
aku bagun dan membuka ponselku dan mulai mengerutkan kening ku.orang-orang mulai ribut di wag .orang -orang berbincang di wag mengenai nilai IP yang sudah keluar,memperlihatkan berapa deg-degannya mereka tersebut.
bergegas aku berlari ke kamar mandi bersiap-siap dan ingin ke rumah moana memberitahunya.nilai IP yang belum Aku lihat sama sekali membuat jantungku berdebar sangat cepat dari biasanya.
setelah aku selesai bersiap-siap,Aku langsung pergi ke rumah moana.
( rumah moana).
"tok...tok...tok..."
"assalamu'alaikum na" ucapku sambil mengedor-gedorkan pintu.
"walaikumsallam... iya tunggu sebentar" ucap moana dari dalam rumah.
aku menungguku moana membukakan pintu.
"iya,ada apa zah??" tanya moana sambil membukakan pintu.
"na parah na parah" ucapku panik.
"parah kenapa??" ucap moana bingung.
"parah pokoknya na" ucapku kembali panik.
"yaudah loe masuk dulu,baru low cerita deh sama gue" ucap moana mencoba menangkanku.
aku menoleh kearahnya,mencoba untuk tetap tenang dan menganggukkan perkataannya.
"ayok zah" ucapnya menarik tanganku dan menyuruhku duduk di sofa.
"sekarang coba lu tarik nafas dulu,dan baru loe bisa cerita ke gue" ucap moana menenangkanku.
aku menarik nafasku dan mengeluarkannya,sampai aku benar-benar siap untuk bicara.
"uft.....sekarang gue udah agak tenang" ucapku menatap ke arah moana.
"sekarang loe coba cerita ke gue pela-pelan" ucapnya tersenyum.
"aku lihat do wag na,orang-orang pada ribut ngomongin IP" ucapku ngos-ngosan seperti dikejar orang.
"terus kamu udah lihat berapa IP kami??" tanya moana,aku menggelengkan kepalaku pelan.
"zah jelek atau bagusnya nilai loe,itu adalah usaha loe,loe harus bisa hargai itu" ucap moana memberi nasehat.
"aku takut na,apa lagi perkataan ayah yang mulai menghantui pikiranku" ucapku menundukkan kepala.
"hei...zah lihat gue ini bukan zahra yang gue kenal" ucapnya sambil mengangkat kepalaku.
"mau gak kamu nemanin aku ,ngelihat ip aku,diakan cuma daring,jadi kita sama-sama ya lihatnya" ucapku memohon kepada moana.
"iya yaudah,sekarang kamu buka linknya ya" ucap moana tersenyum.
"iya na aku buka ya,udah belum na" ucapku membuka link sambil menutup mata.
"zah buka mata loe deh" ucapnya menyenggol lenganku.
"aku yakin nilai IP aku gak memuaskan kan na" ucapku masih menutup mataku.
"udah buka aja dulu" ucap moana menyakinkan.
aku membuka mataku perlahan-lahan.
"na ini serius!!" teriakku kaget.
"iya itu benaran nilai IP loe kok" ucap moana menatapku.
"benaran,aku gak mimpikan" ucapku kembali bertanya.
"gak" jawabnya.
"yeyeyeye.....alhamdulillah" ucapku kegirangan seperti anak kecil yang baru di belikan ice cream.
"gue tau loe bisa,dosen-dosen juga pada tau lagi,kalau loe paling pintar diantara siswa lainnya" ucap moana sambil berdiri.
"A'aaaa.......moana " ucapku sambil berdiri dan memeluknya.
aku melepaskan pelukanku darinya,dan tidak berhenti-hentinya tersenyum,getaran ponsel menggelitik dijemariku,aku melihat ke arah ponselku,berlanjut menekan satu tombol hijau.
"na tunggu sebentar ya" bisikku.
"OK" ucap moana dengan mengedipkan matanya.
"walaikumsallam,iya ,benar. maaf pak...."aku beranjak menjauh dari moana.
__ADS_1
" apa pak???"teriak ku kaget begitupun moana yang mendengar teriakanku.
"serius pak??" ucapku kaget gak karuan.
"baik pak,iya saya mau pak,segera saya lanjutkan pak, assalamu'alaikum pak." ucapku menekan salah satu tombol lainnya.
langkahku kemudian terfokus menuju moana.menatapnya dengan wajah yang penuh ke misteriusan.
"ada apa na??"ucap moana penasaran.
"na, gue di telvon dekan" ucapku senang dengan memegangi tangan moana.
"terus.... apa katanya,sampai loe sesenang ini" ucap moana menatapku.
"dalam tempo satu tahun ini aku bisa lulus,karena perkembangan belajar aku semakin lama semakin meningkat" ucapku kegirangan dengan memegangi tangannya sangat erat.
"loe serius" ucap moana tersenyum lebar ,seperti iklan pepsodent.
"iya aku serius" ucapku menatapnya dengan penuh keseriusan.
"Yeeeeeey.........bentar lagi kawan gue wisuda" ucap moana kegirangan dan kami berdua menari dan berloncat-loncat.
kami berdua pun berhenti dan terfokus ke arah sofa,dan sontak merebahkan tubuh kami diatas sofa.
"zah" ucapnya menatapku.
"iya na" jawabku memwbalas tatapannnya.
"loe pokoknya harus teraktir gue" ucapnya tersenyum sambil menunjuk ke arah aku.
"oke kali ini gue yang teraktir" ucapku dengan mengambil posisi duduk.
"gue tunggu" ucapnya tersenyum.
"iya bawel" lirihku menatapnya.
"sekarang kami siap-siap biar aku traktir,buruan ya.gak pake lama,kalau kamu lama-lama ntar aku berubah pikiran lagi" lirikku.
moana langsung berlari-larian seperti mendapat Indian berhadiah besar.aku tersenyum satu garis melihat tingkah lakunya.
"udah gue udah siap,yok." ucapnya ngos-ngosan.
"oke" ucapku langsung menggandeng tangannya berjalan bak sepasang kekasih.
sorot mentari di sore hari yang sangat hangar menusuk sampai ke dalam tulang,senyum selebar terpancar cerah pada muka aku Dan moana,hembusan angin mengangkat sedikit kerudung kami.
"iya na" jawabku.
"gue senang kalau lo bahagia,dan gue sedih kalau loe terus-terusan sedih" teriaknya kembali diantara hembusan angin.
"makasih na,loe emang sahabat terbaik aku" ucapku tersenyum.
"iya sama-sama,pokoknya gue akan dukung loe dan tetap ada sampai loe wisuda" ucapnya penuh dengan gairah.
"iya oke,gue bakal tambah semangat belajarnya." teriakku penuh semangat.
aku memberhentikan hondaku di salah satu cafe.
"Eyeeee.....gue di traktir zahra" semangatnya dan turun.
"biasa aja kali" ucapku tersenyum.
"yaudah yok zah,dah lapar nih gue" ucapnya menyuruh masuk.
"iya ayok" ucapku mengangguk.
kini langkah kami berdua terfokus di salah satu meja cafe berwarna cokelat muda,kami pun duduk sambil mendengarkan alunan-alunan musik yang begitu merdu.
"wow...zah seru tempat nya" ujarnya membulatkan bola matanya seperti bola pin pong.
"siapa dulu zahra" ucapku penuh percaya diri.
"yaudah ,loe pesan makanannya gih" ucapnya menyuruhku.
"iya" jawabku tersenyum.
"mbak" teriakku memanggil salah satu pelayan.
"iya ada yang bisa dibantu" ucap pelayan itu ramah.
"iya ada mbak,kami mau pesan ini,cepat ya mbak" ucapku menatap ke arah pelayan.
"iya mbak tunggu sebentar ya mbak" ucap pelayan dan beranjak meninggalkan kami.
__ADS_1
(beberapa menit kemudian).
"ini pesanannya " kata pelayan sambil meletakkan makanannya.
"makasih" ucap moana dengan sangat manis.
"iya sama-sama kak" ucap pelayan tersebut dengan penuh tata krama .
mata kami terfokus dengan hidangan yang begitu indah tertata.
"yok...yok...makan" ucapku memegang sendok bewarna Perak itu.
"yok" jawab moana yang langsung melahapnya.
kami berdua pun menyelsaikan makan kami dan beranjak pulang.
"yok na,aku antar lagi" ucapku mengajaknya.
"let's go"katanya memainkan kelima jari tangannya.
tak terasa sepoi-sepoi angin malam pun sudah mulai terasa ,matahari tergantikan oleh rembulan yang bersinar di malam hari.kami berjalan menyelusuri jalan menuju rumah moana.
" zah,bsok jadikan kita ngajarnya"ucapnya moana.
"iya jadi na,tenang aja" ucapku sambil tersenyum.
"oke sip,gue datang ke rumah loe ya??" tanyanya.
"oke sip" jawabku mengancungkan jempol ku.
aku memberhentikan hondaku tepat di depan rumah moana.
"dah sampai na" ucapku sambil memparkirkan hondaku.
"iya zah,makasih ya udah ngantarin"ucapnya berterimakasih.
" iya sama-sama,yaudah aku balek dulu ya??"ucapku sambil menghidupkan honda.
"iya hati-hati" ucapnya dan aku beranjak meninggalkan kediaman moana.
semua kebahagian hari ini terpancar di wajahku,tidak ada kata yang bisa aku ungkapkan untuk hari in,hari ini begitu indah,begitu pun malam ini bulan dan bintang berdampingan menerangi bumi ini.
sesampainya di rumah aku memberhentikan hondaku,dan aku melangkah masuk ke dalam rumah.
"assalamu'alaikum"aku mengucapkan salam seperti biasanya.
" walaikumsallam "ucap ibu.
" ayah dengar IP kamu udah keluar ya zah"ucap ayah menyela.
suasana berubah menjadi sangat tegang diantara aku dan ayah,seperti berkelahi dengan sangat sengitnya.
"udah ya" lirikku menatap ayah.
"terus bagai mana dengan IP kamu" ucap ayah dengan penuh keseriusan dengan pipi merah seperti kepitih rebus.
"jadi..." kataku membuat semua orang penasaran.
"jadi...apa zah" ucap ayah penasaran.
"Alhamdulillah yah,IP aku memuaskan yah.coba ayah lihat yah" ucapku sambil menunjukkan ponselku ke ayah.
"ini benaran nak" ucap ayah dengan penuh kebahagian.
"iya yah,dan kata dekan aku bisa lulus dalam tempo satu tahun ini" ucapku tersenyum.
"alhamdulillah.kami bangga sama kamu zah"ucap ibu dan ayah sambil memelukku.
" zahra juga bangga sama ayah dan ibu"ucapku kembali memeluk mereka dengan sangat erat.
"yaudah kami istirahat lagi gih" ucap ayah dan ibu melepaskan pelukannya dari ku.
"baik bu yah,zahra masuk kamar dulu ya" aku beranjak dan meninggalkan ayah dan ibu.
aku duduk diatas ranjangk dan menyandarkan badanku.
"aku yakin ,aku pasti bisa dan semua akan berlalu dengan begitu cepat,pasti" ujarku mengambil kotak yang berisikan gelang leon dan memainkan kotak tersebut seperti anak kecil yang sedang bermain dengan mainannya.
aku kemudian merabahkan badanku sambil memegang kotak tersebut dengan sangat erat.aku terus menaruh harapan dan aku mulai memejamkan mataku dan perlahan aku pun tertidur.
... *.......*...
... ingat...
__ADS_1
jika sudah waktunya,hujan akan turun,sudah pada masanya,bunga akan mekar,dan jika sudah waktunya,do'a-doa pasti dikabulkan.
... *menjadi.santun*...