
saat sampai di lantai dasar,Zahra sengaja berlarian seperti ada yang mengejarnya,padahal yang ia hanya ingin duduk di depan halaman kantornya.
Zahra ingin menikmati sunset yang begitu indah dia tak ingin melewatinya apapun yang menjadi momen buat Zahra,dia akan menjadi orang yang sedikit aneh,dia tak peduli apa yang akan di bilang orang-orang yang ia pedulikan hanya kebagiannya dan kebagiannya.
angin sepoi-sepoi yang begitu kencang membuatnya tersenyum sumringah.
"masyaallah nikmat mu sungguh indah ya tuhan,angin mu selalu menyejukkan ku, menyejukkan hatiku"ujarnya sambil menyandarkan badannya yang begitu lelah bekerja seharian.
Zahra begitu menikmati hal ini sampai-sampai sosok yang ia tunggu untuk menjemputnya pun telah datang.
ia sosok yang datang dan sengaja tidak ingin menggangu kenyamanan zahra di sore hari ini ya siapa lagi kalau bukan kekasihnya leon.
Leon sengaja mengendap-endap menemui Zahra beranggapan kalau ini semua adalah suprise buat zahra.sebelum ada banyak hal yang disembunyikan Leon dari Zahra dan menurut Leon hari ini adalah hari yang pas untuk mengakui semua yang belum Zahra ketahui.
pas di belakang tempat duduk Zahra Leon menutup mata Zahra dan meletakkan bunga yang ia bawa tadi di belakang badannya.
"eh Lo siapa?jangan macam-macam ya Lo!!!,gak tau ya lo gue bisa bela diri!!atau gue teriak aja ni ya biar Lo di tangkap sama pak satpam!!"sebelum Zahra berteriak Leon langsung mengungkapkan beberapa kata dengan suaranya yang begitu khas.
"masa kamu gak tau ini siapa pai"
"Leon?"Leon pun langsung melepaskan tangannya dari mata Zahra.
"kamu benar saya adalah Leon"ucap Leon sambil melompat-lompa seperti menunjukkan atraksi,tapi sekarang berbeda yaaa Leon melompat bukan menunjukkan atraksi yang spektakuler melainkan kakinya yang sudah sembuh dan bisa berlarian seperti sediakala.
"Waaah camam,,,,,ini benaran kamu udah bisa jalan"Zahra tercengang melirik Leon dari atas kepala sampai kaki leon.
__ADS_1
"iya Alhamdulillah pai beberapa hari ini aku udah bisa jalan,udah bisa lompat juga"Leon melompat lagi dihadapan Zahra bahwa sebenarnya ini real dia benar suda sembuh.
"masyaallah Camam kamu,,,,"dengan tatapan yang masih tak percaya Zahra berdiri dari tempat duduknya dan mendekat dengan mata yang berbinar-binar.
"jangan zah,ini bukan waktunya kamu mengeluarkan air mata kamu, seharusnya kamu bahagia melihat aku yang sekarang"ucap Leon menatap lembut Zahra.
"aku gak nangis"Zahra mengusap air matanya yang hampir saja lolos membahasahi pipinya.
dengan tatapan bahagia yang tidak bisa ia sembunyikan dari wajahnya, zahra langsung memeluk leon.
"aku senang Leon aku gak nangis kok ini adalah air mata kebagian"ucapnya memeluk erat Leon.
"pokoknya mau air mata manapun mau bahagia mau sedih,dia gak boleh lolos dan membasahi pipi kamu"ucap leon sambil melepaskan pelukan dari Zahra, menatap Zahra dengan penuh arti dan menghapus air mata Zahra.
"kamu gak marahkan pai karena aku terlambat bilang sama kamu kalau aku udah bisa jalan"ucap leon kembali.
"gaklah ngapain aku marah kamu udah bisa kek gini sekarang aja aku udah bersyukur banget sama allah,Allah tu maha baik banget ngasih hal yang paling jndah dihidup aku yaitu kamu mam"balas zahra.
"itu yang lagi-lagi buat aku jatuh cinta kesekian kalinya Pai,kamu selalu bersyukur apapun keadaannya itu,aku belajar banyak kehidupan juga dari kamu Pai,eitttssss kok malah melow gini ya jadinya sampai lupakan jadinya aku kasih kamu bunga".leon langsung memberikan bunga yang sebenarnya sudah lama berada di tangannya.
"bunga tulip, kamu masib ingat bunga kesukaan aku ya Camam, terimakasih"ucap Zahra sambil menerima bunga yang di berikan leon.
"sama-sama calon istriku, ini mau langsung pulang atau mau gimana nih?"jawab leon.
"jangan pulang dulu Camam,sini duduk dulu"Zahra menarik tangan Leon menyuruh Leon duduk di tempat yang ia duduki tadi.
__ADS_1
"jadi setelah duduk kita ngapain?"tutur Leon.
"nikmati senja di kantor hari ini hari dimana terakhir aku di kantor besok aku udah gak kerja lagi"ucap Zahra ceplos begitu saja.
"loh kok gitu kamu mengundurkan diri?"tanya leon.
"iya Camam aku segan sama pak adrian, karyawan lain juga"ucap Zahra menyandarkan kepalanya di bahu leon.
"kamu gak sedih Pai inikan kerja yang kamu impikan?"tanya leon lagi.
"sedih sedikit tapi adalah hal yang gak perlu disedihi banget aku yakin setelah inj ada lagi pekerjaan yang menanti aku diluar sana mungkin satu atau dua"ujar Zahra.
"bukan satu maupun dua melainkan banyak kantor-kantor yang ingin kamu bekerja di perusahaannya.
"Hmmmm mungkin saja"balas zahra.
Leon pun tersenyum tipis melihat kekasihnya itu dan membiarkan zahra bersandar di bahunya.
mereka menikmati pemandangan yang sangat mendukung untuk sepasang kekasih best sunset.
... *......*...
"apapun bentuk momennya kalau aku selalu bersama kamu aku yakin momen itu akan selalu jndah seperti sunset ini".
~zahra.
__ADS_1