
waktu telah berganti,hari telah berlalu dengan sangat cepat.akhirnya kini masa kelulusanku telah di umumkan,aku memakai jubah toga yang bewarna hitam,walaupun kelulusanku kini hanya melalui perangkat daring yang disiarkan menggunakan via zoom.
"yah bu ,aku sangat bangga dengan pencapaianku kini" gumamku dalam hati dengan penuh kegembiraan.
...aku terus mamandangi diriku di depan cermin,tersenyum yang tak pernah lepas dari wajahku,kini aku dihadapkan bukan permaslahan kuliah lagi,aku dihadapkan dengan pilihan kerja di luar kota,aku lulus dengan IP yang bisa di bilang cukup memuaskan.tetapi aku bingung dengan perasaan aku sendiri aku gak mau jauh dengan ayah dan ibu,apa lagi adik kecilku tatiana....
"tok...tok...tok..."suara ketukan pintu.
" masuk aja,pintu gak terkunci kok"ucapku dalam kamar dan masih memandangi diriku do depan cermin.
๐๐๐๐
"ctk....ctk...ctk..." terdengar langkah seseorang masuk ke kamar ku.
ternyata langkah kaki itu adalah ibu,ayah dan tatiana.
"selamat ya nak" ucap ibu sambil memegang bahuku.
"selamat anak ayah atas kelulusannya๐๐" sambung ayah dengan sangat bangga.
aku menekuk wajahku
"ayah dan ibu gak sedih ya,karena kelulusanku dipercepat dan dengan nilai yang sangat muaskan aku mendapatkan kontrak kerja diluar dan tentunya aku harus jauh dari ayah dan ibu"ucapku dengan raut wajah sedih.
" nak dengarin ayah ya,apapun yang kamu lakukan ayah akan selalu bangga dengan pencapaian mu,karena pencapaian mulah ,yang membuat kamu semakin dewasa nak,pergilah nak jangan tplak tawaran yang membuat dirimu semakin sukses"ucap ayah memberikan pengertian.
"ayah dan ibu akan selalu mendukungmu ,walaupun ayah dan ibu harus jauh dari mu nak" sambung ibu dengan mata yang berkaca-kaca.
"makasih yah bu,ini semua juga berkat ayah dan ibu,makannya aku bisa sampai di titik ini" ucapku sambil memeluk ayah dan ibu.
"kak zahra tatiana boleh ikut ya,dimana pun kak zahra pergi tatianaau ikut sama kak zahra." kata tatiana menarik-narik jubahku.
aku kemudian melepaskan pelukanku dari ayah dan ibu.
"hey tatiana....,dengar kakak baik-baik ya kalau kamu ikut siapa yang jaga ayah dan ibu" ucapku memegang pundaknya dan berusaha memberikan pengertian.
"tapi tatiana mau ikut sama kak zahra kak" ucap tatiana merengek.
"zah kalau tatiana mau ikut,bawa aja.ayah sama ibu gak papa kok,kamu tenang aja ya" ucap ayah menyela.
"tapi yah..." ucapku dengan penuh keraguan.
"udah gak papa bawa aja tatiana ,kasihan dia zah ,dia udah lengket banget sama kamu" ucap ibu tersenyum menatap ku.
"baiklah yah bu" ucapku mengangguk.
"Tatiana dengarkan ,tatiana boleh ikut tapi jangan nakal ya" ucapku mengelus kepalaya.
"horeeeee....makasih ayah ,makasih ibu" ucap tatiana kegirangan.
"yaudah kita makan dulu yuk,ibu udah banyak masakin makanan kesukaan kamu" ucap ibu.
"baik bu" jawabku sambil memegang tangan tatiana.
langkah kaki kami kini tertuju di meja makan,yang begitu banyak hidangan yang dimasak oleh ibu.
"ini ibu yang memasak semua??" tanyaku.
"iya" ucap ibu mengangguk.
__ADS_1
"wow....sebanyak ini??" ucapku masih sangat terpukau dengan hidangan yang dimasak ibu.
"iya zahra,ayok....duduk dan nikmati makanan yang ibu masak ya nak." ucap ibu sambil duduk.
aku,tatiana,ayah dan ibu menikmati makanan kami.
"yah bu ,zahra tadi di wa moana Katanga dia mau ngajak ke suatu tempat, zahra boleh ikut gak yah bu???" ucapku sambil menyuapkan makanan.
"boleh ikut aja nak" uucap ayah dan ibu serentak.
"Tatiana juga ikut ya kak" ucap tatiana menatapku .
"iya adik kecilku,kamu ikut juga" ucapku tersenyum.
"makasih kak" ucap tatiana memelukku.
"iya sama-sama,sekarang kamu habisin makanan kamu dulu dan habistu kita pergi ya" ucapku kepada tatiana.
"iya kak" ucap tatiana mengangguk dan melahap makanannya kembali.
beberapa menit kemudian aku dan tatiana sudah selesai makan,aku dan tatiana kemudian pamit kepada ayah dan ibu.aku dan tatiana pergi ketempat janjian aku dan moana.
"kak lihat itu kak moana" ucap tatiana menunjuk ke arah tatiana.
"iya kamu benar,yok kita kesana" ucapku mengajak tatiana menyusul moana.
"na ,ada apa na??"tanyaku sesampainya di depan moana.
"pertama aku tutup dulu ya" ucap moana sambil menutup mataku.
"emang harus banget ya na" ucapku ragu.
"harus dong,kamu jangan kawatir biar aku tuntun kamu bersama adik kamu tatiana" ucap moana melirik tatiana.
"oke baiklah" ucap ku berusaha tenang.
kakiku melangkah sesuai dengan arah yang diberikan moana dan tatiana.
"oke udah, stop." ucap moana memberhentikan langkahku.
"sekarang aku boleh membuka mataku gak??" tanyaku.
"boleh" ucap moana menyingkirkan tangannya dariku.
aku mulai membuka mataku perlahan-lahan,aku melihat objek yang sangat indah dan begitu tertata,dan aku melihat elang juga.
"surprise!!!!!" teriak elang.
"ini kalian berdua yang buat??" tanyaku menikmati keindahan yang ada di depan mataku.
"iya" ucap elang dan moana mengangguk.
"hooooo....makasih" ucapku terharu.
"yaudah yuk kita manfaatin moment ini berempat,karena besok loe udah harus pergi keluar kota" ucap moana.
"A'aaaa kalian..." ucapku mulai nangis.
"udah zah,simpan tu air mata kamu ,kamu gak boleh nangis di moment yang bahagia ini" ucap elang menghapus air mataku,aku mengangguk perkataannya.
__ADS_1
tatiana,elang,moana dan aku memanfaatkan moment ini dengan kebahagian,kami tertawa lepas,berbagi cerita,berfoto-foto.
"zah kamu masih suka ngak ngeliat awan sambil rebahan di rumput" ucap moana melihat ke arah awan.
"suka" ucapku mengangguk kencang.
"sekarang kita lakuin yok,kita rebahan terus kita lihat ke arah langit yang sangat cerah dan bwwarna biru itu" ucapnya.
"ayok" ucap aku dan elang serwmpak dan di ikuti oleh tatiana.
kami merabahkan badan kami di atas rumput,dan kami melihat keatas langit dengan awan putih disekelilingnya,tapi awan awan itu warnanya berbaur dengan warna jingga dari matahari.
"lang,na sekali lagi makasih ya,udah bawa aku ketempat ini" kataku sambil duduk.
"iya sama-sama" ucap mereka berdua merangkul bahuku dan tersenyum.
"kak pulang yok kak" ucap tatiana yang menyadarkan kami,aku lupa tatiana ikut bersama ku tadi.
"kamu udah ngantuk ya" ucapku menatap tatiana.
"iya kak" ucap tatiana.
"oh ya lang,aku boleh titip my reading gak sama kalian berdua,aku pengen my reading itu tetap jalan walaupun aku kerja diluar kota,mau ya na lang" ucapku memohon kepada mereka berdua.
"iya zah,percayakan sama kami berdua" ucap moana mencoba menyakinkan ku.
"aku udah siapin gelang untuk anak my reading, mereka dapat satu persatu kok,titip salam buat mereka ya" ucapku sambil memberikan gelang untuk anak-anak my reading.
"iya zah,pokoknya loe tenang aja,biar gue yang kasihin gelang ini sama anak my reading, dan gue sampaikan juga salam loe" ucap elang mengambil gelang-gelang untuk anak-anak my reading dan menyimpannya.
"aku pulang dulu ya lang na" ucapku memeluk mereka berdua.
"iya na,hati-hati ya besok gue sama moana ngantarin loe ke bandara" ucap elang.
aku mengangguk dan tersenyum melihat mereka berdua.dan aku kembali pulang bersama tatiana.
"udah pulang nak" ucap ayah menungguku di ruang tamu.
"udah yah,aku sama tatiana mau siap-siap dulu untuk keberangkatan kami besok ya yah" ucapku pamit dan masuk ke kamar.
aku membereskan pakaianku dan dibantu tatiana.
"kak udah siap ni kak,sekarang aku mau tidur kak,kakak bacain dongeng tidur lagi ya kak" ucap tatiana mengusap matanya.
"yaudah yuk....,ucapku mengajak tatiana untuk rabahan di ranjang.
aku kemudian menyelimuti tatiana dan mulai bercerita di sampingnya.
"kakak lanjut ya sambungan cerita kemaren,pangeran sangat menyukai putri itu,karena putri itu mempunyai hati yang sangat baik" kataku sambil bercerita.
aku menoleh ke arah tatiana yang sudah tertidur lelap di sampingku,aku kemudian merebahkan badan ku di sampingnya dan menatap wajagnya yang sangat polos,kemanapun aku pergi dia selalu mengikutiku.
"kamu anak baik tatiana,kakak bangga sama kamu" ucapku sambil mengecup keningnya.
aku kemudian mencoba menutup mataku,Dan aku menunggu hari esok yang telah menantiku.
... *.........*...
"sang pejuang tidak akan pernah berkata lelah,sang pejuang selalu akan berjuang samapai titik penghabisan."
__ADS_1
... ~D.s...