Cinta Yang Dinanti

Cinta Yang Dinanti
27.bandara.


__ADS_3

"zahra cepat nak ,kita mau berangkat ke bandara lagi,nantik kamu ketinggalan kalau kamu gak buru-buru" suara ibu terdengar dari balik pintu.


"iya bu ,aku sama tatiana sebentar lagi siap kok bu" teriakku dari kamar


"cepat ya ,ibu tunggu kamu sama ayah dimeja makan,sebelum berangkat kamu makan dulu" teriak ibu kembali.


"baik bu" jawabku segera bergegas.


aku dan tatiana tatiana segera keluar kamar,dan duduk di meja makan.


"nak besok ,adalah pertualangan baru kamu didunia kerja,ayah harap kamu bisa menyesuaikan diri dengan cepat ya nak" ucap ayah memperhatikanku.


"iya yah,ayah gak perlu kawatir,zahra akan menyusuaikan diri dimana pun zahra kerja yah" jawabku menatap ayah.


"nak ayah sama ibu berharap suatu saat kamu menemukan orang yang bisa menjaga dan melindungi kamu,seperti ayah menjaga kamu dan melindungi kamu ketika kamu dalam bahaya,dan satu hal yang ayah harapin sama kamu ayah pengen kamu selalu sukses dan tetap menjadi anak yang rendah diri ya nak" ucap ayah menatapku dengan raut wajah serius.


kata-kata ayah membuat ku terdiam sejenak.


"iya yah ,insyaallah zahra akan ingat selalu kata-kata ayah." jawabku tersenyum hangat kepada ayah.


"baiklah ayah akan mempercayainya semua padamu nak,sekarang segera selesaikan makan mu,kita akan berangkat ke bandara lagi" kata ayah.


aku melihat ke arah jam ku dan benar kata ayah penerbangan akan segera lepas landas,aku segera menghabiskan makananku begitupun tatiana.


"makananku sudah habis yah" ucap tatiana sambil meletakkan piringnya di cucian piring.


"zahra juga yah" ucapku menyusul tatiana di tempat cuci piring.


"kalau sudah semua yok kita berangkat lagi" ajak ayah.


"iya yah" ucapku dan tatiana serentak.


ayah dan ibu mengantarkan aku juga tatiana ke bandara.


sesampainya di bandara aku melihat moana dan elang melambaikan tangan kearah ku.


"zahra!!!!!" teriak moana.


aku kemudian berlari-lari kearahnya.


"moana" ucapku langsung memeluknya.


"aku kira kalian lupa dengan jadwal penerbanganku hari ini" ucapku kembali dan melepaskan pelukanku.


"mana mungkin kami melupakanmu zahra" ucap moana mencubit hidungku.


"aduh sakit na" ucapku kesel.


"assalamu'alaikum om tante" ucap elang menyalami kedua orang tuaku yang baru saja sampai menyusulku.


"walaikumsallam lang" jawab ayah tersenyum.


"hai....om, tante" ucap moana melambaikan tangan.


"hai moana...."jawab ayah dan ibu serentak.


" kak cepatan ,nantik kita ketinggalan"ucap tatiana sambil menarik-narik bajuku.


"iya tatiana" ucapku mengelus kepalanya.


aku sejenak menatap kedua orang tuaku dan memeluk mereka berdua,aku berusaha menahan tangisku,tapi semua tak terkendali dan aku menangis seperti anak kecil.


"hay...zahra lihat ibu,ibu yakin kamu bisa,kamu kuat" ucap ibu melapas pelukan dan mengusap air mataku.


"zah sekarang kamu berangkat ya ,beberapa menit lagi pesawat akan lepas landas" ucap ayah mengelus kepalaku.


"iya yah" ucapku mengangguk.

__ADS_1


"jaga kesehatan mu dan tatiana ya" ucap ibu mengingatkan.


"baik buk" jawabku.


"na lang ,aku pamit dulu ya" ucapku masih dengan mata yang berkaca-kaca.


"iya zah,hati-hati ya,dimana pun loe berada gue sama elang selalu dukung loe,yakan lang" ucap moana menyenggol elang .


"iya tentu saja" ucap elang menatapku tersenyum.


aku beranjak dan berbalik sebentar melihat ke arah ayah, ibu,moana,dan elang dan tersenyum kearah mereka.


aku kemudian masuk ke dalam pesawat begitupun tatiana yang dari tadi mengikuti,genggamanku kepada tatiana pun tak pernah lepas.


"para penumpang yang terhormat,selamat datang di penerbangan.....dengan tujuan penerbangan ke batam akan kita tempuh dalam waktu kurang lebih 2 jam 0 menit dengan ketinggian jelajah 30 ribu kaki diatas permulaan laut.perlu lsmi sampaikan bahwa penerbangan ini,sebelum lepas landas kami peesilahkan kepada anda semua untuk menegakkan sandaran kursi,menutup meja-meja kecil yang masih terbuka dihadapkan anda,mengencangkan sabuk pengaman dan membuka penutup jendela atas nama kapten dan seluruh awak bertugas yang bertugas mengucapkan selamat menikmati penerbangan ini,dan terimakasih atas pilihan anda untuk terbang bersama kami" kata pramugari saat take off.



kini aku melihat kota kelahariranku dalam pesawat.


"uft....bye kota kecilku,dan hay kota yang mwnyambutku kedatanganku" ujarku dalam hati.


"wuaha...kak aku ngantuk ucap tatiana" ucap tatiana menguap.


"yasudah kamu tidur ya" ucapku menatapnya.


"iya kak" ucap tatiana yang mulai memejamkan matanya.


akupun mencoba memejamkan mataku dan beristirahat sejenak.


"para penumpang yang terhormat,sesaat lagi kita akan mendarat di bandar udara Jogjakarta,kami persilahkan kepada anda dan mengencangkan sabuk pengaman,akhirnya kami dari pesawat....dibawah pimpinan kapten mengucapkan terimakasih telah terbang bersama kami,dan sampai jumpa di lain waktu penerbangan,terimakasih" ucap pramugari saat landing.


aku terbangun dari tidurku.


"kak kita mau sampai ya" ucap tatiana sambil mengusap matanya.


2 jam perjalan itu sangat tidak terasa,pramugari sudah landed,dan aku kemudian turun dari pesawat.


"kak habis ini kita mau kemana??" tanya tatiana.


"habis ini kita istirahat ya ,kaka udah pesan hotel sementara waktu sampai kota menemukan kos-kosan yang pas" ucapku memegang bahunya.


"baik kak"jawab tatiana menurut.


aku melihat ke arah kiri dan kanan melihat taksi ,dan akhirnya ada satu taksi yang lewat di depanku.


" taxi!!!"teriakku.


"naik mbak" ucap sopir taxi.


kami naik ke dalam taxi ,dari dalam taxi aku melihat keindahan kota Jogjakarta.



saat menuju hotel pandanganku teralih oleh pria yang membagikan masker di sebrang sana.wajahnya mirip seperti leon.aku mengosok-gosok mataku,lalu membuka mencoba memanggil.


"leon... leon..."


aku buru-buru memberhentikan taksi menyapa pria yang mirip dengan leon,saat mobil berhenti sosok pria tersebut pergi menaiki kendaraan yang menghampirinya.


aku terdiam-diam dan bertanya-tanya"apakah itu benar-benar leon atau tidak"mungkin tidak mana mungkin leon di tugaskan disini.


aku melanjutkan perjalanan ke hotel.


"kenapa kakak tadi tiba-tiba nyuruh berhenti kak" tanya tatiana heran.


"tadi kakak lihat seseorang yang mungkin kakak sangat mengenalnya,tapi mungkin kakak lagi salah orang" jawabku tersenyum.

__ADS_1


supir taxi berhenti tepat di depan hotel ku.


"mbak kita sudah sampai" ucap sopir taxi dengan sangat ramah.


"oh ya mas,makasih mas" ucapku memberikan uang dan langsung turun dari taxi.


"yok kita masuk tatiana" ajakku.


"yok kak" ucap tatiana menatapku dengan penuh semangat.


sebelum masuk aku meminta kunci kamar kepada staff hotel.


"mbak minta kunci kamar nomor 157" ucapku kepada staff itu.


"atas nama mbak zahra" ucapnya.


"iya benar mbak"jawabku.


staff tersebut memberikan kunci kamar nomor 157,ia kamar 157 tempat kami beristirahat,aku telah memasan sebelumnya melalui aplikasi.


mini langkah kami berdua tertuju pada kamar nomor 157.


"kak ini kamar kita ya??" tanya tatiana saat sampai di depan kamar nomor 157.


"iya adil kecilku" jawabku sambil membukakan pintu.


tatiana dan aku kemudian masuk ke kamar untuk membereskan semua bawaan.


"tatiana kamu mandi deluan gih!" ucapku menyuruhnya.


"iya deh kak" jawab tatiana.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Tatiana selesai mandi dan segar kembali setelah lelah dalam perjalanan,begitupun dengan aku menyusul.


"kak jadi besok kakak udah mulai kerja ya??" tanya tatiana duduk disebelahku.


"iya besok kakak udah mulai kerja,tapi sebelum kakak kerja,kakak may masukin kamu ke tk dekat kerja kakak,kamu mau ya" jelasku kepada tatiana.


"mau kak,tatoan malahan seneng ketemu temen baru lagi,makasih ya kak zahra yang paling baik do dunia ini" ucapnya berterimakasih dan memujiku berlebihan.


"dasar kamu ya" ucapku menggelitiknya.


"hahaha kak zahra geli kak geli" ucapnya tertawa.


"oke sudah " ucapku mengangkat tanganku karena sesi bermain sudah habis.


gak terasa aku bercanda-gurau dengan tatiana,matahari sudah tenggelam dan berganti dengan malam.


"kak aku ngantuk,aku mau tidur kakak bacain dongeng lagi ya kak" ucap tatiana tersenyum.


"ia kakak akan mendongeng buat kamu,pada zaman dahulu hiduplah seorang anak kecil yang cantik jelita,rambutnya panjang,bobirnya yang merah merekah,saat dia tersenyum orang yang melihat senyumnya terlalu terpulau dengan senyum di bibirnya,dia gadis yang sangat baik, dia mempunyai teman-teman hewannya uang bernama cili,dan bon-bon"ucapku bercerita.


tatiana menguap dan memejamkan matanya.


" semat tidur adok kecilku"ucapku sambil mengecup keningnya.


aku tidak bisa memwajamkan mataku,karena masih penasaran dengan yang aku lihat tadi.


"benarkah dia leon,atau aku hanya berhayal karena aku merindukannya"aku bertanya-tanya dalam hati.


" ah sudahlah zahra,mana mungkin leon bertugas disini"ujarku menepis pikiran buruk yang ada di otakku dan kembali mencoba memejamkan mata


...... *.........*......


"mungkin hati yang terlalu merindu,yang selalu tetbayang-bayang atas hadis mu"

__ADS_1


... ~zahra...


__ADS_2