Cinta Yang Dinanti

Cinta Yang Dinanti
70.indah sangat indah


__ADS_3

"masih tidur zahra nak???"tanya ayah disusul ibu zahra.


"iya om tante zahra dia masih tidur,udah siap ya om ngurus administrasinya??"ucap Leon balek bertanya.


"udah nak lee".


"Alhamdulillah kalau gitu om"


"iya nak,bangunin zahra gih tapi kalian mau lihat rumah yang kami siapkan buat zahrakan"perintah ayah zahra.


"nggak ah Leon nggak enak sama zahra,kasihan dia kalau di bangunin"ucap Leon tak enak hati membangunkan kekasihnya.


"Hmmmm... itu terserah kamu aja le,tapi om sama Tante mau pulang kasian tatiana di rumah sakit terus dah beberapa hari ini"kata ayah zahra sambil memegang pundak putri kecilnya.


"iya Tante juga mau masak hari ni buat putri kecil ibu dan kalian berdua tentunya"ucap ibu tersenyum kepada leon.


"baik om Tante,makasih banyak sebelumnya jadi ngerepotinkan jadinya"balas Leon menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"nggak papa nak Leon nggak ngerepotin kok,lagi pula kamukan sebentar lagi jadi menantu kami,ya kan yah"ucap ibu menyikut ayahnya zahra.


"iya benar nak leon jadi jangan pernah ada kata ngerepotin lagi diantara kita ya nak"balas ayah zahra dengan senyuman ramah dobibirnya.


"makasih banyak om tante"jawab Leon memeluk ibu dan ayah zahra.


"iya sama-sama nak"kata ayah dan ibu zahra serentak dan membalas pelukan leon.


"jaga zahra ya nak,tante sama om mau balik dulu,dan barang-barang zahra biar aja tante sama om yang bawa"ucap ibu zahra dengan manisnya dan melepaskan pelukan menantunya begitupun dengan ayah zahra.


"iya om Tante"singkat Leon dengan anggukan yang berapi-api.


"bye bang,jagain kakaknya tatiana ya,awas jangan sampai hilang lagi kalau hilang nggak bakal tatiana restuin abang le dengan kak zahra"ucap tatiana menggertak.


"siap putri kecil"jawab leon sambil mengelus kepala tatiana.


"kami nungguin kak zahra sama abang dirumah,jangan makan di luar ibu mau masakin buat kita semua,jadi makan di rumah aja ya bang"ucap tatiana sekali lagi dengan kebawelannya.


"iya-iya putri kesayangan ayah dan ibu"jawab leon menggelitik.

__ADS_1


beberapa menit kemudian barulah ayah,ibu dan tatiana beranjak dari rumah sakit.


axel yang dari tadi disana seperti orang yang tak dianggap keberadaannya,ada tapi sepertinya tidak keliatan.


"le gue lapar"keluh axel.


"eh gue kirain lu udah balik"kata leon tertawa.


"gue dari tadi disini kelezzz,,,Lu aja yang nggak lihat dan nggak ngacuhin gue le"ucap axel merajuk.


"hehehehe maap maap ya sob"ucap Leon membujuk sahabatnya.


"gue nggak segampang itu di pukul kali le"ucap axel yang masih memilih marah sama sahabatnya tersebut.


karena keriuhan yang terjadi di ruangan zahra, zahra pun terbangun.


"Apaaan siiih...udah besar jangan kayak anak kecil lagi deh"ucap zahra menggosok matanya.


"eh maaf Pai jadi kebangunan xel ,gara lu ni"ucap leon menatap tajam ke arah axel.


"udah nggak papa kok,kalian jangan ribut lagi kayak anak kecil lagi,ayooo cepat maafkan"perintah Zahra sambil berdacak pinggang.


"biarin nggak papa karena zahra lu maafin gue penting lu maafin gue"kata leon tersenyum.


"ayah sama ibu aku mana ya camam??"tanya zahra yang melihat ayah dan ibunya tak ada di ruangan.


"ayah dan ibu kamu udah pulang deluan sayang,katanya mau masakin kita makanan paling enak pas kita sampai di rumah nantik"jawab leon.


"Yaudah sekarang kita pulang yuk..."ajak zahra.


"Eh jangan pulang dulu pai,aku mau nunjukin rumah yang udah aku siapin untuk kamu"kata leon.


"iya maksud aku tadi juga itu camam"lirih zahra.


"aduh maaf ya pasangan teromantis tapi gue bingung kalian berdua yang satunya pakai kursi roda,satunya lagi baru sehat"ucap axel kebingungan.


"ngapain bingung sih xel gue aman kok,biar aja gue yang dorong Leon"tawar zahra.

__ADS_1


"siip kalau gitu, berarti aman"ucap axel dengan lega.


"Yaudah tuntun kami xel"ucap zahra yang diangguki axel.


mereka bertiga beranjak dari ruangan dan pergi ke parkiran mobil,dan lagi-lagi axel sebagai supir pribadinya.


karena Leon pernah menunjukkan rumah barunya pada axel jadi axel langsung mengarah kerumah yang dibelikan le buat zahra.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


perumahan green.


saat memberhentikan mobilnya tepat di hadapan rumah le,axel membalikkan badannya dan melihat pandangan yang tak enak di lihatnya dimana sepasang kekasih itu tertidur pulas.


"memang serasa dunia milik berdua ya, nggak tau apa ada orang disini"gumam axel.


"le zahra bangun kita udah sampai nih"ucap axel membangunkan sepasang kekasih tersebut dengan extra.


"eh udah sampai ya xel,maaf kami ketiduran xel"ucap zahra.


"iya nggak papa zah,yuk turun"jawab axel.


axel pun membantu zahra menuruni leon dan menaikinya kek kursi rodanya.


"ini kunci rumahnya zah"ucap Leon memberikan kunci rumah kepada zahra dan zahra mengambilnya dari tangan leon.


"bismillah...."ucap zahra membuka kunci rumah dan melangkahkan kakinya dan tentunya sambil mendorong kursi roda leon.


"gimana pai kamu suka?"tanya leon.


"masyaallah le ini benar-benar Inda sangat indah"ucap Zahra sangat kagum.


... *.....*...


"Dia memiliki caranya untuk mencintai, memang benar cara terbaik darinya adalah ketulusan dengan cara dia mencintai dengan ketulusan dia mendapatkan cintanya walaupun perlahan tapi dia memenangkan cintanya"


~kisah cinta yang sebenarnya....

__ADS_1


~D.s


__ADS_2