
Dalam perbincangan yang hangat tersebut,leon berfikir inilah waktu yang tepat buat Leon untuk ngelamar Zahra.
Zahra yang melihat leon melamun saat itu langsung menegur leon
"ada apa Pai,kenapa? makanannya nggak enak ya,atau kita beli makanan lain biar kamu bisa makan gitu nggak kosong perutnya"
ucap Zahra penuh perhatian.
"eh nggak zah ,malah masakan ibu ni enak banget,bolehkan om dan Tante mulai sekarang saya memanggil om dan Tante dengan sebutan ibu dan ayah?"ucap leon.
"tentu saja boleh nak,jangan merasa sungkan lagi untuk hal itu"ucap ayah zahra.
"terimakasih yah"jawab Leon dengan senyuman manis di bibirnya
"sama-sama nak leon"balas ayah zahra dengan merangkul pundak leon.
"oh iya ayah dan ibu,ada hal yang mau leon omongin sama ayah dan ibu"kata leon sambil menyuapkan makanan kemulutnya.
"tentang apa itu nak"ucap ibu sambil mengerutkan keningnya.
"boleh kah saya segera menggalakan putri dari ayah dan ibu"perkataan Leon yang terlalu tiba-tiba dan membuat semua orang di ruangan tersebut merasa kaget, zahra salah satunya.
"Camam ini nggak kecepatan"ucap zahra.
"nggak lah Pai, justru ini waktu yang tepat untuk aku menghalalkan mu Pai"ucap Leon yang selagi lagi membuat Zahra tercengang.
"nak zahra ayah dan ibu hanya bisa merestui dan selanjutnya itu adalah keputusan nak zahra gimana nerima leon sebagai pasangan hidup nak zahra"sanggah ayah.
"iya yah"ucap zahra.
Leon memegang kedua tangan zahra dan berusaha menyakinkan zahra.
"bagaimana zah?apakah kau siap mendampingi ku sampai akhir hayat memisahkan?"tanya leon kepada zahra dengan tatapan penuh keseriusan di matanya.
"insyaallah aku siap camam"ucap zahra mengeluarkan jawabannya.
dan sekali lagi Leon menanyakan hal yang sama.
"maukah kau menikah denganku?"dan wajah tersipu malu ,zahra hanya membalasnya dengan anggukan.
__ADS_1
"Alhamdulillah, akhirnya pasangan ini menuju ke jenjang yang lebih serius"sela elang.
"Alhamdulillah Lang, kalian berdua juga gimana?"ucap leon menyudutkan elang dan Dina.
"Dan kami insyaallah jga secepatnya".balas Dina yang berada di samping elang.
"wah berarti akan ada dua pasang pengantin ya kak"ucap tatiana sangat antusias.
"benar dek"ucap zahra mengelus kepala tatiana.
"berarti seru banget ya ayah Bu"ucap tatiana.
"benarr banget gadis kecilku"kata ibu sambil mencium kening tatiana dengan lembutnya.
"oh ya yah Bu dan juga camam,besok aku mungkin dah balik kerja lagi aku rindu banget dengan suasana kantor"ucap zahra sedih karena teringat kejadian yang menimpanya dan membuat dia tidak menyelesaikan tugas kantornya.
"iya zah,jangan lupa kabari moana dan Adrian tentang rencana pernikahan kita ya semoga secepatnya zah"ucap Leon menginginkan Zahra.
"iya camam aku nggakkn lupa soal itu kok"jawab zahra.
"kalau bekerja hati-hati ya nak,serius jangan pernah anggap suatu hal menjadi sepele"ucap ibu dengan nasehat.
"iya Bu".
"iya Pai"
"aku juga pamit ya zah"kata axel yang baru saja menyelesaikan makannya.
"eh iya xel".
"camam jangan lupa,bilangkan juga masalah pernikahan kita sama bulan"
jawab zahra.
"pasti zah pasti"ucap leon sambil mengangguk.
"ayah ibu Leon pamit dulu ya,dan juga kamu anak kecil abang pamit pulang dulu ya"kata leon sambil mencubit pipi tatiana yang sangat cabi.
"Aduhhhh,,,,bang Leon sakit"ucap tataiana kesel.
__ADS_1
"Hehehe hbis gemesin"ucap Leon cengengesan.
"hati-hati ya nak"ucap ayah dan ibu zahra.
"iya yah Bu"ucap leon sambil mencium punggung tangan kedua orang tua zahra, begitu pun dengan axel.
mereka berdua pun beranjak dan pergi meninggalkan rumah zahra.
"Oh ya om Tante,elang juga mau pamit om Tante"ucap elang.
"iya nak elang"
"assalamualaikum semuanya,see you next time"ucap elang sambil bersalaman dengan ayah dan ibu zahra.
kini hanya ada ayah,ibu, tatiana,Zahra,dan Dina diruangan itu.
"apa yang kalian tunggu ini giliran kita membereskan semua yang berantakan diatas meja"canda ibu.
"hehehe siap Bu"ucap dina yang keceplosan memanggil sebutan ibu.
"Opsi ini salahku"ucap dina.
"nggak papa nak,kamu juga boleh memanggil kami dengan sebutan itu"ucap ayah.
"terimakasih,,,"ucap dina.
"sama-sama nak,kamu juga sudah menganggap mu sama seperti Zahra"kata ibu sambil membereskan meja.
saat membereskan meja mereka yang ciwi-ciwi membagi tugasnya Dina mencuci piring,Zahra menyusun piring dan tatiana menolong ibu membersihkan meja.
setelah semuanya selesai mereka kembali ke tempat tidur masing-masing, zahra secapek-capeknya dia berusaha membacakan dongeng untuk tatiana sampai akhirnya tatiana tertidur pulas.
"nice dream zahra"ucap dina yan sudah menarik selimutnya.
"to Dina"balas zahra.🌜
😴
... *......*...
__ADS_1
"manusia hanya bisa merencanakan dan hanya Allah yang menentukan hal yang baik untuk suatu kaumnya"
~D.s