Cinta Yang Dinanti

Cinta Yang Dinanti
21.seiring berjalannya waktu.


__ADS_3

"kring....kring...kring...." bunyi alarm yang begitu keras membangunkan tidurku,aku langsung duduk dan mamatikan alarmnya.


"aduh parah emang.....jam berapa sih emangnya",ujarku melihat ke arah jam.


" astafirullah....udah jam segini"ucapku bangkit dari ranjang.


aku kemudian mandi dan bersiap-siap.


(tok...tok...tok....)


"zahra......,udah bangun kamu nak" teriak ibu dari belakang pintu.


"udah bu,zahra lagi bersiap-siap ni bu" jawabku.


"ibu tunggu kamu dimeja makan ya" teriak ibu kembali.


"iya bu,5 menit lagi zahra siap kok bu" jawabku kembali.


(5 menit kemudian,


menuju meja makan)


"sini nak duduk" kata ibu.


"iya bu" ucapku sambil duduk.


"makan dulu ya nak" ucap ibu menyodorkan makanan ke arah ku.


"iya bu,makasih banyak ya bu" ucapku tersenyum dan mengambil makanannya.


"iya sama-sama" ucap ibu tersenyum.


"oh ya nak ,kapan IP kamu keluar??" tanya ayah menatapku.


"beberapa hari lagi sih yah." jawabku menatap ayah.


"soalnya ayah pengen tau IP kamu naik atau turun!!" tutur kata ayah mulai tegas.


mendengar perkataan ayah aku menjadi sedikit takut.


"iya yah,kalau udah keluar IPnya nantik zahra bilang ya yah" ucapku tersenyum.


"yaudah sekarang kamu habisin makanan kamu ya,ayah mau pergi kerja dulu" ucap ayah beranjak dari meja makan,aku menganggukkan perkataannya.


"zah ibu juga mau lanjut kerja rumah dulu,ibu tinggal ya nak" ucap ibu mengelus kepala dan beranjak dari meja makan.


(aku kemudian menghabiskan makanan ku).


selesai makan aku pamit kepada ibu.


"bu zahra mau pergi dulu ya bu" ucapku pamit.


"mau kemana nak??" tanya ibu .


"mau main ke tempat moana bu" jawabku tersenyum.


"pergi lah nak" ucap ibu .


"tapi zahra pulangnya malam ya bu,tapi ibu tenang aja gak kemalaman kok" ucapku meyakinkan.


"iya baiklah" ucap ibu mengelus kepalaku.


"zahra pergi dulu ya bu" ucapku mencium punggung tangan ibu.


"hati-hati ya nak" ucap ibu dan aku menganguk.


aku menghidupkan hondaku dan pergi menuju rumah moana,rumah moana tidak jauh dari rumah ku,aku cuma menghabiskan bwberapa menit diperjalanan.


(sesampainya di rumah moana).


"tok...tok...tok..."


"assalamu'alaikum,moana....moana" teriakku.


"iya tinggu sebentar" terdwngar suara dari dalam rumah.


(serrrrttttt.......)bunyi pintu terbuka.


"zahra" ucapnya kaget.


"hei na" ucapku menyapa.


"kenapa zah??" tanya moana menatapku.


"aku mau main kerumah kamu, bolehkan??" ucapku tersenyum lebar.


"boleh" katanya mengangguk.


"makasih" ucapku berterimakasih.


"yaudah masuk yuk zah" ucapnya menyuruhku masuk.


"iya na" ucapku sambil masuk ke rumahnya.


(duduk di sofa)


"gue tau lo kesini karena apa??" ucapnya tersenyum.


"karena apa??".tanyaku menantangnya.


" pasti loe mau curhatkan"ucapnya dengan memegang tanganku.


"nah itu loh tau..." ucapku menatapnya.


"ya taulah,apa sih gue yang gak tau tentang lo" ucapnya percaya diri.


"iya iya ,kamu emg sahabat yang selalu ngertiin aku" ucapku dengan memeluknya.


"pasti dong susag senang kita harus tetap bersama" ucapnya membalas pelukanku.


"hooooo sosweet" ucapku melepaskan pelukannya.


"mau cerita apa zah??" tanyanya.


"ada kedua orang tua kamu gak??" aku balek bertanya.


"gak ada kok ,tenang aman" ucapnya meyakinkan aku.


"aku mau cerita tentang leon" ucapku menatapnya.

__ADS_1


"ha leon lagi!!" ucapnya mulai bosan.


"iya,mau ya dengarin" ucapku memaksanya mendengarkan ceritaku.


"iya iya" ucapnya mengangguk.


"untuk leon aku udah dapat solusinya" ucapku seolah olah mempunyai ide yang sangat briliant.


"apa solusinya??" tanyanya penasaran.


"solusinya aku gak mau lupain leon" ucapku tersenyum.


"loe bercanda ya,loe pasti demam ni" ucapnya dengan memegang kepalaku.


"gak aku gak demam kok" ucapku menepis tangannya.


"jadi ceritanya lo mau nunggu dia gitu??" tanya moana yang mulai merasa aneh.


"iya" ucapku mengangguk.


"sampai kapan zah,sampai gue dah punya cucu" ucapnya mulai geledekku.


"sampai waktu yang akan menentukan" ucapku tersenyum menatatpnya.


"hahahahab loe masih percaya sama takdir zah" ucapnya tertawa terbahak-bahak.


"iya aku percaya" ucapku mengangguk.


"yaudah loe tungguin aja tu tentara tu" ucapnya cekikilan.


"iya gue bakal nungguin dia seiring berjalannya waktu dan sambil ikhtiar tentunya" ucapku menatap moana.


"kenapa gak loe lupain aja sih tentara itu" ucapnya mulai prihatin terhadapku.


"semakin aku lupain dia ,aku semakin ingat tentang dia bukan lupa" ucapku kesal.


"gue paham kok perasaan loe zah" ucap moana merangkul ku.


"iya na" ucapku.


"jadi inikan curhatan loe yang pertama ,yang ledua apa??" tanyanya penasaran.


"oh ita yang kedua ,sampai lupa aku zah" ucapku menepuk keningku.


"yaudah ceritain sekarang zah" ucapnya.


"kemaren kan aku pergi ke panti naik bus" ucapku serius.


"terus zah...terus" ucap moana yang semakin penasaran.


"terus....makanan untuk gue mana....." ucapku menegurnya.


"iya ya sampai lupa gue zah,ntar ntar" ucapnya meninggalkanku.


(diam membeku).


"jreng....jreng...."ucapnya membawa makanan.


"nih zah" ucapnya meletakkan makanan dan langsung duduk di sebelahku.


"makasih" ucapku tersenyum manis.


"terus sesampainya di panti ,eh aku jumpa sama elang" ucapku.


"elang??" ucapnya kaget.


"iya elang na,elang rupanya salah satu yang sering mendonasikan panti tersebut".ucapku menjelaskan.


" emang gak heran sih gue, perusahaan elangkan memang banyak "ucapnya sambil berpikir.


" bukan usaha dia,tapi kedua orang tuanya"ucapku mengingatkan.


"iya sih,terus ngapain lagi loe disana" ucapnya semakin penasaran.


"terus..... gue diajak ketemu sama salah satu anak panti,anka tu cantik banget". ucapku sambil bercerita.


" nama anak tersebut siapa zah??"tanyanya.


"tatiana" jawabku.


"wah....namanya cantik banget zah" ucapnya tersenyum.


"cantikkan,sama seperti orang" ucapku menatap moana.


"iya zah,terus dia kok bisa di panti zah" ucapnya semakin penasaran.


"kata elang kedua orang tuanya kecelakaan saat dia berusia 2 tahun" tutur kataku mulai pelan.


"ya allah sedih banget.." ucap moana sedih.


"iya na sedih banget,tapi kata elang dia selalu tersenyum walaupun ada badai yang selalu menghamiprinya" ucapku kembali bercerita


"masya allah, luar biasa anak tersebut zah" ucap moana.


"iya na pake banget lagi,kita aja yang dikasih orang tua utuh masih bisa melawan ,masih bisa nangis-nagis tentang masalah yang dihadapin,suka ngeluh" ucapku.


"iya zah,tapi anak sekecil tatiana aja gak pernah ngeluh bahkan dia selalu tersenyum" ucap moana yang mulai mengerti satu-persatu perkataanku.


"iya na ,nah aku ada rencana untuk panti asuhan tersebut,tapi kamu mau bantuin gak??" tanyaku antusias.


"apa tu zah"jawab moana.


" aku mau jadi sukarelawan untuk ngajar anak panti,kamu mau gak bantu aku juga gak??"tanyaku.


"ya maulah zah"ucap moana.


" bagus kalau gitu dalam waktu dekat ini kita ngajar anak panti"ucapku dengan penuh semangat.


"tapi my reading lo gimana??" ucapnya bertanya.


"kamu tenang aja kalau itu bisa aku atur kok" ucapku menyakinkan.


"oke zah ,aku percayakan semuanya sama kamu".ucapnya tersenyum.


" oh ya zah dimakan makanannya"ucapnya menawarkan.


"iya na" ucapku sambil mengambil makanan yang sudah dihidangkan moana.


"udah ni,aku mau pulang aja lagi ya na" ucapku pamit.

__ADS_1


"cepat banget zah......" ucapnya kecewa.


"soalnya dah sore ni na" ucapku .


"emang loe janji pulang sama ayah dan ibu low kapan??" tanya moana.


"malam sih" jawabku.


"nah masih ada waktu" ucap moana menarik tanganku.


"mau kemana na" ucapku kebingungan.


"ngawanin gue" ucapnya tersenyum.


"ngawanin kamu pacaran lagi" ucapku mulai bosan.


"gak bukan itu,ngawanin gue makan diluar" ucapnya tersenyum.


"Oooooh kirain apaan tadi" ucapku.


"iya ngawanin gue makan aja kok,kita bawak honda masing-masing ya ,biar siap makan low bisa langsung pulang" ucapnya.


"iya iya" ucapku mengangguk.


kami berdua pun pergi dan mencari salah satu cafe yang terkenal enaknya.


"nah di sini ni" ucap moana memberhentikan hondanya.


"kamu serius na,inikan cafe yang mahal itu" bisikku.


"loe tenang aja ,gue yang traktir " ucapnya merangkul dan mengajakku masuk.


kami berdua pun duduk di salah satu meja cafe .


"mbak...mbak..." ucap moana memanggil pelanggan.


"iya mbak,mau pesan apa???,ucap pelayan tersebut.


" mau pesan ini ni mbak"ucap moana menunjuk menu.


"kamu apa zah??" ucapnya bertanya.


"aku ngikut aja deh zah" jawabku.


"yaudah mbak ,yang itu dua ya mbak" ucap moana kepada pelayan.


"iya,tunggu sebentar ya kak" ucap pelayan tersebut.


beberapa menit kemudian makanannya pun datang.


"ini kak,pesanannya" ucap pelayan sambil meletakkan makanan tersebut diatas meja.


"makasih ya" ucapku kepalayan tersebut, pelayan tersebut mengangguk lalu pergi.


"wow....." ucap moana mengambil makannya.


"Eitsss.......tahan dulu" ucapku menahannya.


"apa lagi sih na" ucapnya.


"baca do'a dulu dong baru makan" ucapku mengingatkan.


"iya ya" ucap moana dan langsung membaca doa.


kami berdua pun menikmati makan malam kami dengan penuh rasa syukur.


"gue udah selesai ni" ucap moana.


"aku juga udah" ucapku.


"yaudah kamu langsung pulang aja zah,buat aku yang urus seterusnya" ucapnya.


"beneran gak papa" ucapku segan.


"beneran zahra,soalnya udah malam juga kami langsung pulang aja ya" ucapnya menyakinkan ku.


"Hmmmmmmmmm..... makasih ya na,aku pulang dulu ya"ucapku pamit.


" iya sama-sama"ucapnya.


aku kemudian pergi meninggalkan moana dan balik pulang.


(sesampainya dirumah)


"assalamu'alaikum zahra pulang" ucapku.


"walaikumsallam..." jawab kedua orang tuaku.


"gimana zah,m jadi ketempat moana??" tanya ibu.


"jadi dong bu" ucapku.


"terus...ngapain aja kamu disana zah??" tanya ibu penasaran.


"gak ada bu,cuma pergi main sama makan dah itu aja bu" jawabku.


"itu aja ya" ucap ibu.


"iya bu,zahra tinggal masuk ke kamar ya bu" ucapku menatap ibu dan ibu menganggukkan perkataanku.


aku kemudian masuk ke kamar dan mengambil buku diary ku.


"kalau kata natasha kamu itu kayak kupu-kupu semakin aku kejar semakin sulit untuk aku gapai"


mariposa.


'kamu mirip kayak gitu leon,kamu beda dan aku akan menunggu takdir datang kepadaku,dan menuntunku kepada mu,aku yakin akan hal itu'


~diary zahra.


aku kemudian menutup diary ku dan rebahan di atas ranjangku melihat kearah langit-langit kamarku.


semoga aja ya leon,ucapku kemudian memejamkan mataku.


... *....…....*...


"tapi semakin Aku berusaha melupakanmu ,


tapi aku malah semakin mengingatkan mu"

__ADS_1


... ~zahra...


__ADS_2