Cinta Yang Dinanti

Cinta Yang Dinanti
48.perlombaan tatiana.


__ADS_3

"kring..... kring......kring......."


suara ponsel zahra.


"Aduh....tatiana tolong deh matikan alarmnya jangan ganggu tidur kakak hari ni aja!" ucap zahra dengan kesal dan kbalienyelimiti badannya.


"kring......kring......kring......"


ponsel zahra kembali berbunyi dan terus berbunyi mengganggu tidur zahra.


Zahra yang merasa tidurnya terganggu perlahan-lahan is membuka kelopak matanya yang masih terasa berat itu,dia menoleh ke arah alarm tersebut tapi bukan alarm yang berbunyi melainkan ponselnya,zahra melihat ponselnya ada beberapa panggilan yang tak di jawab,panggilan itu dari dina zahra kembali menelvon dina.


πŸ“ž "assalamu'alaikum zah..."


πŸ“ž"walaikumsallam din..."


πŸ“ž"kamu dari tadi aku telvon ,nggak dianglat-angkat!"


πŸ“ž"ya maaf din ,kirain aku alarm yang bunyi-bunyi terus dan mengganggu tidur ku"


πŸ“ž "jadi panggilan aku mengganggu mu tidur ya zah,yaudah ku bisa balik tidur sana ,nantik kita lankutkan lagi"


πŸ“ž"Eh jangan....sekarang aja din,lagian udah nggak.ngantuk lagi aku"


πŸ“ž"baiklah kamu mau ngomong apa?,aku siap dengarin".


πŸ“ž"jadi gini din,di tempa tinggal Aku sekarang ini ada perumahan kumuh yang jauh dari kota dan itu sangat memperhatikan dan aku lhat juga anak-anak disana mentalnya kurang bagus din (BLA........BLA......BLA....)"


jelas zahra panjang lebar.


πŸ“ž "intinya kamu minta tolong sama untuk ngembaliin mental anak-anak yang ada di perahan sana menjadi stability lagi ,menjadi anak yang normal seperti biasanya"


πŸ“ž"tepat sekali din,aku dengar kamu juga pintar kalau mengenai permasalahan pada anak,aku tau klienmu juga kebanyakan anak-anak ,maka dari itu aku meminta pertolongam mu,maukah kamu membantu ku din?"


πŸ“ž "tentu saja aku tidak akan menolak nya karena ini permasalahan terhadap anak dengan senang hati aku akan mbantu mu zah,karena masa depan negara kita terletak pada anak bangsa, aku ingin bangsa kita maju dengan anak bangsa yang berkualitas di masa yang akan datang"


πŸ“ž"aku tau itu din,jadi kamu kapan akan berangkat Aku tau kamu masih di provinsi riau din"ucap zahra dengan suara yang tersenggal.


πŸ“ž"secepatnya aku akan tws anti Gen dan melakukan penerbangan"


πŸ“ž"makasih din makasih banyak"


πŸ“ž"iya masama zah,yaudah aku tutup telvonnya ya ,sebentar lagi klienku datang,Assalamu'alaikum,,,,,,"


tanpameninghu jawaban dari zahra dina langsung mematikan ponselnya.


"tatiana dimana anak itu?tadi diaasih tidur pulas di sebelah ku" bathin zahra bertanya-tanya,dan menoleh kesana-kemari seperti mencari sber kehidupan.


"ada apa kak?kakak lagi cari sesuatu ya" ucap tatiana yang sudah rapi dengan seragam sekolahnya.


"iya cari kamu" ucap zahra singkat.


"tatiana mandi kak ,biar nggak telat datang ke perlombaan "ucap tatiana menatap zahra dengan sangat menohok.


"iya baiklah tatiana sayang,nggak usah menatap kakak seperti itu,kakak mau mandi juga dan bersiap-siap" jawab zahra yang sepertinya sudah mengetahui maksud adiknya.


beberapa menit kemudian zahra keluar dari kamar mandi dengan wajah yang kembali sangat segar dan berpakaian gamis malaysia.


"kakak mau pake jilbab apa ,jilbab petal lagi" ucap tatiana meledek zahra.


"ya nggaklah ,khusus kamu hari ini kakak akan pakai pasmina" balas zahra tak mau kalah dan sambil memasang pasmina yang cocok dengan gamisnya,tentunya zahra juga memakai riasan tipis di wajahnya.


"Wow.....kak,hari ini kakak benar-benar sangat berbeda" ucap tatiana takjub.


"bukan berbeda tapi sangat cantik ya kan"sepertinya kepedean dari kakaknya zahra sudah mulai keluar,tatiana hanya menghbuskan nafasnya dan menganggukkan saja.


" ready,,,,girl!!"ucap zahra sangat antusias.


"ready!!" jawab tatiana.

__ADS_1


kedua kakakbwradik itu menutup rapat-rapat pintu rimahnya dan masuk ke dalam taxi yang sepertinya telah menunggu kakak adik itu.


1-2 jam perjalanan kakak adik itu tidak membicarakan apa-apa sama sekali,zahra yang sibuk dengan pemandangan yang di tangkap oleh kedua matanya dan tatiana yang sibuk dengan hafalan puisinya untuk lomba yang akan di ikutinya.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


sampainya di tempat perlombaan tatiana,,,,,,,


"ini pak ,terimakasih banyak ya pak" ucap zahra membayar supir taxi itu.


Zahra teringat dalam perjalanan tadi dia dan tatiana menyibukkan diri mereka dengan kesibukan mereka sendiri,seharusnya bukan memandangi pemandangan yang harus Zahra lihat dengan kedua bola matanya walaupun itu sangat indah,tapi adalah memberi dorongan kepada adiknya agar adiknya tidak menjadi demam panggung pas acaranya sudah di mulai nantinya.


zahra menatap hangat ke arah tatiana dan dia mulai jongkok berusaha menyamakan tinghinya dengan tatiana dan langsung memeluk adiknya itu.


"kenapa kak?" tanya zahra dengan sangat bingung tapi diaembalas pelukan kakaknya itu.


"dek,,,maafkan kakak yang belum bisa menjadi kakak yang terbaik buat kamu ,tapi kakak akan berusaha akan selalu berusaha mendukung kamu apapun itu untuk.meraih masa depan mu" lirih zahra ,tatiana pun kemudian melepaskan pelukan nya dari zahtmra dan menatap hangat kakaknya demgan senyum hangat di bibir kecil nya.


"kak zahra jangan ngomong seperti itu lagi ya,,,,menurut tatiana kakak adalah orang yang nomor satu di hati tatiana ,kakak adalah kakak terbaik menurut tatiana ,jadi jangan ngomong seperti itu lagi ya kak" ucap tatiana menyinggingkan senyum lebar di wajahnya.


"baiklah adek kesayanganku,sekarang kita masuk yuk,oh ya semangat jangan lupa baca doa,mau memang atau mau kalah kakak nggak peduli ana karena kakak sudah banggak karena kamu sudah memberanikan diri ikut lomba kakak sudah bangga ,tapi tetap semangat semangat!!" ucap zahra memberi semangat kepada adiknya.


"semangat!!" ucap tatiana sangat menggelegar.


kakak dan adik itu sangat memantapkan hatinya dan melangkah dengan penuh percaya diri.


setelah sampai di ruang perlombaan terdengar suara MC sudah memanggil satu persatu para peserta.


"kak apakah tatiana bisa kak?" tanya tatiana menggenggam tangganya dan mulai ragu dengan dirinya sendiri.


"bisa ana,kakak yakin kamu bisa dan pasti bisa percaya deh sama kakak" jawab zahra menyakinkan adiknya dan diangguki oleh tatiana.


"dan peserta selanjutnya adalah tatiana...." ucap MC itu yang sepertinya mengagetkan tatiana.


tapi zahra kbali memberi isyarat kepada adiknya dan dengan isyarat itu dengan langkah yang sangat lebar tatiana mberanikan dirinya.


tatiana kembali terdiam sejenak diatas panggung tapi zahra kembali memberi isyarat dan menyemangatinya,perlahan-lahan tatiana tangan tatiana mulai memaonkan piaona yang ada di depannya.


ucap tatiana yang di iringi piano.


"kakak,,,,,


kata itulah uang selalu aku gunakan memanggil kakak perempuanku,,,


dan aku bingung,,,aku bingimg harus mulai dari mana,,,,


tapi ka dengarkanlah ini adalah isi hati adikmu untuk kakak yang sangat dia cintai,,,


kak terimakasih,,,,


terimakasih atas bantuanmu,,,,,


perhatianmu,,,


kepedulianmu,,,


kau adalah orang kedua yang merawatku, menjagaku dengan penuh kasih sayang selain orang tua kita,,," derai air mata mulai mengalir membasahai pipi tatiana ,tapi tatiana masih melanjutkan oiisinya yang masih di iringi piona yang masih dimainkannya.


"ini adalah ungkapan kasih sayang ku kak,,,,


ini ungkapan kesalahnku karena aku sering tidak mendengarkan kata-kata kakak,,,,,,


tapi mungkin aku dulu tidak mendengarkan kata-kata kakak,,,,,,,


mungkin ini adalah masa-masa sulit bagiku,,,


aku akan sangat sulit.


bahkan lebih sulit.

__ADS_1


kini aku tau,


berkat kegigihanmu


juga rasa sayang mu


yang begitu sabar


akhirnya aku sadar,,,


tanpa kakak aku tidak bisa jadi diri aku yang sekarang dan tidak bisa berda disini"


ucap tatiana menyelesaikan puisinya dan mengkhirinya dengan melodic Santa dramatis.


zahra yang melihat adiknya sudah menyelesaikan puisinya ,berlari kearah adiknya tanpa memperdulikan orang disekitarnya ia langsung memeluk tatiana dengan derai air mata yang tidak bistepung lagi.


"prok.....prok....prok....."


suara tepukan dan suara haru mengiasi kakak adik itu,orang sekitar yang melihat kakak adik itu juga menangis haru.


zahra yang menyadari itu melepas pelikannya dari tatiana dan kembali turun dari punggung dengan menunduk wajahnya yang sudah sangat malu dengan apa yang di perbuatnya diatas panggung.


"Ufttttt,,,,,,baiklah sepertinya hari ini sangatenenganggkan acara selanjutnya menentulan pemenangnya,diharapkanpara juri akan memilih winner yang sebenarnya mari bersorak untuk meriahkan hari ini" ucap MC sangat bersemangat dan antusias.


orang mulai mberokan tepukan dan bersorak di balik maskernya untuk tetap memeriahlan acara.


beberapa menit kemudian MC kembali bersuara dan sepertinya juri telah memilih para winnernya.


"baiklah saya tidak suka berlama-lama dan bersitegang,saya akanbacakan ketiga pemenang apakah kalian siap mendemgarkannyaa",ucap MC bersorak.


" Siap!!"teriak sebagian orang.


"Langsung saja juara ketiga dimenangkan oleh raffi!!,juara kedua dimenangkan oleh zidan dan yang di tunggu-tunggu juara pertama ialah__"


DEG.


"Ialah......tatiana.......!!!!!,beri tepul tangan yang meriah untuk para pemenang"ucap MC.


tatiana yang mendengar namanya menjadi pemenang langsung naik ke atas panggung,zahra tersenyum bangga kepada adiknya.penyerahan hadiah kepada pemenang pun dilakulan oleh para juri.


" kak lihat tatiana dapat piala gede sangat"ucap tatiana sangat bahagia.


"iya dek selamat ya adek akak,kakak bangga sama kamu" ucap zahra mengelus pelan rambut adiknya.


"moment ini jangan kita lewatkan,kamu tegak disana biar kakak foto" tatiana sangat menyetujui ucapan kakaknya dan zahra langsung mengbil foto adiknya.


"udah kakak ambil ka?" tanya tatiana ,zahra pun mengangguk.


"sekarang kita vc sama ayah ibu" ucap zahra yang memulai video call.


pada deringan pertama orang tua zahra dan tatiana langsung mengangkat telvonnya.


πŸ“ž"assalamu'alaikum,,,hallo nak" ucap ayah dan ibu.


πŸ“ž"walaikumsallam yah bu" ucap tatiana serempak dengan zahra.


tanpa banyak basa-basi tatiana mengbil alih telvonnya.


πŸ“ž"yah bu lihat deh tatiana memang lomba puisi musical"ucap tatiana sambil menunjukkan pialanya yang ada di tangannya.


πŸ“ž"oh yan nak ,selamat ya nak!!,ayah sama ibu sangat bangga dengarnya"ucap ayah sangat bangga kepada putri bungsunya.


mereka mengobrol sangat lama dan sangat merindukan kedua orang tua nya.


... *.........*...


"jangan hapus persaudaraan


hanya karena sebuah ikatan darah yang berbeda,namun hapuslah sebuah kesalahan

__ADS_1


demi utuhnya persaudaraan walaupun itu tidak memiliki kaotan darah sama sekali dengan kita"


... ~D.s.....


__ADS_2