Cinta Yang Dinanti

Cinta Yang Dinanti
47.perjalanan tak di sangka


__ADS_3

Zahra terus menyulisuri jalan-jalan yang semakin sempit itu,dan mengambil beberapa foto.langkah zahra pun seketika terhenti dia baru teringat dan melihat ke arah arlojinya,zahra memesan ojol untuk menjemput tatiana dan mengantarnya pulang.


zahra kembali melanjutkan langkahnya bukan hanya memotren zahra juga berinteraksi dengan warga yang tinggal di perumahan kumuh tersebut,hati zahra semakin tergerak saat melihat seorang ibu menggendong anaknya sambil menangis ,zahra pun mendekatinya dan semakin dekat dengan ibuk itu.


"assalamu'alaikum, permisi buk"zahra mengucapkan salam terlebih dahulu.


" walaikumsallam nak"lirih ibuk tersebut masih dengan hisak tangis yang membasahi pipinya.


"maaf buk saya lihat ibuk lagi sedih buk,kalau bisa ibuk cerita itupun kalau ibuk berkenan" ucap zahra dengan sopan dan ramah.


"kalau saya cerita,apa kamu bisa membantu saya ,nggakkan!" cetus ibuk.


"Hmmmm....maaf buk bukan maksud saya pancang ingin tau permasalahan ibuk,tapi kalau ibuk nggak mau cerita juga nggak papa,saya pamit pergi dulu ya buk" ucap zahra pamit dan beranjak dari tempat tersebut.


"tunggu nak" ucap ibuk itu dan memberhentikan langkah zahra.


zahra berbalik Dan tersenyum kepada ibuk tersebut.


"tunggu nak!!kamu jangan pergi dulu!,duduklah disini ibuk akan ceritakan semuanya,ibuk akan menceritakan keluh kesah ibuk Karena ibuk lihat sepertinya kamu orang yang sangat baik nak"ucap ibuk berkaca-kaca ,zahra punengangguk dan duduk disamping ibu yang sedang menggendong anaknya.


" sekarang ibuk visa ceritakan segalanya buk dan jangan sungkan ya buk"ucap zahra tersenyum ramah di balik maskernya.


"uft.....nak jujur sebenarnya ibuk sangat sedih karena perekonomian keluarga kami sangat menurun saat pandemi, ibuk disini membesarkan anak ibuk hanya sendiri nak"lirih ibuk tersebut dengan raut wajah yang sangat sedih.


" lalu suami ibuk dimana??"tanya zahra.


"suami ibuk sudah meninggal nak satu tahun yang lalu"ucap ibuk tersebut kembali dengan isak tangisnya,zahra mengerti dengan perasaan ibuk tersebut dan merangkul ibuk itu membiarkan ibuk tersebut menyenderkan kepalanya di bahu zahra.


" innalilahi,zahra ikut berduka ya buk"ucap zahra.


"jadi nama kamu zahra nak" ucap ibuk tersebut,zahra pun mengangguk.


"perkenalkan zahra nama ibuk ibuk siti" ucap ibuk tersebut memperkenalkan diri.


ibuk tersebut kembali menceritakan jerih payahnya saat masa pandemi yang tak ada henti-hentinya.


"Zah bukan hanya itu saja ibuk juga takutanak ibuk akan semakin bodoh jika tidak bersekolah tentunya ibuk tidak ingin anak ibuk menjadi seperti ibukyang hanya dapat tinggal di perumahan kumuh seperti ini nak,nak zahra bisakah engkau membantu ibuk dan warga di sini yang kekurangan nak" ucap ibuk tersebut menatap zahra penuh harap.


"Zahra tau gimana perasaan ibuk saat ini buk ,tapi zahra tidak bisa janji buk" nampak raut wajah ibuk siti yang sangat sedih saat kata-kata itu terlintas pada mulut zahra.


"tapi ibuk jangan kawatir buk akan zahra usahakan" ucap zahra dan membuat ibuksiti tersenyum bahagia dan refleks memeluk zahra.


"makasih nak,makasih banyak" ucap ibuk tersebut.


"tidak perlu berterimakasih buk kita sesama maunusia di tugaskan untuk sailing membantu" ucap zahra tersenyum dan melepaskan pelukan ibuk siti dan ibuk tersebut mengangguk haru dengan kata-kata zahra.


"maaf buk zahra tidak bisa berlama-lama disini huk,karena masih ada pekerjaan lagi yang zahra harus selesaikan" ucap zahra dengan sopan.


"iya nak ibuk mengerti" jawab buk siti.


zahra berdiri dan mengelus kepala bayi yang masih ada di gendongan buk siti.zahra kemudian meninggalkan tempat tersebut.


sambil menunggu supir taxi zahra kembali melihat perrumahan kumuh tersebut daneringis melihat keadaan warga yang Serbs kekurangan.


"ya allah bantu gamba mu ini" gumam zahra.


selesai melihat-lihat zahra melihat taxi yang di pesannya sudah datang dan zahra kemudian masuk ke dalam supir taxi tersebut.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ

__ADS_1


*sesampainya di kantor......


zahra langsung menemui pak adrian dan menunjukkan foto yang telah di potretnya*.


"jadi apa maksudmu zahra dengan menunjukkan foto ini dengan ku" ucap pak adrian sangat tidak menyukainya.


"apalah bapak bisa menaikkan berita tentang perahan ini pak,saya tau ini pasti berat pak tapi bisakah pak" lirih zahra yang sepertinya suaranya tercekat membicarakan hal itu.


"tidak bisa zahra ini sangat berat" tegas pak adrian.


"jika bapak tidak bisa menaikkan berita tersebut dan menjadikannya pusat perhatian,bisakah saya meminta tolong pak?" tanya zahra dengan sangat takut.


"kamu ingin minta tolong apa zah?,kalau saya bisa insyaallah saya bisa bantu" ucap pak adrian kembali dengan nada yang lembut.


"saya memerlukan Dana yang sangat banyak untuk membantu perumahan kumuh tersebut pak" ucap zahra menundukkan pandanfannya dari pak adrian.


"emang apa yang ingin kamu lakukam zahra?" tanya pak adrian.


"saya kawatir pak perumahan yang kumuh pasti akan mengganggu kesehatan pal,apa lagi saat pandemi seperti ini warga disana harus menjaga kesehatannya agar tetap hidup dan bisa memenuhi kebutuhan keluargamya pak,jadi rencana saya dengan Dana yang bapak berikan saya ingin membeli masker untuk warga disana juga handsenitazer ,bukan hanya itu saja pak saya ingin menjadi relawan pengajar disana" jelas zahra yang membuat adrian sangat mengerti maksud zahra.


"baiklah saya mau ,saya ingin mendonasikannya dan membantukamu dan soal twnaga pengajar jangan lupa kamu memberi tau moana ,saya tau moana duly juga pernah membantu mu di my reading mu,dan mungki sekarang moana juga tidak akan menolak mu zahra kalau kau yang memintanya" ucap pak adrian tersenyum samar.


"terimakasih banyak pak,oh ya pak saya tau bapak tidak akan setuju dengan foto saya yang pertama maka dari itu saya mempunyai cadangan pak ,saya yakin bapak pasti sangat setuju" ucap zahra kembali percaya diri.


"boleh silahkan kamu tunjukkan kepada saya zahra" ucap pak adrian dan zahra menunjukkan hasil fotonya kepada pak adrian.


seperti yang zahra bilang pak adrian sangatenyukainya dan sangat bangga dengan prestasi zahra yang semakin meningkat.


"kalau begitu saya pamit ya pak"ucap zahra.


" iya zah,dan semoga kamu berhasil "jawab pak adrian memberi zahra semangat,zahra menggangguk dan tersenyum dan veranjak pergi meninggalkan ruangan pak adrian.


"walaikumsallam zah,kamu belum pulang zah?" tanya. ziani.


"ini mau pulang" ucap zahra.


"yaudah bareng aku aja" ucap ziani menawarkan.


"nggak usah ni,aku nggak mau ngerepotkan ni" ucap zahra menolak dengan sangat halus


"nggak zah kamu nggak ngerepotin aku kok zah,kamu ini zahra seperti baru kenal Aku Kemaren aja zah" ucap ziani menggeleng-gelengkan kepala.


ziani berusaha keras membujuk zahra dan akhirnya usaha ziani tak sia-siq zahra akhirnya menerima tompangan dari ziani.


"ni makasih banyak ya" ucap zahra sungkan.


"iya zahra santai aja kali" ucap ziani.


"iya ni,ni boleh berhenti sebentar nggak ni dirumah makan itu tu" ucap zahra menunjuk rumah makan.


"kamu mau makan zah?" tanya ziani.


"nggak ni,aku mau bli sambal untuk adik aku kasihan dia pasti dia sangat lapar sudah menungguku lama" ucap zahra.


"yaudah kamu beli aja sana untuk adik kamu,aku tunggu disini aja ya"kata ziani yang diangguki zahra.


zahra masuk ke dalam rumah makan,membeli ayam goreng kesukaan tatiana.dan zahra kembali ke parkiran ziani.


"udah zah?" tanya ziani.

__ADS_1


"udah ni" jawab zahra.


ziani melajukan kendaraannya,,,,,


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


sampainya di rumah zahra.


"sekali lagi makasih ya ni" ucap zahra melepaskan helmnya dan memberikannya kepada ziani.


"iya sama-sama,gue langsung balik ya zah ,udah malam soalnya" ucap ziani.


"iya ni,hati-hati" jawab zahra.


ziani melajukan motornya dan meninggalkan perumahan zahraelihat ziani yang sudah semakin jauh zagra asuk ke dalam rumah dan tentunya itu di sebut dengan adik kecil nya.


"kakak lama banget pulangnya" ucap tatiana memeluk manja zahra.


"maaf ya dek,,,," ucap zahra sambil menggendong adiknya yang semakin berat itu.


"iya kak zahra" ucap tatiana sangat polos dan sangat menggemaskan.


"kakak tau kamu pasti lapar kita makan dulu yuk" ucap zahra meletakkan tatiana di kursi.


zahra menyiapkan makan malam malam untuk adik kecil nya itu dan lemudian dia kembali agar telihat lebih segar.


"ni kamu makan dulu ya dek,nantik kakak nyusul habis mandi" ucap zahra memberikan makanan kepada tatiana.


"iya kak" ucap tatiana sambil menyuapkan nasi ke mulutnya.


zahra sangat bwrintung mempunyai adik seperti tatiana yang sangat mengerti ke adaan zahra,zahra sekilas tersenyum melihat adik kecilnya dan bergegas masuk ke kamar mandi.


selesai mandi zahra pun duduk bersama tatiana dan menikmati makan malam yang sangat sederhana tapi sangat hangat.


"kak tatiana masuk ke kamar deluan ya kak,soalnya tatiana udah ngantuk nih" ucap tatiana menguap.


'iya dek ,nantik kakak nyusul"ucap zahra.


zahra pun menyelesaikan makannya, membereskan meja makan ,dan barulah zahra menyusul tatiana dikamar.


seperti biasa zahra tidak akan tidur begitu saja,zahra meratapi lagit kamarnya sambil mengusap-usap kepala tatiana.


suara during hp zahra mengagetkannya dan zahra tersenyum melihat isi pesannya


πŸ“© "pai aku tau kamu belum tidur,jangan biasakan kayak gitu ya pai itu nggak baik bagi kesehatan mu dan jangan kawatir karena dengan doa mu aku melaksanakan tugasku sebagai pengabdi negara dengan sangat baik.


zahra ter membaca pesan dri camamnya yang selalu memberikan kabar setiap malam agar zahra tidak terlalu kawatir memikirkannnya.


πŸ“©" *iya camam,yaudah aku tidur dulu lagian besok aku akan menghadiri perlombaan tatiana aku nggak mau terlambat untuk itu,dan mimpi indah camam"


zahra menutup telvonnya,sebelum dia tidur dia teringat dengan dina yang sudah menjadi konseling yang sangat hebat,zahra kemudian mengchat dina berharap dina juga bisa membatunya,zahra tau anak-anak di perumahan yang dia temui keterbelkangan mentalnya sangat mengkawatirkan,zahra yakin dina pasti bisa membantu nya dan berharap semoga dina benaran mau membantu nya*.


zahra kemudian menutup telvonnya dan tertidur karena zahra mini merasa matanya sudah sangat mengantuk,zahra membaca do'a dan kemudian tertidur.


... *.........*...


"jadilah manusia yang bisa membantu sesamanya ,walaupun menurut mu itu hanya perbuatanu itu kecil ,tapi sebagian orang yang sangat membutuhlannya sudah menganggap itu sudah sangat besar dan tentunya itu sangat membantu nya,seperti kata orang 1 kebaikan akan di balas dengan 1000 kebaikan dan itu pasti..."


... ~D.s.....

__ADS_1


__ADS_2