Cinta Yang Dinanti

Cinta Yang Dinanti
73.langkah besar


__ADS_3

angin sepoi-sepoi yang terasa menusuk tulang ku dan celah sinar matahari yang masuk ke dalam kamarku,seakan mengembalikan rasa yang pernah hilang dari ku,aku mencium udara pagi yang sangat menyejukkan ini.


"kenapa lu zah?"ucap Dina yang melihat Zahra yang sangat menikmati udara yang masuk dari jendelanya.


"gak ada Din ,gue rindu udara seperti ini,udara yang pernah ada dan pernah hilang di gue,dan sekarang best moment juga nih seperti sedia kala gue balik kerja dulu menikmati pekerjaan gue sebagai seorang photografer".balas zahra dengan senyum manis di bibirnya.


"good luck zah,gue juga mau berangkat nih pergi ke sekolahan yang kita buka sama-sama bagi perumahan kumuh kemaren,bye Zahra gue pergi dulu"ucapnya pamit sambil mengacak-acak kepala zahra.


"Ihhhh kebiasaan nih lu Din,kailnya gak ilang-ilang"ucapnya dengan raut wajah kesal.


Dina tidak memperdulikan perkataan Zahra dan kembali berjalan lurus di depan pintu ,sqmpe Dina behadapan sama seseorang.


"eh ada Tante Dina pergi dulu ya tan"ucapnya sambil mencium punggung tangan ibu zahra.


"baik, Hati-hati nak Dina kerjanya"ucap ibu zahra penuh perhatian.


"siap tan" balas Dina sambil mengangguk.


setelah Dina pergi ibu duduk di samping Zahra,dan tersenyum kepada Zahra.


"nak tinggal menghitung hari kamu sebentar lagi akan menjadi seorang istri, jadi ibu berpesan padamu jagalah rumah tangga mu nak dan pikirkan matang-matang dalam mengambil keputusan dalam berumah tangga"jelas ibu Zahra.


"baik Bu,Zahra akan ingat dengan perkataan ibu selalu"sambil menyenderkan kepalanya ke bahu ibu.


"sekarang kamu buruan mandi zaj sebelum terlambat pergi ke kantor"kata ibu zahra sambil menepuk pelan kepala Zahra.


"baik Bu"


Zahra pun langsung mendengarkan kata ibunya dan beranjak dari ranjangnya.selesai mandi dan berpakaian rapi Zahra pun bergegas pergi ke kantor.


"Bu yah Zahra pamit mau pergi ke kantor"teriaknya.

__ADS_1


"iya nak"teriak ibu dari dapur.


"tunggu zah,hari ini ayah yang ngantar kamu zah"susul ayah dengan gaya zig-zag.


"oke baik yah,zahra tunggu di halaman depan ya"ucap zahra senang.


"sebentar ayah ganti pakaian dulu"balas ayah yang diangguki zahra.


sambil menunggu ayah zahra pun duduk di halaman rumahnya sambil browsing tentang baju pengantin yang akan ia kenakan di hari pernikahannya.setelah melihat beberapa baju ayah pun tiba di hadapan zahra dengan pakaian rapi dan sudah mengenakan helm jadulnya.


"ready!!!"ucap ayah bersemangat mengantarkan putrinya.


"ready!"ucap zahra tak kalah hebohnya.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


sesampainya di kantor.


"Daaa ayah"ucapnya seperti anak kecil.


"Daaa".


dengan langkah yang terseok-seok zahra langsung pergi ke ruangan pak Adrian mengingat Zahra yang sudah lama tidak masuk kek kantor.


"tok.....tok.....tok.......tok...."


"assalamualaikum pak Adrian"salam zahra.


"waalaikumsallam zah,masuk zah"ucap pak adrian dari ruangannya.


dengan hati yang tak enak zahra pun masuk keruangan pak adrian.

__ADS_1


"silahkan duduk zah"ucap pak adrian mempersilahkan zahra duduk.


"terimakasih sebelumnya pak, karena telah mengizinkan saya kembali bekerja pak dan saya sebenarnya tidak enak hati juga sama karyawan lainnya pak,takut bapak di bilang pilih kasih kepada karyawan pak"ucap zahra sendu.


"soal itu kamu gak usah memikirkannya,tapi memang seharusnya saya marah karena kamu libur telalu lama dan karena kamu teman dekat istri saya Moana jadi kamu gak boleh seenaknya"gertak pak adrian.


"sekali lagi saya meminta maaf yang sebesar-besarnya pak,maka dari itu pak saya merasa segan sama bapak termasuk Moana,saya sudah berpikir bahwasanya saya izin undur diri pak"kata Zahra yang membuat pak Adrian sangat yakin.


"kamu yakin zahra?"tanya pak adrian.


"iya pak saya sudah memikirkannya dengan baik-baik, sebelum itu saya juga bertanggung jawab atas tugas saya pak untuk itu saya juga sudah mengambil beberapa foto yang menarik untuk berita bapak"ucap Zahra sambil melibatkan hasil fotonya.


"hasil kerja mu selalu bagus zah,tapi kenapa kamu memilih mengundurkan diri"ucap adrian sangat kecewa.


"alasan pertama saya,saya nggak mau ngerepotin bapak sama Moana lagi dan alasan kedua saya,saya sebentar lagi mau menikah dengan leon pak,dan saya ingin menjadi seorang istri yang baik buat leon"tutur zahra.


"baiklah kalau itu memang sudah keputusan kamu saya pun menyetujuinya"ucap pak adrian.


"oh ya pak izinin saya sehari menikmati pekerjaan saya ya pak,dan jangan lupa juga datang ke pernikahan saya bawa moana ya pak"ucap zahra.


"iya zah nikmati saja pekerjaan kamu seperti biasanya untuk hari ini dan ia saya dan Moana akan datang ke hari spesial kalian"jawab pak adrian.


"ya sudah pak saya izin kembali keruangan saya pak dan hanya itu yang mau saya sampaikan pak, terimakasih"tutur Zahra dengan cepat yang di angguki adrian.


Zahra pun duduk di ruangannya mengerjakan beberapa file yang belum ia selesaikan dan mengedit beberapa foto yang menurutnya masih kurang menarik,Zahra harus mengambil langkah besar ini,dan Zahra juga tau itu sulit tapi dia selalu bilang nikmati hari yang masih ada,untuk hari esok akan berbeda lagi suasananya.


... *......*...


"dengan niat yang baik, Allah akan menunjukkan jalan baik pula"


~D.s

__ADS_1


__ADS_2