
"yok kita keliling Pai lihat yang lain dan ini belum seberapa kamu harus lihat yang lainnya Pai"ajak Leon.
"ayok,,,"
dengan senang hati Zahra mendorong kursi roda leon dan mengelilingi rumah istimewa itu dari satu ruang ke ruang lainnya.
"udah zah le?"tanya axel yang melihat pasangan kekasih itu selesai melihat seluruh isi rumah .
"udah sekarang kita pulang ya xel,kasihan ayah sama ibu udah nungguin pastinya"ujar zahra.
"baik zah"ucap axel yang seperti biasanya hanya mengikut saja tanpa membantah sedikit pun.
"Zahra"lirih Leon sambil memegang tangan zahra.
"iya ada apa camam?kamu butuh apa biar aku bilangin sama axel"jawab zahra lembut.
"nggak ada zah yang aku butuhkan cuma kamu,ia agar kamu selalu bersama aku zah"ucap Leon penuh keseriusan.
"Wah gombal ni camam,gombal kamu tu udah nggak mempan camam aku udah kebal sama gobalan alay kamu,wkwkwk"ucap zahra yang tak menanggapi perkataan leon dengan tulus.
"yang bilang bercanda siapa Zahra,qku nggak bercanda coba kamu tatap mata aku kamu lihat disana ada nggak kebohongan"kata leon saling menatap Zahra begitu pun Zahra mata sepasang kekasih tersebut saling bertemu.
sambil menatap leon zahra memberikan isyarat kepada leon dengan menggelengkan kepalanya bahwasannya benar tidak ada sedikit pun kebohongan yang tersirat Dimata Leon.
"Ahkmmmm"dehem axel.
"kenapa xel!!"ucap Leon sedikit kesal.
"mohon maaf nyonya dan tuan kendaraan sudah siap,jadi Monggo"ucap axel bergaya bak pelayan kepada majikannya sambil tertawa terbahak-bahak.
"dasar lu xel tukang rusuh ,suka gangguin orang pacaran makannya cari pacarnya dong biar bisa ngedate bareng xel"ucap leon.
__ADS_1
dengan siap siaga axel memangku Leon masuk kedalam mobil.
"ia kalau gue punya pacar kasihan ni orang yang lagi duduk di dalam mobil ni"kata axel sambil meledek.
"kamu ngeledek siapa xel??aku??"tanya zahra.
"bukan kamu tapi bojo mu ini Lo zah"ucap axel memukul kepala axel dengan kunci mobil.
"Aduhhhh.....Sakit...xel"ucap Leon meringis kesakitan.
"maap ya pak di sengaja"ucap axel tersenyum.
"Yo wes pak axel yang baik hati silahkan nyalain mobilnya dan kita berangkat ke rumah mertuaku"balas Leon dengan senyuman paksa di bibirnya.
"siap pak"
axel pun langsung menyalakan mobilnya dan menjalankan kendaraan roda empat tersebut dengan kecepatan sedang.
"silahkan bapak ingin bertanya soal apa sama saya pak"jawab zahra.
"kenapa sih lu mau gitu nerima leon dengan kondisinya saat ini"kata axel sambil fokus dengan setirnya.
"iya emang kenapa kalau dengan keadaan Leon saat ini emang ada masalah?"balas zahra bertanya kembali.
"ya nggak ada sih tapi sekarang kan Leon lumpuh, nggak ada apa terniat di benak lu buat tinggalin lelaki lumpuh disamping lu"ujar axel tersenyum picik.
"gue bukan lumpuh selamanya xel gue bisa kembali normal lagi!"sela leon dengan nada yang sangat tinggi.
"camam biar aku yang jawab ,kamu coba dengarin dulu"ucap zahra meyakinkan Leon dan mencoba menenangkannya.
"menurut gue orang yang disamping gue bukan orang yang gue ajak senang-senang terus ketika kesenangan gue sama dia habis gue ninggalin dia,bukan bukan begitu yang dinamakan pasangan,pasangan itu bukan senangnya aja yang di rasain tapi susah senangnya juga harus dan pasangan bukan dia yang maju sendiri tapi berjuang bersama untuk mencapai hari yang manis.melengkapi segala kekurangan untuk menjadi suatu kelebihan"jelas Zahra.
__ADS_1
"wow hebat zah gue salut dengarin kata:kata lu,dan semoga gue juga sama dengan kalian berdua,menemukan pasangan yang dapat Nerima gue apa adanya"ucap axel berharap.
"Aamiin...."kedua pasangan tersebut mengaminkan kata-kata yang terucap dari mulut axel..
karena obrolan yang begitu lama,tak terasa akhirnya sampai juga di rumah zahra.ia ini yang di rindukan dari rumahnya udara dan irang yang ada di dalam rumah.
"Luan aja xel nggak papa biar gue yang dorong Leon"kata zahra yang melihat axel selesai menurunkan Leon dari dalam mobil,axel pun mengangguk perkataan Zahra dan masuk deluan ke dalam rumah Zahra.
zahra iun dengan kesabaran dan ketulusannya mendorong kursi roda Leon sampai di depan pintu rumahnya.
ibu dan ayah sedang menyambut putri kesayangannya di depan pintu memeluk dan mencium pipi kiri dan pipi kanan Zahra.
"sini biar ayah saja yang dorong kursi Leon lagi"ucap ayah Zahra menawarkan diri.
"nggak usah yah biar Zahra aja"ucap Zahra.
"Yaudah sekarang kita masuk kerumah,ibu udah masakin masakan yang enak -enak dimeja makan"kata ibu Zahra.
"iya Bu"ucap Zahra.
sesampainya di meja makan disana ada beberapa teman Zahra yang menunggu kedatangan Zahra seperti Dina,elang,axel dan juga adik kecilnya tatiana.
"sini kak sini!!"sorak tatiana dengan menunjukkan sebuah kursi kosong.
"iyaaaa"ucap Zahra tersenyum.
mereka pun duduk di meja makan dan menikmati makan malamnya dengan nuansa kehangatan keluarga yang begitu terasa di dalamnya.
...*.....*...
"seperti yang Zahra bilang pasangan untuk melangkah bersama dan bukan melangkah sendirian,berjuang bersama untuk mencapai kisah yang manis suatu saat nanti".
__ADS_1
...~D.s...