Cinta Yang Dinanti

Cinta Yang Dinanti
60.setuju


__ADS_3

"permisi buk pak" ucap dokter yang menangani leon.


"ha iya dok" balas zahra.


"saya periksa dulu ya pak" kata dokter tersebut mengecek kondisi leon.


leon pun mengangguk pelan.


"sekarang bapak masih ada keluhan pak?" tanya dokter dengan lembut.


"kepala saya dok,kepala saya kenal selalu tiba-tiba pusing ya dok?" tanya leon memegangi kepalanya yang masih di perban.


"kepala bapak kadang terasa pusing diakibatkan benturan yang terlalu keras,makannya terkadang bapak merasa kepala bapak menjadi pusing tiba-tiba" tutur dokter.


"apakah itu dapat membahayakan saya dok?" tanya leon kembali.


"sejauh ini yang saya lihat tidak membahayakan bapak,tapi saya akan memberikan resep penfhilang rasa sakitnya dan agar luka bapak lekas sembuh" jelas dokter.


"baik dok,dan terimakasih banyak dok" ucap leon menyunggingkan senyuman.


"sama-sama pak,saya permisi dulu ya pak buk" kata dokter tersebut dengan sangat ramah dan beranjak meninggalkan leon dan zahra.


melihat wajah leon yang begitu sangat sedih dengan keadaannya ,zahra langsung menggenggam tangan leon untuk menenangkan leon.


"tenang aja camam aku yakin kamu sembuh kok,jangan kawatir aku akan selalu nemani kamu" ucap zahra tersenyum.


"iya pai" ucap leon mengelus kepala zahra.


"kamu makan dulu ya aku siapin" ucap zahra yang kebetulan makanan leon baru sampai diantarkan salah satu pegawai rumah sakit.


"nggak ah,aku lagi nggak selera makan pai" ucap leon menolak.


"kalau kamu nggak mau makan kapan mau sembuhnya camam" ucap zahra memaksa leon makan dam leon akhirnya mengalah mengikuti perkataan zahra.


"pai kamu dah bilang sama ayah dan ibu kamu kita mau nikah?" tanya leon.


"belum" ucap zahra menggeleng.


"loh kok belum pai" kata leon sambil memakan makanan yang disuapi zahra.


"rencana aku nantik bakalan bilang ayah sama ibu camam,makannya belum Aku sampaiin" jawab zahra yang masih menyuapi leon.


"aku harap kamu secepatnya kabari mereka,dan aku juga mau telvon dengan orang tua kamu pai,soalnya aku juga udah lama nggak ketemu ayah ibu kamu pai" ujar leon dengan raut wajah sedih.


"gimana kalau nantik malam kita video call dengan ayah dan ibu" usul zahra.


"boleh-boleh" ucap leon dengan sangat senang.


"sekarang kamu makan dulu biar kamu cepat sembuh dan sekali-kali kita coba latihan berjalan pakai tongkat ya nggak usah pake kursi roda terus" ucap zahra dengan penuh kehangatan.


"iya pai,apapun yang kamu bilang itu akan nomor satu bagiku" ucap leon tersenyum usil.


"hahahahh" ucap zahra tertawa kecil.


beberapa jam kemudian elang dan dina pun datang.


"assalamu'alaikum apa kabar leon?" tanya elang.


"walaikumsallam,,,,,alhamdulillah cukup baik dari sebelumnya",ucap leon tersenyum.

__ADS_1


" kamu formal banget lang ngomongnya,bukan seperti itu"sahut dina.


"jadi gimana calon istriku,berbicara dengan baik dan benar" ucap elang tersenyum kepada dina.


"ni seperti ini yang benar ya,aku contohin yang benar ya,assalamu'alaikum leon,gimana kabar kamu sekarang leon,nah seperti itu baru benar" ucap dina mempratekkan.


"oke calon istri" ucap leon cengengesan.


zahra dan leon pun ikut tertawa mendengar perkataan elang.


"iya zah kamu mau ngomong apa kemarin zah,katanya kamu mau berbicara langsung nggak mau lewat telvon" ujar dina.


"oh iya ya din,ini aku mau ngomong rencana aku dan leon,kamu mau ngajak kalian resepsinya bersamaan sama kami" ucap zahra menatap leon.


"wah ide bagus tu zah,double gitu ya ide bagus tu iyakan lang" ucap dina menatap elang.


"iya aku setuju" ucap elang tersenyum.


"tapi setelah leon sembuh ya" ucap zahra tersenyum sambil memegang pundak leon.


"masyaallah pasangan paling romantis ini" ujar dina tersenyum.


"segera halalin,jangan kelamaan" ucap elang yang ikut menyanggah.


"iya doakan gue cepat sembuh biar gue cepat akadnya biar kita barengan" ucap leon tersenyum.


"Aamiin,,,,kami doakan kamu segera sembuh leon" ucap dina.


"din tatiana mana kok nggak kamu bawak kesini" ucap zahra.


"tatiana dia sekolah zah,tadi aku antarin bareng elang habis antarin tatiana baru aku kesini" ucap dina.


"tapi tatiana baik-baik aja kan din?" tanya zahra


"dan kalau dia tidur din siapa yang membacakan dongeng sebelum tidur buat tatiana"


"aman zah terkendali semuanya,aku udah gantiin posisi kamu buat jaga tatiana biar tatiana nggak kekurangan sedikit pun" ucap dina.


"makasih banyak din ,aku udah banyak repotin kamu" ucap zahra.


"iya zah sama-sama,nggak ngeropotin kok lagian aku senang ngelakuinnya kok sebagai kakaknya tatiana" jawab dina tersenyum.


"aku juga berterimakasih sama lo dan slang" ucap leon.


"iya sama-sama bro" kata leon.


"ngomong-ngomong gimana proyek kalian untuk memajukan permukiman kumuh,sudah berjalan apa belum" tanya leon.


"alhamdulillah itu juga sudah setengah jalan"ucap elang.


" wow berarti sebentar lagi jadi dong "kata zahra.


" benar zah,dan my reading zahra udah aku jalanin juga sama moana zah"ucap dina tersenyum.


"sekali lagi makasih din" ucap zahra.


"iya zah, sama-sama" balas dina.


"zah kami mau pamit dulu ya,kasian moana ngajar sendiri,hari ini rekan kita yang lain nggak masuk juga ,jadi moana sendiri ngajar di my reading" ucap elang permisi.

__ADS_1


"oke lang" ucap zahra.


"kami pergi dulu ya zah" ucap dina.


"iya din,titip salam dan aku juga mintak maaf ya sama pak adrian sampai sekarang aku belum bisa ke kantor tapi insyaallah aku lanjutkan file yang udah sebulan lebih itu disini" ucap zahra.


"iya zah,nantik aku sampain ya zah" jawab dina dan langsung pamit dengan zahra.


"nggak nyangka aku camam kawan kerja aku satu cafe bakal menjadi orang sesukses ini dan menjadi konselor berbakat seperti yang dia inginkan" ucap zahra sambil memperhatikan punggung dina dan elang yang kian jauh.


"iya pai, waktu yang menjadi proses dina dan menjadi saksi ke sukswsan dina pai" ucap leon tersenyum.


"iya betul camam,dan nggak nyangkanya lagi calon suami dina jiga sahabat kecil aku" tutur zahra.


"iya zahra,sekarang kita sholat bareng yok" ajak leon.


"yok" balas zahra.


zahra pun langsung meletakkan sejadah ke arah kiblat ,meletakkan telekungnya dengan rapi,dan mengambil wudhu sementara leon karena keadaannya belum begitu pulih leon hanya bertayamum,setelah zahra selesai mengambil wudhu mereka melakukan sholat dzuhur berjama'ah dengan sangat khusyuk.


"assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh" ucap leon menyelesaikkan sholatnya,dan setelah kemudian mereka berdo'a.


selesai berdo'a zahra mencium pucuk tangan leon dan meletakkan telekung juga sejadahnya dengan rapi.


zahra pun kembali duduk disamping leon,mengambil obat leon dan menyuapi leon.


"zah?" tanya leon.


"iya camam" jawab zahra.


"makasih pai" lirih leon.


"iya sama-sama camam" balas zahra.


"camam aku lapar ,aku kekantin sebentar ya" ucap zahra.


"iya pai" singkat leon.


zahra pun meninggalkan leon dan pergi berbelanja dikantin untuk memberi makan siangnya.


sesampainya di kantin zahra melihat sosok ibu tua dan renta.


"siapa ibu tua itu,sepertinya aku sangat mengenalinya" gumam zahra sambil berpikir


"tentu kau mengenaliku nak,kau adalah anak dari teman baik ku" ujar ibu renta itu.


"aduh siapa ya,,,,oh iya sekarang aku ingat i....ibu sekar ya" ucap zahra mengingatnya.


"nah iya betul" jawab ibu sekar tersenyum.


"ibuk sekar sakit apa buk,kok ada di rumah sakit ini?siapa yang sakit?",ucap zahra bertanya-tanya.


"ibuk hanya demam nak" jawab ibuk sekar.


"yaudah buk zahra pamit dulu ya buk" ucap zahra meninggalkan perempuan renta itu.


"lihat kamu zahra!saya akan balaskan dendam saya kekeluarga kamu lewat kamu,saya tau kamu tidak bersalah tapi keluargamulah yang bersalah,lihat pembalasanku" gumam ibuk sekar dengan sangat licik menatap zahra yang kian jauh😏.


... *........*...

__ADS_1


"kehidupannya seperti air yang tenang yang tak ada ikan di dalamnya,walaupun air itu tenang tapi akan selalu ada hewan buas yang ingin mencengkam,dan tidak ingin melihat air itu tenang dan tenttram sesuai alurnya,begitulah hidup,akan ada orang yang tidak akan senang dengan kesenangan yang kita proleh".


... ~D s...


__ADS_2