Cinta Yang Dinanti

Cinta Yang Dinanti
52.rencana di laksanakan.


__ADS_3

hari ini moana membawa beberapa perlengkapan untuk memenuhi yang zahra butuhkan saat sudah berada di permukiman,dina juga membantu membawa perlengkapan masuk ke dalam mobil yang siap membantu mereka 24 jam dengan sukarela.


"Gimana din?udah aman semua?" tanya zahra yang keliatan sangat kewalahan.


"aman zahra aman,tenang aja jangan khawatir ya dan jangan tegang" jawab dina dengan rileks.


"iya din takutnya ada yang kurang,kan jauh kalau sampai bulak-balik"balas zahra.


" tauh nih din ,si zahra memang kek gitu orangnya "ucap moana yang ikutan nimbrung.


"kali ini aku nggak ngebantah kalian the best memang kalai soal memahami aku" ucap zahra tertawa kecil yang di ikuti moana dan dina.


"Eh udah-udah tertawanya nantik aja,kita harus cepetan kesananya biar pulangnya nggak ke sorean" ucap dina.


"baik ustadzah dina" ucap zahra dan moana serempak.


"amin...doakan saja,yaudah yuk kita bereskan sedikit lagi dan kita berangkat" balas dina dengan senyuman di balik niqabnya.


"yuk!" seru moana sangat antusias.


mereka bertiga pun mengemasi beberapa barang lagi dan memasukkan ke dalam mobil.


"gimana din na?udah siap?" tanya zahra yang lagi-lagi hanya itu saja yang ditanyakan zahra kepada sahabatnya.


"udah ibuk bawel" ucap moana dengan nada sedikit mengejek.


"ck...jangan kek gitu" jawab zahra sedikit kesal.


"zah aku mai nanya tatiana mana?dia nggak ikut?" tanya dina yang dari tadi tidak melihat keberadaan tatiana.


"nggak din,tatiana nggak aku bolehin ikut kasihan dia ,dia masih kecil dan negara kita masih belum aman dengan namanya wabah corona jadi tatiana aku titipin di tetangga sebelah din" jelas zahra.


"Oooh....gitu ya zah ,tapi itu bagus ,aku sangat menyukainya" ujar dina.


"buruan ayukkk" ucap moana.


"iya oke na" ucap zahra.


zahra,dina dan moana di tempatkan dalam satu mobil karena zahra nggak mau berpisah-pisah mobil ribet ujar zahra ,yang hanya bisa diangguki oleh moana dan dina.


pak sopir pun menyalakankan mobil dan melajukan mobil dengan kecepatan yang sedang,kali ini dina yang tidak ingin kendaraan terlalu cepat katanya pelan juga nggak papa asalkan selamat sampai tujuan dan di setujui pak supir.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


sampainya di pemukiman.....


moana dan dina sangat meringis melihat ke adaan permukiman disana,bukan jijik atau pun geli ,melainkan tak ada kata yang pantas yang keluar ketika melihat permukiman yang sangat berdekatan daro rumah satu dengan yang lainnya belum sampah-sampah yang bertebaran,bau sampah tersebut sangat menyengat di hidung walaupun sudah memakai masker.


"gimana menurut kalian?" tanya zahra yang membuyarkan lamunan dina dan moana.


"sangat memprihatikan!".


" mengerikan!".

__ADS_1


jawab dina dan moana dengan jawaban yang berbeda.


"ya begitulah na din,mereka sudah hidup susah dan di tambah dengan wabah ini na din kehidupan mereka sangat merosot,anak-anak yang tidak lagi sekolah karena ekonomi yang sangat tidak memadai menjadi salah satu faktor dan covid-19 juga termasuk dalam faktor tersebut" cerita zahra dengan raut wajah yang begitu kecewa sangat jelas terlihat dari wajah manisnya.


"iya zah kami berdua belum masuk dan mengelilingi pemukiman ini aja sudah bisa merasakan betapa menyedihkannya kehidupan warga disini" tutur moana yang sangat bersimpati.


"ikya begitulah,aku nyuruh tenega pria dulu buat bawain barang-barang yang ada di mobil untuk di bagikan" ucap zahra.


"iya zah" ucap dina .


"kita bawakin yang ringan aja seperti buku,handsenitaizer,dan masker" ucap zahra.


"aku buki aja zah" ucap dina mengambil buku di dalam mobil dan kini berada dalam pegangannya.


"aku masker zah" ucap moana mengambil masker".


"dan yang terakhir handsenitaizer aku yang bawa" ucap zahra memegang beberapa plastik yang berisikan handsenitaizer.


mereka bertiga pun mulai menyelusuri lorong-lorong dan membagikan satu persatu.


dina sebagai konseling sangat mendengarkan keluhan-keluhan warga dan dina bisa merasakan bagaimana kalau dia yang berada di posisi tersebut.


"gimana din?apa solusinya menurut kamu?" ucap zahra yang mendesak dan ingin tau pendapat dina.


"Hmmmmmm....sebenarnya ada satu solusi zah" jawab dina menghela nafas beratnya.


"apa itu din?" tanya moana dan zahra serentak.


"caranya?" tanya moana.


"yai kita harus bisa menaikkan SDMnya dengan cara membuat kreatifan dalam mengolah ya limbah-libah yang sangat mengganggu jika di pandang ini dan menjadikan limbah-limbah tersebut menjadi barang yang berharga,nantinya itu bisa di jual dan bisa menjadi pendapatan warga,dan soal pemukiman warga kita bisa juga membantunya dengan memberikan sentihan warna agar sedikit menarik" jelas dina memberi solusi.


"aku sangat swtuji din,nantil aku bakalan cari orang+orang yang sangat kreatif dalam mengolah limbah dan bisa mengajarkan warga sekitar" ucap moana antusias.


"dan aku juga setuju dengan perkataan kamu din memberi warna untuk permukiman rumah ini biar jadi memarik seperti yang pernah dilakukan di bebeerapa kota"ucap zahra sangat bersemangat.


" nah sangat benar"ucap dina.


sambil melanjutkan dan mencari solusi mereka terus berinteraksi dengan warga sekitar.


dina yang sepertinya sangat sibuk dengan anak-anak permukiman yang terus memotivsi,dan mendorong mereka lebih baik baik dari sebelumnya,terlihat raut bahagia dan kembali bersemangat di wajah anak-anak tersebut ketika mendengar kata motivasi yang terlontar dari mulut dina.


"Din makasih banyak" ucap zahra sangat berterimakasih.


"buat?" jawab dina.


"ya buat menaikkan semangat anak-anak itu lagi" ujar zahra.


"itu sudah kewajiban ku zah" ucap zahra tersenyum di balik niqabnya.


"iya juga sih" ucap zahra cengegesan.


"saran aku zah,kita harus datang kesini tiap hari untuk menaikkan mutubanak bangsa aku nggak mau melihat anak bangsa kita semakin bodoh akibat terpaut zaman zah,aku pengen turun langsung menaikkan mutu anak bangsa zah karena sebenarnya anak bangsa itu bukan bodoh mereka semua pintar hanya saja mereka salah di didik" ucap dina yang begitu sangat kecewa.

__ADS_1


"wah kalau tiap hari aku mggak bisa din,bisa-bisa aku di pecat" ucap zahra sedikit keberatan.


"nggak papa din kamu sekali-kali aja ikut,biar aku sama dina yang buka my reading lagi disini,ya kan din" ucap moana menatat dina.


"iya kamu kerja aja zah,biar aku yang sama moana ngurus itu,kami akan mencari sukarelawan yang lain juga" jawab dina.


"makasih banyak semua" ucap zahra merangkul bahu dina dan moana.


"sama-sama zahra" ucap dina dan moana.


"eh tadi kalian lohat nggak sih sebelum kita datang sepertinya. ada orang yang terleboh dahulu datang dan membagikan beberapa sembako buat warga" ucap zahra yang memngingat kejadian sangat ganjal menurutnya.


"iya aku juga lihat" ucap moana.


"aku juga dengar" ucap dina yang mengagetkan moana dan zahra.


"kamu dengar apa din?" ucap zahra melepaskan rangkulannya dan menatap dina.


"tadi aku sempat nanya sama anak-anak yang aku jumpai katanya mereka dapat sembako dari abang ganteng" ucap dina.


"abang ganteng?" tanya moana kebingungan.


"iya abang ganteng" ucap dina mengangguk.


"terus" ucap zahra penasaran.


"ya seterusnya aku nggak tau lagilah" ucap dina.


"buat penasaran aku aja yang namanya abang gantrng itu" ucap zahra


"iyaaku juga" ucap moana.


"doakan saja suatu saat kita bisa bertemu dengan abang ganteng yang di beri julukun anak-anak yang tinggal disini,sekarang kita pulang dulu,biar bisa memikirkan langkah apa yang harus kita ambil selanjutnya" ucap dina.


"iya sebaiknya kita pulang dulu" ucap moana.


baru ingin melanglan terdengar suara seorang anak yang menyebut abang ganteng.moana,zahra dan dina langsung memberhentikan langkahnya dan mencari asal suar tersebut.


"dia!" ucap moana sangat kaget melihat seorang pria yang di peluk seorang anak.


DEG...


"elang!!" teriak zajra yang tak kalah kagetnya.


pria tersebut menatap ketiga cewek itu dan menyunggingkan senyuman.


... *..........*...


"motivasi memiliki arti yang sangat sedikit namun memiliki makna yang sangat banyak buat diri kamu ,dan juga aku....


walaupun dorongan tersebut hanya kecil tapi bersemangatlah....."


... ~D.s...

__ADS_1


__ADS_2