
"zah?"
"iya apa camam?"ujar zahra sambil menatap leon.
"mau ikut aku gak?"tanya leon.
"mau kemana?"zahra balik bertanya.
"ikut aja aku yakin kamu bakalan suka"seru leon.
"awas ya kalau tempat itu gak bagus"sinis Zahra dengan tatapan yang sangat tajam
"janji kamu pasti bakalan suka yang satu ini"ucap leon meyakinkan zahra.
"yaudah yuk"zahra pun langsung mengangguk.
mereka beranjak dari tempat duduk dan menaiki honda,ia kali ini ada hal yang berbeda karena leon sudah sembuh ia tidak ingin menggunakan mobil kali ini.
"tumben pakai honda?"tanya zahra sambil menyandarkan kepalanya ke bahu leon.
"biar bisa romantis"balas Leon memegang tangan zahra.
"peluk aku erat-erat jangan lepaskan ya,kita bakalan"Leon tidak menyelesaikan omongannya dan langsung saja dia menancapkan gasnya.
"leonnn,,,,nantik kita jatuuh,,,"teriak Zahra ketakutan.
Leon pun mulai mengurangi kecepatan saat mendengar perkataan zahra.
"udah segini aja kecepatan jangan di tambah"ucap zahra menekuk wajahnya.
"iya udah jangan cemberut aku tau muka kamu sekarang berlipat-lipat, kalau muka kamu kek gitu cantik kamu hilang Pai,coba senyum"ucap leon membujuk zahra.
sebenarnya zahra tidak bisa merajuk kepada leon terlalu lama,apa lagi kalau sudah mendengar bujuk rayu leon,mau tak mau rasa marah itu pun hilang ketika di bujuk oleh kekasihnya itu.
Zahra pun tersenyum manis sambil memeluk leon.
"nah kalau kamu senyumkan kamu cantik"ucap leon menoleh sejenak ke arah zahra.
"Alhamdulillah kalau aku selalu cantik di mata kamu,tapi jangan kelamaan nengoknya fokus sama jalannya"zahra kembali mengingati leon.
__ADS_1
"iya bawelku,,,tupaiku,,,"ucap leon kembali fokus mengendarai.
suasana pada hari ini sangat mendukung, seakan alam semesta pun berbicara kalau mereka adalah pasangan serasi yang telah diciptakan untuk saling mencintai.
beberapa menit kemudian akhirnya mereka sampai ketempat tujuan yang di bilang Leon zahra akan menyukainya.
"maaf ya Pai"ucap leon turun dari Hondanya dan menutup mata zahra.
"kok pakai ditutup segala sih Camam"ucap zahra.
"biar suprise"bisik leon.
"oke baiklah,,,aku mempercayai mu Camam untuk menjagaku,,,maka dari itu tuntunlah aku"kata zahra sambil menjulurkan tangannya kepada leon.
Leon pun memegang tangan zahra.
"ayo turun,,,awas hati-hati"ucap leon mulai menuntun zahra turun dari honda.
"iya"singkat zahra.
Leon kembali menuntun zahra ke tempat tujuan leon.
"lurus aja gak ada apa-apa kok di depan kamu"kata leon terus menuntun zahra, zahra yakin kepada leon zahra pun memegang tangan Leon begitu sangat kuat.
"dekat kok bentar lagi kita sampai"jawab leon.
"oke sudah sampai"ucap leon kembali.
"benar udah nyampe?"tanya zahra.
"benaran Pai, apakah kamu sudah siap untuk melihat kejutan kali ini"seru leon.
"Ssssiiiiiapppppp"ujar zahra bersemangat.
"dalam hitungan ketiga aku bakalan buka tutup mata kamu,satu,,,,,duaaa,,,,,,dan tigaaaa"Leon pun membuka tutup mata zahra.
bertapa terpukaunya zahra melihat kejutan yang di buat Leon untuknya.
"masyaallah camam ini sangat mirip dengan tempat yang kau percayai hanya aku yang tau tempat itu"mata zahra berbinar saat mengucapkannya.
__ADS_1
"aku sudah yakin kamu pasti menyukainya pai, walaupun ini tidak begitu mirip tapi ini bisa di buat untuk mengenang kembali masa-masa kita pai"jelas leon.
"gak papa camam,aku rasa ini sudah sangat mirip kok, jembatannya semuanya"zahra pun duduk di tempat yang sudah di siapkan leon.
"benarkah Pai"leon pun duduk bersama zahra
"benaran camam"jawab zahra.
"zah kamu masih menyimpan gelang yang pernah aku berikan padamu"ujar leon.
"masih sampai kapan pun aku takkan pernah melepaskan gelang pemberian mu camam"zahra pun melihat kan gelang yang dipakainya saat ini.
"zahra dulu aku memberi mu sebuah gelang, kemudian menghilang karena alasan pekerjaan, sekarang aku janji semua itu tidak boleh terulang lagi,aku ingin bersamamu seterusnya"Leon mulai bucin.
tapi bukan hanya kebucinan Leon kali ini,Leon mengeluarkan sesuatu dari kantongnya, sebuah kotak kecil berwarna merah dan memperlihatkannya kepada zahra.
"apa itu camam"ucap Zahra mengamati benda yang ada di tangan leon.
Leon pun membuka kotak merah kecil itu yang di dalam kotak kecil itu terdapat nama manis kekasihnya Zahra, bukan hanya satu cincin melainkan 2 yang satu lagi ukiran kupu-kupu yang sangat indah.
"masyaallah ini buat aku camam"ucap zahra tidak mempercayainya.
"iya buat siapa lagi"jawab leon sambil memasangkan kedua cincin itu ke jari manis zahra.
"ini sangat luar biasa camam, sangat indah"riang zahra sambil menatap cincin yang ada di hati manisnya.
"terimakasih camam"ucap zahra.
"sama-sama, sekarang kita nikmati makan malam kita ya"ucap leon sambil menyuapkan makanan kepada zahra.
"he'e iya,,,Hmmmm ini sangat enak"kata zahra dengan mulut yang sangat penuh.
"pasti hari ini harus serba luar biasa,dari makanan, indahnya pemandangan malam ini, pokoknya semuanya"kata leon yang juga mencicipi makanan yang tersedia di meja makan.
mereka berdua terus mengobrol, tertawa sambil mengenang masa lalu yang pernah mereka lewati.
Zahra sangat tak percaya orang yang dulu pernah pergi jauh darinya kini ada di hadapannya dan ingin menikahinya, proses yang begitu panjang banyak alunan nada di setiap cerita.
...*......*...
__ADS_1
"Dulu aku ingin melupakan sosok dia dari benakku tapi Tuhan berkata lain kepadaku, sabar hambaku suatu saat aku akan mempertemukan kembali dengannya dan benar saja, ketetapan Tuhan benar-benar ada, masyaallah"
~zahra