Cinta Yang Dinanti

Cinta Yang Dinanti
57.iya aku di sini!


__ADS_3

"zah...zah...zah bangun" ucap dina menepuk-nepuk bahu zahra.


"hemmmnn...."


zahra terbangun dari tidurnya karena dina menepuk-nepuk bahunya,zahra melihat disana bukan hanya dina tapi ada elang,moana,pak adrian dan tatiana.


"kak..." kata tatiana memeluk zahra .


sebenarnya tatiana sangat khawatir dengan kakaknya itu,matanya yang begitu sembab ditambah jilbabnya yang sangat acak-acakan.


"kenapa dek?" balas zahra dengan senyuman.


"aku sayang kakak ,begitupun bang leon" ucap tatiana kini memegang tangan leon.


"kakak dan bang leon juga sayang sama tatiana" ucap zahra mengelus rambut tatiana.


"bang leon cepat sadar ya bang,karena kak zahra sangat sayang sama abang,tatiana nggak mau lihat kak zahra sedih terus" ucap tatiana menatap zahra.


zahra yang mendengar perkataan adiknya sangat sedih,dia nggak tau mau bilang sama apa ke adiknya.


dina yang menyadari bahwa zahra begitu sangat sedih meminta moana membawa tatiana keluar agar hati zahra tidak begitu sedih,setelah tatiana keluar dina mendekat ke arah zahra.


"zah yang sabar ya zah" ucap dina memegang bahu zahra dan perkataan dina hanya diangguki zahra.


"aku tau zah sekarang allah sedang menguji hubungan kalian berdua apakah kamu bisa bertahan atau tidak,tapi yang ku tau kamu mampu zah" ucap dina.


"iya aku tau din" ucap zahra dengan raut wajah sedih.


"aku punya sesuatu buat kamu,aku yakin kamu sangat membutuhkannya" ucap dina dengan lembut dan memberikan sebuah al-qur'an kepada zahra.


zahra pun mengambil al-qur'an itu dari tangan dina dengan senyuman yang menyimpul di wajahnya.


"makasih din" ucap zahra tersenyum.


"sama-sama zah,aku moana dan elang mau ngurusin pemukiman dulu ya zah" ucap dina.


"iya din" jawab zahra.


"kamu jangan berlarut dalam kesedihan, bukan tidak boleh menangis tapi jangan terlarut dalam kesedihan" ucap dona kembali menasehati zahra.


"wkwkwkw iya bawel" ucap zahra.


"oke aku pergi dulu ya" ucap dina pamit.


"iya din,din aku boleh mintak tolong ngggak din?" tanya zahra kepada dina.


"boleh ,kamu mau minta tolong apa?" jawab dina senang hati.


"aku mintak tolong jagain tatiana selama aku masih di rumah sakit jagain leon ya din" pinta zahra.


"kalau soal tatiana kamu tenang aja ,kamu nggak perlu khawatir aku udah anggap tatiana sebagai adik aku ,jadi pasti aku jagain" ucap dina tersenyum.


"sekali lagi makasih" lirih zahra.


"sama-sama,yaudah aku pergi dulu ya din" ucap dina beranjak meninggalkan zahra.


zahra hanya mengangguk pelan,dan melihat arah jarum jam dinding yang menunjukkan jam 09:00 pagi,zahra pun teringat untuk melaksanakan sholat duha,dia pun beranjak daro tempat duduknya,dan mengambil air whudu.

__ADS_1


setelah selesai berwudu zahra menselojorlan sajadahnya dan melaksankan sholat dhuha.


zahra menyelesaikan sholatnya dengan sangat khusyuk,zahra mengangkat kedua tangannya.


"ya rabb engkaulah sang penguasa langit dan bumi,dan engkaulah yang memutuskan hidup dan mati seseorang,tapi hamba mohon ya rabb berikan leon kesembuhan,berikan dia kesadarannya"


"aamiin".


ucap zahra selesai berdoa.


zahra kemudian berdiri dari duduknya dan mengambil al-qur'an yang di berikan dina kepadanya, mungkin obat dari kesedihan zahra adalah al-qur'an agar zahra menjadi lebih tenang.


zahra kemudian duduk kembali di damping leon dan membaca al-qur'an berharap leon juga bisa mendengar bacaan ayaat-ayas suci,yang di baca kan zahra.


zahra terus membaca al-qur'an tak henti-hentinya,sampai ia melihat tangan leon memberikan sebuah gerakan,dia menggerakkan jarinya.


zahra kemudian menutup bacaan al-qur'annya dan melihat leon mulai membuka matanya.


" camam...."teriak zahra dengan penuh haru.


"alhamdulillah akhirnya kamu sadar camam,sebentar aku panggilin dokter dulu" ucap zahra sangat bahagia.


"Dok!!dokter!!" teriak zahra begitu heboh.


dokter pun datang tergepoh-gepoh mendengar suara zahra.


"ada apa buk zahra" ucap dokter begitu sangat kaget.


"leon dok leon" ucap zahra.


"leon sadar dok" ucap zahra.


dokter langsung menghampiri leon dan memeriksa langsung kondisi leon.


"bagaimana keadaan leon dok?" tanya zahra begitu kawatir.


"alhamdulillah buk zahra ,keadaan leon mulai membaik" ucap dokter tersenyum.


"za...zahra" ucap leon dengan selang oksigen yang ada di hidungnya.


"iya leon ,iya aku di sini" ucap zahra berbalik Dan memegang tangan leon.


"zah...ma..." ucap leon dan zahra menutup mulut leon dengan jarinya.


"Sssssstttttttt....sudah kamu nggak usah bicara terlalu banyak ya" ucap zahra dengan posisi telunjuknya yang masih menempel di bibir leon.


"aku mau ngomong sebentar sama dokter ya" ucap zahra kembali.


zahra pun menghampiri dokter yang masih berdiri di depan leon.


"dok bagaimana leon bisa mengingat sayabukannya kata bulan kalau leon sadar dia akan kehilangan ingatannya dok?" tanya zahra.


"betul buk zahra ,tapi kenyataan kenyataan kami bertolak belakang dengan kehendak allah,dan kita harus bersyukur mini pak leon baik-baik saja dan tidak kehilangan ingatannya" ucap dokter menepuk pelan bahu zahra dan meninggalkan bahu zahra,tentu zahra sangat senang dengan penyampaian dokter tadi.


zahra pun menatap Leon fwngan senyuman hangat di wajahnya.


"kenapa?apa kata dokter pai" ucap leon dengan suara yang belum begitu jelas.

__ADS_1


"nggak kenapa-napa kok, yang paling penting aku sangat bahagia karena melihat kamu udah sadar" ucap zahra menggenggam tangan leon begitu erat.


"pai aku laperr" ucap leon dengan sangat manja.


"kamu laper" ucap zahra tersenyum, leon pun mengangguk.


"sini aku suapin kamu camam" ucap zahra mengambil bubur dan menyuapi leon.


"cantik" ucap leon menatap zahra.


"siapa yang cantik buburnya,hahahaha" ucap zahra tertawa.


"bukan buburnya tapi kamu pai" ucap leon.


"sakit-sakit gini bisa aja kamu menggombal" ucap zahra mencubit leon.


"Aaaa.......aaaduuh sakit pai" ucap leon kesakitan.


"makannya jangan ngegombal" ucap zahra.


"yaudah kalau kamu nggak mau di bilang cantik, bagus aku bilang cantik nya sama sister itu aja" ucap leon menunjuk sister yang lewat di depan nya.


"Ihhhhh dasar genit" ucap zahra merajuk.


"jangan merajuk dong pai" ucap zahra memegang tangan zahra.


zahra kemudian menatap leon begitu tajam seperti angsa yang ingin menyerang siapa saja yang lewat di hadapannya.


"pai jangan kek gitu,kalau kamu kek gitu ntar cantik kamu hilang senyum dong" ucap leon.


zahra pun kemudian menyunggingkan senyuman.


"nah kek gitu kan cantik" ucap leon.


"camam kamu nggak usah terlalu muji atau terlalu menggombal,sekarang aku yang ingin cerita" ucap zahra ingin mengatakan sesuatu.


"kamu mau cerita apa" jawab leon berusaha duduk namun di tahan oleh zahra.


"kamu nggak usah duduk camam kamu belum begitu pulih,kamu dengarin aja cerita aku sambil tidur" ucap zahra.


"hmmm....baiklah" kata leon menuruti zahra.


"singkat cerita aku mencintai sangat-sangat mencintai mu" ucap zahra tersenyum bahagia.


"begitupun dengan aku pai,aku jiga mencintai mu bahkan lebih dari mencintai diriku sendiri" balas leon dan koni leon yang menggegam tangan zahra.


"Besok kamu bisa ngajak aku jalan-jalan nggak pai" pinta leon dengan mata yang berbinar-binar dan membuat zahra tak tega menolaknya.


"besok aku akan ajak kamu jalan-jalan tapi sekitaran rumah sakit aja ya" kata zahra yang diangguki leon.


"dan sekarang kamu lanjutin makan kamu lagi" ucap zahra kembali menyuapi leon.


... *.......*...


"aku sangat mencintai mu leon dan sangat mencintai mu,aku akan selalu mendampingi mu"


... ~zahra...

__ADS_1


__ADS_2