Cinta Yang Dinanti

Cinta Yang Dinanti
23.DI GUSUR


__ADS_3

sepertinya malam telah tergantikan oleh pagi,suara-suara klakson di pagi hari mulai meramaikan pagi,kebahagian tercipta oleh suasana burung yang berkicau dengan sangat indah,sesaat lagi jarum jam menunjukkan jam 8.aku mulai mempersiapkan diriku untuk mengajarkan anak panti hari ini.


aku memandang wajah ku dicemin dan tersenyum,aku yakin aku bisa,aku bisa jalani ketika langkahku dan usahaku tidak pernah mengatakan lelah.


aku beranjak meninggalkan kamar.


"hey ayah dan hey ibu" ucapku menyapa.


"hay zahra" ucap kedua orang tuaku tersenyum.


"bu zahra nantik pergi dengan moan ya bu " ucapku sambil duduk di sofa.


"kemana nak??" ucap ibu bertanya.


"mau kepanti bu,zahra mau ngajar anak panti bu,kasihan anak-anak disana,apa lagi dengan kondisi yang gak memungkinkan ni bu" ucapku


sambil memakan cemilan ayah.


"ide bagus itu zah,ayah bangga dengan ide kamu" ucap ayah bangga dan merangkul ku.


"ibu juga bangga" ucap ibu merangkul ku jugakehangatan selalu terasa ketika aku bersama ayah dan ibu.mereka yang selalu mendukung karier-karierku.


"zahra juga bangga sama ayah dan ibu" ucapku sambil memeluk erat ayah dan ibu.


"oh ya nak,kamu pergi sama siapa??" tanya ibu sambil melepaskan pelukanku dan begitu pun ayah.


"moana bu" ucapku tersenyum.


"moana mana??" tanya ibu kembali.


"paling bentar lagi juga datang bu" ucapku dengan mengotak-ngatik remote tv.


"bagus kalau gitu." ucap ayah mengambil remote tv dari tanganku.


"ayah...." ucapku kesal.


"maaf ya zahra ,ayah ambil remotenya,nantik kalau kamu yang pegang malah rusak karena kamu otak-atik remotenya". ucap ayah ngeledekku.


" iya baiklah"ucapku tersenyum.


(tok...tok..tok..)


"nah itu pasti moana"ucapku beranjak Dan langsung membukakan pintu.


" moana."triakku membukakan pintu,dan ternyata orang yang aku teriaki bukan moana ,tapi ibu pengurus panti


"eh maaf bu." ucapku malu.


"iya nggak apa-apa nak zahra" ucapnya dengan wajah yang penuh kekawatiran.


"ibu kenapa bu,dan kenapa ibu mencari saya kesini??" ucapku masih penuh tanda tanya.


"begini nak zahra" ucap ibu panti duduk di salah satu kursi teras.


"begini apanya ya buk??" ucapku dengan penuh keheranan.


"panti kami nak" ucap ibu panti yang masih terpotong-potong.


"panti kenapa bu" ucapku sambil memegangi tangannya.


"panti mau di gusur nak" ucap ibu panti dengan sangat kecewa.


"kok bisa" ucapku kaget.


"panti itu belum jadi hak milik kami zah dan sekarang panti itu mau digusur" ucap ibu panti dengan raut wajah yang sangat sedih.


"jadi nasib,anak-anak gimana bu??.tanyaku sambil mengelus-ngelus bahu ibu panti.


"sebagian anak panti sudah ibu cari orang tua pengasuh zah" jawabnyanya dengan masih memasang raut wajah sedih.

__ADS_1


diantara perbincangan kami,moana datang dan memparkirkan honda dengan sangat rapi.


"assalamu'alaikum zah" ucap moana bersemangat.


"walaikumsallam na"jawabku menatapnya.


" itu siapa zah"ucapnya menunjuk ke arah ibu panti,aku kemudian menariknya jauh dari ibu panti.


"ih...kenapa zah lo kok tarek-tarek gue kesini" ucapnya risih sambil melepaskan tanganku.


"Aku mau ngomong sama kamu."ucapku menatapnya dengan penuh keseeiusan.


"mau ngomong apa??."tanyanya.


" yang tadi itu ibu yang ngurus panti"ucapku sambil menoleh ke ibu panti.


"Ooooh gue ngerti sekarang,jadi ibu panti itu pengurus panti,yang pantinya loe ceritain kan zah" ucapnya mulai mahami perkataanku dan akupun menganggukinya.


"terus kenapa dia kesini zah??." tanya moana kembali bingung.


"panti mau di gusur zah" ucapku sedih.


"ha serius" ucapnya kaget.


"Syutttt......kecilkan suara mu na" ucapku menyuruhnya mengecilkan nada suaranya.


"maaf-maaf" ucapnya pelan.


"jadi gimana pendapat kamu na??" ucapku bertanya.


"Hmmm....gue masih bingung sih zah,dan kalau gue boleh tau, nasib anak panti gimana kalau sampai-sampai panti benaran mau di gusur??" ucapnya balik bertanya.


"nah itu dia na,sebagian anak panti udah ficari orang tua asuh" jawabku.


"iya...iya..." ucapnya mengangguk.


"iya na yok" ucapnya dan kamu menuju ke arah ibu panti tersebut.


"ibu" ucap moana tersenyum setelah sampai.


"iya nak"ucap ibu panti dengan sangat ramah.


" buk ini perkenalkan kawan zahra namanya moana"ucapku memperkenalkan.


"nak moan ya,kalau ibu dewi salah satu pengurus panti" ucapnya menyalami tangan moana.


dewi begitulah panggilan dari ibu panti itu.


"hehehe.....saya moana buk" ucap moana tersenyum.


"zahra tadi udah ceritaim semua ke moana buk permasalah di panti,yakan na"ucapku meliriknya.


" iya buk betul kata zahra buk,zahra udah ceritain ke moana semua buk,jadi solusi untuk permasalahan ini gak ada ya buk,agar panti tersebut gak jadi di gusur??"ucap moana bertanya,ibuk paanti hanya menggelengkan kepala seolah benar-benar tidak as harapan lagi.


"jadi tatiana gimana buk??" tanyaku.


"tatiana sampai sekarang dia belum mendapatkan orang tua asuh nak zahra" jawabnya.


"kasian banget tatiana" ucap moana menyenderkan kepalanya ke bahuku.


"na apaansih." ucapku risih.


"iya iya" ucapnya mengangkat kepalanya dari bahuku.


"ibuk sangat kasian dengan tatiana nak zahra, ibuk takut dia gak dapat orang tua pengasuh,kamu mau gak ngwrawat tatiana" ucap ibu panti memegang tanganku dengan penuh harap.


"Hmmm bukannya zahra gak mau buk,tapi zahra harus izin dulu ke ayah dan ibu" ucapku datar tanpa ekspresi sama sekali.


"gak papa nak zahra" ucap ibu panti dengan sangat kecewa.

__ADS_1


"tapi ibu tenang aja ya.akan zahra usahakan agar tatiana bisa tinggal sama zahra" ucapku tersenyum.


"makasih ya nak zahra,ibuk mau pergi dulu ya nak,ibuk harus mencari orang tua asuh untuk anak panti yang lainnya zah" ucap ibu pamit.


"iya sama-sama buk, hati-hati ya buk" ucapku tersenyum.


ibu panti kemudian pergi ,kamu berdua terus menatapnya sampai punggungnya benar² tidak terlihat.


"zahra" sapanya.


"apa na" ucapku menolehnya.


"jadi gimana??" tanyanya.


"jadi gimana apanya??" jawabku kembali bertanya.


"jadi nggak kita ngajarnya" ucapnya dengan wajah yang begitu polos.


"iya gak lah,kan pantinya mau di gusur moana" ucapku sambil mencubit hidungnya.


"aduh...zahra sakit ni hidung gue" ucapnya menepis tanganku yang masih berada di hidungnya.


"hehehe sekali-kali,maaf-maaf." ucapku cekikikan.


"iya Aku ma'afin,yaudah Aku mau balek dulu ya zah,soalnya kitakan gak jadi ngajar" ucapnya pamit.


"iya na,hati-hati ya" ucapku.


"bye zah" ucapnya melambaikan tangan.


"bye na" ucapku membalas lambaiannnya.


setelah moana pergi ,aku langsung masuk ke dalam rumah.


"gak jadi zah" tanya ayah dan ibu masih duduk di ruang keluarga.


"gak yah bu" ucapku sambil menggelengkan kepala.


"kok nggak jadi,kenapa??" tanya ayah kembali.


"gini ceritanya yah,panti mau di gusur yah" ucapku mengambil posisi duduk.


"Di gusur" ucap ayah dan ibu kaget.


"iya yah bu,ternyata panti itu belum menjadi hak milik,dan menurut pengurus panti gak ada solusinya sama sekali yah,anak patipun sudah di carikan orang tua pengasuh" ucapku menceritakan seluk-beluk kejadiannya.


"Oooh... jadi begitu ya,kalau sudah begitu mau di apain juga Susah" ucap ayah.


"tapi yah,ibu dewi,ibu yang menguris panti ITU menyuruhku untuk merawat salah satu anak panti namanya tatiana yah,jadi menurut ayah gimana??". tanyaku dengan penuh harap.


" Hmmmmm....nak ayahkan bukan gak mau,rapi kamu tau sendiri keadaan ekonomi kita,apa lagi saat pabdemi sekarang ini"ucap ayah mencoba menjelaskan kepadaku.


"tapi yah rezekikan udah allah yang ngatur,kita sebagai manusia bisa berusaha dan berdo'a dan seterusnya itu hanya ketenntuan allah yah,jadi boleh ya yah,zahra mohon" ucapku memohon sambil menatap ayah dan ibu.


"oke baiklah,boleh" kata-kata yang terlontarkan dari ayah membuatku sangat bahagia.


"makasih ya yah" ucapku berterimakasih.


"iya sama-sama"ucap ayah tersenyum.


" yaudah zahra masuk kamar dulu ,daaa ayah daaa ibu"ucapku mengecup kedua pipi ayah dan ibu Dan kemudian aku beranjak meninggalkan ayah dan ibu.


kini langkah kakiku tertuju ke kamar,aku membuka pintu kamar,dan merebahkan badanku ,aku melihat ke arah langit kamarku,aku memikirkan apa yang terjadi di hari esok,pertualangan seperti apakah yang sedang menantiku berekasi.


... *......*...


"aku yakin kamu orang yang kuat kok,kamu gak secengeng kelihatannya,sekarang teruslah tersenyum karena masih banyak orang yang ingin melihat senyuman kamu itu,jadi teruslah tersenyum ya."


... ~D.s...

__ADS_1


__ADS_2