
saat ini matahari terbit begitu indah,dan tiba-tiba cuaca berubah buruk,awan gela menyelimuti langit,trotoa begitu sangat sepi,angin berhembus sangat kencang,dan kilatan-kilatan petir mulai menggandrungi langit,suara rintik-rintik hujan pun mulai terdengar begitu sangat lebat
zahra hanya terdiam dan memaku di depan jendela melihat ke adaan yang tak memungkinkan untukndia berangkat bekerja.
"zahra jadi kamu ingin pergi Bekerja juga zah?"tanya dina yang menghampiri zahra yang sedang terdiam dijendela.
" ntahlah din aku pun nggak tau sampai kapan aku harus menunggu hujan ini reda".ujarnya zahra berbalik dan menatap dina.
"tapi kamu udah menghubungi pak adrian zah?" tanya dina kembali.
"udah din aku udah hubungi pak adrian" ucap zahra sambil duduk di sofa.
"tapi sekarang kenapa kamu masih kelihatan begitu panik zah?" tanya dina sangat kawatir melihat sahabatnya itu.
"aku juga nggak paham din kenapa perasaanku sekarang jadi aneh beginu ,seperti ada yang mengganjal"ucap zahra sangat kawatir.
" sekarang kamu coba tenangkan dirimu zah"ucap dina memegang tangan zahra.
"kringg.....kring.....kring.....kringgg..."
suara ponsel zahra berbunyi.
"siapa zah?" ucap dina.
"bulan" jawab zahra.
"bulan?bulan itu siapa zah?" tanya dina.
"bulan itu adiknya leon" ucap zahra mulai resah kembali.
"oke sekarang aku ngerti,sekarang coba kamu angkat siapa tau penting" jawab dina.
zahra pun mengangguk dan menjawab telvon bulan.
π"hallo assalamu'alaikum bulan,,,,"
π"walaikumsallam kak,kak....kak...bang leon"
terdengar suara bulan yang menangis dari sebrang telvon.
π"leon kenapa bulan?kenapa kamu nangis"
π"bang leon kak..."
π"ia kenapa,kenapa bang leon bulan jangan membuat kakak semakin resah lan".
lagi-lagi terdengar suara bulan yang berusaha mengatur nafas nya dan berusaha untuk bercerita kepada zahra.
π"bang....leon....kecelakaan kak".
π"APA!!!"pekik zahra membuat dina menghampiri zahra.
zahra bagai tersambar petir dan terpaku,
bulir-bulir air mata pun satu persatu mulai jatuh dari sudut mata zahra,zahra merasa tidak berdaya dan terduduk di lantai.
dina yang melihat keadaan sahabatnya yang begitu sangat sedih mengambil ponsel dari tangan zahra.
__ADS_1
π"assalamu'alaikum ini saya dina sahabat zahra kalau boleh tau kenapa zahra meneteskan air matanya setelah mengangkat telvon anda".
dina pun mendengarkan penjelasan bulan penyebab zahra berderai air mata.
π"sekarang kalau saya boleh tau dimana leon di rawat?".
π"di rumah sakit permata kak ".
π" baik saya akan segera kesana bersama zahra".jawab dina mematikan ponsel zahra.
"zah ayo kita pergi,leon Semarang sangat membutuhkanmu zahra" ucap dina berusaha membuat zahra berdiri.
zahra masih tak merespon ucapan sahabatnya itu.
"zahra kalau kamu seperti ini terus siapa yang akan menyemangati leon yang sedang terbaring di rumah sakit sana,dia menunggu ku zahra" ucap dina berusaha memberi zahra semangat.
zahra menganggukkan perkataan dina dan berusaha untuk berdiri,menghapis bulir-bulit air mata yang membahasahi pipinya.
"Rumah sakit permata aku akan kesana,aku akan melihat leon" ucap zahra mengbil tasnya dan beranjak meninggalkan dina.
zahra tak peduli walaupun di liar masih hujan deras dan kilat beserta hujan tersebut.
dia terus menyelusi trotoar tersebut,dia berusaha mencari taxi tapi taxi tidak satupun lewat.
zahra nggak mau tinggal dia begitu aja,zahra terus berlari dan berlari.
"leon tunggu aku ,aku akan kesana" gumam zahra,zahra pun terus berlari-berlari hingga akhirnya dia terjatuh.
saat zahra terjatuh seorang wanita memegang puncak zahra dan membuat zahra menoleh ke arahnya ia tak lain adalah dina.
"zahra cepatan kita masuk ke dalam mobil ya" ucap dina begitu sangat kawatir.
"apa kamu sudah gila zahra!!,aku nggak habis pikir kamu bisa senekat ini!!,kamu ingin berjalan kaki ke rumah sakit" ucap seorang pria yang menyetir mobil itu,zahra sangat mengenali suara itu tenth saja zahra kenal ia adalah leon sahabat kecil nya.
"udah lang jangan memarahi zahra seperti itu kasihan dia" ucap dina berusaha menangkan hati elan dan elang menuruti perkataan dina.
πππππ
sesampainya dirumah sakit permata,zahra langsung turun dari rumah sakit.
"bentar zahra aku cari payung dulu" ucap elang.
zahra mengabaikan perkataan elang ia langsung turun membuka pintu dan berlari masuk ke dalam rumah sakit,lorong demi lorong zahra telusuri,kama demi kamar ia lewati,sampai langkahnya terhentu melihat bulan yang duduk di salah satu kursi.
zahra mendekati bulan dengan baju yang basah kuyup dan tangan yang mulai gemetar.
"bulan dimana leon" ucap zahra dengan suara yang mulai bergetar ,zahra berusaha menahan bulir air mata yang ingin jatuh dari sudut matanya namun itu sia-sia bulir-bulir tersebut kembali lolos dari sudut mata zahra.
bulan yang tak kuasa melihat kondisi zahra menunjuk kamar yang ada di depan nya.
"baik disana aku akan masuk dan melihat kondisi leon sekarang" ucap zahra.
zahra melihat pintu yang ada di depan nya,diaelangkahkan kakinya mendekati pintu itu,dengan tangan yang gemetar zahra berusaha membukakan pintu.
zahra semakin tak kuasa menahan tangisnya melihat sosok yang dulu ia kenal begitu sangat kuat,selalu menemaninya saat dia tidak bertugas,sekarang ia terbaling lemah di rumah sakit dengan selang oksigen di hidungnya
dan selang infus do tangannya.
__ADS_1
zahra pun mendekati pria tersebut dan duduk fi sampingnya,menggenggam tangan leon dengan sangat kuat dan beberapa kali mengecup tangan leon dengan sangat lembut.
"camam buka matamu,,,,sekarang lihat tupai mu kini berada di samping mu" lirih zahra bersamaan dengan isak tangis nya.
"kak" sahut bulan yang tak tega melihat keadaan zahra.
zahra pun menoleh ke arah bulan dan ingin bertanya-tanya mengapa ini semua terjadi,bulan yang mengetahui maksud yang tersirat dari mata zahra.
"bang leon kecelakaan saat ingin balik ke sini kak,mobilnya menelantak sebuah bus metro mini" ucap bulan sambil memegang bahu zahra.
"ya allah leon,kenapa bisa begini kejadiannya" ucap zahra yang masih tak menyangka.
"aku harap kakak bisa bersabar kak" ucap bulan.
"gimana aku bisa bersabar bulan melihat kekasihku yang sedang kritis saat ini" jawab zahra dengan kesedihan yang sangat mendalam.
"bang leon pasti bisa melewati masa kritisnya kak,kakak harus selalu memberi ia support bang leon pasti bisa mendengar perkataan kak zahra,tapi kak satu hal yang ingin bulan bilang sama kakak mungkin setelah bang leon sadar dia akan kehilangan beberapa pengingatannya kak" ucap bulan.
"masuk kamu amnesia" ucap zahra menatap bulan.
"benar kak" balas zahra.
"nggak papa urusan untuk memulihkan ingatan leon nantik akan aku pikirkan sekarang menurutku melihat leon sudah sadar saja itu akan membuatku sangat lega" ucap zahra sambil mengecup tangan leon.
"baik kak aku juga nggak akan tinggal diam buat kesembuhan abangki sendiri aku akan membantu bang leon dengan rekan kerja bulan yang lain,tapi sekarang kak Kalau kakak ingin merawat bang leon kakak harus tukar baju kakak dulu kak" ucap bulan.
"nggak kakak nggak mau ninggalin leon sendiri disini" ucap zahra ngotot.
"tapi kak Kalau kakak nggak ganti pakaian kakak akan sakit kak dan kalau kakak sakit bang leon nggak ada yang ngerawatnya" ucap bulan berusaha memberikan pengertian terhada zahra.
"bulan benar zahra kamu harus ganti pakaian kamu,kalau kamu ingin merawat leon kamu juga harus sehat dan nggak boleh lemah seperti ini" ucap dina menyusul zahra bersama elang.
"tapi aku nggak membawa pakaian ganti" ucap zahra.
"aku membawanya sekarang kamu bisa mengganti pakaian mu" kata dina sambil menunjukkan pakaian ganti yang ia bawak
zahra pun berdiri dari tempat duduk nya dan mengambil pakaian ganti dari tangan dina.
beberapa meni kemudian zahra selesai berganti pakaian.
"sekarang aku mohon tinggal kan aku bersama leon hanya berdua saja,biar aku yang yang merawat leon disini" pinta zahra.
"baiklah zah kalau itu kemauan mu aku akan pulang sama elang" ucap dina.
"dan bulan akan keluar juga kak" ucap bulan yang tak ingin mengganggu zahra berdua dengan leon.
mereka pun keluar meninggalkan zahra dan leon berdua.
"camam kamu harus cepat sadar ya,lihat sekarang tupai lamu masihakai gelang kami camam" ucap zahra menunjukkan gelangnya walaupun ia tau leon tak semudah itu membuka matanya.
zahra terus menunggu leon sadar,zahra kemudianelaksanakan sholat dan kembali duduk di samping leon,zahra mulai merasa sangat lelah,zahra memejamkan matanya dengan tangan yang masih menggenggam tangan leon begitu erat.
...*...........*...
"Qadarullah,
setiap rencana yang telah kau susun,
__ADS_1
dengan sangat rapi jika itu tidak menjadi kenyataan,percayalah ketetapan yang terbaik sudah allah atur jauh lebih indah"