
"zah gue pulang dulu ya,dan selamat menikmati" ujar ziani sambil berjalan.
"emang makanan bisa dinikmati" grutu zahra kesal.
"Argggh......sabar zah sabar,lebih baik telvon dina bilang kalau kamu pulang lambat agar nggak dina dan tatiana nggak kawatir.
pada deringan pertama dina tidak mengangkat nya dan deringan kedua terangkat.
π" assalamu'alaikum zah,kenapa?".
π"walaikumsallam din,din nantik jangan nungguin aku ya din titip tatiana ,belikkan dia makanan din,nantik aku bakalan ganti".
π"jadi kamu pulang lambat ya zah?"
π"iya din".
π"baiklah kalau soal tatiana jangan kawatir kamu baru saja selesai makan dan ya nggak usah suka ganti-ganti kek orang baru kenal kemarin saja".
π"makasih banyak din"
π"iya masama,oh ya udah dulu ya ada panggilan masuk dari orang tua aku zah".
π"oke baiklah".
π"assalamu'alaikum... "
π"walaikumsallam..."
zahra menutup dan meletakkan ponselnya kembali di ke dalam tasnya,dan melanjutlan pekerjaannya.
"zahra sudah hentikan pekerjaan mu!" terdengar suara perintah big boss,ia siapa lagi kalau bukan pak adrian.
"kenapa pak?apa saya berbuat kesalahan pak?" tanya zahra.
"jangan terlalu keras mengerjakan tugas mu,sampai-sampai kamu meninggalkan yang wajib" tegas pak adrian.
"emang apa yang saya tinggal kan pak?" tanya zahra melirik bingung.
"sholat 5 waktuu zahra" liroh pak adrian.
"astagfirullah pukul 5 sore,saya belum sholat ashar pak" ucap zahra menepuk jidatnya.
"iya makannya kerja terlalu keras boleh tapi jangan melupakan kewajiban mu sebagai umat muslim" ucap pak adrian dan zahra sangat bingung mendapat siraman rohani dari pak adrian.
"zahra kenapa kamu masih berdiam diri ,cepat pergi sholat sana sebelum waktunya habis!" ucap pak adrian mengejutkan lamunan zahra.
"baik pak" ucap zahra mengangguk.
zahra pun beranjak dari ruangannya,mengambil widhu ,dan melaksanakan sholat ashar,seperti biasa setiap do'anya zahra akan menyelipkan nama leon agar leon selalu sehat,dan berada dalam lindungan allah.
selesai sholat zahra langsung melipat mukenanya dengan rapi dan kembali melanjutkan tugasnya.
waktu terus berjalan dan akhirnya tepat jam 7 malam zahra selesai mengerjakan tugasnya.
"Tok.....tok.......tok....."
zahra mengetuk ruangan pak adrian.
__ADS_1
"assalamu'alaikum permisii pak,boleh sayaasuk pak" ucap zahra berdiri di depan ruangan pak adrian.
"walaikumsallam,,,masuk" jawab pak adrian dari dalam ruangan.
"kenapa zah?" tanya pak adrian.
"ini pak saya sudah selesai mengerjakan tugas saya pak" ucap zahra menunjukkan file yang dibawanya.
"Ooooh itu letak saja di sana zah" ucap pak adrian menunjuk lemari yang berisikan banyak file.
"baik pak" ucap zahra meletakkan filenya.
"sudah saya letakkan pak,kalau gitu saya pamit pulang dulu ya pak" ucap zahra pamit.
"iya zah,oh ya zah saya udah transfer ke rekening kamu untuk acara yang ingin kamu buat, kalau masih kurang kamu bisa bilang lagi ke saya" ucap pak adrian.
"terimakasih banyak pak,baik pak" jawab zahra dan beranjak keluar dari ruangan pak adrian.
zahra sangat bersyukur karena telah di beri bps sebaik pak adrian dan teman-tan yang baik pula seperti moana dan dina.
"mumpung jalan pulang aku singgah dulu ke mini market dulu mbeli perlengkapan yang harus di berikan besok,seperti masker ,handsenitazer,buku juga kalau ada pena dan pensil" gumam zahra sangat bahagia karena pada akhirnya orang yang sangat membutihkan mendapatkan haknya.
.
.
.
.
"tatiana kata kak zahra tadi dia pulang lambat,kamu mau makan apa until malam ini biar kakak belikkan" ucap dina kepada tatiana.
dina yang melihat raut wajah tatiana yang samedih menjadi todak tega dan mendekati tatiana.
"gimana sambil nunggu kal zahra pulang kita beli aja makanannya dulu, nantik kita makan bateng sama kak zahra" ucap dina menghibur tatiana.
"boleh kak" ucap tatiana sangat bersemangat.
"yaidah kamu ganti baju gih,kaka tunggu di luar ya" ucap dina yang diangguki tatiana.
secepat kilat tatiana mengganti pakaiannya dan iti membuat zahra terpelongo sambil menggeleng-gelenglan kepalanya.
"Wow..." ucap dina yang sepertinya hanya itu yang bisa dia ungkapkan.
"yaidah kak buruan,nantik kal zahra pulang eh lihat kita nggak ada dirumah" ucap tatiana menarik tangan dina yang masoh berditi di tempatnya.
"iya adik manis" ucap dina menggulum senyum.
"kita nggak udah jauh-jauh kak di sekitaran gang rumah aja ,bisanya di dekat sini ada bakso kak" ucap tatiana.
"oke ,baiklah adik manis" ucap dina yang hanya mengikutinya saja.
"nah betulkam kata aku kak,itu dia!" ucap tatiana menunjuk kearah tukang bakso yang kini hanya berjarak 10 langkah.
"iya ya,yok kita beli" ucap dina.
setelah sampai,dina memesan 3 porso bakso untuknya,tatiana dan zahra.
__ADS_1
"ini mbak baksonya" ucap pedagang bakso memberi baksonya.
"iya pak ini uangnya ,dan terimakasih"ucap dina memberi uangnya dam mengambil baksonya.
" sekarang kita pulang aja ya kak,tatiana merasa kalau kak zahra udah pulang,takutnya kak zahra kawatir lagi"ucap tatiana.
"siip" ucap dina singkat.
mereka pun pulang,benar saja ketika memasuki rumah ia melihat zahra,ucapan tatiana itu sangat benar zahra sudah pulang dan kini sudah ada didepan mereka berdecak sambil megangi pinggangnya.
tatiana langsung memeluk kakaknya memastikan agar zahra tidak memarahinya.
"maafkan tatiana kak ,udah buat kakak kawatir tatiana nggak kemana-mana lok cuma belik bakso" ucap tatiana yang masih memeluk zahra.
dina pun mberi isyarat bahwa kata adiknya itu adalah memang benar dan dia menunjukkan tentengan bakso yang masih berada di tangannya.
"iya kakak percaya kok dek" ucap xahra mengelus kepala tatiana dan tatiana langsung melepaskan pelukannya dari zahra.
"sudah jangan buat aku terhari seperti itu,lebih baik kita makan baksonya nantik leburu dingin lo" ucap dina menyela.
"iya" ucap kakak adik itu serentak dan itu membuat dina tertawa kecil.
zahra menyiapkan mangkoknya tentunya dina juga membantu membawakan air minum karena dia tak mau tinggal diam begitu saja ,walaupun sudah dilarang zahra tapi dina tetap megendahkannya dan membantunya.
suasana malam yang sangat hangat terasa pada malam itu,mereka menikmati baksonya sambil berbincang-bincang mengenai rencana yang besok akan mereka rencanakan.
"bagaimana persiapan mu din?untuk memecahkan kasus danberikan solusi" tanya zahra sambil menyuapkan bakso ke dalam mulutnya.
"sanga siap zah,dan untuk itu aku tidak bisa memastikannya dengan pasti aku harus melihatnya sendiri barulah aku bisa memberi solusi" jawab dina yang sangat dapat dipahami zahra.
"baiklah din,oh ya aku udah beli tadi beberapa perlengkapan intuk kita bawa besok" ucap zahra menyingkirkan mangkoknya yang sudah kosong.
"alhamdulillah syukurlah zah" ucap dina yang baru saja menyelesaikan makanannya.
"iya din ,menurutku semakin cepat membeli semuanya maka semakin cepat juga mereka akan terbantu" ucap zahra sambil merapikan meja dan meletakkan piring ke tempat cucian piring.
"betul sekali zah" ucap dina menyusul zahra dan mencuci piring.
"ia din tapi kamu nggak isah cuci pirong juga din" ucap zahra sangat segan.
"udah santai aja kali zah,lebih baik kamu tidurin tatiana tadi aku lihat dia sudah mengantuk" ucap dina yang masih melanjutkan mencuci piring dan malah menyuruh zahra menidurkan tatiana.
"makasih din" lirih zahra sangat malu.
"iya masama zah" jawab dina.
"nantik kamu tidur aja di kamar aku din ,biar aja aku yang tidur di sofa"ucap zahra karena memang rumah zahra yang hanya memiliki satu kamar.
" nggak usah zah,biar aku aja yang tidur di sofa"ucap dina menyelesaikan cuciannya.
mereka pun sedikit berdebat mengenai hal itu,akhirnya zahra menghela nafas dan mengikuti perkataan dina.
zahra dan tatiana masuk ke dalam kamar,dina juga merebahkan badannya dan tertidur.
... *........*...
"sahabat yang baik itu adalah sahabat yang selalu mengingatkan kita akan agama,dan sahabat yang baik itu sahabat yang selalu ada ketika kita membutuhkan juga selalu memberikan hal yang positif bagi kita".
__ADS_1
... ~D.s...