
"yah leon dimana yah?,kenapa aku tidak melihat leon dari tadi aku siuman yah?" tanya zahra.
"iya ya leon mana nak?" bukannya menjawab ayah zahra malah balik bertanya.
"ih ayah aku bertanya pada ayah kok ayah yang balik bertanya"
"ayah juga nggak tau nak leon kemana ayah kira leon menyusul kesini"
"kemana dia ya yah kira-kira?".
"ayah juga kurang tau nak,apa ayah telvon aja leonnya nak" lirih ayah.
"nggak usah yah,biar aja yah mungkin leon lagi istirahat yah,dan aku mau istirahat juga yah" ucap zahra membalilkan tubuhnya dan menutup matanya.
.
.
.
.
.
axel akhirnya sampai mengantarkan leon kerumahnya.
"le yok kita turun lagi" ucap axel.
"aku berubah pikiran xel" lirih leon menatap axel.
"maksud lo le"
__ADS_1
"gue mau balik" ucap leon yang membuat axel tambah kebingungan.
"lah lo kan udah balik leon,masak lu minta balik lagi sih,wkwkwkwk lo bercanda ya leon"ucap axel penuh dengan candaan.
"ck apaan si lo ,gue itu mau balik tempat zahra".
" aduh...jangan buat gue pusing deh tolong jelasin sama gue yang jelas jelas biar gue paham ya leon".kata axel menggaruk-garuk keningnya yang tidak gatal.
"gue mau balik ketempat zahra ya maksudnya tu mau jegukin zahra ke rumah sakit" ucap leon dengan jutek.
"Ooooh yuk yuk,tapi tu muka bisa tolong nggak di kondisikan" ucapnya tersenyum datar.
"biasa aja kok muka gue lo aja yang berlebihan" ucapnya kembali jutek sambil melirik kaca spion mobil.
"lanjut jalan lagikan?" kata axel.
"iya." ucapnya dingin.
"xel belikan gue bunga dulu di toko itu" kata leon menunjuk toko bunga.
"heeeeh pusing gue sebenarnya leon lihat lo,sebenarnya gue ini teman lo atau pembantu lo sih" ucap axel mengeluh.
"udah lo bantu aja napa,tapi katanya lo teman terbaik gue" balas leon menyindir.
"iya-iya" ujarnya malas-malasan sambil turun dari mobil.
"bunga tulip warna merah dan putih ya!" perintah leon.
"siap bos laksanakan" jawab leon dengan tersenyum datar.
leon pun melihat axel dengan wajah datar tanpa ekspresi sedikit pun,gerak-gerik axel tak pernah luput dari pandangan leon.
__ADS_1
"nih bunga tulipnya" ucap axel memberikan rangkaian bunga tulip yang di belinya.
"bagus sih xel,tapi kok nggak warna merah"ucap leon.
"bagus kan yaudah sih le,warnah merah nggak ada lagian gue yakin kok zahra pasti suka" dengan susah payah axel sabar menghadapi leon yang selalu membuatnya jengkwl namun dia selalu menahan kejengkelannya,Karen ia tau sahabatnya mini seperti itu karena ia tak bisa apa-apa.
"yaudah deh,makasih banyak ya xel" ucap leon akhirnya biszahra merima bunga yang di beli axel untuk zahra.
"sama-sama le" ucap axel sambil kembali menjalankan mobilnya.
"le gue mau tanya sama lo boleh nggak?" tanya axel sedikit ada rasa penasaran.
"silahkan lo mau nanya apa?,insyaallah gue jawab kalau gue tau"
"gue mau nanya sebenarnya tentang ini apa yang buat lo jatuh cinta banget sama zahra le?,padahal lo bisa tu ninggalin zahra saat lo beda prov dari zahra?"
"lo mau tau alasannyague kenapa gue cinta banget sama zahra,mungkin benar kata lo xel pas gue sehat pas gue beda prov sama zahra kenapa gue nggak pilih yang lain aja sih padahal mungkin di liar sana hanya cewek yang lebih cantik dari zahra,pasti pikiran lo kayak gitukan".
" iya"ucap adek mengangguk.
"mungkin gue bisa aja ninggalin zahra gitu aja tapi lo nggak tau rasa sakit yang di peroleh oleh zahra setelah gue ninggalin zahra padahal zahra setia nanti kabar gue saat gue nggak ada kabar,dan satu lagi dimana harus gue cari cewek yang setulus,sesabar,dan selalu ada di samping gue saat gue lumpuh dan di rawat di rumah sakit,dan gue nggak.perlu terlalu panjang lebar jelasin ke lu gue harap lu paham!".
" sekarang gue paham le,gimana ke tulisan lu dan penantian zahra menunggu lu,kalian perfect dari segala hal,tang membuat kekurangan kalian menjadi kwlebihan kalian saat kalian bersama"ucap axel tersenyum.
...*......*...
"zahra dan leon ibaratkan sebuah hujan turun menyertai bumi kalau tak ada hujan ,takkan ada awan dan petir,setelah badai selesai akan ada pelangi yang akan datang di selangi matahari bersinar"
"cinta leon dan zahra takkan pernah ada habisnya begitupun cinta zahra ke leon takkan bisa di ceritakan oleh omongan belakang melainkan dari hati"
__ADS_1
...~L&Z...