aku lepaskan kalian" ucap sekar berdecak pinggang.


"kau yakin nyonya" ucap elang.


"iya tentu saja aku yakin dan sangat serius" ucapnya dengan begitu serius


"apa mau mu sekar?aku tidak ingin menyudahi begitu saja tanpa memberi mu apa-apa?" ucap ayah zahra.


"aku ingin kau membalekkan apa yang dulu pernah aku punya dan kau kalau kau menjadi seorang atasan lagi aku ingin kau tolong hargai perasaan orang dan mungkin lebih teliti lagienilai orang mungkin saja penilaian mu terhadap seseorang adalah salah" jawabnya.


"sebagian dari ucapan mu mungkin aku bisa mengabulkannya,tapi bekerja di kantor aku saja sekarang sudah benar-benar tidak mempunyai apa-apa bagaimana bisa aku mempekerjakanmu" jelas ayah zahra.


"Om nggak perlu kawatir biar tante zahra bekerja dengan elang di perusahaan ayahnya elang om" ucap elang memegang bahu ayah zahra.


"aku sangatenyukai perkataanmu anak muda,aku akan menunggu telvonmu dan ini kartu namaku" ia melemparkannya dengan kasar dan beranjak meninggalkan mereka di ruang utama.


elang langsung mengambil kartu namanya dan menypannya dikantong celananya.


"nak biarkankan aku memopoh putriku" ucap ayah zahra pada axel,axel pun kemudian menganggukkan kepalanya.


"nak apa yang sakit bilang sama ayah nak'ucap ayah zahra memopoh putrinya.


ayah zahra langsung menggendong putrinya dan masuk ke dalam kendaraan roda empat.


" elang!cepat cepat!"teriaknya.


elang pun mengikuti arahan ayah zahra dan melakukan kendaraannya dengan begitu kencang.


"le lonnghak kenapa-napakan?" tanya axel yang melihat raut wajah sahabatnya berubah saat kedatangan ayah zahra dan elang.


"Ha nggak kok gue nggak kenapa-napa,sekarang lo bantu gue pulang xel kaki gue udah sakit banget begitupun badan gue udah ruk ni semua badan gue rasanya" ucap leon yang berusaha menyembunyikan rasa sedihnya.


"lo yakin le!lo nggak mau menjenguk zahra" kata axel.


"ya gue istirahat dulu nantik gue bepakangan nyusul zahra ,sekarang zahra udah ada yang jagain ayahnya dan elang" jawab elang dengan senyum samar.


"Hmmmm kalau itu mau mu apa boleh buat aku akan menuruti nya" kata axel sambil mendorong kursi roda leon.


.


.


.

__ADS_1


.


sesampainya di hospital....


"gimana keadaan putri kita uqh" ucap ibu zahra datang ke rumah sakit bersama zahra dan juga tatiana.


"ayah belum tau bu,semoga saja kondisi zahra baik-baik saja bu" jawab ayah zahra.


tidak begitu lama setelah perbincangan, dokter keluar dari ruangan zahra.


"gimana kondisi putri kami dok?" tanya ibu zahra yang begitu kawatir dengan kondisi putrinya.


"alhamdulillah kondisi ibuk baik-baik saja dia hanya mengalami cedera ringan dan asam lambungnya naik makannya ia bisa sampai tak sadarkan diri".


" boleh kami masuk melihat putri kami dok?".


"tentu saja boleh ,tapi jangan mengganggu dia ya pak buk,Karen kondisinya sngat lemah dan satu lagi anak bapkak dan ibuk untuk hari ini di rawat inap ya pak buk" jelas dokter.


"baik dok dan terimakasih banyak ya dok".


" sama-sama buk,kalau gitu saya tinggal duly ya buk"ucap dokter berlalu begitu saja.


mereka semua pun masuk ke ruangan zahratak kuat menahan kerinduannya ibu zahra pun langsung memeluk putri nya.


"anak ku zahra ,lihatlah kondiaimu saat ini zahra" ucap ibunya berderai air mata


sentuhan dan air mata yang jatuh di wajah zahra membuat zahra tersadar dari pingsannya.


"ibu" ucap zahra membalas pelukan ibunya.


"iya nak ibu disini kau tidak perlu takut Karen ibu akan menemani mu "


"kakak zahra,kakak nggak boleh ninggalin tatiana kayak gitu lagi ibu dan semua orang sedih begitupun tatiana".


" iya adek kecilku kakak janji"ucap zahra menautkan kelingkingnya dengan tatiana.


"janji" ucap tatiana menatap zahra dan zahra mengangguki ucapan adiknya.


zahra melihat kesana kemari tapi dia tidak menemukan sosok yang ia cari.


"kemana leon?apa dia tidak ingin menjengukku dan melihat kondisiku?" gumam zahra terlinyas pertanyaan seperti itu dari benaknya karena tidak melihat sosok leon.


...*....*...


"suatu hal yang takkan pernah sia-sia adalah sebuah ketulusan hati..."


...~D s...

__ADS_1


__ADS_2