Cinta Yang Dinanti

Cinta Yang Dinanti
79.dari hati ke hati


__ADS_3

"eits dah, tinggal gue aja ni yang masih nyala matanya mereka udah tidur dalam perjalanan kasihan amat sih kalian"ucap elang yang sesekali melirik sahabat kecilnya dan pasangan masa depannya.


"kalau gak salah tadi zahra atau Dina ya gue lupa lagi"kata elang sambil menepuk jidatnya.


"ah bodo amat penting diantara kedua orang tersebut ada yang bilang kalau ke tempat catering mereka mau sambil makan,aku yakin pasti sekarang mereka tidur dengan perut yang kelaparan,jadi berhubung masih sore kasihan juga pada belum makan, mau mampir dulu aja kali ya ke warung makan atau cafe disekitar sini"ucap elang dengan melihat jalanan yang dipenuhi pedagangnya kaki lima.


"ada banyak tuh pilih mana yah,dari pada nasi ngebaso ajalah"ujar elang membalikkan stir mobilnya ke tukang bakso kaki lima.


pas berhadapan pada tukang baso elang membangunkan zahra dan dina.


"Zaaaahhhh,,,,,,,,,,,Dinnnnnn,,,,,,ayo bangun" dengan nada suara yang begitu sangat lembut.


"hoaaaammmmmmmmm udah sampai ya"jawab zahra sambil mengucek-ngucek matanya.


"ih kok masih belum,ini mata gue yang salah atau gue belum bangun dari mimpi indah gue"ucap dina sangat kaget dengan melihat suasana jalan di sore hari dan semua deretan jalan tol ada pedagang kaki limanya.


"lo gak mimpi Din gue juga lihat yang sama dengan lo,kenapa kita berhenti di tukang baso lang?? "tanya zahra.


"iya aku sengaja bawa kalian kesini,ya mata kalian masih normal kok emang betul yang kalian lihat pedagang kaki lima, yang gak normal tu pola makan kalian dari tadi gak makan kalian juga butuh tenagakan dari makanan, yaudah ayuuuk makan"ajak elang.


"oke fine"ucap mereka berdua yang mengikuti perkataan elang,lagian memang perut mereka sudah sangat keroncongan.


"duduk sini"ucap elang menunjuk kursi yang berada di depan elang.


Dina dan zahra pun duduk di kursi yang di tunjuk elang.


"gue masih ngantuk ini lang"ucap zahra sambil menahan matanya yang sangat ngantuk.


"aku juga lang"ucap dina ikut-ikutan.


"jadi kalian mau pulang ni,gak jadi pesan kalau gitu kita pulang aja"ucap elang berdiri dari kursinya memasang wajah masam


"eh jangan"balas dina.


"iya jangan lang dah sampai juga jangan kecut gitu dong muka,balek duduk lagi, biar gue yang pesan baksonya ke masnya"ucap zahra.


zahra beranjak dari tempat duduknya dan memesan baso dan minuman, untuk selera teman-temannya zahra sendiri sudah tau jadi zahra sangat jarang menanyakan kepada temannya kembali.

__ADS_1


saat zahra memesan baso dan minuman,Dina mengambil kesempatan untuk berbincang berdua dengan elang.


"udah jangan kusut terus tu muka,nanti samaan lagi mukanya kek ikat pesut khekekekee"Dina mau menghibur elang eh malah iya sendiri yang terkekeh sendiri dengan ucapannya yang sangat garing.


senyum lebar pun terpancar dari wajah elang"kek ginikan udah cakep belum?"


"masyaallah sudah, jangan di tekuk lagi mukanya ingat lo senyum itu ibadah jadi tetaplah tersenyum lang"ucap dina kepada elang tanpa melirik elang.


"siap din,kalau aku masih penasaran nih kenapa kamu sangat yakin memilih ku sebagai calon imammu sekaligus calon suami mu?"tanya elang yang juga tidak menatap dina.


"kenapa ya???,nanti aku jawab aku ingin melontarkan pertanyaan yang sama denganmu kenapa kamu yakin untuk memilihku menjadi ibu dari anak-anakmu sekaligus istrimu"ucap dina membalikkan pertanyaan.


"karena aku melihat mu dalam sepertiga malam ku dan hanya engkau, bukan hanya itu saja aku semakin yakin kalau kau adalah jodohku saat ku melihat mu berdoa pada Allah, mengajarkan anak-anak dengan ikhlas, menutup aurat mu dan cuma aku yang bisa memandang mu nanti pas halal"ucap elang dengan mengutarakan semua isi hatinya.


"dan aku mengapa aku yakin memilih mu sebagai calon imamku, karena aku juga yakin kau adalah jawaban dari do'a di setiap sholat malam ku dan kau yang akan membimbing ku juga menuntunku,serta keihklasan dan ketabahan mulah yang membuat aku luluh pada mu"balas dina.


"maaf-maaf mengganggu"ucap zahra memotong pembicaraan Dina dan elang.


"hehehehe iya zah gk papa"jawab dina.


"Alhamdulillah kalian gak marah kalau gue ganggu waktu ngobrol kalian"kata zahra sangat bersyukur.


"iya zah,mana mungkin kami marah"balas elang .


"hmmmm oke,aku sedikit ragu"ucap zahra melirik dengan tatapan yang sangat aneh.


"sudahlah zah jangan curigaan, basonya mana kok belum nyampe udah laper banget nih gue"kata dina sambil memegangi perutnya yang sudah sangat kelaparan.


"mas mana baso kami!!"teriak zahra.


"iya mbak ini dia menu baso yang mbak persen malam ini baso marcon,bakso beranak dan baso raksasa untuk mbak dan oh ya minumannya 3 orange juice"kata tukang baso sangat teliti dan sambil meletakkan baso yang di pesan zahra tadi.


"terimakasih mas"ucap elang.


"sama-sama saya tinggal dulu dan selamat menikmati mas dan mbaknya"ucap masnya.


"emang hebat lu zah,masih ingat aja"kata dina sambil memakan basonya.

__ADS_1


"ya iya dung,zahra gitu lo"ucapnya menggakan diri.


"sudah-sudah makan yang benar biar cepat pulang katanya ngantuk, biar setelah ini kalian langsung pulang"kata elang mengingatkan.


"oke"singkat zahra.


mereka bertiga pun melahap basonya walaupun yang satunya sangat kepedasan dengan baso marconnya, tapi ia sangat menikmati makanannya serta minuman orange juice yang menamai mereka pada tiap gigitan.


"aku udah selesai"ucap zahra yang selalu deluan habis kalau soal makan.


"aku kedua"ucap dina melanjutkan pembicaraan.


"dan aku terakhir,dan baiklah sepertinya aku juga yang harus membayar semuanya ku"kata elang beranjak dari meja makan dan membayar semuanya.


selesai makan mereka kembali melanjutkan perjalanan pulang.


"kalau kalian masih mau tidur-tidur aja nanti aku bangunin lagi kalau udah sampai"ucap elang yang gak mau kalau Dina sama zahra sakit karena kecapean.


"aku tidur lagi ya lang"ucap dina kembali memejamkan matanya.


"aku juga masih ngantuk aku mau lanjut"dan zahra pun sama dengan Dina kembali melanjutkan tidurnya.


dengan sangat hati-hati elang mengendarai mobilnya biar Dinda dan zahra merasa nyaman dan tidurnya tidak terganggu.


"oke baiklah kembali seperti semula, supir kembali fokus mengendarai mobilnya"gumam elang pada dirinya sendiri.


15 menit perjalanan mereka pun sampai di rumah zahra.


"Din,,,, zahraaaaaa bangun udah sampai"ucap elang dengan nada yang sama.


"iya leon,,,,eh ngeleg ni otak gara ngantuk, maksudnya makasih lang"ucap zahra kemudian turun dari mobil.


"terimakasih banyak untuk hari ini lang"ucap dina sangat berterimakasih kemudian menyusul zahra masuk kedalam rumah.


"sama-sama girls sampai ketemu di hari esok,jaga diri kalian"ucap elang menatap dari dalam mobilnya.


... *......*...

__ADS_1


"kalau dibilang soal cinta, cinta itu tak pernah memandang tempat Tan pernah memandang siapun, tapi cinta itu seperti garis yang telah di takdirkan untuk kau miliki perasaannya karena allah"


~Dina


__ADS_2