Cinta Yang Dinanti

Cinta Yang Dinanti
68.best moment (2)


__ADS_3

"Alhamdulillah"ucap ke sangat bersyukur dengan sahabatnya karena sahabatnya selalu memahaminya.


"sekarang gue dukung lu apapun itu,gue ngantarin lu,gue bakalan bantu lu juga buat resepsi pernikahan"ucap axel sangat antusias.


"Hmmmm kalau pernikahan mungkin gue undur dulu deh xel,lihat ni kondisi gue sekarang"ucapnya tertumpu pada kakinya yang masih tidak berfungsi dengan baik.


"ngeluh mulu tentang tu kaki,perlahan le mana ada proses yang cepat pasti lama yakan apa lagi kaki lu"ucap axel menampol kaki axel.


"Arhhhgggg......,xel lu ya udah tau kaki gue sakit lu tampol lagi"ucap leon meringis kesakitan.


"udah lebay amat sih,ntar gue bakal kawal lu sampai lu sehat kalau perlu sampai pelaminan,wkwkwk"ucap axel setengah bercanda


"pllakkkk..."


"Auuuuu".


"kenapa xel masih kurang atau mau nambah lagi,kalau kurang pukulan yang gue kasih tadi,gue bersedia nambah lagi"


"Uuuh enak ajalu ,lu yang enak gue mah nggak".


pertengkaran antara dua sahabat itupun usai setelah axel memarkirkan mobilnya di depan hospital,ia hospital dimana zahra menginap.


"Alhamdulillah kita udah sampai le"ucap axel.


"Alhamdulillah dan bismillah bagiku"kata leon penuh keraguan di hatinya.


"jangan berbalik pikiran lagi le,kita udah sampai"bilang axel melihat Leon yang gentar dengan keraguannya.

__ADS_1


"nggak tenang aja gue nggak bakalan berubah pikiran lagi,tapi masalahnya ini rasanya mau copot cepat banget detak jantung gue xel"balas Leon memegangi dadanya.


"paling bentar lagi juga hilang ,udah yuk turun"paksa axel.


"iya sabar"jawab Leon memperbaiki posisi tubuhnya dan duduk di kursi rodanya.


"Siap untuk melaksanakan tugas baru pak"kata axel kembali mengulangi Leon.


"Siap laksanakan"balas leon dengan tawa.


dengan penuh kesabaran axel mendorong kursi roda Leon,sampai akhirnya leon juga axel sampai di depan pintu ruang inap zahra.


"stop xel,stop lihat ni jantung gue tambah nggak karuan"ucap Leon kembali memegangi jantungnya.


"sampai kapan gue harus menunggu jantungku biar nggak berdebar lagi le"dengan rasa tak sabarnya axel langsung membuka pintu dan membuat semua orang yang berada di sana tercengang begitu pun dengan leon yang sangat terkejut dengan kelakuan sahabatnya itu.


"eh iya om"jawab Leon tersenyum kaku.


mendengar nama le Zahra langsung membuka matanya dan berbalik badan.


"Camam, itu benaran kamu camam"ucap Zahra berusaha duduk


"iya Pai ini aku,kamu nggak.usah duduk kami nggak perlu maksaiin diri kamu"jawab leon yang diangguki zahra.


axel pun mendorong kursi roda leon masuk ke dalam ruang penginapan zahra,menuntun Leon agar Leon lebih dekat dengan zahra.


"Hmmm aku kira kamu nggak bakal mau jenguk aku lagi cama"Isak zahra.

__ADS_1


"Stttt...nggak usah ngomong yang bukan-bukan ya, sekarang fokus dulu dengan ke adaan kamu ya,oh ya aku ada bawain sesuatu nih buat kamu Pai"ucap Leon teringat dengan bunga tulip yang dari tadi ia sembunyikan.


"apa tu camam?"tanya zahra.


leon pun langsung mengeluarkan bunga yang sudah di bawanya dari tadi dan menyodorkannya kepada zahra.


"Masyaallah ini indah banget camam tulipnya,makasih banyak camam"ucap Zahra berbinar menatap leon.


"kamu suka pai"kata leon sambil tersenyum dan mengelus dengan lembut kepala zahra.


"sangat aku sangat menyukainya dan begitupun dengan orang yang memberikan bunganya kepada ku"balas zahra tersenyum.


"akhmmmm mohon permisi buk Zahra dan pak Leon disini masih ada orang dan dilarang untuk bermesraan"sela elang.


"Hehehehe,Mohon maaf om Tante"ucap Leon sungkan.


"nggak papa nak,kami juga pernah muda dulu kayak kalian"ucap ayah zahra merangkul ibunya zahra.


"Ayah malu-maluin tau"ucap ibu Zahra menahan malu.


"nggak papa paling mereka juga memaklumi"balasan ayah Zahra.


semua orang yang ada di dalam ruangan itu tak henti menhan tawanya,moment sangat manis terjadi di ruangan itu,ruangan penuh keceriaan dan ke hangatan keluarga.


... *......*...


"Saat hidup menemukan orang yang tepat maka kekurangan akan menjadi kekuatan, kekurangan akan menjadi pelengkap dalam suatu hubungan"

__ADS_1


... ~D.s...


__ADS_2