Cinta Yang Dinanti

Cinta Yang Dinanti
19.ikhtiar


__ADS_3

(allahu akbar allahu akbar)2x


(allahu akbar allahu akbar)2x


terdengar suara adzan yang berkumandang membangunkan tidurku, aku beranjak dari kasurku,mengambil wudhu, dan melaksanakan sholat.


selesai sholat aku pergi keluar dan melihat ibu sudah membuat serapan.



"ibu" ujarku memeluk ibu dari belakang.


"eh kenapa zah" ucap ibu sambil memegang tanganku.


"gak kenapa napa bu" ucapku dengan menggelengkan kepala.


"kalau gak kenapa-napa boleh gak kamu lepas pelukannya dari ibu,ibu mau masak nak" ucap ibu menyuruhku melepaskan pelukannya dan aku kemudian melepaskan pelukanku.


"bu zahra bantu ya" ucapku tersenyum ke arah ibu.


"boleh" ucap ibu membalas senyumku.


"yang pertama zahra kerjain apa bu??"tanyaku.


" kamu potong-potong aja bawangnya zah"jawab ibu.


"siap bu" ucapku dan mulai memotong bawang.


aku dan ibu mempersiapkan serapan pagi.


"Tradaaaaaa...." kata ibu percaya diri.


"wow.....ini harum kali bu" ucapku sambil mencium aroma dari makanannya.


"iya dong,siapa dulu" ucap ibu penuh percaya diri.


"boleh makan sekarang gak bu." ujarku memohon.


"eits........ tidak boleh,kita tunggu ayah dulu"jawab ibu menahanku.


" sekarang ayah mana bu,zahra udah lapar ni karena lihat masakan ibu"ucapku sambil memegang perutku.


"sabar zah,bentar lagi ayah kesini" ucap ibu tersenyum manis ke arahku.


"nah itu ayah" ucap ibu menunjuk ke arah ayah.


"ayah" ucapku manja.


"kenapa zahra" ucap ayah mengelus kepalaku.


"ayah lama banget sih,zahra udah lapar ni" kataku merajuk.


"yasudah sekarang kita,serap...." ucap ayah terpotong ,karena melihatku sudah makan deluan.


"zahra....." kata ayh melihat jelek ke arahku.


"hehehe maaf yah,udah lapar banget dan gak tahan sama aromanya" kataku celikilan.


"wkwkwkww zahra zahra"ucap ayah mengelengkan kepala melihat sifatku.


" ni yah..."kata ibu memberikan makanannya ke ayah dan ayah mengambilnya dan langsung memakannya.


"oh iya zah,tumben kamu bangun cepat" ucap ayah sedikit mengejekku.


"ayah jangan kayak gitu" kataku manja.


"iya yah jangan kayk gitu,anaknya udah mau bagun pagi juga" kata ibu menyenggol tangan ayah.


"iya deh iya" kata ayah tersenyum ke arahku.


"alhamdulillah udah selesai" ucapku bersyukur.


"alhamdulillah" sela ibu dan ayah.


"yah bu kalau gitu zahra mau ke kamar lagi ya yah bu" kataku beranjak dari meja makan.


"iya nak" ucap ke dua orang tuaku serentak.


aku kemudian masuk ke kamar.


"hmmmmmm....mau ngapain ya aku hari ini" ujarku sambil berpikir.


"ha'a iya aku tau" kataku seolah-olah mendapat ide yang sangat brilliant.


aku kemudian mengambil buku gambarku dan mulai menggambar juga menuangkan kata-kata di dalamnya.


"waktu yang tepat akan datang dengan berjalannya waktu,begitu juga proses...


proses akan indah sesuai waktu dan ketetapannya"


~zahra.


"bulan dan bintang sama-sama bersinar,


tapi di waktu yang berbeda,


memiliki fungsi yang sama,


sama-sama menerangi bumi ini"


~zahra.


aku terus menulis kata-kata motivasi,dan terus menggambar kartun-kartun,ini semua termasuk salah satu kesibukan aku di hari aku suka maupun duka.


"zahra zahra" terdengar teriakan seseorang dari luar rumah.

__ADS_1


aku beranjak keluar rumah.


"moana"ucapku terkejut.


" jalan-jalan yuk"jawabnya tersenyum.


"jalan-jalan kemana???" tanyaku dengan menaikkan salah satu alis mataku.


"biasa" jawabnya tersenyum.


"yaudah tunggu sini bentar ya" ucapku menyuruh menunggu.


"oke zah" ucapnya.


"oh ya,kamu mau masuk na" ucapku menawarkan.


"hmmm...gak deh zah" ucapnya sambil mengelengkan kepala.


"oke na,tunggu sini sebentar ya" ucapku meninggalkannya dan masuk ke dalam rumah.


aku bersiap-siap dan kemudian pamit sama kedua orang tuaku.


"ayah ibu zahra pergi dulu ya" ucapku mencium punggung tangan kedua orang tuaku.


"iya nak,hati-hati ya" ucap kedua orang tuaku.


"iya yah bu"jawabku tersenyum kepada orang tuaku dan beranjak pergi keluar rumah.


moana berjalan menghampiriku.


" udah zah??"tanyanya.


"udah dung" jawabku tersenyum.


"yuk let's go" ucap moana sambil menunjuk ke hondanya.


"yuk...yuk..." ucapku sambil menggandeng tangannya.


"yaudah naik zah" ucapnya menyuruhku naik.


(aku naik ke hondanya).


kami pun mulai meninggalkan daerah rumahku.


"kemana kita selanjutnya na??" tanyaku.


"udah gue bilang tempat biasa zah" jawabnya yang membuatku masih belum puas.


"oke" ucapku mengangguk kebingungan.


tidak berapa lama pun dia memberhentikan hondanya.


"di taman!!" ucapku kaget.


"biasa aja kali zah" ucapnya menepuk keningku.


"hehehe....maaf" ucapnya cengengesan.


"ngapain kita di sini na??" tanyaku.


"ngawanin gue pacaran" ucapnya cekikilan.


"kamu bercanda"nada suaraku mulai tinggi.


"gak gue gak bercanda" jawabnya serius menatapku.


"kamu tega banget sih na,gue di suruh jadi obat nyamuk" ucapku merajuk.


"hehehe maaf ya na" ucapnya.


"yaudah gak papa,kali ini gue ikhlas jadi obat nyamuk,tapi kali ini aja ya na" ucapku mengingatkan.


"iya iya bawel" ujarnya tersenyum.


"dan sekarang mana pacar kamu??" tanyaku cetus.


"nah itu dia datang" ucapnya dengan menunjuk-nunjul pria yang baru saja datang.


"ini" ucapku cetus.


"ho'o zah,kenalin namanya david"ucapnya memperkenalkan dan pria itu menyodorkan tangannya.


" zahra"ucapku masih cetus.


"david." ucapnya tersenyum.


"yaudah yuk vid ,kita tinggali zahra" ucap moana.


"yuk" ucap david.


"kami mau berduaan dulu ya zah,bye" ucapnya membuat aku semakin palak


"bye na" ucapku sedikit tersenyum.


mereka berdua pun meninggalkan aku sendiri.


"bagus tu memang si moana,Katanya tempat biasa,apa-apaan ni ini bukan tempat biasa tapi luar biasa buat manas-manasin aku" ucapku kesal.


aku mencari tempat duduk di sekitaran taman ini dan kemudian aku duduk.sambil menunggu moana sibuk pacaran aku mengularkan ponselku dan mulai sibuk dengan ponselku.


(3 jam kemudian).


"lama banget tu anak" ucapku mulai tambah kesel.


"kalau dia gak datang juga ,aku pulang aja sendiri" ucapku ngomel-ngomel sendiri.

__ADS_1


(beberapa menit kemudian).


"masih belum juga" ucapku sambil berdiri.


"yaudah lebih baik aku pergi dari tempat ini" ujarku beranjak meninggalkan tempat duduk .


"zah...zah" ucap moana ngos-ngosan ngejar aku.


"hmmm...apa" ucapku jutek.


"sabar napa" ucapnya masih mengatur nafas.


"berjam-jam aku nungguin kamu log na!!"tutur kataku mulai tegas.


" iya-iya maaf"ucapnya menyesal.


"iya akua ma'afin"ucapku tersenyum lebar.


" benaran"ucap moana menatapku.


"iya benaran"ucapku mengangguk.


" yuk gue antarin lo,udah sore soalnya"ucapnya.


"ya harus dong,soalnya akukan perginya sama kamu tadi na" ucapku menokok keningnya.


"zahra".katanya melihat jelek ke arahku.


aku hanya tersenyum semanis mungkin agar dia gak marah sama aku.


" yaudah yuk naik"ucapnya menyuruhku naik.


aku mengangguk dan naik ke hondanya.


"oh ya zah" ucapnya.


"iya kenapa na??".tanyaku.


" hubungan kamu sama tentara itu,gimana na"katanya yang langsung membuatku kaget.


"aku gak tau na" ucapku mengelengkan kepala.


"lo gak tau zah,lo di gantungin lo zah"ucapnya mulai kesal.


" ya gitulah"ucapku mencoba untuk tersenyum.


"lo sih,ngapa gak lo terima aja perasaan sih elang sih zah" ucapnya lagi-lagi membuatku kaget.


"ha gak deh na,aku gak mau ngasih harapan ke elang"jawabku sambil menggelengkan kepala.


" terus apa rencana lo selanjutnya"ucapnya.


"aku mau iktiar aja na" tutur kataku mulai pelan.


"iktiar,serius??". tanyanya menahan tawa.


" iya aku akan iktiar,kenapa lucu ya".tanyaku.


"hahahaha...gak gak" ucapnya tertawa.


"yaudah kalau gak lucu ,gak usah tertawa na" ucapku merajuk.


"oke oke" dia mulai memberhentikan tertawaannnya.


tidak lama pun akhirnya aku tiba dirumah ku.


"uftttt...akhirnya" ucapku lega melihat ke arah rumahku.


"segitunya" ucap moana tersenyum.


"ya iya dung ,akhirnya aku terbebas dari kamu" ucapku tersenyum licik.


"zahra jangan gitu deh" ucapnya.


"yaudah ,maaf-maaf" ucapku tersenyum.


"iya zah,aku langsung balik ya" ucapnya.


"iya na,hati-hati makasih untuk hari yang sangat menyenangkan ini" ucapku kembali meledeknya.


"kan mulai deh" ucap moana tersenyum dan kemudian meninggalkan ku.


aku kemudian masuk ke dalam rumah.


"assalamu'alaikum" ucapku.


"walaikumsallam" jawab kedua orang tuaku.


"tumben anak ayah ngucap salamnya semangat" ucap ayah ngeledekku.


"kali ini harus beda dong yah" ucapku bersemangat.


"ya sudah" ucap ayah tersenyum.


"zahra masuk kamar dulu ya yah bu" ucapku masuk ke kamar.


aku melihat kotak kecil di at as mejaku.


kotak yang aku simpan saat aku membutuhkannya dan sekarang adalah waktunya,aku mulai melepaskan gelang pemberian leon dari tanganku dan memasukkan gelang tersebut ke dalamnya.


"gelang aku letak kamu di dalam kotak ini untuk sementara,dan biar waktu yang akan menjawab pantaskah aku memakaimu kembali" ujarku tersenyum ke arah kotak tersebut.


...*.......*...


"biar waktu yang akan menuntunku ke arah dimana telah ditakdirkan untukku,dan aku harus ikhlas menerima apa yang telah di takdirkan untukku dengan ikhlas".

__ADS_1


...~zahra....


__ADS_2