
setelah kejadian di lift malam itu zahra benar-benar tidak menghiraukankannya,zahra tak tau bahwa ancaman itu benar-benar terlaksanakan cepat atau lambat nyawa zahra terancam.
hari bahkan waktu pun telah berlalu mengikuti poros kehidupan yang telah di tentukan.
"tok....tok....tok...."
"Permisiii" terdengar suara sosok wanita dari balik pintu.
zahra pun segera bergegas membukakan pintu.
"kak zahra,bulan nggak bisa nantik ngurus administrati dan menanda tangani beberapa surat untuk kepulangan bang leon kak,karena bulan ada urusan mendadak di rumah sakit lain kak"
"Hmmmm yaudah nantik kakak aja yang ngurus semuanya kamu lanjutkan saja pekerjaan kamu bulan".
" baik kak,terimakasih banyak kak karena selama ini bulan udah ngerepotin kakak kak".
"sama-sama bulan".
zahra pun menepuk bahu bulan dengan sangat lembut,bulan pun tersenyum dan beranjak meninggalkan zahra.
zahra pun kemudian kembali duduk di samping leon membereskan barang-barang leon,saat membereskan barang leon zahra menatap hangat wajah yang tampak jelas ,sangat tampan dan sedang tertidur pulas,ingin rasanya zahra mengganggu tidur camamnya itu,tapi zahra merasa tak tega jika mengganggu tidur leon.
sehabisnya membereskan pakaian leon zahra pun dengan penuh hati-hati beranjak dari tempat tidurnya agar leon tidak terganggu,zahra juga melangkah dengan pelan,begitupun saat membuka pintu.
dengan bergegas zahra pun melangkah kan kakinya ke tempat administrati untuk mengurus kepulangan leon.
" permisi mbak,saya perwakilan dari keluarga leon katanya ada beberapa Surat yang harus saga tanda tangani untuk kepulangan leon"ucap zahra setelah sampai di tempat administrati.
"atas nama leon pratama mbak?" tanya staff administrati.
"iya betul mbak" jawab zahra.
"disini ada beberapa surat yang harus mbak tanda tangani untuk kepulangan mas leon,dan untuk pembiayaannya mbak tidak perlu kawatir karena sudah di bayarkan oleh dokter bulan" staff administrati mengambil beberapa surat yang harus zahra tanda tangani.
" ini mbak"ucap staff tersebut memberikan beberapa lembaran kertas.
zahra pun mengambilnya dari tangan staff administrati ,membaca dengan begitu cepat lalu menanda tanganinya,dan memberikannya kembali kepada staff administrati.
"terimakasih mbak,sekarang mas leon sudah boleh pulang tapi mungkin setelah pengecekan ulang dari dokter" jelas staff administrati.
"terimakasih kembali mbak" balas zahra tersenyum.
zahra pun kemudian berjalan menuju kamar leon,sebelum sampai ke kamar leon zahra me wa dina agar dina menjemputnya dan leon di rumah sakit,zahra juga menyuruh dina untuk membawa tatiana karena telah lama zahra tidak melihat adik bijak dan gembulnya itu.
zahra pun akhirnya sampai di depan pintu leon,dan membukanya dengan penuh hati-hati,zahra benar-benar takut mengganggu tidur leon,setelah pintu terbuka zahra melihat leon yang sedang di periksa dengan dokter,zahra pun memberikan senyuman sapaan kepada dokter.
"sekarang pak leon sudah benar-benar pulih dan di perbolehkan pulang hari ini,tapi jika pak leon ada keluhan,pak leon bisa datang ke rumah sakit kembali" ujar dokter.
"baik dok" ucap leon singkat.
dokter tersenyum dan berjalan keluar ruangan.
"habis dari mana kamu pai?" tanya leon.
"habis dari staff administrati camam" ucap zahra.
__ADS_1
"sekarang kamu boleh pulang" ucap zahra mengambil kursi roda dan memampang leon untuk duduk di kursi roda.
"berat ya badan aku pai".
" sedikit "ucap zahra cengengesan.
" kita pulang dengan siapa pai?"
"nantik dina yang akan menjemput kita" jawab zahra menggendong tas dan mendorong kursi roda leon.
"okelah,obat aku udah kamu masukkan pai nantik kamu lupa" ujar leon yang ntah kenapa hari ini leon menjadi begitu cerewet.
"udah leon sayang" ucap zahra dengan rayuan sambil mendorong kursi roda keluar dari rumah sakit.
"Hmmmm"
"mungkin sebentar lagi dina datang menjemput kita" ucap zahra sambil menunggu kedatangan dina di depan rumah sakit.
"semoga dina datang cepat ya pai,aku benar-benar merindukan rumah ku" ucap leon sambil menghirup udara segar.
"semoga saja" balas zahra.
"ibu dan ayah kamu,kapan katanya mau sampai kesini pai?".
" kata ibu sih di wa dua hari lagi ibu akan sampai ke Jogjakarta".
"Bagus lah kalau gitu"
"iya cama,camam maaf ya camam setelah ngantarin kamu pulang aku harus ballik ke kantor karena pak adrian menyuruhku untuk masuk hari ini camam" kata zahra dengan raut wajah sedih.
"makasih camam" ucap zahra menepuk bahu leon dan menyunggingkan senyuman.
tak berselang lama pun dina dan tatiana terlihat berlarian menuju ke arah zahra.
"maaf kami terlambat ya" ucap dina dengan nafas yang masih tersenggal-senggal.
"nggak kok din" jawab zahra.
"kak zahra!,bang leon!" sahut tatiana menyambut kesembuhan leon dengan pelukan hangat untuk zahr dan juga leon.
"eh adik gembul kakak" ucap zahra membalas pelukan tatiana.
"zah yok kita pulang" ucap dina.
"iya yok" ucap zahra melepaskan pelukan tatiana.
zahra pun kemudian mendorong kembali kursi roda leon.
"dengan siapa kami kesini din?" tanya zahra.
"aku kesini sama elang zah,katanya dia nggak mau turun tunggu di parkiran aja katanya" jawab dina.
"Hmmmm gitu"
sesampainya di parkiran elang langsung membukakan pintu buat leon dan membantu leon naik ke atas mobil.
__ADS_1
"makasih mas bro lang" ucap leon.
"sama-sama leon"jawab elang tersenyum dan kemudian menancapkan gasnya dengan kecepan sedang.
" lang kamu sibuk nggak hari ini?"tanya zahra.
"nggak zah,kenapa emang?" balas leon bertanya.
"leonkan belum bisa ngapa-ngapain sendiri dan aku harus pergi ke kantor habis ni,bisa nggak kamu nemani leon mungkin sampai aku pulang atau bulan pulang" ucap zahra.
"bisa kok zah" ucap leon dengan sangat senang hati.
"zah repotin ahhh..." bisik leon.
"udah nggak papa camam,lagian elang nggak keberatan kok,ya kan lang?".
" iya benar kata zahra leon ,aku nggak keberatan kok lagian kamu sudah Ku anggap saudara laki-laki ku sendiri "ujar elang menoleh ke arah leon sebentar.
" sekali lagi aku bilang makasih lang,hanya kata-kata itu yang bisa aku ucapin saat ini"ucap leon menunduk merasa tak berdaya.
"iya sama-sama friend".
πππππ
*sesampainya di rumah leon....
elang membantu leon dan memapah leon agar bisa duduk di kursi roda.
zahra mengantarkan leon sampai ke kamarnya,memberi tau kepada elang jam berapa leon harus meminum obatnya*.
" ini obatnya aku taruh di sini ya lang"ucap zahra .
"iya zah".
" camam aku berangkat kerja duly ya"ucap zahra yang diangguki leon.
"tatian!!" sahut zahra memeluk adeknya tersebut.
"kakak kerja dulu ya nantik malam insyaallah kita udah bisa makan bareng" ucap zahra melepas pelukan nya dari Tatiana dengan berat hati.
"iya kak" ucap tatiana tersenyum.
"aku pergi duly ya din" ucap zahra tersenyum.
"iya zah, hati-hati ya di depan juga udah ada tuh ojol nungguin kamu tadi udah aku pesanin,biar kamu nggak kerepotan lagi cari transportasi" ucap dina.
"makasih banyak din"
"sama-sama zah".
dengan bergegas zahra melangkah kan kakinya keluar dari rumah leon,dan langsung menaiki ojol yang telah menunggunya.
... *.......*...
" tak ada pasangan yang lebih indah dari pasangan yang sailing melengkapi kekurangannya ,sali mendukung dan selalu ada"
__ADS_1
... ~zahra untuk leon...