
"DDUUUUAAARRRRRRRR"
suara petasan yang membuat leon dan zahra kaget,kemudian mereka menoleh kearah petasan tersebut.
"Bulan......kamu ni ya,hampir jantung abang copot kamu buat!" ucap leon memarahi bulan,yang sepertinya sedikit jahil mengganggu abang dan calon kakak iparnya itu.
"tenang bang ,jantung abang nggak bakalan copot karena..." ucap bulan tidak melanjutkan bicaranya agar leon dan zahra penasaran.
"karena apa lan?" tanya zahra penasaran.
"karena.....jantung bang leon itu di pegang erat-erat sama kak zahra ya mana copotlah,hehehe" kata bulan cengar-cengir.
"Dasar kamu dokter bucin" ucap leon mengejek adeknya.
"Bukan bulan yang bucin bang,tapi abang tu yang bucin" balas bulan tak mau kalah.
"Hussssttttt.....sudah-sudah ,hentikan pertengkaran abang dan adik ini" ucap zahra melerai.
"oke kak" ucap bulan.
"bulan?" sahut zahra.
"iya kak,kenapa kak?" jawab bulan.
"makasih ya ,kamu udah mau ngebantuin leon buat kembang api kayak gini" ucap zahra memeluk bulan.
"iya kak sama-sama, bulan dah nganggap kakak itu benar-benar udah bulan anggap sebagai kakak bulan sendiri" balas bulan memeluk zahra.
"sekali lagi,makasih bulan" bisik zahra dan melepaskan pelukan nya.
"kak bulanau balik kerja dulu ya,ntar kalau kelamaan bisa di keluarin oihak rumah sakit lagi,wkwkwkw" ucap bulan sambil bercanda.
"iya dek" jawab leon.
"abang jangan kelamaan di luar,soalnya abang belum sehat betul,udara diluar juga nggak naik untuk abang" ucap bulan menasehati leon.
"ia bulan,kamu pergi gih ke buru di panggil pasien" ucap leon mengusir bulan.
"iya ,bye" ucap bulan.
bulan pun meninggalkan leon dan zahra kbali berdua ,di taman rumah sakit.
"camam kita balik yuk,kamu belum sehat nantik kalau diluar terus entar kamu tambah sakit" ucap zahra mulai kawatir.
"aku mau masuk,tapi aku mau ngomong sama kamu mengenai sesuatu pai" ucap leon.
"kamu mau ngomongin apa camam?" tanya zahra.
"ya kamu samaain dulu tinggi kita biar aku nggak payah noleh keatas nengok kamu"ucap leon.
" baiklah"lirih zahra,dan zahra pun jongkok angar menyamai leon.
"sekarang kita udah sama tinggi,jadi kamu mau ngomong apa?" tanya zahra kembali.
__ADS_1
"Hmmmmm" leon hanya berdehem saja.
"seberat itu ya,ingin ngomong sesuatu?" ucap zahra.
leon pun menatap zahra dengan begitu serius begitu pun dengan zahra yang membalas tatapan keseriusan itu.
leon kemudian mengulurkan tangannya ke arah zahra.
"zah coba buka genggaman yang ada di tangan aku ini" ucap leon menyurih zahra.
zahra pun mengangguk dan membuka genggaman tangan leon,zahra melihat bwnda bulat dan ada permata diatasnya ia tentunya itu adalah sebuah cincin.
"cincin camam ?" tanya zahra masih bingung.
"ia cincin,cincin itu buat kamu,buat tanda bahwa aku mencintai mu,dan tanda bahwa aku benar-benar ingin bersama mu ke jenjang yang lebih serius,kamu maukan nikah sama aku?dan membina rumah tangga bersama ku?,aku sebelumnya juga minta maaf ke kamu karena aku mengalami kecelakaan pertunangan kita jadi diundur" ujar leon menatap zahra dengan raut wajah sedih.
"udah nggak papa camam,bggak usah kamu pikirin,san satu lagi aku mau menjadi pasangan sehidup semati mu leon" jawab zahra memegang puncak leon dan menyunggingkan senyuman.
"itu artinya kamu mau nerima lamaran aku?kamu mau jadi istri aku pai?" tanya leon begitu antusias.
"ya aku mau" ucap zahra dan leon pun refleks memeluk zahra.
"makasih zahra,pertemuanku dengan seorang gadis yang bekerja di cafe yang awalnya galak dan begitu jutek,mengantarkanku pada sebuah ikatan ,aku juga tidak akan pernah tau bahwa gadis yang tak sengaja aku temui dan selalu setia menungguku dia adalah jodohku" bisik leon.
"dan begitupun dengan aku,aku juga tidak mempercayai bahwa aku ingin menikahai seorang pria dingin yang tak mau tau dengan keadaan sekitarnya,tapi setelah aku mengenal seorang pria itu lebih jauh aku memahami bahwa ada sisi lembut di dalam hatinya dan aku juga yakin aku di takdirkan untuk mu" lirih zahra melepaskan pelukan nya dari leon.
"terimakasih zahra,terimakasih karena cinta yang engaku berikan kepadaku begitu besar" ucap leon menggenggam tangan zahra.
"pai cincinnya sini biar aku pasangin,bolehkan?" tanya leon yang melihat cincin yang di berikan nya masih di pegang zahra..
"boleh" ucap zahra mengangguk.
leon pun mengambil cicin dari tangan zahra,kemudian menyematkannya ke jari manis zahra.
"kamu suka pai?",tanya leon yang melihat zahra sangat bahagia dengan cincin yang dipasangkannya.
" sangat"ucap zahra yang masih memandangi cincin yang tersemat di hatinya dengan begitu indah.
"aku senang kalau kamu senang" ucap leon memandangi wajah zahra tang begitu sangat cantik ketika tersenyum.
"iya camam,ini hari yang paling indah seumur hidup aku"ucap zahra sambil berdiri.
" dan juga aku"sambung leon.
"karena kamu udah ngomongin hal yang begitu indah dalam hidupku dan memberikan aku sebuah cincin,sekarang kita balik masuk ya ke ruangan kamu" ucap zahra yang diangguki leon.
zahra pun mendorong kursi roda leon dan kembali masuk membawa leon keruang rawatnya.
setelah sampai di ruangan leon,zahra membantu leon untuk betdiri dan kembali ke ranjangnya dengan sangat hati-hati.
"Infus kamu habis camam ,sebentar aku panggilin suster ya" ucap zahra.
zahra pun meninggalkan leon dan memanggil susterbeberapa menit kemudian zahra datang dengan suster,suster tersebut langsung menggantikan infus leon dan memeriksa tekanan jantung leon.
__ADS_1
"bagaimana kondisi bapak sekarang pak apa ada yang di keluhkan?" tanya suster.
"nggak ada dok,saya merasa jauh lebih baik dok" jawab leon.
"kalau begitu saya permisi dulu ya buk pak" ucap suster tersebut meninggalkan ruangan leon.
zahra pun duduk di samping leon,dan menatap leon.
"kenapa?" tanya leon menatap zahra.
"aku kawatir" ucap zahra.
"aku nggak kenapa-napa kok pai" ucap leon meyakinkan.
"yaudah kalau gitu kamu istirahat ya camam" ucap zahra.
"iya" ucap leon menurutumi zahra.
"camam satu oermintaan lagi boleh kan?" ucap zahra memohon.
"boleh ngomong apa zah" jawab leon.
"kalau kita nikah nantik kita barengan aja dengan elang sama dina camam,boleh kan" ucap zahra.
"iya boleh" jawab leon.
"makasih",ucap zahra berterimakasih
"sama-sama"balas leon.
"sekarang kamu boleh istirahat aku nggak bakalan nggangguin kamu lagi" ucap zahra,leon pun mengangguk dan mulai memejamkan matanya.
melihat leon sudah tidur ,zahra langsung mengirim pesan buat dina.
📩"*din,ada yang aku ngomongin ke kamu tapi aku nggak mau lewat ponsel,kamu bisakan kesini besok sama elang"
tak menunggu waktu lama dina pun langsung mem membalas pesan zahra.
^^^ 📩"insyaallah zah"".^^^
zahra pun langsung menutup ponselnya,Dan meletakkan ponselnya diatas meja .
zahra pun beranjak dari bangkunya dan mengambil wudhu melaksanakan sholat isya.
selesai sholat zahra berdo'a dengan begitu khusyuk dan melipat kembali mukeanya*.
zahra pun kembali duduk di damping leon,dan seperti biasa zahra mengambil tangan leon untuk di jadikan bantal tidurnya,zahra pun memejamkan matanya diatas tangan leon😴.
... *......*...
"cinta adalah sebuah ikatan yang begitu indah,tak ada yang akan bisa mengalah tentang kekuatan cinta,cinta untuk mu akan datang begitu sangat indah dan terangkai begitu sempurna,ketika kau sabar menunggu hadirnya"
... ~D.s...
__ADS_1