Cinta Yang Dinanti

Cinta Yang Dinanti
40.takdir.


__ADS_3

setelah menyelesaikan laporan pak adrian.zahra izin keluar seperti tugas biasanya sebagai potogrfer kantor yang harus tau fenomena-fenomena terupdate dan terhote agar itu bisa menaikkan nama perusahaan tempat dia bekerja.


"tredeeeedeeeeet.....tedet..tedet.."


terdengar suara pesan masuk.


zahra "dari siapa ya??".


" moana,pasti dia mau kasih tau kapan dia preweednya ni"gumam zahra membuka pesan.


πŸ“©"zah datang ya ntar malam gue mau ngajak lo double dinner,bawa leon.soalnya aku mau ngenalin calon suami gue ke lo dan mau ngomongin sekalian tentang preweed aku zah,harus bisa ya,di tunggu di cafe fambloyan,oke!!"


πŸ“©"oke!"


zahra menutup telvonnya dan kembali melanjutkan pemotretannya.


"camam bisa nggak ya,aku takut ganggu dia lagi tugas" ucap zahra kepikiran.


"coba aku hubungi camam aja" kata zahra sambil mengambil ponselnya dari tasnya.


"teeeeeeeet.........teeeeet.......teeeeet...."


πŸ“ž"hai,,,,assalamu'alaikum camam?" salam zahra.


πŸ“žLeon"hai,,,,walaikumsallam tupai imutku,ada apa??".


πŸ“žZahra"kamu bisa nggak nantik malam ikut aku,moana ngajak double date katanya dia mau ngenalin calon suaminya sama aku sambil bahas kerjaan aku bareng dia,bisa nggak camam".


πŸ“žLeon"wah kebetulan banget dong berarti,nantik malam aku lagi nggak ada tugas,kira pergi ya kamu siap-siap aja ajak tatiana,biar dia main bareng adik aku,adik aku barusannya nyampe dari pekanbaru ".


πŸ“žZahra"alhamdulillah banget dong camam, jadi tatiana nggak sendirian lagi".


πŸ“žLeon" iya alhamdulillah banget,yaudah aku lanjut tugas dulu ya biar siap kelar".


πŸ“žZahra"oke camam,aku juga mau balik kerja ni,bye".


πŸ“žLeon"bye".


sambil tersenyum-senyum zahra kemudian menutup ponselnya dan memasukkan kembali ponselnya kedalam tas.


kembali memotren dan berjalan di sekitaran luasnya pemandangan nan indah di yogyakarta.



tak terasa waktu telag menunjukkan zahra bergegas pulang.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


^^^*sesampainya di rumah.^^^


"kak zahra kakak udah pulang" ucap tatiana memeluk.


"iya dek ,kakak udah pulang tadi kakak udah kabari juga bos kakak kalau kakak langsung pulang" balas zahra lembut.


"alhamdulillah kalau gitu kak" kata tatiana.


"oh ya dek kamu udah makan apa belum??" tanya zahra.


"udah kak" jawab tatiana.


"dek cepat bergegeas bentar lagi bang leon datang jemput kita"


tutur zahra.


"emang mau kemana kak??" tanya tatiana dengan sangat heran.


Zahra"kakak mau pergi sama bang leon sementara kamu di rumah bang leon sama adiknya nggak papakan dek"


Tatiana"Hmmmmm.......emang kakak mau kemana sih kak??".


Zahra"jadi gini ceritanya dek kakak diajak kak moana kerja bareng,alhamdulillah tawarannya itu lumayan untuk menambah saku untuk kita di sini dan bisa ngirimin ayah dan ibu".


Tatiana"kak moana!!kok bisa ada di sini ya kak??"


Zahra"ceritanya panjang dek,pas kakak udah balik nantik kakak bakalan cerita sama kamu janiji"mengancungkan jari kelingking.


"Janji" ucap tatiana menyambut jari kelingkingku.


"iya janji,sekarang buruan kita siap-siap nanti bang leon keburu dateng lagi" ucap zahra.


"siap kak" balas tatiana.


Zahra dan tatiana bergegas dan bersiap-siap,zahra sibuk dengan dandanannya Sedangkan tatiana sibuk dengan pakaian yang ia kenakan.


"kak udah sia belom" teriak tatiana.

__ADS_1


"belom,ni hampir kelar dek" jawab zahra sambil merapikan hijabnya.


"tok.....tok.....tok..."


terdengar suara ketukan pintu.


"assalamu'alaikum zahra...."


ucap seseorang dari depan pintu.


"dek tolong bukakan pintunya ya,kakak bentar lagi siap kok tinggal beberapa perubahan lagi".


ucap zahra yang masih menukar-nukar bentukan hijabnya.


" iya kak"kata tatiana.


tatiana kemudian membukakakn pintu.


"walaikumsallam,,,, eh bang leon" sapa tatiana.


"iya tatianan,kak zahra mana" ucap leon celengak-celenguk ke kanan dan kekiri .


"kak zahra lagi siap-siap dong" jawab tatiana.


"masih lama nggak??" tanya leon.


"nggak kok bang kata kak zahra sebentar lagi siap,sambil nunggu kak zahra abang duduk aja dulu bang" jawab tatiana dengan sangat ramah.


"oke tatiana,kamu manis banget sih,kecil-kecil udah pintar pasti kak zahra sangat bangga dengan kamu"ucap leon sambil duduk.


" iya dong bang,kak zahra pasti sangat bangga dengan aku,oh ya bang bentar lagi aku ada lomba memyanyi antar tk"ucap tatiana sangat bangga.


"Oh ya,bagus dong....kak zahra udah tau kalau kamu ikut lomba??" tanya leon.


"belum bang,aku belum ada ngasih tau sama kak zahra mungkin nantik bakalan aku kasih tau bang" jawab tatiana.


"baiklah kalau itu keputusan kamu" balas leon tersenyum.


"udah yok" ucap zahra selesai bersiap-siap.


"yok kemana??" tanya leon bercanda.


"Ih....kamu mah suka ngeselin ya pergilah ketempat moana,tapi kita antar dulu ya tatiana ke tempat kamu" ucap zahra manja.


"oke,selalu bawa" ucap zahra.


zahra,tatiana dan leon kemudian meluncur menuju rumah leon untuk mengantarkan tatiana.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


di rumah leon.


"udah sampai ni" ucap leon.


"iya,yok kita turun tatiana" ajak zahra.


tatiana dan zahra pun turun dari mobil dan disusul leon.


"mana adik kamu??" tanya zahra.


"ada kok di dalam yok masuk,nantik biar aku kenalin kamu sama adik aku" ucap leon sambil menggandeng tangan zahra.


"oke" jawab zahra.


"assalamu'alaikum dek" ucap leon.


"iya bang"ucap seseorang yang membukakan pintu.


" nah zahra tatiana perkenalkan ini adik abang ,dia berprofesi sebagai dokter dipekanbaru tapi sekarang dia izin beberapa minggu makannya dia ada di sini,dan perkenalkan nama adek aku bulan"


ucap leon memperkenalkan.


"hai bulan" ucap zahra menyapa bula.


"wah....kak bulan hebat sekali dokter pas besar aku ingin jadi dokter seperti kak bulan fan kenalin kak nama aku tatian", ucap tatiana terkagum-kagum.


" hai kak zahra dan hai adik manis kamu bisa kok jadi dokter seperti kakak,tapi kamu harus rajin belajar ya biar bisa jadi seperti kakak"jawab bulan mengelus lembut kepala tatiana.


"siap kak" ucap tatiana dengan sangat manis.


"alhamdulillah kalau kalian sudah langsung akrab,dek abang titi tatiana dulu ya,abang mau pergi sama kak zahra soalnya" jelas leon..


"iya bang"kata bulan.


'makasih ya dek abang sama kak zahra mau pergi dulu" ucap leon.

__ADS_1


"iya bang" ucap bulan.


leon dan zahra kemudian masuk ke dalam mobil dan melihat tatiana dan bulan sangat akur dari kaca mobil,setelah leon melihat bahwa tatiana dan bulan bisa di tinggalkan berdua barulah leon menancapkan gasnya dan melanjutkan perjalanannya.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


cafe plamboyan.


"camam aku kok merasa deh-degan ya,berasa aneh aja gitu" ucap zahra.


"Hmmmmm mungkin itu perasaan kamu aja kali pai,yok kita turun tunggu disini biar aku bukakan pintu kamu ya" ucap leon langsung turun dan membukakan pintu buat zahra.


"ahhhhhhaaaa sosweed" ucap zahra tersenyum manis.


"iya dong sekali-kali,silahkan turun tuan putri" ucap leon mempersilahkan.


zahra pun turun dari mobil leon.


"pegang tangan aku" ucap leon.


"kamu ni pakai pegangan segala kayak mau nyebrang aja deh" ucap zahra cekikilan.


"kali-kali ya nggak papakan tuan putri biar kayak benaran pasangan kekasih yang sesungguhnya gitu" ucap leon dengan lebay.


"yaudah yok" kata zahra tersenyum sambil memegang tangan leon.


zahra dan leon masuk ke dalam cafe tersebut dengan gandengan tangan tentunya😁.


setelah berada di dalam cafe,mereka mencari tempat duduk moana dan calon suaminya.


"nah itu moana camam kayaknya dia udah sama calon suaminya juga,kita samaparin skuy" ucap zahra.


"skuylah" ucap leon.


mereka berdua pun menghampiri moana yang duduk bersama calon suaminya.


"hai na" sapa zahra.


"hai zah,duduk sini" ucap moana.


"loh pak adrian!!!" ucap zahra dan leon serentak.


"kenapa zah leon kalian udah kenal sama calon suami gue" kata moana.


"ha pak adrian calon suami kamu na" ucap zahra sangat kaget.


moana"iya".


"Oh bagus dong kalau gitu pak adrian itu bos dikantor aku na,dan pak adrian jugah udah ngasih aku undangan pernikahan kalian" jelas zahra.


"alhamdulillah bagus deh kalau kalian sudah kenal,sekarang kalian berdua boleh duduk jangan melongo aja dong" ajak moana.


"oh iya na" ucap zahra dan leon serentak sambil duduk.


"jadi calon istri bapak yang bapak bilang itu adalah moana??" tanya zahra sangat penasaran.


"iya zah,dia adalah orangnya moana" ucap pak adrian.


"memang ya na pak adrian kalau takdir itu nggak ada yang tau,saya sangat terkejut bahwa teman saya akan menikahi bos saya" jawab zahra.


"ya itulah takdir zah,kita mana ada yang tau lan sayang" ucap moana menyela dan diangguki oleh pak adrian.


"iya sih" kata zahra


"oh ya kalian mau pesan apa??" tanya moana menawarkan.


"kami ngikut aja deh na" kata leon.


"iya na samain aja menunya dengan kalian" ucap zahra.


"tunggu bentar ya,aku pesanin dulu makanannya" ucap moana beranjak dari meja makan.


diantara leon,zahra dan pak adrian seketika suasana menjadi canggung.


"udah aku pesanin tuh,tunggu aja bentar lagi juga datang" ucap moana.


leon dan zahra hanya menganggukkan perkataan moana.


tidak beberapa lama pun pesanan moana pun datang kemeja makan,kami menikmati makanan tersebut dan berbincang-bincang mengenai mengapa moana bisa dijodohkan dengan pak adrian,dan suasana pun kembali terasa hangat.


...*..............*...


"aku tau takdir itu seperti lembaran kosong yang tak pernah tau ntah apa warna atau isi yang dapat mengisi lembaran tersebut,gimana jalannya dari cerita tersebut juga tidak akan pernah tau begitulah takdir,jika dia datang sekeras apapun kamu menolaknya yang datang akan tetap datang,sederhanakanlah bagaimana cara kamu menyikapi takdir"


...~D.s*...

__ADS_1


__ADS_2