
"sekarang kamu udah selesai makan,terus waktunya kamu tidur ya" ucap zahra menyuruh leon.
"Hmmmm.....sekarang aku mau minum" rengek leon.
"ntar aku ambil di cerek ya" ucap zahra.
"Yaaaaah.......airnya habis,kamu tunggu disini bentar ya aku ambilin air diluar sebentar,nggak lama kok camam" ucap zahra sambil berdiri.
"yaudah jangan kelamaan ya soalnya aku haus banget ni" balas leon.
"iya" ucap zahra.
zahra pun keluarga mencari air mineral untuk leon.
.
.
.
sebenarnya alasan haus hanya akal-akalan leon saja,leon sengaja mengerjai zahra seperti itu karena dia mau menghubungi bulan.
setelah dirasa sudah aman leon langsung mencari-cari ponselnya kan nggak mungkin orang rumah sakit meletakkan ponselnya jauh dari leon.
leon pun mencari ponselnya di lemari samping tempat ia tidur,perlahan-lahan ia mencari ponselnya dan akhirnya ketemu,dan leon langsung menghubungi bulan lewat via whatshapp.
📩"assalamu'alaikum dek"
^^^^^^ *📩"walaikumsallam bang,ada ^^^^^^
^^^yang perlu di bantu bang?^^^
📩"ada dek"
^^^... 📩""apa bang?"...^^^
📩"abang nantik ingin keluar
menghirup udara segar,tapi di temani
kok sana zahra,kakak mintak tolong nya
cuma ini ke kamu tolong kamu carikan kembang api dong buat abang nantik
sama zahra,ya pliss jangan nolak ya
bulan,dan nantik abang kasih kode juga
ke kamu untuk nyalain kembang api nya
dan kamu juga nggak boleh menolaknya".
^^^... 📩"baik bang*"....^^^
leon pun langsung menutup ponselnya dan meletakkan nya kembali didalam lemari.
hampir saja leon ketaun dengan zahra Karena sesudah leon meletakkan ponselnya ke dalam lemari zahra datang.
"kenapa kamu camam?kok mukanya tegang begitu?" ucap zahra yang melihat muka leon begitu tegang.
"HAaaaaaa...nggak,nggak kenapa napa kok,mungkin karena haus kali ya" ucap leon
ngeles.
"masak sih" ucap zahra mengerutkan keningnya.
"iya pai,mana minumnya aku haus nih" balas leon yang kembali mencari alasan agar zahra tidak terlalu mencerugainya.
"ini minumannya" kata zahra langsung mendekati leon dan memberikan air mineral tersebut kepada leon.
leon mengambilnya dan kemudian meminumnya.
"udah?" tanya zahra.
"udah" jawab leon sambil mengangguk.
__ADS_1
"kalau tidak ada lagi sekarang kamu tidur jangan terlalu banyak bergerak karena kamu belum sehat betul" ucap zahra sedikit cerewet.
"iya pai" ucap leon menuruti kata zahra,zahra pun membantu leon membenarkan posisi leon agar leon nyaman beristirahat.
ketika zahra melihat leon tertidur pulas,zahra dengan hati-hati melangkah agar leon tidak terbangun,kemudian zahra mengambil wudhu dan melaksanakan sholat ashar.
selesai sholat zahra kembali duduk disamping tempat tidur leon.
"ya allah perut ku lapar kali" gumam zahra memegang perutnya.
"cuma ada buah, ya udah untuk sentara waktu aku mengganjal perut ku dengan buah saja" ujar zahra mengambil buah dan memakannyannya.
zahra begitu sangat lapar karena selama dia ada di rumah sakit dia tidak pernah menghiraukan soal makannya,dan ntah kenapa baru sekarang perutnya begitu sangat lapar dan pergi.
"Hmmmm kasihan kamu pai ,karena kamu menjaga aku disini,kamu nggak mikirin makan untuk dirimu sendiri pai,berapa berintungnya aku mempunyai zahra yang selalu sabar menungguku,menjagaku,bahkan menemaniku." gumam leon mendengar perkataan zahra namun dengan matanya yang masih tertutup,leon nggak mau melihat Zahra kembali kawatir apa lagi tadi leon cuma berpura-pura tidur agar zahra tidak sedih.
leon terkejut saat tangan zahra memegang tangannya dan merebahkan kepalanya di tangannya,leon pun membuka matanya perlahan-lahan dan melihat zahra sudah tertidur diatas tangannya.
"maafkan aku zahra" bisik leon sambil mengelus kepala zahra.
leon pun juga memejamkan matanya karena kepalanya mulai terasa pusing.
.
.
.
.
waktu pun terus berjalan mengikuti proses waktu dan tak terasa bahwa suasana di rumah sakit,sudah tergantikan malam.
zahra pun terbangun dari tidurnya dengan posisi kepalanya yang masih berada diatas tangan leon,zahra pun langsung menegakkan kepala.
"kamu dah bangun pai?" tanya leon yang ikut terbangun.
"iya udah camam barusan" jawab zahra.
"kalau kamu gimana?,apakah ada keluhan kalau ada biar aku panggilin dokter ya?".tanya zahra.
" nggak perlu pai,aku udah lumayan kok"jawab leon meyakinkan.
"ia alhamdulillah" kata leon menatap zahra.
"Kruuuuuuuukkkkkkkkkkkkk....."
zahra pun langsung memegang perutnya dan berharap leon tak mendengarnya.
"kamu lapar ya pai" ucap leon yang mendengar bunyi perut zahra,siapa yang tidak mendengar bunyi perutnya begitu sangat besar,apa lagi leon sangat dekat dengan zahra,iya pastinya dengar😂.
"iya camam" ucap zahra menundukkan karena malu.
"kamu pesan makanan aja makanan di Go-food" ucap leon memberi saran.
zahra pun mengangguk dan ingin memesan makanan,tetapi ada seseorang yang masuk ke kamar leon mencegah zahra untuk memesan makananan.
"nggak usah pesan makanan zah,aku udah bawain kamu makanan" ucap seorang wanita itu tersenyum ke arah zahra.
"iya din aku nggak jadi mesan kok" ucap zahra membalas senyuman dina.
"kalau begitu kamu langsung makan aja zah,maaf ya aku baru sempat ngantarin makanan buat kamu" kata dina sambil memberikan makanan yang di bawanya kepada zahra.
"nggak papa din,ini aja kamu bawaain makanan aku sekarang aka udah syukur alhamdulillah,dan tatiana mana din" ucap zahra mengambil makanan dari tangan dina.
"tatiana udah tidur zah" ucap dina.
"Hmmmm yaudah deh" ucap zahra.
"zah aku langsung pulang ya,aku nggak bisa lama-lama soalnya,aku kesini nggak diantar elang tapi mesan taxi online" ucap dina pamit.
"yaudah din ,nggak papa" ucap zahra tidak keberatan dengan perkataan dina.
dina pun beranjak meninggalkan zahra dan leon.
"sekarang kamu makan pai,nantik kamu sakit lagi" ucap leon menatap zahra dengan penuh kekawatiran.
__ADS_1
"iya camam" ucap zahra dan langsung memakan makanan any dibawakan dina.
zahra memakan makanannya begitu sangat lahap.
"laper banget zah" ucap leon melihat zahra menyudahi makannya secepat kilat.
"Ha'a" jawab zahra singkat.
"kamukan udah makanni ,berarti kamu udah ada tenaga dong untuk mendorongi kursi rodaku" ucap leon yang membuat zahra penuh tanda tanya.
"emang kamu mau kemana kok pake kursi roda segala?" tanya zahra menderngik bingung.
"mau keluar,mau jalan-jalan kamu antarin ya" ucap leon.
"ini dah malam camam,udara malam itu nggak bagus ,apa lagi buat kamu" ucap zahra mencoba memberi leon masukkakn agar leo n tidak bersih keras ingin keluar.
"ayolah zahra sebentar aja" ucap leon dengan mata yang berbinar-binar.
"oke baiklah" ucap zahra yang akhirnya menyerujui perkataan leon.
zahra pun memindahkan leon kekursi roda dan mendorongnya menuju pintu keluar rumah sakit.
"sekarang kita udah diluar"ucap zahra memberhentikan kursi roda leon di taman rumah sakit.
"bentar aku ada kejutan buat kamu" ucap leon yang membuat zahra penasaran.
"fuuuuuuuiiiiiiiiit................."
leon pun bersiul memberi isyarat kepada bulan.
"sekarang kita berhitung bareng-bareng" ucap leon yang di angguki zahra.
"satu".
" dua".
"tiga".
" Tuaaaaar.....doarrr....."
terdengar suara kembang api yang begitu sangat riuh dan zahra langsung melihat ke arah langit.
"kembang apinya,berbentuk love camam" ucap zahra sangat senang.
"iya kamu suka" ucap leon ikut senang melihat zahra senang.
"baget camam" ucap zahra.
zahrapun kembali melihat kembang api tersebut yang bergati denga tulisan "I LOVE ZAHRA".
"I love to camam"ucap zahra meneteskan air mata.
"loh kenapa pai?,kok kamu malah nangis?" ucap leon menghapis air mata zahra.
"aku terharu camam bukan nangis,ini air mata kebahagian" ucap zahra.
"Hmmmmm" leon hanya membalas berdehem saja.
"ini semua kamu yang buat camam?" tanya zahra.
"iya aku yang buat tapi di bantu bulan sedikit" ucap leon cengengesan.
"makasih" ucap zahra memeluk leon.
"sama-sama" ucap leon menepuk pelan bahu zahra.
"ini semua buat akukan camam" ucap zahra melwpaskan pelukan nya.
"iya buat kamu pai" jawab leon dengan tersenyum.
zahra pun juga membalas senyuman leon dan kembali menikmati kembang api yang begitu sangat indah.
...*.....*...
__ADS_1
"seseorang yang benar di takdirkan buat kamu,dia takkan pernah pergi jauh ,dan sejauh apapun dia melangkah dia tetap akan kembali ke kamu,karena dia takdirmu".
...~leon...