Cinta Yang Dinanti

Cinta Yang Dinanti
80.Dina demam


__ADS_3

elang menapap ke arah punggung dina yang semakin jauh darinya, elang kemudian menghidupkan mobil dan melajukan kendaraannya.


"assalamualaikum,,,,"ucap Zahra dan Dina hampir bersamaan.


"Wa'alaikumsallam zah din"ucap ibu zahra.


"kalian udah pada pulang?"tambah ayah zahra yang ikut menghampiri zahra dan dina.


"Gimana kak,udah siap semuanya?"ikut Tatiana menanyakan.


baru saja mereka pulang,sudah disambut oleh beberapa pertanyaan.


"ayah,,,,ibu,,,dan juga tatiana yang imut boleh kah kakak dan kak dina duduk"pinta zahra.


"tentu boleh kak"ucap tatiana yang dianggukkan juga oleh ayah dan ibu zahra.


Zahra dan Dina pun duduk di sofa dengan wajah yang sangat masih kelelahan.


"kalian kelihatan begitu capek kalau gitu ayah, bunda dan tatiana tinggalin kalian dulu biar kalian bebas istirahat"ungkap ibu dengan nada yang begitu lembut sambil tersenyum.


"ja,,,,,jangan om tan,kalian bisa duduk bersama juga dengan kami disini, tatiana juga duduk disini ya dek"ucap dina.


"iya yah bu didiklah bersama kami disini,tatian juga ya dik"ucap zahra dengan ekspresi memelas dan sambil menepuk sofa kosong di sebelahnya.


orang tua zahra dan tatiana pun tidak ada pilihan lain selain mengikuti perkataan zahra,mereka pun duduk di sebelah zahra.


"Nah,,,,gitu dong yah bu"ujar zahra.


"jadi zahrakan bisa menjawab pertanyaan yang terlontar dari ayah sama tatiana tadi,,,untuk pertanyaan ayah,iya yah kami sudah pulang seperti yang ayah lihat"ucap Zahra sambil menahan tawanya.


"dan kalau soal tatiana,gadis yang sangat imut biarkan kakak yang jawab ya"usul dina.


"belum siap dek,masih ada beberapa hal yang harus diselesaikan,kami cepat pulang karena kami merasa sangat begitu kelelahan"ujar dina.


"ouh,,,belum siap ya kak, pokoknya kak zahra dan kak dina semangat terus,dan jangan lupa sholatnya"ucap tatiana mengingatkan.


tak lama pembicaraan tatiana,suara adzan isya berkumandang dengan sangat indah.


"yaudah ayah sama ibu mau sholat ke mesjid dulu"ucap ayah sambil memegang tangan ibu zahra dengan lembut mengajak sholat isya berjamaah di mesjid.


"yah,,,,tatiana juga ikut,,,,"rengek tatiana.


"baiklah anak bontot ayah,Ayuk cepat"ucap ayah sambil menggendong tatiana diatas bahunya.


"zahra dan dina kalian jangan lupa sholat,gabus itu kalian istirahat"ucap ibu zahra membalikkan badan dan mengingatkan kedua orang yang masih duduk di sofa.


nyokap bokap dan tatiana langsung berangkat menuju masjid.


"Ayuk,,,,yukk,,,kita juga cepetan sholatnya biar cepat istirahatnya"ajak dina.


"iya,,,,iya,,,,"ucap zahra beranjak dari sofa.

__ADS_1


Dina pun tersenyum melihat sahabatnya itu.


zahra mengambil wudhu terlebih dahulu dan disusul dina, mereka pun sholat berjamaah.


"assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh"ucap zahra dan dina mengikuti sebagai makmum.


"ya allah berilah kemudahan untuk hamba dan juga dina,lancarkansegala urusan kami ya allah,dan sayangi kedua orang tua kami seperti mereka menyayangi kami di waktu kecil ya allah,,,, aamiin,,,,"ucap zahra menutup doanya.


Dina juga ikut mengaminkan doa zahra, selesai sholat mereka pun merebahkan tubuh mereka diatas kasur,sambil melihat langit-langit kamar mereka.


"Din,,,,,menurut mu gimana kehidupan kita setelah menikah,bahagia,sedih atau"belum sampai meyelesaikan perkataanya.


ia melihat dina yang sudah tertidur dengan pulas.


"Yaaaah,,,,pake tidur segala ni anak baru aja mau cerita"dengus zahra kesal.


"dari pada aku ngomong sendirian lebih baik aku main handphone saja"zahra pun mengambil handphonenya yang berada di atas meja.


zahra pun melihat pesan masuk dari leon.


πŸ“© "hai assalamualaikum tupaiku,,,gimana persiapan hari ini sudah siap atau belum?,kalau belum bulan mau ikut bantu kamu katanya.


pesan singkat dari Leon membuat zahra tersenyum seketika dan membuat wajah gadis itu memerah seperti kepiting rebus.


'ya allah begitu perhatiannya calon imamku'batin zahra mendekapkan handphone ke dadanya.


πŸ“© "haii,,,, wa'alaikumsallam sebenarnya tinggal beberapa hal lagi kok yang belum siap camam,tapi kalau bulan mau bantu suruh aja bulan datang kerumahku,aku akan menunggunya.


"awas,,,,entar jatuh cinta lu,,,,"ucap dina dengan matanya yang masih tertutup.


seketika mata zahra terbelalak ke arah dina.


"astaghfirullah ni anak ngigau rupanya,buat kaget gue aja!"ucap zahra mengelus dadanya.


tidak menunggu waktu lama pesan zahra langsung di balas oleh leon.


πŸ“© "baik sayangku,,,nantik akan aku bilang lagi ke bulan,nantik aku hubungi kamu lagi kalau capek jangan lupa istirahat jangan lupa jaga kesehatan,kamu harus bisa jaga kesehatan mu karena sekarang masih saja masih ada virus.


yaudah aku balik kerja dulu ya,,,,bye,,, sayangku,,,tupaiku,,,muachhh😘"


πŸ“© "iya,,,, sayangku,,,aku akan selalu mengikuti protokol kesehatan kamu tenang saja ya,dan kamu juga kamu harus jaga kesehatan juga saat dinas,see you,,,,bye,,,camam,,,muach😘"


setelah selesai membalas pesan singkat dari Leon, zahra kemudian menutup telvonnya.


zahra pun menarik selimut dan ikut tertidur di samping dina.


πŸŒ„πŸŒ„πŸŒ„πŸŒ„πŸŒ„


matahari pagi masuk dari celah jendela dan mengenai wajah zahra,zahra merasa sangat terganggu dengan cahaya yang mengenai wajahnya.


"Aduuuh,,,,masih pagi tau jangan ganggu"ucap zahra membuka matanya dan langsung melihat ke arah jam.

__ADS_1


"Aaaaaaaaaaaaa,,,,,,,Aaaa,,,,Aaaaaa"teriak Zahra yang melihat sudah jam 8 pagi.


"aku kesiangan"gumam zahra yang beranjak dari kasurnya.


Zahra pun langsung masuk ke kamar mandi dan langsung bersiap-siap,saat ia selesai ia masih melihat dina yang masih tertidur pulas di atas kasur, padahal zahra tadi berteriak sangat keras tapi sangat tak berpengaruh bagi dina.


"loh,,,kenapa tu anak tumben kesiangan"zahra merasa ada suatu hal yang aneh pada dina.


zahra kemudian mendekat dan memegang dahi Dina.


"ya ampun panas banget"gumam zahra sangat kaget.


mendengar suara zahra,dina pun berusa bangkit untuk duduk.


"Din,,,lu demam,,,malah panas banget lagi"ucap zahra sangat perhatian kepada dina.


Dina pun hanya tersenyum tanpa menjawab ucapan zahra.


"malah senyum lagi,gue kuatir Din tunggu sebentar disini"zahra pun mengambilkan obat penurun panas untuk dina di kotak P3k.


zahra pun tak lupa mengambil minum untuk dina.


"ini din kamu minum biar panas kamu turun"ucap zahra menyodorkan obat dan air putih.


"terimakasih zah"dina pun langsung mengambil obat dan minum dari tangan zahra untuk segera di minumnya.


"iya sama-sama"ucap zahra.


"zah,,, seperti aku tidak bisa ikut hari ini aku di rumah saja ya,aku mohon bantulah aku mengurus semuanya untuk hari ini"pinta dina.


"dengan senang hati din,gue mau bantu lu,lu istirahat saja sampai benar-benar pulih"ucap zahra tersenyum pepsodent.


"apa kau tidak kecapean nanti zah kalau kau sendirian atau aku suruh elang juga ikut membantu mu zah"usul dina.


"Hmmmm tak usah din lagian aku di temani sama bulan kok"tolak zahra dengan sangat lembut.


"lu yakin gak mau di bantuin elang?"tanya dina memastikan.


"yakin din"ujar zahra dengan serius.


"baiklah kalau gitu gue kembali istirahat lagi ya zah"ucap dina menarik selimut menutupi tubuhnya yang kedinginan


"ya sudah kamu istirahat saja, jangan terlalu banyak berpikir biar aku sama bulan yang urus"ujar zahra yang diangguki dina.


zahra pun kemudian keluar dari kamarnya,dan pergi menemui bulan yang baru saja sampai.


... *.......*...


"sakit itu adalah sebuah anugerah yang diberikan tuhan untuk hambanya agar hambanya bisa beristirahat sejenak dari rutinitas kerjanya,dan untuk mengurangi dosa yang di perbuat oleh hambanya, apapun yang membuat mu terluka sedih ingat takdir allah adalah yang terbaik,jadi janganlah kau berburuk sangka pada tuhanmu,tuhanmulah yang tau mana yang terbaik buat mu"


~D.s

__ADS_1


__ADS_2